
Kamipun membaringkan tubuh di tempat tidur dengan pembatas guling tentunya.
" win bolehkah aku bercerita?" tanya nya tiba-tiba
" boleh mas, Mas Bri mau cerita apa" jawabku
" sejujurnya aku adalah orang yang kesepian, orang tua ku di luar negri semua, aku juga tidak punya saudara. Aku hanya punya singto di sisiku yang setia menemaniku. Hari - hariku benar - benar sepi tanpa adanya cinta dan kasih sayang"
" memangnya mas tidak punya kekasih ?" tanyaku
" aku dulu pernah jatuh cinta dengan teman sekelasku, aku benar - benar dibuat gila jika sehari tidak melihatnya. Dia cinta pertama ku saat aku di bangku sekolah menengah atas. Tapi sebelum kami lulus di dipindahkan orang tuanya keluar negri karena bisnis orang tuanya juga disana. sejak saat itu rasanya dunia ku hancur, cuma dia yang bisa ngerti keadaanku. Sejak saat itu aku tidak pernah memyukai siapapun, aku juga tidak pernah mendengan kabar apapun tentangnya bagai hilang di telan bumi "
" sepertinya kamu masih ada menyimpan rasa sampai saat ini mas..!"
" aku sudah melupakannya. Aku sudah lama melupakannya, aku ingin memulai hidupku yang baru"
" heeemmm,,begitukah,," jawabku smabil memjamkan mata
" apa kamu sudah mulai ngantuk?" tanya nya
" sepertinya begitu, tapi ngomong - ngomong siapa perempuan mana yang beruntung yang pernah kamu ceritakan kepada ku itu..?"
" perempuan yang mana? " malah balik tanya dia
" heeemmm lupakan saja" aku sudah gak sanggup membuka mataku
" sejujurnya dia ada di depanku" jawabnya
Tapi aku yang terlanjut tidur dulan gak dengar apa - apa, aku sudah jauh ke alam mimpi.
" win, win" panggilnya
" win kamu sudah tidur,,? Win kamu gak dengar apa yang saya omongkan tadi? " mode kesal
Aku tidak mau tau yang jelas aku sudah ngomong sama kamu win, kalau aku menyukai mu
Kalau dilihat dari dekat gini kamu memang manis Win, setiap apayang kamu lakukan selalu membuat ku tersenyum. Kamu juga tidak pernah mengeluh. Perlahan kamu dapat menggantikan posisi Prim di hatiku. Seluruh hatiku saat ini hanya terisi oleh namanmu. Begitu berat aku melewati ini semua, setelah kehadiranmu membuatku memiliki harapan baru.
Dan akupun ikut terlelap dengannya
<->
Hari masih pagi , aku harus segera bangun untuk memasak karena ada manusia tertampan dijagat ini tidur dikos ku. Batinku
perlahan ku buka mataku melihat di sebelahku orang yang ku kagumi selama ini bisa tidur denganku, sungguh hal yang sulit dipercaya. Tapi jika di ingat kata - katanya bahwa dia menyukai seseorang saat ini pupus sudah harapanku. Aahhh sudahlah lebih baik aku mengahadapi kenyataan saat ini bahwa aku harus segera memasak hahahhaa...
Perlahan aku turun dari tempat tidur, dan aku singkirkan tangan jail ini. Sepertinya kau sudah memasan pembatas,,,bodo amat
aku menguncirkuda rambutku dan segera menuju kamar mandi. Setelah slesai mandi aku segera ke dapur memasak dengan bahan seadanya sambil bersenandung lagu kesukaan ku
Tiba - tiba ada tangan kekar melingkar di perutku
" aaaa,,,,mas ngapain, bikin aku kaget sja" kataku sambil melepaskan tangannya
" kamu masak apa..? Kalau seperti ini kamu sudah cocok menjadi istriku win " ucapnya
" ngomong apa sih " jawabku ,,padahal aku sudah gugup gak karuan, tai tetep santai
" sudah ah mas , cepetan mandi nanti kesiangan ke kantornya. Hari ini P'Singto kan balik dari luar kota" lanjut ku
" baik lah" sambil berjalan ke kamar mandi
Aku sudah menyiapkan sarapannya. Aku pun segera berganti baju untuk kerja. Setelah slesai semua kita berangkat bersama. Sesampainya di kantor aku keluar mobil duluan. Karena aku sudah biasa ikut pulang pergi bos ku jadi gak ada yang curiga bahwa mas Bright tidur di kos ku.
