
Pagi ini Win sudah diperbolehkan pulang, dia langsung di boyong oleh mertua dan ibunya ke rumah utama. Win tidak diperbolehkan tinggal di apart lagi, mungkin hanya sesekali dia akan kesana nantinya.
Dengan Win pindah kerumah utama itu akan mempermudah ke dua orang tua Bright dan juga Win untuk menginap disana dan bisa bermain dengan cucu mereka.
Ini adalah cucu pertama mereka jelas akan di manjakan oleh kakek neneknya.
" sayang kamu kasih nama siapa bayi mungil ini?" tanya mom Bright pada Win
"bagaimana kalau Kim Metawin Chivaaree panggilannya Kim?" jawab Win
"boleh sayang, bagus juga ada nama kamu dan namaku " balas Bright
Semua keluarganya juga setuju dengan nama yang pilih Win tadi
" oiiiihhh,,,cucu oma yang ganteng sendiri" celoteh mom Bright
" iiihhhh,,,,itu juga cucu ku sini gantian menggendong" suara ibu Win
" heehhh,, kenapa kalian jadi bertengkar kasian cucu ku ketakutan" balas papa Bright yang sudah bisa berjalan lagi
Mereka semua bercanda tawa selayaknya keluarga yang bahagia. Namun dibalik itu semua ada hati yang terluka
Krist masih belum bisa melupakan Win. Tapi dia terus mencoba mencari penggantinya agar dia bisa melupakan sepenuhnya. Seperti saat ini dia mulai mengikuti kencan buta yang di buat oleh mamanya
Dia begitu malas menanggapi seluruh anak dari kolega papa dan mamanya. Kebanyakan yang mereka incar hanya bisnis dan harta saja. Tidak mempedulikan persaan anak mereka. Tapi apa boleh buat dia akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mencoreng citra keluarganya
"silahkan duduk"ucap Krist pada wanita di depannya
"trimakasih" balasnya
"cukup sederhana, manis, dan pakaian yang ia kenakan cukup sopan tidak seperti yang kemarin - kemarin kekurangan bahan" batin Krist
"Krist" ucapnya sambil mengulurkan tangan
"Namtan" balasnya
"mau pesan apa?" basa - basi Krist
"apa saja , sama juga gapapa" balas Namtan
Setelah memesan makanan mereka dalam keheningan
"eemmm,,,apa kamu baru pindah kesini?" tanya Namtan
"iya,,baru mau 1 tahun. Apa kamu kuliah?" balas Krist
"ya,,ini masih skripsi"
Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang
"silahkan tuan" ujar pelayan
"trimakasih" jawab mereka bersamaan,
mereka tersenyum malu - malu
Mereka makan dengan tenang, sesekali Namtan melontarkan candaan dan itu sukses membuat Krist merasa nyaman dan tidak canggung. Krist mulai nyaman dengan Namtan berbeda saat dia dengan wanita lainnya
Krist merasa namtan ada kesamaan dengan Win. Tapi dia mencoba menepis semua itu. Dia tidak ingin ada bayangan Win dimana pun itu
"aku akan berusaha melupakanmu Win"dalam hatinya
"tapi kenapa rasanya sulit sekali,begitu besar cinta ku untuk mu Win"
Dia bergelut sendiri dengan perasaanya
"heii...kenapa melamun" ucap Namtan saat melihat Krist hanya diam saja
"ah,,aku tidak melamun hanya banyak pikiran saja" elaknya
"kalau kamu banyak masalah bisa berbagi cerita sama aku kok,aku siap untuk menjadi pendengar setia heheheheh" balasnya
"makasih ya, mungkin lain kali aku akan cerita tapi tidak sekarang"
"ya sudah habiskan makananmu, setelah ini ayo kita pulang" Namtan
Sesampainya dirumah Krist segera naik ke atas menuju ke kamarnya. Dia enggan bertemu dengan kedua orang tuanya, pasti nanti mereka akan mencecar banyak pertanyaan soal kencannya.
"kenapa sulit sekali melupakan mu Win
aku sudah jatuh terlalu dalam" gumamnya sambil menitikkan air matanya kala mengingat pujaan hatinya. Hingga ia terlelap karena kelelahan menangis
Pagi yang cerah menghiasi jendela setiap rumah. Menambah kesan indah bak di drama - drama namun ini adalah kehidupan nyata yang tak pernah sama .
