
Setelah selesai makan, Win membereskan meja dan mencuci piring kotor. "Sayang mau aku bantu?" tanya Bright
"Enggak usah mas, cuma sedikit."
Tangan Bright tiba - tiba melingkar di perut Win. "Mas nanti kalau Kim lihat bagaimana? Malu tau, kita ini sudah tua!" seru Win
"Biarin saja! Meski sudah tua, mas masih kuat beronde - ronde lo!"
"Jangan mulai ya mas,"
Bright tidak menghiraukan ocehan Win, dia hanya menikmati aroma tubuh istrinya. Bright sangat memanfaatkan waktu nya dengan Win. Karena jika sudah disibukkan dengan pekerjaan kantor Bright bisa lupa waktu. Makanya sekarang dia jarang pulang larut karena sering diprotes istrinya.
Win pernah marah dengan Bright karena, hingga pukul 12 malam masih belum pulang. Alhasil Bright disuruh tdur diluar. Win mengunci pintu kamarnya dari dalam. Hingga tiga hari dia mendiami Bright yang lupa waktu jika sudah bekerja.
Hal itu tentu saja membuat Bright frustasi. Tidak memeluk istrinya sehari saja membuatnya pusing, apalagi disuruh tidur diluar dan tidak mau bicara sama sekali, bisa gila dia.
Semenjak kejadian itu, Bright tidak pernah pulang malam. Dia selalu menyempatkan diri untuk membantu pekerjaan rumah dan membantu Win memasak.
"Kamu mau kemana Kim?" tanya Mama nya.
"Kim mau ke rumah Frank Ma. Ada tugas yang harus dikerjakan berkelompok." jawab Kim.
"Jangan pulang malam - malam Kim." ujar Papa nya
"Iya Pa, selesai nanti Kim langsung pulang."
"Jangan bawa motor sayang, bawa mobil saja! Takutnya nanti hujan." ucap Win
"Ya Ma, Kim berangkat dulu ya." pamitnya.
"Hati - hati Kim." ucap Papa nya
"Ya Pa,"
Kim berangkat dengan mobil sport miliknya yang dibelikan Bright sebagai hadiah ulang tahun yang 17 lalu. Sebenanya Kim tidak menginginkan apa - apa karena dia sudah memiliki semuanya. Yang dia mau hanya kedua orang tuanya sehat dan selalu rukun.
"Sayang, Kim sudah berangkat. Bagaimana kalau kita lanjut yang tadi ?" ajak Bright
"Aku masih banyak kerjaan mas, jangan aneh - aneh ya!" balas Win
"Memangnya mau ngapain? Kan sudah beres semua!"
"Yaa,, masih ada yang lain." elak Win
"Kamu ini hanya mencari alasan saja ya," ucap Bright sambil menggelitik Win.
"Mas geli tau!! Mas!!" ucap Win sambil tertawa menahan rasa geli.
<---->
"Untuk tadi dengerin omongan Mama, kalau enggak pasti kehujanan aku!" gumam Kim.
Saat ditengah perjalanan tiba - tiba hujan turun. Beruntung tadi dia di ingatkan oleh orang tuanya.
"Woi,,!! Awas!!" teriak Kim spontan.
Saat Kim melajukan mobilnya, tiba - tiba ada yang menyebrang.
"Kamu enggak apa- apa?" tanya Kim yang turun dan menolong anak itu.
"Enggak kak, enggak apa - apa kok!" balasnya.
Kim mengajak anak itu untuk masuk kedalam mobilnya.
"Masuk mobilku dulu saja, sambil nunggu hujan reda." ucap Kim
"Baik kak." balas anak itu.
Kim mengobati luka lecet pada lututnya. Beruntung dimobilnya ada kotak P3K, jadi bisa langsung mengobatinya.
"Aku bawa ke rumah sakit ya?" tawar Kim.
"Enggak usah kak, cuma luka lecet saja nanti juga sembuh."
"Nanti kalau infeksi gimana?"
"Enggak kak, di obati pakai ini juga sembuh sendiri nanti!"
Akhirnya Kim mengobati seadanya di mobil. Sambil menunggu hujan reda dia menepikan mobilnya.
"Rumah kamu dimana?" tanya Kim
"Dekat dari sini kak."
"Ya sudah aku antar kamu pulang ya. Gak mungkin juga kamu jalan kaki dengan kondisi seperti ini."
"Iya kak, maaf ya jadi merepotkan kakak."
"Gak usah dipikirin." akhirnya Kim menganatar anak tadi pulang. Kebetulan rumah nya dekat tujuan Kim.
"Yang mana rumah kamu?"
