
Hari ini keluarga kecil Krist berangkat menuju Bangkok. Pagi - pagi mereka sudah bersiap menuju bandara.
"Pa," panggil Namtan kepada Krist. Semenjak mereka memiliki anak panggilan Namtan kepada Krist berubah. Agar anak mereka juga menirukan.
"Hem," balas Krist
"Berala lama kita disana?" tanya Namtan disela - sela perjalanan menuju bandara
"Mungkin kita akan menetap disana. Kenapa? Apa kamu keberatan?" jawab Krist halus.
"Engga Pa, aku hanya rindu orang tua ku jika kita menetap disana."
"Nanti kita bisa pulang bersama - sama menjenguk Mama dan Papa disini." balasnya sambil mengusap surai istri nya.
"Terima kasih ya Pa," ucap Namtan sambil memeluk suami nya.
"Sekolah Seli bagaimana Pa?"
"Nanti Papa carikan sekolah yang bagus untuk anak kesayangan Papa."
"Males ah, teman ku banyak disini pa." rengek Seli
"Ya kapan - kapan kita kembali sesekali bareng Mama sama Papa."
Mereka akhirnya sampai di bandara. Sebentar lagi akan menaiki pesawat karena jadwalnya sudah mepet.
Kurang lebih 20 jam mereka didalam pesawat. Setiba di Bangkok Krist langsung menuju rumah yang sudah dia siapkan sebelumnya. Dia sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk mencarikan rumah yang nyaman untuk anak dan istrinya. Dia tidak mau kalau anak dan istrinya merasa tidak nyaman tinggal disini.
"Ini rumah kita Pa?" tanya Seli
"Iya, kenapa,? Kamu tidak suka?"
"Suka Pa, rumahnya besar!" ucapnya sambil menunjukkan kekagumannya
"Ayo Ma masuk." ajak Seli
Mereka memasuki rumah barunya. Kamar Seli berada id lantai dua. Sedangkan kamar Krist berada di lantai tiga. Krist juga menyiapkan maid untuk membantu Namtan agak tidak kelelahan mengusrus rumah sendirian.
"Kamu sudah menyiappkan ini semua Pa?" tanya Namtan ketika memasuki kamarnya.
'Iya, aku mau kamu nyaman tinggal disini."
"Tapi ini tempatnya terlalu besar Pa,"
"Tidak apa - apa, kan ada yang membersihkan. Kamu tidak perlu melakukannya sendiri."
"Terima kasih ya Pa,"
"Apa sih, dari kemarin Mama terima kasih melulu." ujar Krist sambil memeluki istrinya.
"Ya sudah ayo kita istirahat.pasti kamu juga capek." ajak Krist
<---->
"Kiiimmmmm banguunnnnn,,,!!" teriak Win yang tak digubris anaknya.
"Ada apa sih sayang, pagi - pagi sudah teriak - teriak!" ucap Bright yang ikut menyusul istrinya ke kemar Kim
"Anak kesayangan mas ini gak bangun - bangun!!" ucap Win kesal
"Kim bangun, Mama kamu sudah seperti Singa ini!!" ucap Bright.
Win yang mendengan suaminya menyebut dirinya Singa langsung melotot tajam. "Kamu samakan aku dengan Singa mas?!"
"Bu bukan begitu sayang mak,," belum selesai Bright menjelaskan, langsung dipotong Win
"Mulai detik ini kamu tidur di luar!!!" balas Win dan langsung pergi meninggalkan Bright dengan Kim.
Kim yang terganggu oleh suara Mamanya hanya bisa nyengir saja mendengar Papa nya di omeli oleh Mamanya.
"Ini semua gara - gara kamu Kim!!" bentak Papa nya tak kalah heboh.
"Di teras rumah!!"
"Sayang,, ayolah jangan begitu. Kamu tau sendiri aku paling enggak bisa tidur kalau enggak meluk kamu. Nanti Bright junior enggak ada yang elus - elus gimana?"
"Pikir saja sendiri!" balas Win sewot.
Sementara Kim hanya bisa geleng - geleng kepala menyaksikan kedua orang tuanya yang kelewat bucin. Papa nya yang paling gagah, banyak ditakuti orang, tampan, kaya raya, bahkan sok cuek didepan semua orang bisa takut setengah mati kalau Mama nya dalam mode marah. Bahkan Papa nya bisa berubah menjadi anak kecil yang merengek minta permen.
