
Hari ini adalah hari peresmian pembukaan kantor milik Krist. Dia sudah mempersiapkan banyak hal agar meriah.
Anak dan istrinya juga sudah mempersiapkan gaun yang akan mereka pakai nanti.
Begitu juga dengan Win, yang mewanti - wanti Kim untuk pulang cepat.
"Kim jangan lupa nanti pulang lebih awal! Kalau terlambat Papa kamu bisa marah - marah."
"Iya Ma, tenang saja!"
Kim melaju ke sekolah. Hari ini dia tidak ikut latihan basket, karena sudah berjanji dengan Mama nya untuk pulang cepat.
Win sudah mempersiapkan gaunnya dan setelan jas untuk anak dan suaminya. Dia juga pergi perawatan agar nanti malam dia bisa tampi maksimal. Win tidak mau mengecewakan suaminya. Dia harus terlihat segar, karena ini pertama kalinya dia keluar setelah sekian lama Bright mengurung nya untuk tidak bertemu dangan banyak media.
Sore ini Bright pulang lebih awal. Dia harua menjemput anak dan istrinya.
"Sayang kamu sudah siap?" ucap Bright sambil berjalan menuju kamar.
"Sebebtar lagi mas, ini masih membetulakan riasanku."
"Win," panggil Bright.
"Hemm," jawab nya sambil menoleh ke belakang.
"Aku tak percaya ini istri ku!"
Win hanya memutar bola matanya malas dengan gombalan suami nya.
"Sebaiknya kamu tidak usah ikut sayang," ucap Bright sambil berjalan menghampiri Win.
"Mas, aku sudah dandan cantik nih! Kenapa gak boleh ikut?!" ujar nya sambil cemberut.
"Aku gak mau orang lain lihatin kamu terus nanti. Kamu terlalu sempurna."
"Mulai deh! Sudah ayo kita berangkat!"
"Kim, ayo kita berangkat sayang!" panggil Win.
Kim keluar kamar dengan setelan jas yang pas di tubuhnya. Terlihat gagah dan tampan kedua laki - laki yang mengisi hatinya itu.
Keluarga yang sangat good segalanya.
Mereka menuju lokasi di antar sopir pribadinya. Sesampainya disana semua pasang mata tertuju pada Win. Istri CEO ternama itu tampil begitu cantik.
Krist yang melihat Win juga ikut datang merasa senang. Bahkan dia terpesona dengan kecantikannya.
"Selamat malam,"ucap Krist pada Bright dan keluarga nya.
"Malam, dimana anak dan istri mu?" ucap Bright.
"Ah, tunggu sebentar." Krist memanggil anak dan istrinya untuk dikenalkan kepada Bright.
"Ma, ini teman yang aku ceritakan kemarin. Dia yang membantu usaha kita disini." jelas Krist.
"Bright," ucap nya sambil berjabat tangan.
"Win," ucap Win.
Namtan yang mendengar nama Win sedikit teringat dengan nama itu, tapi lupa dimana.
"Namtan," balasnya.
"Ini Kim anak kami," ucap Win.
"Halo om tante," ucap Kim sambil memberi salam.
"Ini anak ku Seli namanya." balas Krist.
"O ya, sepertinya aku mengenal Kim. Tapi lupa dimana ya?"
"Kakak yang mengatar ku pulang Pa, setelah aku tertabrak mobilnya!" seru Seli.
Win kaget, anaknya menabrak orang. Dan dia tidak bercerita sama sekali.
"Kim, Mama butuh penjelasan!" ujar Win pelan.
Kim hanya mengangguk.
"Mas, aku permisi ke toilet sebentar ya?" ijin Win pada Bright.
"Aku antar!"
"Mas, malu di lihat orang!"
"Nanti kalau ada apa - apa bagaimana?" Bright.
"Ya sudah, cepetan!"
"Ada - ada saja kamu ini mas," gerutu Win.
Win pergi ke toilet sendiri, dia sudah menahan buang air kecil sejak didalam mobil tadi. Saat keadaan toilet kosong Krist menyelinap masuk kedalam toliet wanita.
"Phi," panggil Win.
"Ah, maafkan aku yang kurang ajar Win!" ujar Krist.