"Yang itu kak, pagarnya warna hitam."
Kim memberhentikan mobilnya tepat di rumah besar dan megah. Tapi masih besar rumah milik Kim. Terlihat pintu nya dibuka oleh penjaga rumahnya.
Kim mengantar anak itu hingga bertemu orang tuanya. Dia bertanggung jawab penuh atas anak yang tak sengaja dia tabrak tadi.
Saat pintu terbuka nampakla kedua orang tua anak itu panik saat melihat anak semata wayangnya terluka.
"Maaf tante om, tadi dia tertabrak mobil saya."
"Aku yang gak hati - hati ma, langsung nyebrang gitu saja, enggak lihat kanan kiri kalau ada mobil. Jadi langsung tertabrak deh. Tapi beneran bukan salah kakak Ma Pa." ucap anak itu mencari pembelaan untuk Kim
"Saya minta maaf tante."ucap Kim yang begitu menyesal.
"Apa kamu yang terluka? Kita ke rumah sakit ya?"ajak Mama nya.
"Enggak usah Ma, ini hanya lecet saja. Dan itu gak parah, aku masih bisa jalan. Tadi juga udah di obati."
"Sudah Ma, yang penting anak kita selamat. Nama kamu siapa?" tanya Papa nya
"Kim om,"
"Terima kasih sudah mengantar anak saya. Terima kasih juga sudah mengobati luka nya."
"Sama - sama om."
"Ayo masuk dulu!"
"Tidak usah om terima kasih. Saya langsung pamit pulang saja soalnya masih harus kerja kelompok." ucp Kim
"Baiklah kalau begitu, lain kali main kesini ya. Gak usah sunkan."
"Baik om."
Setelah kepergian Kim, mama nya ngomel - ngomel sepanjang malam.
<--->
"Untuk gak parah, kalau sampai parah bisa - bisa aku kena semprot Mama."gumam Kim.
Kim melajukan mobilnya menuju rumah Frank. Disana dia sudah di tunggu oleh teman - temannya.
"Tumben bawa mobil?" tanya Frank
"Iya Mama yang nyuruh. Ada untungnya dengrin omongan Mama, ternyata di tengah jalan tadi hujan. Jadi aman deh."
"Heemmm,,, anak Mama!"
"Biarin aja." balas Kim sewot.
"Tapi aku tadi habis nabrak anak orang!" seru Kim pada tteman - temannya.
"Seriusan?" ucap Boy
"Iya, untung nya hanya luka lecet di lututnya saja. Terus antar pulang deh."
"Cewek apa cowok?" tanya Boy
"Cewek."
"Cantik gak?" tanya Frank
'Gak tau, aku enggak merhatiin. Lagian aku juga enggak tertarik."
"Wah gak normal nih anak!" seru Boy
"Enak saja!! Maksudku gak tertarik karena aku gak mikirin cewek melulu kayak kalian!!" balas Kim
"Oooo,,," jawab mereka kompak.
"Sudah ah, ayo cepat selesaikan tugasnya. Besok harus dikumpulkan."
<---->
Bright yang jengkel karena Win banyak alasan terus, tanpa aba - aba lagsung menggneodng Win menuju kamar mereka.
"Mas turunin gak!!?" teriak Win
"Sabar dong sayang."
Bright menidurkan Win pelan. "Kamu mau ngapain lagi mas?!"
"Ya minta jatah ku yang tertunda tadi dong!" begitulah Bright tidak mengenal lelah jika itu berhubungan dengan proses pembuatan adik untuk Kim.
"Tadi kan sudah mas,"
"Lagi ya, na na na."
Belum sempat Win menjawab Bright sudah menyerangnya. Bright mulai mencumbu winn.
Banyak meninggalkan jeja dimana - mana. ******* demi ******* banyak memenuhi ruang kamar mereka. Win seka dengan setiap sentuhan Bright. Setiap sentuhannya membuatnya ingin meminta lebih dan lebih.
Enath sudah berapa sesi pelepasan hingga Win tak sanggup membuka mata. Bright menggempur habis - habisan seolah takada hari esok. Bright tak lantas tidur, diia masih menunggu anak kesayangnnya pulang.
Hingga pukul 12malam takkunjung pulang, Bright akhirnya menelpon Kim.
"Kenapa belum pulang?" tanya Bright.
"Ini sudah dijalan Pa."
"Ya sudah cepat pulang, kasian Mama kamu menunggu dari tadi."
"Iya Pa." akhirnya sambungan itu terputus.
Padahal yang membuat Win lelah adalah perbuatan Papanya sendiri. Bukan karena menunggu anaknya pulang. Hehehehe