"Mas Bri"

"Mas Bri"
Draft



Sesampainya dirumah Dew segera berlali ke kamarnya dan menutup rapat - rapat


Sambil membayangkan bongkahan milik Win dan begitu mulusnya kulit Win dia terus mengocok pen*snya


" ssssshhhhhhh,,,,ssshh,,,aaaahhhh" desah Dew saat tuntas dengan kegiatannya dibalik kamar mandi


" shia,,baru lihat begini saja sudah tagak apalagi jika memegangnya" gumam Dew dengan pikiran kotornya


<->


.......


" jangan lupa makan ya,aku gak mau kamu sakit lagi" jawab seseorang disebrang sana


" iya mas, mas jaga diri baik - baik ya" Win


" iya dua hari lagi mas pulang, disini sebagian sudah selesai jadi mas bisa pulang lebih cepat"


" benarkah?!" seru Wi saking senangnya


" iya sayang, ya sudah mas lanjut dulu ya. I love u" pamitnya


" he'em,,love u toooooo..muaachhh" sambil mematikan panggilannya


Win menerima panggilan Bright setelah mengantar Dew. Dia begitu antusias mengetahui suaminya akan pulang dua hari lagi


<->


" Win kamu sudah makan?" tanya phi Singto


" belum phi, setelah ini selesai baru makan" balasnya


" lanjutkan nanti saja ayo sekarang kita makan di kantin" ajak Phi Singto


" boleh deh" win merapikan mejanya


Singto mendapat pesan dari Bright untuk mengajaknya makan, karena kalau Bright pergi jam makan Win menjadi tak teratur dan itu akan memicu sakitnya kambuh lagi


mereka berdua akhirnya makan dikantin dan setelah selelsai Win kembali lagi dengan pekerjaanya hingga larut malam. Phi Singto yang mengetahui Win belum pulang langsung menghampirinya


" kamu belum pulang?"


" belum phi, ini masih belum selesai"


" besok saja dilanjutkan, ayo aku antar pulang" baals phi Singto


" ah baiklah, sebebtar aku bereskan ini"


" aku tunggu dibawah"


" ok phi" win segera membereskan barang - barangnya dan menyusul phi Singto


Mereka berdua menyusuri jalan dengan dinginnya malam. Hingga tak terasa mereka sampai didepan apart Bright


" trimakasih phi" ucap Win, dia juga tak menawari Singto mampir kedalam karena dirumah tidak ada suaminya


" ok sama - sama, kalau ada apa - apa hubungi aku" jelasnya


" eeuumm" jawam win


Win berjalan menuju apartnya dengan gontai, dia merasa kesepian tanpa ada suami disisihnya. Dia memasuki kamarnya dan segera mandi karena badannya sudah tersa gerah. Di melepas semua bajunya dan memasuki kamar mandi, saat akan masuk tiba - tiba deeing phonselnya bunyi. Dilihat tertera nama suaminya


" mas" panggil Win


" sayang kamu belum tidur? " tanya Bright


" belum ini mau mandi"


" Win apa kamu tidak mengenakan baju sama sekali?" tanya Bright


" eemmmm,,,i iy iya mas" jawab Win ragu


" shiaaa,,kamu mencoba menggodaku ?" tanya Bright yang mulai kepanasan


" iihhh,,,enak aja. Aku mau mandi mas wajar aja aku gak pakek baju" jawab Win sewot


" sayang kita jauhan jangan menggoda imanku dong, aku paling gak bisa tahan kalau soal kamu. Jangankan memegangmu mendengar suaramu saja membangkitkan nafsu ku" melas Bright


" ah tau ah ,,aku mau mandi saja , nanti aku telpon lagi i love u " win mematikan sepihak


Yang disebrang sana sudah mondar - mondir gak karuan. Dia paling gak bisa tahan imannya kalau soal istrinya. Akhirnya dia putuskan untuk menuntaskannya sendiri di kamar mandi


<->


Paginya Win akan pergi kekantor dia lupa akan menghubungi suaminya lagi malam itu. Setelah mandi dia langsung tertidur begitu saja saking lelahnya. Akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan


^^^" *mas maaf semalam aku ketiduran"^^^


" eeumm gapapa mas juga ketiduran, sudah makan?"


