
Matahari mulai terik sepesang manusia yanv dimabuk asmara masih menyembunyikan dirinya dibalik selimut. Win di buat kuwalahan oleh Bright, seakan tidak ada habisnya ia digempur semalaman.
" uuuggghhhhhhh,,,,,aduhh badan ku rasanya remuk semua" gumam Win
dia melirik kesampingnya dan melihat makhluk paling sexy berada disampingnya
" gimana aku gak tergila - gila sama kamu mas, bahkan saat kamu tidur saja kamu terlihat sangat tampan" gumamnya lagi
Win turun dari ranjang akan mandi,saat dia menurunkan kakinya seluruh tubuhnya terasa remuk
"ssssss,,kenapa terasa sakit sekali"
Bright yang merasa tidurnya terganggu akhirnya terbangun
" kenapa sayang" tanya Bright
" emm,,anu itu emm"
" ada apa sih? Kamu kenapa? Ada yang sakit?"
"iya mas,itu ku rasanya sakit"
" kamu mau kemana, biar aku gendong" tanya Bright
" mau mandi mas" jawab Bright
" tunggu sebentar aku siapin air hangatnya" Brihgt berlari kecil menuju kamar mandi
Setelah air terisi penuh Bright menggendong Win ala bridal style
" gak usah digendong mas, aku bisa jalan sendiri" balas Win
" aku gak mau kamu capek - capek jalan" jawab Bright
" kan cuma kekamar mandi mas"
" kita mandi bareng" Bright
" hahhh,,,nanti mas lanjut lagi,,ihhh gak mau ah" sambil memukul dada Bright
" gak, gak akan" jawab Bright
Setelah memasuki bak mandi disusul Bright yang dibelakang Win.
" mas ini hanya mandi aja lo, jangan mulai lagi aku capek" melas Win
" heeemmm" tapi dalam hati Bright masih ingin lanjut
Win mulai menggerakkan tubuhnya menggosok seluruh badannya,di situlah awal mula pusaka Bright berdiri tegak lagi. Win yang merasa ada yang mengganjal menoleh kebelakang
" mas Bri ini apa lagi" tanya win sinis
" eemmm,,,Bright junior meminta jatahnya lagi honey" sambil menciumi leher Win
" masss udahh doonggg,mas gak capek appaaaahh" jawab Win sambil menggeliat merasa kegelian
" honeyyy aku on lagiii, boleh ya" Bright minta persetujuan Win
" emang ada pilihan aku menolak"
" gak ada" jawab Bright
Win merasa mulai ikut panas karena ulah Bright. Bright terus menggesek - gesekkan miliknya ke area sensitif Win
" aahh ahhh eemmmhhhhh Bbrriiii aahh aahh"
" kamu begitu menikmatinya heeemmmm"
" maass akuu gak tahannn"
Bright mengangkat satu kaki Win dan memasukkan pusakanya perlahan ke milik win
Jjllllleeeepppppp,,,,aaaaaaahhhhhhhhhhh
desah Bright saat semua miliknya masuk sepenuhnya
" eeemmmmmhhhhh Brriiii milikmu terrlaluuu bbeesaarr" seru Win
Bright mulai memaju mundurkan miliknya. Terdengar ******* Win yang merdu memenuhi seluruh ruang kamar mandi dan itu membuat Bright semakin bersemangat menggempur Win.
" Briii aakkuuu gaakkk taahhaannn maaauuuu ,,, aaahhhhhhhhhh" win mencapai ******* duluan
" kamu menikmatinya sayang, sekarang giliran ku"
Bright mempercepat gerakannya agar cepat ******* juga
"aaahhhhhhhhhhhhhhhh......eeeemmmmmmmmhhhh" desah Bright saat cairan nya tumpah hingga keluar. Bright memeluk Win erat,
" trimkasih kamu sudah hadir dihidup ku Win. Kamu sungguh berarti bagiku" sambil menciumi Win
" sama - sama mas,tanpa kamu aku bukan siapa - siapa"
Akhirnya kegiatan mandi itu pun berakhir dengan banyak drama yang Bright lakukan
<->
"Mas kapan kita masuk kantor?" tanya win disela - sela makannya
" entahlah, mungkin satu minggu lagi. Mas masih mau dirumah aja sama kamu" jawab Bright
" ya itu salah satunya" jawab Bright santai
" iihh kamu sekarang tambah nakal ya" sambil memukul tangan Bright
" tapi kamu suka kaann?"