Saat aku keluar mobil, di pintu masuk sudah ada P'Krish yang menunggu ku
" pagi Meta" sapanya
" keruanganku sekarang..!!" ucap seseorang di sebrang telpon
" baik pak" jawabku
ada apalagi ini , kenapa tiba - tiba perasaan ku gak enak ya.
Aku pun bergegas ke ruang kerja mas Bri,
tok tok tok, permisi pak
" masuk "
" ada yang bisa saya bantu pak?" tanyaku
Dia berdiri da berjalan mengunci pintu secara tiba - tiba, dan mendekat ke arahku. Aku reflek mundur perlahan hingga menatap meja kerjanya.
" a a ada apa pak?" tanyaku sambil gemetar tanganku
" aku tidak suka jika ada seseorang yang mengganngu barang milikku" jawabnya
" barang apa pak ?'
" ini " sambil memegang tangan ku dan menciumnya
" maksudnya pak?" aku masih gak ngerti
" barang ini sudah menjadi milik ku sejak semalam aku mengatankannya"
" barang apa pak, memangnya apa yang aku ambil?"
" sepertinya ada yang inginmendapa hukuman pagi ini, apa kamu lupa saat kita hanya berdua saja harusnya kamu panggil aku apa hem,,"
" ah iya mas maaf, tunggu ini soal barang apa dulu mas"
" kamu Win, kamu. Aku tidak suka kalu kamu dekat dengan laki - laki lain selain aku..!!"
" memangnya kenapa mas, toh kita juga bukan pasangan kekasih. Apa salahnya aku dekat dengan laki - laki di luar sana"
" jelas salah Win"
" salah gimana mas, kita gak ada hubungan apa - apa. Mas kan juga menyukai wanita lain, jadi apa masalahnya..!!?"
" jelas masalah win, wanita yang aku sukai itu kamu. Aku cemburu kalau kamu dekat dengan laki - laki lain!!"
Bagaikan di sambar petir rasanya, aku benar - beanr kaget . Antara senang dan sedih
" a ap apa mas, mas tadi ngomong apa"
" aku mencintaimu Win, wanita yang selama ini aku ceritakan sama kamu adalah dirimu sendiri Win. Aku sudah tidak bisa memendamya terlalu lama, aku takut kamu akan pergi dengan yang lainnya"
aku yang masih gak percaya hanya bisa diam mencerna kata - katanya
" Win kenapa kamu tidak menjawab " sambil mengguncangkan tubuhku
" mas gak salah bicara kan..?" tanyaku
" apa kamu asih ragu denganku, apa yang selama ini aku lakukan kepadamu tidak berarti apa - apa? Kamu pikir aku akan mencium orang lain sembarangan? Kamu pikir aku mau tidur dengan orang lain sembarangan? Aku bahkan tidak pernah menyentuh wanita manapun selama hidupku. Hanya dengan mu aku benar - benar nyaman melakukan apa saja yang bahkan tidak pernah aku lakukannya dalam hidupku"
antara sedih dan senang, senangnya karena perasaanku terbalaskaan dan sedihnya aku takut dia masih menyimpan persaan pada mantan keksaihnya yang dulu
" bukanya mas masih menyimpan perasaan pada mantan kekasih mas yang dulu?" tanyaku ragu - ragu . Karena baru semalam dia bercerita soal kehidupannya yang dulu dan sekarang dia mengungkapkan cinta dengan orang yag diajak bercerita
" aku sudah bilang Win , aku tidak ada sedikitpun perasaan kepadaya. Sungguh percayalah "
" sudah sejak lama aku memendam persaan ini kepadamu, hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Karena Krish sepertinya menaruh perasaan terhadapmu, mau tidak mau aku arus segera mengungkapkannya . Aku tidak mau kamu di ambil orang lain. Aku marah , cemburu , emosi setiap melihat kamu dengan orang lain Win"