
Pagi ini Bright sudah beraktifitas seperti biasanya di kantor. Setelah drama pagi dengan Win yang gak memperbolehkannya masuk kerja, namun sudah terlanjur ada janji temu dengan client dari luar dan akhirnya diperbolehkan ke kantor.
"nanti mas pulang cepet sayang, setelah selesai langsung balik"
" janji ya" rengek Win
" iya , sudah gak usah cemberut gitu dong. Nanti kita jalan - jalan" rayu Bright
" ok deh" sambil memeluk suaminya
Win mengantarkan Bright hanya sampai depan pintu apart saja. Bright tidak mengijinkan Win capek - capek.
" hati - hati mas" ucap Win sambil mencium pipi Bright
" he'em, kamu juga harus hati - hati jangan sampai telat makan ya"
" iya mas"
<->
Jam makan siang pun tiba, ini saatnya Bright mengumumkan pada semua karyawannya. Dia mengumpulkan seluruh pegawainya untuk mendengan penjelasannya. Banyak kegaduhan karena tidak biasanya mereka seperti ini. Jika ada hal mendesak biasanya kepala devisi mereka masing - masing yang mengumumkan. Tapi kali ini pemilik perusahaanya sendiri
" perhatian semua, ada hal yang harus saya sampaikan kepada kalian semua bahwa saya dan Win sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan sekarang istri saya sedang mengandung buah cinta kami jadi saat ini dia sudah tidak mendampingi saya lagi sebagai asisten. Win akan fokus dengan kandungannya, saya harap kalian dapat menghormatinya sebagaimana kalian menghormati saya. Sekian terimakasih kalian sudah boleh beraktifitas lagi" jelasnya
Satu perusahaan langsung heboh dengan pemberitahuan tadi. Mereka tidak ada yang tau kalau CEO nya ternyata sudah menikah dengan teman kantornya sendiri. Banyak para gadis yang kecewa karena berharap bisa bersanding dengan bos gantengnya itu.
Yang lebih menyakitkan lagi Krist. Bagai tersambar petir di siang bolong dia sangat syok dengan pemberitahuan tadi. Dia sudah menaruh hati sejak lama dengan Win. Sejak pertama dia tiba di Bangkok dan bertemu dengan Win dia sudah memutuskan untuk menetap disini. Memang beberapa kali dia mengungkapkan isi hatinya kepada Win namun selalu di tolak dengan halus olehnya. Tapi Krist tetap sabar menanti Win siap
" kenapa kamu tega dengan ku Win, sudah lama aku menaruh hati denganmu tapi apa yang aku dapat. Kamu sudah menikah dengan orang lain bahkan sekarang kamu mengandung anaknya" sungguh hancur hati nya, namun ia menahan tangisnya agar tak dilihat oleh teman yang lain.
Beberapa saat setelah pengumuman itu Krist pergi dari kantor tanpa pamit dengan yang lainnya. Dia kembali kerumahnya dan menumpahkan segala kekesalannya dan menangis sejadi jadinya
"apa salahku Win,,apa?" Krist berteriak dan membanting semua barang - barang di rumahnya
Setelah puas menangis dia duduk melmun di tepi tempat tidurnya.
"sepertinya aku harus pergi Win, sulit bagiku untuk melupakanmu" gumamnya
Esoknya Krist menemui Bright untuk memberikan surat pengunduran diri
" boleh saya masuk pak?" tanya kris di luar pintu
" masuk saja"
" permisi pak" ucap Krist sambil menyodorkan amplop putih
" apa ini ?" tanya Bright sambil membuka amplop
" itu surat pengunduran diri saya lak" jelasnya
" apa sudah kamu pikirkan baik - baik?"
tanya Bright, sebenarnya dia sendiri juga kaget. Dia juga menyayangkan atas pengunduran diri Krist karena kinerjanya cukup bagus dan kompeten. Tapi itu sudah menjadi keputusannya dan dia harus menghormatinya
" sudah pak, sudah pikir baik - baik" jawab nya
" baiklah jika itu menjadi keputusanmu. Bukan maksudnya menutup mata begitu saja aku tau penyebab semua ini tapi aku begitu mencintainya akan aku pertahankan dia disisi ku bagaiamana pun itu. Aku tak sanggup jika jauh darinya" terang Bright
" tidak akan, aku akan menjaga sebaik mungkin" balas Bright sambil memeluk Krist
" trimakasih atas segalanya" setelah itu dia pergi dan menuju bandara, dia akan kembali ke tempat asalnya di Amerika bersama dengan orang tuanya. Dia berencana meneruskan lerusahaan ayahnya disana. Tujuan yang awalnya hanya untuk liburan malah berakhir dengan sakit hati yang dalam.