" tauk ah"
" aku mau ajak kamu liburan beberapa hari. Aku pengen menikmati indahnya pantai berdua sama kamu. kemungkinan besok kita berangkat"
" lo mas kan banyak kerjaan juga, apa gak masalah di tinggal liburan?" tanya Win
" sudah ada Singto yang urus, aku mau menanam benih di sini biar cepet isi " kata Bright sambil memegang perut Win
" win tak bisa berkata - kata kalau Bright sudah ada maunya"
<-> kantor
Disisi lain Dew menuju ke kantor Bright untuk kerja sama dengan perusahaan Bright di Bangkok. Dew begitu tertarik dengan Win, hingga di menawarkan kerja sama dengan Bright. Yang dia tau Win tidak pernah lepas dari Bright,kemanapun Win pergi disitu ada Bright. Dew ingin sekali memiliki seseorang seperti Win.
" permisi pak tuan Dew sudah datang" ucap salah sagu karyawan Bright ke Singto
" silahkan masuk" jawab Singto
Mereka berdua berjabat tangan,dan memperkenalkan diri masing - masing
" Dew jirawat"
" Singto" sambil mempersilahkan Dew duduk
" apakabar? Aku sudah mendengar dari pimpinan kalau akan mengadakan kerjasama dengan perusahaan pak Dew" Singto
" ah baik, iya sebelumnya kami kerja sama di London dengan perusahaan orang tuanya disana. Tapi setelah aku tau Bangkok dan ternyata pak Ceevaree pemilik beberapa perusahaan disini aku jadi tertarik untuk menjalin kerja sama dengannya. Dia orang yang sangan disiplin dan kompeten" ungkap Dew
" ya begitulah pimpinan kami, sebagai karyawannya kami senang memiliki pimpinan yang begitu peduli dengan bawahannya" Singto
" ngomong - ngomong dimana pak Ceevaree? " tanya Dew
" oh sedang cuti beberapa hari,karena ada cabang yang harus di urusnya di luar kota" jelas Singto
" waah sayang sekali saya tidak bisa bertemu dengannya"
" saya sebagai perwakilannya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar - besarnya karena tidak bisa bertemu langsung"
" tidak masalah, ini tadi hanya perkenalan saja. Nanti kontrak kerja nya akan dikirim lewat surel oleh sekretarisku" jawab Dew
" baiklah ,trimakasih banyak sudah mau mampir kemari"
" kalau begitu saya permisi dulu" Dew
mereka saling berjabat tangan dan melempar senyum
Setelah kepergian Dew, Singto menghubungi Bright
" hallo ada apa" tanya disebrang sana"
" tadi Dew datang kemari hanya untuk perkenalan sja, untuk kontrak kerja nya akan dikirim lewat surel nanti kamu cek" jawab Singto
" ya baiklah, sudah ya aku tutup dulu" Bright
" Bri Bri wooyy belum slesai aku ngomong nya wooyyy"
telponnya dimatikan sepihak oleh Bright
<-> di apart
" siapa mas?" tanya Win sambil membawa cemilan dan duduk disebelah Bright
" Singto, suruh cek surel "
" oo,,mas nanti sore antar ke supermarket ya, aku mau beli kebutuhan dapur" kata Win
" ok, tapi minta jatah dulu ya" Bright
" mas sudah , kamu gak capek apa mulai kemarin lo minta terus" seru Win
" kalau itu gak ada capeknya sayang. Kamu gak kasian apa aku sudah menunggu lama untuk saat - saat seperti ini. Kamu tau aku sellu menahan hasratku saat berdekatan dengan kamu dulu, aku gak mau menjamah kamu sebelum kita sah dan itu rasanya sakit sekali" tutur Bright
" sudah gak usah alasan mas, paling dulu juga sering mas malakukannya selain dengan ku" balas Win
Bright yang merasa tak pernah melakukannya langsung menangkup pipi Win
" aku gak pernah malakukan hubungan terlarang dengan siapapun kecuali kamu saat ini sayang. Kalau hanya sekedar berciuman ata yang lain mungkin pernah, tapi kalau lebih dari itu gak pernah kulakukan. Hanya kamu yang merasakan kejantananku tidak ada yang lain" jelas Bright
Win yang mendengan itu tersipu malu
" aku juga pertama kali melakukan itu semua mas, dan itu juga dengan mas saja gak ada yang lain. bahkan ciuman pertama ku juga kamu yang ambil"
" aku senang mendengarnya waktu kamu bilang ini ciuman pertama kamu, berarti aku laki - laki beruntung yang bisa mendapatkan cinta mu. Karena aku lah laki - laki pertama yang mendengarkan desahanmu" goda Bright
" mass!! udah deh gak usah bikin aku malu"
" lo memangnya salah, jaman sekarang mana ada perempuan baik - baik yang menjaga dirinya dari hal - hal negatif. Sulit untuk mencari gadis yang masih perawan, apalagi tidak pernah berhubungan dengan laki - laki. Aku akan terus mempertahankan kamu sayang apapun itu. Aku sangat mencintaimu, jangan pernah tinggalin aku ya" pinta Bright
" he' em " jawab Win sambil menganggukkan kepala