"Mas Bri"

"Mas Bri"
Draft



"sayang kamu yakin?" tanya Bright


"serahkan semuanya sama aku mas" jawab Win sambil mengedipkan matanya


Win mulai bermain nakal di dada bidang suaminya, dia mencoba mencari titik sensitif Bright


"aku paling suka ini, ini, dan ini" ucap Win sambil menunjukkan bagian tubuh suaminya yang jadi favoritnya


"ini semua milikmu sayang" balas Bright


Win hanya memainkan titik sensitif Bright saja karena dia masih dalam pemulihan. Entah bagaimana Win melakukannya untuk mendapatkan ******* Bright author juga gak tau hehehehe..


Sebenarnya Bright tak ingin meminta tapi apalah daya,setiap dia berdekatan dengan Win hasratnya selalu muncul dan tak bisa ia kendalikan begitu saja. Win adalah candunya tidak ada orang lain yang bisa membuatnya bergairah


Setelah beberapa saat pergumulan itu terjadi mereka berdua membersihkan diri. Win yang awalnya tidak mau mandi bersama akhirnya ikut juga, bukan Bright namanya jika tak bisa meluluhkan hati Win


Mereka berdua turun ke bawah untuk mencari Kim.


"nah itu mama Kim" ujar ibu Win


Kim bermain dengan nenek,opa, dan oma nya di bawah.


" hai Kim sini sama mama" Win mengambil alih anaknya


" papa istirahat saja biar Kim aku yang jaga" jelas Bright


" yaa,, papa juga sudah capek nunggu kamu gak selesai - selesai juga"


Bright yang bingung hanya melihat mata papanya


"kamu pikir papa mu ini tidak tau hah" bisik papanya di telingan Bright


Bright langsung melototkan matanya


"paaa.." ucap Bright pelan


"ya sudah ayo kita semua istirahat biarkan Kim sengan papa mamanya sekarang waktunya tidur siangggg" ujar papa Bright


Mom dan ibu Win bingung dengan maksud papa tapi mereka mengikut saja dan kembali ke kamar masing - masing


" papa tadi ngomong apa mas?"


" eemmm..papa tau kita lagi Ituuu" jawab Bright sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal


" mass,,kamu sih kenceng - kenceng suaranya" teriak Win


"hehehehe,,,habisnya enak lo sayang, kan aku gak bisa nahan ******* jadinya" jawab Bright dengan santainya


"malu mass" jawab Win


"nanti kalau udah slesai cepat kasih tau ya, kita bikin adiknya Kim" Bright


"mas, ini masih belum sembuh mau bikin adiknya Kim" bentak Win sedikit kesal, kenapa suaminya begitu mesum sekali


<->


Dibelahan dunia lain Krist yang masih ragu dengan persaannya mencoba untuk terus meyakinkannya.


"mungkin aku coba saja siapa tau kenangan itu bisa hilang selamanya" gumamnya


Tutt...tutt..tuutt..


Kris mencoba menghubungi Namtan untuk mengajaknya kencan malam ini


" hai Krist " jawab orang disebrang sana


^^^"apa kamu sibuk?" tanyanya^^^


"tidak , ada apa?" balasnya


^^^"bisakah kita kencan keluar malam ini?"^^^


" bisa , jam berapa?" tanya Namtan


^^^" pukul 7 setelah aku pulang dari kantor bagaimana?"^^^


"ok , nanti kabari aku kalau kamu sudah mau pulang aku akan siap - siap" balas Namtan


Setelah percakapan singkat itu Krist segera menyelesaikan semua pekerjaanya agar dia bisa segera pulang dan membersihkan diri.


Setelah rapi dengan setelan jas nya dia segera mengirim chat kepada Namtan. Beberpa saat kemudian tibalah dia di rumah Namtan yang sudah disambutnya di depan pintu


"apa aku tak perlu masuk untuk meminta ijin?" tanya Krist


" gak ada orang dirumah, papa mama ku keluar negri semua" balasnya


"ok, kita berangkat sekarang"


membelah gemerlap indahnya kota, dingin angin yang menerpa, tak menggoyahkan niatan sepasang anak muda yang ingin lebih dekat lagi agar dapat mengobati lukanya, yang tanpa ia sadari semua itu bisa saja menyakitinya diikemudian hari.


