"Mas Bri"

"Mas Bri"
Bucin akut



Mentari pagi masuk melalui celah - celah jendela membuat sang empu mengerjapkan matanya..


" euuggghhhhhhh.......rasanya badanku sakit semua" win terbangun dan masih belum menyadari kehadiran Bright di sampingnya.


" tapi aku merasa ranjang ku begitu sempit, sepertinya aku harus mengganti yang lebih besar nanti" gumamnya sambil memiringkan tubuhnya menghadap Bright


" aaaa..... " win kaget sambil menutup mulutnya


" mas Bri ngapain tidur disini,kalau ibu tau bisa jadi sayur lodeh aku nanti. Ehhh bentar deh..munpung tidur aku nikmati aja wajah orang cakep satu ini, sudah lama aku gak liat wajah ini , alisnya, hidungnya, bibirnya , matanya semuanya benar - benar sempurna. Bagaimana bisa kamu memiliki semua ketampanan ini mas" sambil memegang halus pipi Bright.


Bright yang sudah bangun dari tadi tersenyum dalam hati. Tentu saja dia senang di puji oleh kekasihnya pasalnya Win hampir tidak pernah memuji ketampanannya , begitu pelitnya dia kalau soal memuji Bright. Sebenarnya bukan pelit ya, hanya saja Win suka malu sendiri kalau memuji Bright.


" ternyata kamu diam - diam mengagumiku ya, awas saja kamu bakal aku godain terus ntar" batin Bright


Win yang masih belum menyadari kalau Bright sudah bangun terus saja asik dengan kegiatannya mengelus wajah kekasihnya itu. Bahakan Win mencium bibir Bright sekilas. Saat Win akan melepaskan ciumnnya Bright langsung menarik tengkuk Win agar tak melepasnya dan melanjutkan lagi ciumannya. Win yang terkejut memukul dada Bright. Bright yang terlanjur menikmati ciuman itu tak peduli dengan pukulan Win. Dia terus ******* bibir Win. Win yang terbawa suasana pun membalas ciuman Bright dengan lembut. Bright begitu menikmatinya dia ******* habis bibir Win hingga bengkak. Hingga akhirnya Bright yang melepas ciuman itu dan berlari kekamar mandi karena dia mulai panas dengan kegiatan tadi. Dia gak mau menjamah Win sebelum Win sendiri yang memberikan ijin. Dan berakhirlah dia dengan bersolo rianya ( hahahahahah)


Setelah selesai dengan kegiatannya dan mandi Bright keluar dengan handuk yang melilit dipinggangnya. Win yang melihat itu dibuat kagum dengan roti sobeknya, tetesan air sisa - sisa mandi , putih kulitnya ,dan jakunnya yang naik turun dan berakhir di sentil Bright dahinya. Win yang di panggil Bright tidak ada jawaban membuat Bright gemas dengan menyentil dahinya. Bright tau kalau Win sangat suka dengan tubuhnya yang atletis, makanya dia sengaja hanya menggunakan handuk sepinggang saja.


" aduh mas kenapa disentil sih,,kan sakit" keluhnya


" lagian kamu sampek segitunya lihat badan mas menggoda ini" candanya


"iissshhhhhhh,,,siapa juga yang liatin"


" masa sih, usap tuh air liurnya ,,hahhaha" ledek Bright


" tauk ah" marah win


" lagian kamu mas panggil dari tadi gak jawab - jawab"


" ya kan gak denger mas, ada apa sih" jawab win


" gak denger gimana,kamu nya aja yang suka liatin badan mas" sambil mendekat ke arah Win


Win yang merasa ada bahaya mengancam mulai ambil ancang - ancang untuk lari, sayangnya dia sudah dikunci dulu oleh Bright.


