
Pagi - pagi Bright dan Win sudah berkemas untuk segera kembali kerumahnya. Karena Bright harus segera berangkat ke Jepang untuk mengurus beberapa hal disana
" semua sudah beres mas" ujar Win yang membantu mengemas barang - barangnya
" sebentar lagi selesai sayang" jawab Bright
" ok, aku ke kamar mandi sebentar" Win segera berlari menuju kamar mandi
<->
Setiba di apart Bright dan Win langsung balik ke kantor. Saat di dalam mobil Win mulai membuka suara
" mas berapa hari kamu ke Jepang ?" tanya Win gelisah
Bright yang tau akan kegelisahan Win, menarik tangannya dan mencium punggung tangannya
" hanya satu minggu sayang, kamu gak usah gelisah gitu dong. Aku cuma sebentar saja kalau selesai lebih cepat aku langsung kembali" jawabnya
" kamu harus ngabarin aku ya disana nanti , gak boleh telat ngabarin pokoknya. Aku gak mau kejadian kayak kemarin terulang lagi"
" iya sayang, gak akan"
Setelah sampai di parkiran kantor mereka segera naik menuju ruangan Bright . Disana sudah ada Singto yang menunggu
" eehhheemm,, yang pengantin baru" seru nya
" makanya cepet nikah biar gak buat jalannya air kencing saja tu pusaka" balas Bright
" sialan lu"
Win yang mendengan itu hanya bisa geleng - geleng kepala
" Dew beberapa hari yang lalu kemari mencari kamu" mulai mode serius
" bukannya sudah kamu urus semua"
" tentu, hanya saja dia ingin bertemu dengan mu secera langsung"
" nanti kamu atur saja jadwalnya"
Ini mas kopinya Win datang dengan dua gelas kopi untuk suaminya dan P'Singto
" trimakasih sayang " sambil meraih tangan Win dan mencium nya
" woi lihat situasi dong, kalian kira gw patung apa!"
Win dan Bright hanya menatapnya sambil tersenyum. Semenjak menikah bucinnya Bright semakin menjadi - jadi entah di tempat umum atau dimanapun selama ada kesempatan maka dia akan bermanjaria seperti anak kecil.
<->
Pagi itu Dew buru ke hotel tempat Win menginap, dia menanyakan apa benar Win menginap disana
" pagi mbak apa ada yang menginap disini atas nama Metawina atau Bright ?"
" mohon maaf pak saya tidak bisa memberikan informasi apapun karena itu privasi pelanggan" jawab resepsionis.
Bersamaan dengan itu datanglah meneger hotel tempat Win menginap dan mendapati Dew disana.
" hei tumben lo kesisni" serunya dia adalah teman kuliah Dew yang sekarang bekerja di hotel milik keluarganya
" hei, apakabar lo? aku ada perlu informasi seseorang, bisa bantu gak?" tanya Dew
" sebentar ya" sang meneger memberi instruksi kepada karyawannya untuk memberi tahu informasi apa yang dibutuhkan
" ada pak atasnama Bright Vachirawit Ceevaree tapi sudah pergi beberapa jam yang lalu" jawab resepsionis
" sial" umpat Dew
" ada apa bro, apa dia kekasihmu? "
" bukan masih calon" seru Dew
" hahahhahahaha,,, aku kira kau diselingkuhi"
" sialan lo, ya udah gw cabut dulu. Makasih atas bantuannya" sambil menepuk pundak temannya
" ok santai saja, kalau butuh bantuan bilang aja"
" ok" Dew pergi dari hotel itu dengan kesal, dia ingin menyusul Win tapi tak tau harus kemana, lagi pula dia masih ada pekerjaan disini .
<->
Besok adalah keberangkatan Bright ke Jepang seorang diri tanpa Singto
" mas aku sudah siapkan semua keperluan besok"
" sayang sini duduk sini" pinta Bright
Win berjalan menuju sofa tempat Bright duduk. Bright menidurkan kepalanya dipangkuan
" sayang rasanya aku pengen ajak kamu pergi juga" serunya
" kenapa sih mas manja banget dari tadi? Win juga pengen ikut mas, tapi kan cuma sebentar disana"
Win yang gemes dengan bibir Bri langsung menciumnya
Ccuuupp,,,
" sayang pakek aba - aba dong kan aku gak siap"
" mana ada mau cium pakek aba - aba" win menyurai rambut Bright . Dipikirannya dia selalu jatuh cinta dengan pesona sang suami. Bahkan saat tidurpun dia tetap tampan.
