
Maafkan aku yang selama ini banyak merepotkanmu dan mengganggumu. Aku sudah lama menanti ini, dan akhirnya aku mendapatkan jawaban yang memuaskan. Trimakasih mas
Menangis..sudah pasti aku menangis hanya saja aku tahan. Aku gak mau terlihat lemah didepan mereka. Aku harus kuat. Hari itu juga aku memutuskan untuk pulang ke Thailand ke rumah ibuku. Aku langsung ke hotel mengemasi semua barang ku dan langsung kebandara. Sepertinya setelah ini aku harus pergi dari sana. Aku memutuskan terbang hari ini juga.
<-> Thailand
Setiba aku di bandara aku langsung menuju rumah ibu ku dengan menaiki taxi. Setiba di rumah ibu,aku langsung menangis sejadi - jadinya dipangkuan ibu. Ibu tidak bertanya kenapa aku menangis, ibu sudah tau jawabannya.
Setelah aku berhenti menangis aku cerita semuanya sama ibu dan aku memutuskan untuk berhenti kerja. Aku akan usaha kecil - kecilan dengan ibu,tapi tidak disini aku akan pergi menjauh. Aku gak mau teringat semuanya. Ibu menyetujui permintaanku, setelah ini aku akan pergi untuk mencari tempat tinggal baru dengan uang yang selama ini aku kumpulkan.
<-> bright
Sejak mom mempringatkan ku aku mulai berfikir dangan apa yang aku lakukan kepada Win. Aku gak mau kehilangan dia hanya karena hal bodoh yang aku lakukan. Sebenarnya aku juga tidak ada hubungan apa - apa dengan Celin, kami hanya terlalu dekat saja. Aku bahkan menopang hidupnya untuk membantu ekonominya. Aku merasa bersalah dengan Win, dia yang selama ini setia menungguku malah aku sia - siaka. Besok akan aku urus semua masalahku dengan Celin.
Hari ini aku bertemu Celin di resto dekat kantor nanti saat jam makan siang. Aku mau meluruskan semua kesalahpahaman kebaikanku kepadanya. Aku gak mau nantinya akan mengganggu hubungan ku dengan Win. Semenjak mom memperingatkanku,aku jadi sadar bahwa Win lah yang terbaik.
" mas kamu sudah datang" sapa Celin yang baru saja datang
" hem" jawabku
" mau pesan apa mas" tanyanya
" gak usah, kalau kamu mau makan pesan saja sendiri. Aku kesini hanya mau meluruskan kalau kebaikanku jangan disalah artikan, kita tidak ada hubungan apa - apa. Jadi jangan anggap lebih dari sekedar kakak adik saja, aku menganggapmu seperti adikku tidak lebih. Jadi jangan salah pahan celin" jelasku
" salah paham gimana mas,selama ini kamu begitu baik sama aku dan perhatian. Jadi semua ini gak da artinya apa - apa bagi kamu mas?!"
Dia mulai tersulut emosi sepertinya, sungguh ini adalah kesalahanku karena mengenal gadis lain selain win
" iya, aku harap kamu mengerti. Dan di kantor kita hanya sebatas atasan dan bawahan tidak lebih" jelasku lagi
" kamu tega mas, aku cinta mas sama kamu. Aku pikir selama ini perhatian kamu itu tanda kalau kamu juga suka sama aku mas" sambil menggebu gebu
" Celin!! Jangan keterlaluan, kita hanya atasan dan bawahan. Pertemuan kita juga gak sengaja, aku hanya menganngap kamu sebagai adik saja tidak lebih!"
Aku gak tau kalau win datang kesini menyusulku. Dia bahkan gak telpon aku kalau mau datang kesini. Ooohh...astaga aku kan mematikan phonselku, aku mengabaikan pesannya hanya gara - gara Celin yang suka seenaknya sendiri mengambil phonselku ketika ada pesan dan mematikannya. Sial!!!
Aku sangat terkejut tiba - tiba Win di belakangku. Entah sejak kapan dia disana, atau mungkin dia mendengar pembicaraanku dengan celin?
situasi apa ini. Hancur sudah kepercayaan Win padaku. Disaat aku akan menjelaskan ,celin malah memegang tangan ku dan memanggilku mas Bri, sunggu wanita sialan dia. Aku harus berjuang ekstra kedas untuk mengembalikan kepercayaan Win. Win tidak mendengar penjelasanku dulu dan berlalu pergi membuatku tambah frustasi dan menahan emosiku kepada celin.
Aku mencoba menghubungi Win namun tidak ada jawaban, bahakan sekarang dia mematikan phonselnya. Mau tidak mau aku harus segera menyusulnya kesana, dia bukan tipe orang yang gampang percaya begitu saja sekalinya dia percaya aku malah menghancurkannya.
" mom, mom,mom,,,,!" aku berteriak mencari mom,aku akan kembli ke thailand sekarang juga
" aku akan kembali ke Bangkok sekarang juga mom, Win kesini dan dia salah paham dengan Celin" jelasku
" whatttt...kenapa mom gak tau!!"
" aku juga gak tau mom, tiba - tiba dia di belakangku saat aku dan celin bertemu untuk menjelaskan semuanya!" jawabku panik
" memangnya dia gak menghubungi kamu sebelum kesini?!"
" aku lupa menyalakan phonselku mom, setiap aku menerima pesan dari Win celin selalu merampasnya dan mematikan phonselku"
" dasar wanita ******, seenaknya saja dia memperlakuakn mu. Mulai besok pecat dia, gak usah lagi kerja disini. Pengganggu saja" ujar mom
" terserah mom saja, yang penting sekarang aku akan menyusul Win kesana"
" ok , mom siapkan jet pribadimu dulu"
aku langung berkemas dan berangkat dengan jet pribadi agar samapi lebih cepat. Aku takut Win akan pergi jauh.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya aku sampai di Bangkok dan disambut oleh Singto.
" kau selalu membuat ku kesusahan saja" ujarnya
" diamlah aku sedang tidak ingin berdebat denganmu" jawabku
" kau yang membuat kesalahan aku yang kena imbasnya"
" sudah jangan banyak bicara,kita langsung ke rumah Win"
" iya ya,, lagian kenapa juga kamu dekat dengan wanita lain, bukannya selama ini kamu seperti kulkas 12 pintu ya?! Gak ada wanita manapun kecuali Win yang bisa melelehkanmu" tanyaku
" entahlah, aku hanya berfikir sifatnya sama dengan Wkn, perhatiannya kepadaku membuat aku hampir terlena. Aku bahakn sempat berfikir jntjk memiliki keduanya"
" shhiittt,,,gila lo... Mana mau Win, kalau kamu pilih wanita itu, mensing Win buat aku saja. Aku tidak akan menyia nyiakan dia,pasti aku jaga dengan sebaik - baiknya"
PPLLEEEETTAAAKKKK....!!!! Kepala ku di pukul Bright
" sekali lagi lo ngomong sembarangan gw dorong sampek mental dari sini !!" ujarku
" hahahahahhaaha,,, gak rela juga kan Win dengan yang lain" ledekku seenaknya aja anak orang mau lo duain