
"Ok kamu bisa pulang"
" hah,, sendiri pak" tanyaku
" mau sama siapa memangnya" sarkasnya
"kan sudah malam begooo,,, mana ada bus jam segini"batinku
" baik pak, saya permisi dulu kalau gitu" sambil mengemasi barangku, aku segera turun untuk mencari taxi
" mudah - mudahan masih ada taxi,kalau gak ada masa jalan kaki siihh"
Sudah hampir 1jam lamanya aku menunggu,tapi belum juga ada taxi yang datang, sepertinya memang ditaksirkan untuk jalan kaki. Aku pun segera beranjak untuk jalan. Rasanya agak merinding - merinding sedap juga sihh,malam - malam jalan sendiri ntar kalau ada orang yang mau memperkosaku gimana kan gak lucu. Tiba ditempat yang agak sepi aku percepat jalan ku, rasanya ada yang mengikutiku di belakang . Akupun berlari terbirit - birit sambil mencari tempat yang agak rame. Tapi rasanya tetep aja sepi gak ada orang ,semakin aku lari semakin dekat dia dengan ku dannn..
Aauuhhh...kakiku tergelincir. Rasanya sulit sekali digerakkan
Tiba - tiba orang yang mengejarku tadi tiba di hadapanku,, otomatis aku berteriak
" tolonggg tolonggg lepaskan saya... Tolong" sambil berontak aku pukul dia pakai tasku
" aaauuhh..sakit Meta"
Kaget aku kok dia tau namaku. Perlahan aku buka mataku dan ternyata p'krish ..
"Huuuuffhhh...Phiii ngapain takut - takutin aku sihhh, jadi jatuhkan..!" sambil memanyunkan bibirku
" hahahaahha,,, kamu kalo ngambek lucu juga ya. Sory - sory tadi itu aku kebetulan lewat aku lihat ada orang,aku pikir bisa aku ajak jalan bareng soalnya kawasan ini kan sepi merinding juga tau ,makannya aku mau cari barengan ..ehhh.. Kamunya malah lari. Serius deh aku gak tau kalau tadi itu kamu. Maaf maaf" sambil memhon padaku
" iya iya aku maafin, bantu aku berdiri dong phii kaki ku sakit" dibantunya aku untuk berdiri
" sakit ya" tanyanya tanpa dosa
" ya iya lah phii,, malah tanya"
Sambil membopong ku untuk duduk di pinggiran trotoar. Di lepaskannya sepatuku
" wah kakimu terkilir Met, mau aku gendong gak. Kebetulan rumah orang tuaku dekat sini. Kita mampir ambil mobil nanti aku antar kamu pulang gimana?" katanya
" gak phi, mending aku jalan aja" sambil berdiri aku ajak dia jalan
" ok pelan - pelan ya"
Kami pun pergi menyusuri jalan, dinginnya malam membuatku bersin - bersin. Tapi tak apalah daripada aku pulang jalan kaki. Sesampainya di depan rumah nan megah phi Krish menyuruh masuk rumah dulu,tapi aku tolak karena aku terus bersin - bersin takut mengganggu yang lain. Akhirnya phi Krish yang masuk parkiran mobilnya. Setelah itu aku masuk mobilnya duduk di samping phi Krish. Dan tanpa aba - aba P'Krish mendekatkan wajahnya kepadaku,reflek aku tahan nafas dong. Siapa yang gak kaget tiba - tiba dia dekata denganku.
" pakailah sabuk pengamanmu" sambil memasangkannya
" ii iiya phi " jawabku
Mobilpun berjalan membelah kota Bangkok yang indah. Sungguh aku tak pernah berfikir akan bekerja menjadi asisten seorang bos besar dengan banyak talenta dan penggemar. Tak terasa sudah 1 tahun aku bekerja dengannya, sungguh sebuah berkah aku bisa dekat dengan seorang brigth vachirait cevaree yang dingin kayak kulkas 12pintu. Tapi akhir - akhir ini dia cukup manja denganku entah hal apa yang membuatnya berubah. Aku pun sudah lama tak pulang kekampung halamanku, sudah lama tak mengunjungi ibuku. Aku hanya mengirimnya uang dan telpon saja. Yang terpenting ibu ku sehat bisa membeli apa yang ibu mau, aku akan dengan senang hati bekerja keras untuknya. Tanpa terasa mobil sudah berhenti di depan kos ku
" hei jangan ngelamun aja,ini udah sampek. Apa mau ikut ke rumahku..?" tanya phi Krish
" hahahahha,, ya gak lah phi, ada ada aja deh" jawabku
segera aku turun dari mobil,saat akan turun phi Krish menahan tanganku
" Meta , apa kamu sudah ada kekasih?" tanya nya tiba - tiba
" gak ada phi, kenapa?" jawabku
" gak ada apa - apa. Bisa turun sendiri atau mau aku gendong" tanyanya
" gak phi aku bisa sendiri kok. Makasih ya sudah mau bantu aku" sambil menuruni mobil
Setelah mobil menjauh aku masuk ke kosanku. Betapa kagetnya saat aku menyalakan lampu tiba - ada tubuh besar yang sudah duduk manis di sofa ku
" hhhyyaaaa.... Sejak kapan bapak disini, gimana caranya bapak masuk. Bikin kaget tauk..!!"