Bright yang nyaman dipangkuan Win tak terasa terlelap begitu saja. Bright sangat menyukai tangan Win yang memainkan rambutnya.
" mas kalau mau tidur didalam jangan disini" ujar Win
" hhemmm, tapi nanti sambil peluk ya " rengeknya
" iya mas" mereka berjalan menuju ranjang empuk
Sesuai permintaan Bright, Win tidur sambil memeluknya dan bermain dengan rambut suaminya. Tak terasa Win juga ikut terlelap begitu saja. Hingga pagi tiba mereka tetap diposisi saling berpelukan
" uughhh..." Bright bangun terlebih dahulu, dan melihat pemandangan indah disampingnya
" cantik" satu kata yang lolos dari bibirnya, setelahnya dia pergi mandi karena harus segera berangkat kerja. Setelah siap dengan setelan jas nya dia segera membangunkan istri tercintanya
" sayang,, bangun,, sayang ,,,bangun,,," seru Bright ditelinga Win dengan halus
" uugghhhhh,, mas sudah siap, kok gak dibangunin dari tadi siihh,,kan aku belum masak juga mas" seru Win sambil cemberut
" mas sudah siapin semua, cepet mandi mas tunggu di meja makan" jawab Bright
Setelah selsai dengan kegiatannya Win segera menyusul Bright untuk sarapan
" mas aku ikut ya, rasanya aku gak mau ditinggal jauh - jauh lagi"
" mas kan cuma sebentar sayang, kalau slesai cepet mas langsung pulang"
" ya udah deh,tapi tetep ngabarin aku ya" pinta Win
" iya sahanggg" sambil menoel hidung Win. Setelah slesai makan Win mengantar Bright menuju bandara.
"sayang dirumah baik - baik ya, jangan telat makan, jangan lupa istirahat yang cukup,jangan sampek sakit" ujar Bright
" iya mas, mas juga jaga kesehatan disana" jawab Win sambil memeluk suaminya
" ya udah mas masuk dulu ya,hati - hati kalau pulang" sambil berjalan
" iya mas" jawab Win sambil meneteskan airmanya
setelah drama kepergian Bright, Win kembali kerumahnya. Perutnya terasa begitu lapar padahal dia baru saja makan tapi masih lapar,akhirnya dia membuka lemari esnya dan tidak menemukan bahan makanan sama sekali
" sepertinya aku harus belanja" gumamnya dan segera pergi ke supermarket dengan menaiki taxi. Sebenarnya Win bisa saja membawa mobil tapi kalau suaminya gak ada dirumah dia lebih senang naik angkutan umum lebih nyaman.
Tibalah dia di salah satu supermarket dan mengambil troli belanjaan. Dia berjalan kesana kemari mengambil bahan - bahan yang dia butuhkan. Win begitu terburu - buru hingga tak sengaja menabrak sesorang
" auuhh,, maaf phi saya gak sengaja" jelasnya
" gak papa kok" sambil melihat orang yang menabraknya
" lo Metawin kan" seru Dew
Ya orang yang ditabrak Win adalah Dew. Hari itu Dew kemabali setelah mengerjakan proyeknya di Pataya kemarin. Kebwtulan dia istirahat di cafe sekitar supermarket tapi Dew sekalian membeli bahan makanan untuk stok dirumahnya dan tak sengaja bertemu dengan Win
" loohh,,,phi yang kemarin itu kan" win
" iya ,kenalin aku Dew"
" Metawin panggil aja Meta"
" kamu sendirian aja?" tanya Dew
" iya phi ini udah slesai kok, saya permisi dulu ya" sambil berlalu pergi,tapi sebelum wi pergi Dew memegang tangan Win
" tunggu" seru Dew
Win yang risih dipegang orang lain menarik dengan sopan tangannya. Dia gak mau di pegang - pegang sembarang orang apalagi sekarang dia berstatus istri Bright. Dia gak mau merusak citra suaminya meski belum banyak orang yang tau.
Dew yang merasa gak sopan memnita maaf kepada Win
" maaf saya lancang" katanya
" gak papa phi, ada apa?" sahut win
" emm..maukah makan bersama " tanya Dew
" maaf phi, saya masih ada acara setelah ini mungkin lain kali " sambil menautkan kedua tangannya
" oohh..baiklah maaf mengganggu waktunya"
Win pun segera kekasih dan pergi dari sana. Dia merasa gak suka ada orang yang sok akrab padahal baru pertama kenal.
Dew yang melihat tingkah Win semakin terpesona karnanya dia terus mengejar Win bagaimanapun caranya