" ya sudah hati - hati ya, besok mas sudah pulang"


^^^" ya mas, i love u"^^^


" love u to*"


setelah chat itu selesai Win bergegas turun dan menuju halte bus. Sambil menunggu bus datang dia bermain phonsel tiba - tiba ada yang memanggil


" Ta aku antar" suara dari dalam mobil


Win melihat orang itu adalah Dew akhirnya hanya melambaikan tangan saja


" sudahlah Ta, kesiangan kalau menunggu bus datang" rayu Dew


" gak usah pak, trimakasih"


Banyak pasang mata yang melihat itu, dan membicarakannya


" pacarnya ya, kasihan dia cepet masuk aja" ujar salah satu ibu - ibu yang menunggu disana


Win merasa tak enak jadi omongan disana, akhirnya dia menghampiri mobil Dew dan masuk kedalam.


Dibalik itu semua ada seseorang yang sengaja melaporkan dan mengambil gambar Win lalu dikirim ke Bright. Yaaa itu phi Singto, pagi itu dia akan menghampiri Win sekalian berangkat bersama karena perintah Bright,namun di tengah jalan dia melihat Win yang masuk ke mobel lain dan Singto tau mobil siapa itu


^^^" sepertinya istrimu banyak yang mengincar" pesan Singto^^^


Bright yang membaca proposal kerjasama sedikit terganggu dengan phonselnya


" hari ini aku pulang" balas Bright ,


dia mulai kepanasan melihat foto istrinya masuk kemobil orang lain. Singto memang ditugaskan untuk mengawasi Win dari orang - orang yang ingin mengganggu rumah tangganya. Bukan Bright tidak percaya dengan Win tapi dia lebih tidak percaya dengan rekan bisnisnya yang banyak mengincar asistenya itu. Salah dia sendiri kenapa tidak di publis saja pernikahannya kan gak serepot ini jadinya


Bright segera menyelesaikan semua pekerjaan disini agar sore nanti dia bisa langsung pulang


<->


" turun disini saja pak" pinta Win


" aku antar kedalam ya"


" ah tidak usah, saya gak enak dengan yang lain" balas Win


" gapapa Meta mereka gak akan tau juga kok" eyel Dew


Win yang sejak awal tidak mau ikut akhirnya sedikit emosi


" kalau bapak gak mau berhenti disini, aku lompat dari sini!!" bentaknya


Dew yang sedikit kaget langsung memberhentikan mobilnya ditepi jalan. Dia gak mau kalau sampai Wi terluka


" ok tunggu aku menepi dulu" jawabnya


" trimakasih " jawab Win dan langsung turun tanpa menoleh kebelakang


" sungguh menantang " seru Dew


Hari itu Win bekerja dengan ekstra karena ada salah satu temannya yang absen tidak masuk. Jam makan siangpun dia lewatkan sampai malam hari saat dia akan pulang barulah dia ingat


" ouuhhh,,perutku sakit sekali" gumamnya


Win turun dan mencari taxi dia ingin segera pulang dan makan dirumah. Namun tak ada satu pun taxi yang lewat. Phi Singto pulang terlebih dahulu karena ada urusan mendadak jadi dia tidak ada tumpangan. Lama dia menunggu lewatlah satu mobil yang dia hafal siapa pemiliknya


" naiklah aku antar kamu pulang" seru Dew sambil turun dari mobil


" tidak usah pak, sebebtar lagi pasti ada yang lewat" balas Win


" bukankah dari tadi tidak ada satupun yang lewat, naiklah hari sudah malam" sambil membukakan pintu mobilnya dan menarik tangan Win agar cepat masuk


" tidak usah pak, saya bisa pulang sendiri" tolak Win berkali - kai tetap saja Dew memaksa. Hingga ada suara yang sangat Win kenal


" lepaskan tangan kotormu" seru Bright


Ya Bright langsung menuju kantor setelah tiba di Bangkok yang dijemput Phi Singto


Otomatis Dew melepaskan tanganya dari Win


" oh tuan Bright vachirawit sungguh kehormatan bisa bertemu denganmu disini"


" Win masuk kemobil" perintah Bright


Win yang takut melihat suaminya yang penuh emosi langsung pergi tanpa bertanya apa - apa


" jangan pernah sentuh Win" seru Bright


" memangnya anda siapa Win dan apa hubungannya dia hanya seorang asisten ,kenapa samapi segitunya?" tanya Dew santai


" bukan urusanmu" balas Bright dan langsung pergi dari sana