" kamu sudah mulai nakal ternyata, sudah berkali - kali aku bilang ketika kita sedang berdua jangan pernah panggil aku bapak. Apa kamu lupa heemmm..?!" sambil berjalan maju mendekatiku
Aku yang kaget berjalan mundur hingga menempel di pintu yang sudah tertutup.
" bu bukan maksud ku gitu mas, hanya saja aku tadi kaget. Beneran aku gak bohong" kataku
Lama kelamaan dia mengunci kedua tangan ku di samping dan terus maju hingga hidung kami saling bergesekkan
" sepertinya kamu memang mau dihukum hem"
" bu bukan gitu mas,beneran aku gak bohong. Lagian bagaimana bisa mas masuk ke kamarku tanpa merusak kunci pintu..?!"
" apa yang tidak bisa aku lakukan. Jika aku sudah menginginkannya maka tidak ad yang mustahil"
Dengan gerakan secepat kilat dia ******* bibirku,memasukkan lidahnya dan mengapsen seluruh gigiku. Sungguh aku benar - benar terbuai olehnya, sama seperti perlakuan yang sebelumnya. Aku yang awalnya berontak lama kelamaan terbuai juga hingga aku ikut membalas ciumannya
Mmmhhhppp....haaahh haaah aku benar - benar kehabisan nafas,dilepaskannya tautan bibir kami. Membiarkan ku mengambil oksigen zejenak lalu di raihnya lagi bibirku dan menggitinya sungguh aku kuwalahan
Mmmppphhhh mmaaassss stooppp...
Dia tetap tak menggubrisku, dan terus melanjutkan tautan kami..
Sungguh aku tak sanggup berlama - lama dengannya. Apalagi dengan status kami yang tak jelas. Aku segera membersihkan diriku mandi dan segera tidur.
<-> pov bright
sungguh aku marah dan cemburu melihat dia dengan laki - laki lain. Tadinya aku hanya ingin memberi dia pelajaran ,malah dia pulang dengan laki - laki lain. Tunggu saja hukuman dariku.
mudah saja bagiku untuk membuka pintu kosnya, karna memang ada kunci duplikatnya di pemilik kos.
Aku segera masuk dan menunggunya pulang. Aku tidak akan membiarkannya lolos kali ini.
<->
Setelah slesai mandi aku keluar dengan memakai bathrobe putih. Aku lupa jika makhluk Tuhan paling sexy masih di kamar ku. Dengan tanpa aba - aba di mendorongku menuju tempat tidur hingga aku terjatuh di bawahnya.
" mau ngapain mas" sambil mendorong dada bidangnya
" aku hanya ingin menghukum seseorang yang suka melanggar perintahku" katanya
" kan tadi sudah mas" sambil bersin - bersin aku sekuat tenaga mendorong tubuhnya karena kakiku terasa ngilu dan badan ku mulai meriang
" kamu sakit " katanya
" kurang tau mas, dari tadi aku bersin - bersing terus. Kaki ku juga terkilir rasanya sakit untuk jalan"
Dia mendudukkan ku disampingnya
" coba lihat kakimu, biar aku urut agar tidak terasa sakit lagi" ucapnya
" memangnya mas bisa apa main urut - urut aja" ledekku
" tentu, apa lagi kalau mengurut itu tu"..matanya sambil melirik dadaku
langsung ku geplak kepalanya
" dasar mesum..!"
" aaauuu,,sakit win. Dimana obat urutmu biar aku ambil..!"
" ada di sebelah dapur di kotak p3k"
Di ambillah kotak obat itu. Dengan telaten dia mengurut kakiku
" coba kamu gerakkan ke kanan kiri"
" apa sudah mendingan..?"
" sudah mas, sudah lebih baik dari pada tadi. Trimakasih ya" ucapku
" sekalian kamu minum obat ini biar gak flu" sambil memberiku obat
" win,," panggilnya
" ya mas,," aku duduk menghadapnya
" eemmhh aku boleh tidur sini gak malam ini..?"
" kenapa gak pulang aja mas, kan mas bawa mobil" kataku
" aku pengen tidur sini dengan mu win. Entah lah rasanya aku hanya ingin dekat denganmu"
" tumben sekali "
" besok pagi kita ke kantor bersama - sama" lanjutnya
" ya sudah mas ganti baju dulu, biar aku ambilkan baju ganti "
" memang kamu punya baju ukuran ku?!"
" tentu saja gak ada, tapi aku punya baju yang super gede buat badan mas cukup kayaknya. Sebentar ya" aku berjalan perlahan menuju lemariku
" nih mas coba di pakai muat gak" perintah ku
" ternyat pas win, tapi kenapa warnanya pink..?!" protesnya
" hahahhhahahhaha...cakep mas, mas tambah ganteng pakai ini" ledekku
" kamu ini bener - bener ya"
"Sudah ayo tidur aku sudah ngantuk. Tapi gak masalah mas tidur di tempat kecil gini..?" tanyaku
" dimanapun asalkan ada kamu aku mau win"
" iiisssshhhh ....gombal" balasku
Kamipun membaringkan tubuh di tempat tidur dengan pembatas guling tentunya.