Begitulah Bright jika dengan Win. Rasanya dunia hanya milik mereka berdua. Dia hanya takut dengan Win saja dan kedua mama nya. Sementara Papa adalah cs nya yang sama - sama tertindas jika Mama nya marah - marah.
Kim segera turun dan sarapan bersama Mama dan Papa nya. "Ma nanti Kim pulang nya sore." ucapnya
"Kenapa?" Win
"Ada lomba Basket di sekolah."
"Ya sudah, nanti kalau sudah selesai hubungi Papa biar Papa yang jempu." balas Bright
"Iya Pa." mereka makan dalam keheningan. Bright membiasakan anak dan istrinya tidak berbicara saat makan. Hal itu Bright lakukan agar mereka dapat menikmati makan dengan baik.
"Sayang, aku berangkat dulu ya! Jangan lupa nanti malam tetap tidur berdua seperti biasa. Bisa gila kau kalau kamu enggak ada." ucap Bright sebelum pergi
"Hati - hati mas. Makanya jangan macem - macem sama aku!"
"Enggak, mana berani aku sama kamu." balas Bright sambil mencium kening Win
"Aduh pasangan bucin!! cepetan dong Kim sudah telat nih!!" teriak Kim dari dalam mobil.
"Heh anak gak tau disayang! Teriak - teriak saja. Gangguin Papa saja kamu ini!"
"Sudah mas, nanti Kim telat kesekolahnya."
"Janji ya tidur bareng?!"
"Iiissshhh,,, iya iya mas! Sudah cepetan." Win mendorong Bright agar segera memasuki mobil.
"Ngebut pak!!" ucap Kim pada sang sopir
"Ngawur saja kamu. Jangan didengarin pak!" balas Bright
Bright mengantar Kim kesekolah terlebih dahulu. Setelah itu dia pergi ke kantor.
Setiba di kantor Bright disuguhkan dengan banyak berkas yang harus dia tanda tangani.
"Apa ini?! Kenapa banyak sekali?" tanya Bright pada Singto
"Ini semua karena ulah mu yang suka cuti seenaknya. Jadinya semua pekerjaan menumpuk!" balas Singto
"Ya maklum lah aku masih banyak urusan." elak nya
"Urusan apa nya!! Urusan bikin anak !!"
Bright cuti dua hari untuk menikmati masa- masa dirumah menemani istri tercintanya memasak dan bersih - bersih dan termasuk juga membuat adik untuk Kim.
"Biasalah,, kalau aku kerja terus Win bisa marah - marah. Apalagi aku satu minggu ini full lembur, bisa - bisa aku tidak dapat jatah." balasnya
"Terserah kamu saja!!"
Bright segera menanda tangani semua berkas yang ada didepannya.
Tiba saat nya jam makan siang. Bright menghubungi Win. "Sayang jadi kesini?"
"iya sebentar lagi aku sampai mas," Wi diantar sopir pribadi yang sudah diseleksi oleh Bright. Bright tak suka jika Win berdekatan dengan laki - laki siapa pun itu termasuk sopir pribadinya. Alhasil Bright mencarikan Win sopir yang sudah agak tua. Awalnya Bright mengusulkan kalau sopir nya cewek saja. Tapi langsung ditolak mentah - mentah oleh Win. Ganti Win yang tidak mau kalau sampai sopirnya tergoda oleh ketampanan Bright. Jadinya gagal total mencari sopir khusus untuk Win.
Kemudian Kim mengusulkan kalau sopir Mamanya cari yang sudah agak tua saja biar tidak ada yang cemburu. Dan ide Kim lah yang akhirnya disetujui oleh Papa nya.
Saat memasuki kantor suaminya, seluruh pegawai menunduk memberi hormat. Meski Win sudah memiliki anak, pesona nya tak kalah dengan gadis - gadis sekarang. Bahakan Win lebih cantik dari mereka. Sebenarnya banyak karyawan Bright yang laki - laki yang suka mencuri - curi pandang ketika Win ke kantor. Tapi mereka takut kalau ketahuan bos besarnya bisa - bisa jadi bubur nanti. Bos nya sangat posesif sekali dengan Win. Jangankan manusia, hewan saja Bright juga cemburu jika berdekatan dengan Win. Hahahahahahah