"Phi salah tempat, ini toilet wanita."
"Aku kesini sengaja ingin menemui kamu. Aku merindukan mu Win, selama ini aku sudah mencoba menghapus nama mu dihatiku tapi tidak bisa. Aku selalu teringat semua tengang kamu. Bahkan setelah aku menikah, hati ku masih terisi nama mu."
"Phi sepertinya kita salah jalan. Lebih baik phi kembali kedepab sebelum istri phi nanti melihat ini semua. Aku gak mau di cap sebagai perusak rumah tangga orang!" balas Win sambil berjalan keluar pintu.
Namun usaha itu gagal, karena Krist mengunci pintunya.
"Sebentar saja Win, aku ingin memelukmu,"
"Phi! Apa kamu sudah gila hah!" bentak Win.
"Iya Win, aku gila karena kamu tidak bisa aku miliki!"
Krist langsung memeluk paksa Win.
Win terus memberontak agar terlepas dari jeratan Krist. Namun sayang Krist lebih kuat dari Win.
"Phi lepas kan! Kamu sudah gila hah!"
win terus memberontak hingga terlepas dari Krist. Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Sayang kamu masih didalam? ini pintu nya gak bisa kebuka!" teriak Bright.
"I iya mas, sebentar. Sepertinya pintu nya rusak." bohong Win. Jika Bright tau dia dipeluk orang lain, bisa hancur bangunan ini nanti.
Win menyuruh Krist masuk ke bilik toilet wanita, agar Bright tidak tahu.
"Maaf lama mas, sepertinya pintu ini rusak." jelas Win.
"Tadi ada suara laki - laki didalam?" Bright.
"Gak ada mas. Mungki rame ini, jadi mas dengernya dari dalam." ucap Win gugup.
"Mungkin, ya sudah ayo kita kembali. Kim sendirian."
Win sedikit lega karena Bright percaya kata - katanya.
Dibalik kejadian itu semua tak lepas dari mata Namtan. Dia ingat nama Win yang pernah Krist sebutkan saat mereka berhungan. Makadari itu Namtan mengikuti Krist ketika ijin ke toilet. Dan benar saja dugaannya Krist menyusul Win ke dalam toilet wanita.
Sakit, pasti sakit. Orang yang selama ini dia cintai sepenuh hati, malah menyimpan nama orang lain di dalam hati nya. Bahkan itu sudah belasan tahun tapi nama itu masih bertahta di hati Krist.
Setelah kepergian Win dan suaminya. Namtan masuk kedalam dan menunggu Krist keluar.
"Ma!" celetuk Krist ketika keluar dari bilik toilet. Dia kaget karena Namtan tiba - tiba berdiri di depan pintu.
"Bisakah kamu menjelaskan semua ini?!"
"Aku bisa menjelaskan semua nya Ma, tapi untuk saat ini kita selesaikan acara ini dulu. Banyak tamu yang sudah datang. Ucap Krist sambil memegang tangan Namtan.
Namtan hanya menurut saja. Dia butuh penjelasan, tapi dia juga sadar kalau saat ini bukanlah waktu yang baik untuk itu. Dia harus menunggu hingga acara selesai.
Bright dan Win tampak mesra. Kemana Win pergi, Bright selalu mengikutinya. Bahkan dia sama sekali tak melepaskan genggamannya dari tangan Win.
"Pa, lepasin tangan Mama! Malu tauk!" ujar Kim.
"Biarin, banyak yang liatin Mama kamu. Jadi Papa haru menjaganya,biar mereka tau kalau Mama sudah punya Papa."
"Dasar!"
Mereka bertiga selalu menjadi sorotan banyak mata. Bahkan banyak media yang mencoba mewawancarainya, tetapi tidak diperbolehkan oleh Bright. Alhasil mereka hanya bisa mencuri - curi foto keluarga ini.
***
Keluarga Bright pulang terlebih dahulu, karena... ya tahu lah alasannya. Bright sensi dengan orang - orang yang berinteraksi dengan Win. Apalagi hampir semua yang menghampiri Win laki - laki, tentu saja Bright sensi.
Sesampainya dirumah dia menumpahkan semua uneg - uneg yang dia pendam tadi.
*
*
Emang agak laen Bret 1 ini ya🤣