"pagi nak" ucap mama Krist
"pagi ma" jawab nya lesu
"gak ada pa, hanya kurang enak badan saja" jelasnya
"kalau gitu mending kamu cuti saja,gak usah ke kantor"
"hari ini sudah ada janji pa, gak mungkin aku batalkan" jawabnya sambil mengambil jas
"terserah kamu saja,kalau memang tidak bisa ditahan segera pulang" balasnya
"iya pa, Krist pamit dulu" sambil mencium mama papa nya
Ditengah jalan dia bertemu dengan Namtan yang kebetulan mobilnya mogok. Krist menepikan mobilnya
"apa mobilmu mogok?" tanya Krist
" ii iya " balas Namtan kaget karena tiba - tiba Krist disebelahnya
"biar dibetulkan pihak bengkel saja,aku akan antar kamu" ajak Krist
"baiklah" akhirnya dia menghubungi pihak bengkel agar memperbaikinya
Krist mempersilahkan Namtan untuk masuk mobilnya.
"masuklah aku akan mengantarmu" jelasnya lagi
"eeuumm" balas nya
Krist mulai mengemudikan mobilnya membelah kota New York
"mau ku antar kemana?"tanya Krist
"aku akan ke rumah temanku, kami berencana nonton hari ini"
"apa kamu tidak kuliah?" tanya Krist
"gak ada jadwal hari ini, jadi aku manfaatkan jalan - jalan sama temanku"
" oo,baiklah " beberapa saat terciptalah keheningan. Krist masih sedikit canggung dengan Namtan. Dia tidak terbiasa berdua dengan wanita didalam mobilnya kecuali Win dan hanya Win ,,Win ,,Win ,, saja.
Beberapa saat kemudian ia sampai pada tujuan Namtan.
"trimakasih atas tumpangannya" ucap Namtan tulus
"iya sama - sama" balas Krist
Saat Namtan akan membuka pintu dia berbalik dan mencium bibir Krist.
Krist membeku ditempat
"hati - hati ya" ujar Namtan saat turun dari mobil yang tanpa Krist sadari, dia masih syok dengan perlakuan Namtan. Dia bahkan tidak pernah mencium Win, jangankan mencium Win memegang tangan Win saja dia takut,takut kalau dia tidak bisa mengontrol dirinya
Setelah sadar dia langsung melajukan mobilnya menuju kantor
"apa aku boleh melakukannya?" gumamnya
Setelah tiba di kantor segera ia menuju ruangannya untuk mendinginkan pikirannya
"apa aku menerima saja dia, toh dia bukan orang jahat dia juga sama baiknya" Krist terus bergulat dengan pikirannya sendiri
Di lain tempat ada seseorang yang tengah bahagia dengan keluarga kecilnya yang semakin sempurna. Dia begitu menyayangi Win tiada henti. Bodoh jika dia menyi - nyiakannya seperti dulu. Dia ingin menebus segala kesalahan yang sudah ia lakukan selema ini
"sayang kenapa melamun" panggil Win
"ah,,kau mengagetkan ku " balas Bright sambil meraih tangan Win untuk mengisyaratkan duduk di pangkuannya
"mas mikirin apa? " tanya Win sambil membelai pipi Bright
" tak ada, aku hanya merasa bahwa kebahagiaanku saat ini begitu sempurna dengan adanya Kim dtengah - tengah kita sayang" balas Bright
"eemmm,,, apa kamu mau menambah adik untuk Kim?" goda Win
"apakah itu diperbolehkan?" tanya Bright dengan wajh bersinarnya
"tentu tapi nanti setelah aku selesai dengan masa melahirkan ku" balas Win sambil tertawa
"sayanggg,,,kau selalu menggodaku. Kau tau setiap apa yang ada pada dirimu membuatku candu, jangankan menyentuhmu melihatmua saja membuat kejantananku tegak berdiri" balas Bright tak mau kalah
"mas,,itu terlalu fullgar tau" teriak Win sambil memukul lengan suaminya
"boleh ya,,,mas udah gak tahan nihh,, hampr satu bulan lo sayang dia di anggurin. Pasti nanti kenceng tembakannya" jawab Bright yang merasa sudah frustasi
"kalau aku buat kamu keenakan mau?" tanya WIn
"caranya?" otanya tak bisa berfikir lagi, yang ada di otak Bright sekarang hanya dia bisa segera mengisi penuh rahim Win dengan benih - benihnya lagi
Wiin menggiring suaminya untuk berdiri dihadapannya. Tentu saja itu ia lakukan didalam kamarnya, dan kim bermain dengan nenek dan oma nya agar tidak mengganggu waktu mereka berdua.