" selagi itu bisa membuatmu senang apapun aku lakuin Win, tanpa mengenakan baju samasekali juga mas mau" sambil berbisik di telingan Win


Mata Win langsung melotot,


" mas sudah gila sepertinya" jawab Win


" iya Win ,,aku benar - benar gila karna kamu. Aku gila jika tidak meihat mu sebentar saja" sambil mulai mencium pipi win


" mas sudah iihhh,,, tadi kan sudah. Aku mau mandi mas" berontak win


" gak usah mandi juga gpp ,kamu tetap wangi kok" goda Bright


Akhirnya win menendang kaki Bright dan langsung lari kekamar mandi. Win sudah gak tahan mau pipis


" sayang kenapa ditendang kan sakit " rengek Bright


" aku udah gak tahan mas" sambil berteriak di dalam kamar mandi


" Bright pun berfikir keras maksud gak tahan Win, gak tahan apanya? Apa dia sudah gak tahan maauu iituuu..." Bright tersenyum jahil


Setelah Win selesai mandi dia membuka pintu kamar mandi,betapa kagetnya Win saat ada Bright di depannya


" mas ngapain disini,ngintip aku mandi ya?!" tuduh Win


" ya enggak lah, mas disini nungguin kamu. Mas mau tanya tadi kata nya kamu udah gak tahan, emang kamu sudah siap?" tanya Bright


" udah siap apanya mas" tanya Win bingung


" sembarangan aja ,ya belum lah mas kan kita belum nikah" jawab win


" trus maksud kamu gak tahan tadi apaan?"


" gak tahan mau pipis mas, iiissshhhhh mas Bri pikirannya mesum mulu deh. Udah ah ganti baju sana " sambil mendorong Bright menjauh


" aku kira kamu udah gak tahan mau itu,," jawab Bright sambil cengar cengir


<->


Singto yang merasa kehilangan makhluk disebelahnya mulai terbangun. Dicarinya Bright gak ada disampingnya akhirnya dia pun beranjak ke kamar mandi yang ada di sebelah dapur untuk membersihkan diri.


" kemana ni anak, aku kira dia mandi" gumamnya


Setelah slesai dengan mandinya Singto keluar kuram untuk mencari Bright, saat berjalan kedepan tiba - tiba pintu kamar Win terbuka menampakkan wajah fres Bright disana.


" hei,,kenapa keluar sari sana?!" tanya Singto kepo


" memangnya kenapa? Wajarlah aku keluar dari kamar calon ibu dari anak - anakku. Kalau kamu yang keluar dari sini baru aku yang bertanya - tanya!" jawab Bright dengan wajah datarnya


" haahh,,, susah ngomong sama orang bucin"


"eehhh sudah - sudah minggir semua aku mau lewat, mau masak udah siang ini" jawab win sambil mendorong mereka berdua


<->


Setelah semua slesai makan Bright mengajak Win kembali bekerja,karena gak mungkin kalau bilang di ajak kembali ke apartnya,bisa - bisa Win di semprot ibunya


" bu saya minta ijin untuk mengajak Win kembali bekerja di kantor apa ibu mengijinkan?" tanya Bright


" ibu terserah Win saja, yang penting dia senang, bahagia ibu setuju saja nak" jawab ibu


" bagaimana Win" tanya Bright


" emmmhh,,,iya mas" jawab Bright


" ya sudah sekarang juga kita langsung balik, kemasi barang - barang mu"


" iya mas" win


Win mengemasi barang - barangnya dibantu ibu nya


" kamu yakin mau kerja dengannya lagi Win?" tanya ibu


" iya bu, Win mau ngumpulkan uang yang banyak. Nanti Win bangunkan ibu rumah yang bagus" jawab Win


" bukan itu maksud ibu, apa kamu sudah memaafkannya?"


" iya bu, kemarin malam mas Bri sudah menjelaskan. Win percaya mas Bri berkata jujur. Hanya saja kemarin ada kesalah pahaman" jawab Win


" ya sudah, apapun keputusanmu ibu hanya bisa mendukungmu nak" balas ibu


Setelah selesai berekemas, Win segera berpamitan kepada ibu nya,karena hari mulai siang


" Win pamit dulu bu, ibu jaga diri baik - baik ya" sambil mencium tangan ibunya


" iya Win hati - hati disana, jangan suka keluyuran, makan yang teratur biar sakitmu gak kambuh lagi. Ibu takut kalau kamu sakit seperti dulu" jawab ibu Win, yang tanpa sadar ada seseorang yang bertanya - tanya sakit apa Win sampai ibunya begitu khawatir


" ya sudah bu, kami pamit dulu" jawab Bright


Mereka bertiga akhirnya kemabali ke kota