Krist bukan anak orang biasa dia juga memiliki banyak kekayaan sama seperti halnya Bright. Hanya saja dia ingin tinggal di Bangkok karena saat liburan dia bertemu dengan Win. Dia mencoba mencari - cari Win di sekitaran dia berlibur sayangnya setelah itu dia tidak bertemu sama sekali karena Win bukan anak yang suka keluyuran jika tidak ada keperluan. Dia mencoba mencari tempat tinggal di sini dan itu hanya untuk mencari Win hingga dia melamar pekerjaan diperusahaan Bright. Tanpa dia bekerja pun hidupnya sudah berkecukupan, tapi dia tidak mau mengandalkan harta orang tuanya. Disaat dia sudah frustasi mencari kesana kemari tidak menemukan Win dia malah dipertemukan di tempat kerjanya.
Beberapa kali dia menyatakan perasaanya tapibWin menolaknya secara halus. Bahkan Krist siap menunggu hingga hati Win bisa menerimanya. Tapi hari ini adalah patah hati terbesarnya mendengar Win mengandung anak Bright.
" maafkan aku tak bisa menemuimu untuk terakhir kalinya. Aku akan pergi sejauh mungkin agar bisa melupakanmu. Semoga hidupmu selalu bahagia." gumam Krist saat sudah menaiki pesawat
" tapi jika takdir mempertemukan kemabil dengan mu bolehkan aku memelukmu? Aku hanya ingin memelukmu saja tidak lebih! Akan aku simpan baik - baik persaanku padamu" gumamnya sambil menangis
<->
Disisi lain Dew yang mendengar bahwa Win hamil anak Bright dia memukul kaca yang ada didepannya.
"sejak awal aku sudah curiga dengan hubungan Brught dan Win. Harusnya Win hamil anakku bukan anaknya" dia terus marah - marah dan membating barang - barang
Sama halnya dengan Krist, Dew jatuh hati pada Win saat pertama bertemu. Awal dia menajalin kerja sama dengan Bright di London dia tak berjumpa dengan Win tapi saat dia berkunjung ke Bangkok barulah tau pesona asisten Bright hingga membuatnya menetap disini.
Dew bersumpah akan merebut Win dari tangan Bright apa pun yang terjadi. Dia akan menghalalkan segala cara untuk mengambil Win.
<->
Bright pulang larut malam karena banyaknya hal yang harus dia selesaikan di kantor. Dia lupa dengan janjinya untuk pulang lebih awal.
Setelah memarkirkan mobilnya ia menuju apartnya. Setelah menekan tombol sandinya dia buka pintu tapi ruangan tampak sepi dan gelap gulita
" sayang aku pulang" teriaknya
"kenapa sepi, lampunya juga mati. Sayang kamu dimana?! Win win win " panggil Bright
namun tiba - tiba lampu menyala dan nampaklah Win dengan rambut acak - acakan seperti hantu
" hhhhaaaaaaaaa..." teriak Bright
" apasih kamu bikin kaget mas tau" marah Bright
" mas yang bikin aku jadi kayak gini tau!!" balas Win tak mau kalah
" bagaimana bisa?"
" mas lupa sama janjinya?! Aku coba hubungi phonsel mas juga gak bisa!" marah Win sambil bersungut - sungut
Dia sudah berharap suaminya cepat pulang dan keluar untuk makan kesukaanya ,jalan - jalan tapi malah pulang larut. Bahkan dia sampai nahan lapar agar bisa makan makanan kesukaannya nanti
"maafkan aku sayang, mas tadi banyak kerjaan dan harus diselesaikan saat itu juga. Ya sudah sekarang ayo kita pergi makan dan jalan - jalan"
" gak mau, udah gak mood. Aku mau tidur saja" jawab Win sambil menghentakkan kakinya menuju kamar
" sayang ayo makan dulu, kamu pasti belum makan. Kasian nanti anak kita" rayu Bright
" gak mau, mas makan sendiri aja, aku mau tidur!" win benar - banar marah. Sebenarnya dia juga lapar tapi enteh kenapa suasana hatinya sangat buruk saat ini