Setelah beberpa menit tibalah mereka disebuah rumah makan yang menghadap langsung kelaut, bahkan disana sudah ada kapl pesiar yang sudah ia pesan sebelumnya


"kamu yakin kita makan disini?" tanya Namtan


"iya , memangnya kenapa?" tanya balik Krist


" ini terlalu mewah Krist, bahkan aku belum pernah kesini" jawabnya


Persetan dengan perasaanya yang masih terukir dengan jelas gambaran seorang Metawina. Dia tidak akan mundur kali ini, ia akan berusaha melawan perasaan itu


Krist menuntun Namtan menaiki kapal yang sudah di desain sedemikian rupa olehnya


"kamu suka?"


"sangat, sangat suka Krist" balas nya dengan antusias


Setelah mereka duduk pelayan menyiapakan makannannya. Tak lupa ada beberapa minuma mahal yang ada kandungan alkoholnya


Mereka makan tanpa suara , saling menikmati apa yang sudah dihidangkan malam itu


 


setelah selesai mereka pergi ke tepi kapal sambil menikmati udara malam dan sinar rembulan tak lupa minuman sebagai temannya.


Krist menatap langit - langit yang penuh dengan bintang dan hanya ada satu bintang yang begitut terang. Disanalah tergambar betapa bintnag itu mirip dengan seseorang yang telah mengisi hatinya selama ini. Dia terus meneguk minuman hingga botol kedua.


Namtan yang menyadari itu mencoba menghentikannya


"sudah Krist jangan terlalu banyak minum nanti kamu mabok" jelasnya


Krist yang pada dasarnya tak bisa minum terlalu banya mulai merasa pusing. Tujuannya kesini adalah untuk menenangkan diri namun entah pikiran dari mana tiba - tina muncul ide untuk mengajak Namtan juga.


"biarkan saja, aku suka minuman ini. Dia selalu menemaniku saat rasa sakit itu muncul" jelas nya


Namtan bertanya - tanya rasa sakit apa yang mampu membuat Krist sampai seperti ini


Krist yang mulai pusing terjatuh tak sadarkan diri. Dia benar - benar sangat mabuk . Namtan yang panik meminta tolong pelayan disana untuk membantunya ke kamar yang ada di kapal


setelah pelayan itu meletakkan Krist di kasur besarnya mereka pamit pergi


"Krist apa kau bisa mendengarkan aku?" Namtan berusaha membangunkan Krist agar dia membersihkan diri terlebih dahulu


Namun usahanya gagal, krist sama sekali tak merespon Namtan


Dengan terpaksa Namtan membantu meuruskan kaki Krist yang tergantung di tepi ranjang


Perlahan dia lepaskan jas dan membuka kancing kemeja bagian atasnya saja. Namun belum sempat ia membuka tangannya sudah dicekal oleh Krist


"apakah itu kamu" tanya Krist , entah sadar atau tidak


"iya' jawab Namtan


"benarkah, bisakah kita bersama malam ini?" tanya Krist lagi


Namtan yang sejak awal sudah menyukai Krist tanpa ragu ia menjawab pertanyaannya


"jika itu mau mu, aku akan menemanimu"


Krist merasa mendapatkan lampu hijau tanpa pikir panjang langsung menyambar bibir Namtan. Namtan begitu menikmati setiap sentuhan Krist yang sudah lama ia dambakan. Dia dibuat terbuai dengan kelihaian tangan Krist


"bisakah kita melangkah lebih jauh dari pada ini ?" Krist


Namtan hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju


Tanpa menunggu lagi Krist melepas semua yang Namtan kenakan


" Bagaimana aku tak jatuh cinta denganmu" seru Krist


" aku mau lebih dari ini Krist " seru Namtan yang sudah merasa basah


" pelan - pelan sayang aku tak mau menyakitimu"


"tapi aku sudah tak tahan lagi" jelas Namtan


"jika itu yang kamu mau, akan aku lakukan dengan hati - hati"


Krist mulai memasuki Namtan perlahan agar ia tak mersa kesakitan


"bicaralah jika itu menyakitkan "


Namtan hanya menganggukkan kepalanya


"kamu terlalu sempit sayang, apa ini yang pertama?" tanya Krist disela - sela percintaanya


"ya..tapi ini menyakitkan Krist" jawab Namtan


"tunggu sebentar lagi, setelah ini kamu akan merasakan kenikmatan"


Setelah masuk semua dia menggerakkan miliknya maju mundur dengan ritme pelan


******* terus keluar dari mulut Namtan


"Krist bisa lebih cepat lagi aku ingin keluar"


"tunggu sebentar kita lakukan bersama - sama"


Terdengar suara lenguhan bersama antara Krist dan Namtan.


seakan tiada pusanya Krist terus meminta lebih dan lebih hingga mereka melakukannya berkali - kali.


" trimakasih Win kamu memberikan ku kepuasan malam ini dan ternyata aku yang pertama memiliki mu" jelas Krist