"Mas Bri"

"Mas Bri"
Bertemu



Pagi ini Win akhirnya memutuskan berangkat ke London menyusul Bright. Dia sudah mendapat restu dari ibunya. Setelah mengemasi barang - barangnya Win berangkat ke bandara sendirian ibunya tidak mengantar karena terlalu jauh ,takut ibunya kenapa - napa jadi dia berangkat sendirian.


" bu Win berangkat dulu ya, ibu hati - hati dirumah"


" iya Win, kamu juga harus hati - hati. Jangan lupa ngabarin ibu kalau sudah sampai" ujar ibu


" iya bu " sambil mencium tangan ibunya


bersamaan dengan itu bus nya datang


" hati - hati Win, jangan lupa ngabarin ibu terus ya" sambil membantu menikkan kopernya


" iya bu, sudah ibu balik gih . Ibu gak usah mikin Win" sambil memeluk ibunya


" iya nak, sudah kamu masuk" sambil mendorong Win


Win duduk dan melambaikan tangannya. Bus berjalan menuju terminal


" doakan lancar ya bu" batinku


Setelah beberapa saat ,tibalah bus di terminal. Win segera turun dan naik taxi menuju bandara.


" pak ke bandara" tanya win


" baik non" taxi


Setiba di bandara dia di bantu sopir taxi menurunkan kopernya.


" trimakasih pak" jawabku


" sama - sama non" sambil berlalu pergi


Disinilah Win menunggu keberangkatan pesawat,ini pertama kalinya dia naik pesawat. Modal nekat dia menyusul Bright, untungnya dia mahir berbahasa inggris jadi dia tidak akan kesulitan di negeri orang.


" huuufffhhh,,,rasanya cukup menegangkan. Mudah - mudaha selamat sampai tujuan" batinnya


Setiba di London dia pergi mencari hotel terdekat karena hari sudah malam jadi tidak memungkinkan mencari alamat rumah Bright. Dia menyewa hotel 2 malam agar ketika dia belum menemukan rumah Bright dia bisa langsung istirahat di hotel .


" haaahh... Lelah rasanya, mending aku mandi dulu" sambil menata bajunya dan menuju kamar mandi. Setelah selesai dia mencoba menghubungi Bright namun gagal. Bright tidak bisa di hubungi phonselnya mati.


" ada apa sih mas sebenarnya,kamu sudah lama gak ngabarin aku. Aku khawatir terjadi sesuatu sama kamu mas" batinnya sambil merebahkan dirinya di ranjang.


Malam itu dia tertidur karena kelelahan akibat perjalanan seharian.


Pagi nya Win sudah bersiap berangkat mencari alamat Bright. Dia langsung berangkat tanpa sarapan dulu. Dia sudah gak sabar pengen segera bertemu. Tapi sebelum itu dia mencoba menghubungi phonsel Bright tapi masih gak aktif. Dia memutuskan pergi ke alamt kantor Bright. Pikir Win kalau pagi begini Bright pasti kekantor.


Dia menaiki taxi menuju kantor Bright. Dia membari sopir taxi alamat yang dituju.


" ke alamat ini pak"


" baik" jawab sopir taxi


Taxi berhenti didepan gedung besar, dengan banyak karyawan berlalu lalang.


" sudah sampai non" kata sopir


( sori ya disini aku pakai bahasa indonesia aja biar lebih mudah dan nulisnya gak ribet hahahaha maapin author ya)


" baik pak, trimakasih" sambil membayar ongkos taxi


Ya disinilah Win berdiri didepan gedung menjulang tinggi. Hari sudah hampir jam makan siang perutnya juga sudah keroncongan minta di isi ulang. Tapi Win mengabaikannya ,karena saking senangnya dia mau bertemu Bright. Dia berjalan menuju scurity


" selamat siang ada yang bisa saya bantu" tanya scurity


" siang pak, mau tanya apa benar ini kantor pak Bright Vachirawit?" tanyaku


" iya bu benar, silahkan masuk ke bagian resepsionis biar nanti diarahkan ke ruangan pak Bright" jawab scurity


" sama - sama bu" sambil menunjukan jalan menuju resepsiaonis


Didalam aku bertanya kepada resepsionis


" permisi, apa pak Bright ada?"


" oh pak Bright tadi keluar dan ini masih belum kembali, mungkin sebentar lagi. Bisa anda tunggu di sana nanti kalau dudah datang saya beritahu" jawab resepsionis


" baiklah, trimkasih" ujarku


Sambil menunggu mas Bri datang aku keluar untuk mencari makan. Tadi aku lihat ada reatoran disebelah kantornya. Aku memutusakan kesana.


Aku langsung masuk dan disambut karyawan restonya


" selamat siang ,mau pesan apa" sambil memberikan buku memu


" saya pesan sandwich 1 dan coklat dingin 1" jawabku


" baik lah, ditunggu sebentar" balasnya


Sambil menunggu makanan datang ku edarkan pandanganku kearah pojok resto yang menghadap jendela. Aku seperti mengenal orang itu tapi aku tak bisa melihat siapa dia karena dia membelakangiku. Dia duduk dengan wanita sambil bergurau. Tapi aku mengenali suara itu.


Deg deg deg deg,,jantung ku berdegup kencang saat tau siapa pemilik suara itu. Aku beranikan diri mendekatinya walau kakiku terasa mulai lemas tetap aku beranikan diriku.


" mas Bri" panggilku lirih


Dan benarlah dia, orang yang sudah berbulan - bulan ini menghilang dari hidupku. Tidak memberi kabar apapun padaku. Tidak ada sebutan sayang untukku,bahkan sekedar bertanya kabarku pun juga sudah tidak ada. Disinilah aku menemukan kenyataanya bahwa dia dengan wanita lain sedang asik bergurau tanpa ada beban, tanpa memikirkan aku disana bagaimana. Jika ini akhir dari semua penantianku aku ikhlas aku rela melepasnya dengan wanita lain asalkan dia bahagia. Aku bersedia undur diri dari hidupnya.


" Win" ucapnya dengan ekspresi terkejutnya


Aku yang sejak semalam sudah tidak makan sampai detik ini dan disuguhkan dengan kenyataan seperti ini rasanya mau muntah,pingasan,jatuh,menangis,berteriak,dan semuanya menjadi satu. Tapi aku harus tetap bertahan untuk tegar agar aku tidak terlihat lemah dimatanya


" iya mas, mas disini ternyata" jawabku sambil bergetar


" siapa dia mas? " tanya wanita di sebrang sana


Bright yang masih syok gelapan menjawab


"di dia .."


belum sempat dijawab wanita itu bertanya lagi


" mas Bri siapa dia, apa dia teman mas?" sambil berjalan dan menggandeng tangan Bright.


aku yang melihat itu sudah bisa menyimpulkan bahwa hubungan merekan bukan hanya teman biasa. Apalagi panggilan mas Bri itu hanya untuk ku dan tidak ada orang lain yang memanggilnya seperti itu. Panggilan itu dia tujukan untukku sebagai panggilan sayangku untukknya. Tapi ini apa, wanita didepanku juga memanggil dengan sebutan sama dengan ku


" di dia Win" jawab Bright


" oh kenalkan aku celin,kekasih nya mas Bri" jelas perempuan itu


JEDUAAARRRRRRRR.....


Bagaikan disambar petir disiang bolong. Air mata yang sudah aku tahan sejak tadi perlahan runtuh juga. Sakiitt..pasti , rasanya hatiku benar - benar sakit melihan kenyataan didepanku. Kaki ku yang kurang ajar gak bisa diajak kompromi malah semakin bergetar.


" ke ke keekasihhh mas Bri" jawabku


" iya,belum lama ini kita menjalin hubungan" jelasnya


"wanita itu malah menjelaskan lebih detail hubingan dia dengan mas Bri, dia gak tau apa kalau aku ini pacar dia yang terlantar. Ini malah di perjelas lagi,kan kaki gw tambah lemes tauk" batin ku


Bright yang mau menjelaskan langsung aku potong


" mas kalau memang kamu bisa bahagia dengannya aku rela undur diri dari hatimu. Kita anggap saja pertemuan ini hanya mimpi yang datang untuk menguji. Kamu anggap aku tidak pernah hadir dihidupmu dan aku pun sama akan aku anggap kamu tidak pernah hadir dihidupku. Trimakasih mas atas apa yang telah kamu beri ke aku selama ini. Perhatian dan kasih sayangmu akan aku simpan selamanya, akan aku kubur selamanya" sambil menyodorkan black card yang dia berikan padaku waktu itu dan berlalu pergi