
"Bapak bisa ikut masuk untuk menemani istrinya." ucap dokter
"Dia buk,," saat Namtan akan menjelaskan langsung dipotong oleh Krist
"Baik dok." Ucap Krist
Krist pun ikut masuk sesuai perintah dokter. Setelah pemeriksaan lainnya, dokter pun mulai memberikan gel di perut Namtan.
"Ini bisa dilihat Bu yang hitam kecil seperti kacang polong ini adalah janin ibu. Saat ini usia kandungan nya sudah dua minggu." jelas dokter
"Janin dok?" tanya Namtan sedikit syok
"Iya Bu, selamat ya kondisi janinya juga sehat."
Krist yang sudah menduganya, tak nampak kaget sama sekali. Dia juga bingung antara sedih atau senang.
"Seandainya itu Win mungkin aku tak akan bingung seperti ini." batinnya
Setelah pemeriksaan itu Krist segera menebus vitamin yang sudah diresepkan oleh dokter tadi.
"Tunggu sini aku ambil vitamin kamu dulu."
"Iya." jawab Namtan
"Kalau Papa tau kau hamil bagaimana ini. Bisa - bisa aku di usir dari rumah." batinnya
Krist tiba - tiba datang
"Hei jangan ngelamun gitu gak baik buat ibu hamil."
Namtan hanya mengernyitkan dahinya saja tanpa menjawab.
"Sudah ayo kita pulang sekarang." ajak Krist
Saat di dalam mobil
"Krist bagaimana ini? Aku hamil."
"Bagaimana apanya, ya jelas aku akan bertanggung jawab dong." balasnya
"Tapi aku tau kamu gak mencintai ku."
"Tan, sekarang itu yang terpenting kamu jaga kesehatan untuk bayi kita. Masalah cinta, perlahan - lahan nanti aku pasti bisa mencintai kamu dengan tulus. Aku masih butuh waktu untuk itu. Aku mau kamu mendukungku, agar aku juga bisa menerima cinta kamu sepenuhnya. Jadi jangan mikir macem - macem ya. Kita jalani ini bersama - sama."
Namtan tak menjawabnya.
Setiba dirumah Namtan, Krist langsung disambut oleh orang tua Namtan dan menyuruhnya untuk membawa langsung kekamarnya. Setelah merebahkan Namtan ia pamit.
"Aku pulang dulu ya, kamu janang mikir yang macem- macem gak baik buat anak kita nanti. Aku akan bertanggung jawab atas hidup kalian" jelas Krist
Krist akhirnya turun keruang tamu untuk menemui kedua orang tua Namtan.
"Apa kata dokter Krist?" tanya Mama Namtan
"Namtan gak sakit apa - apa tante hanya saja itu efek dari kehamilannya." jawab Krist yang langsung membuat syok Mama nya
"Apa !!" bentak Papa Namtan
"Iya om, Namtan hamil anak saya. Dan saya akan bertanggung jawab. Saya akan mengajak orang tua saya kemari." jawab Krist dengan tenang
Orang tua Namtan yang mendengar bahwa itu anak dari Krist langsung terdiam. Antara malu dan senang. Malu karena hamil diluar nikah dan senang karena mereka akan besanan dengan keluarga Krist.
"Kalau begitu saya permisi dulu om tante, nanti kalau orang tua saya kesini saya akan menghubungi Namtan."
"Ii,, iya."
<--->
"Mudah - mudahan ini jalan yang terbaik untuk ku."
Setibanya dirumah Krist segera mencari orang tua nya.
"Mama,, Ma,, Mama."
"Mama dimana sih?!"
"Anak ini datang - datang main teriak - teriak saja. Memangnya in hutan!"
"Ada apa Krist? Kamu ini Mama ada di belakang main teriak - teriak saja."
"Sini deh Ma, Mama duduk dulu. Papa dimana Ma?"
"Ada di taman."
"Pa,, Papa,, sini Pa." ajak Krist sambil menarik tangan Papanya
"Eeehhhh,,,, anak ini main tarik - tarik aja ya."
"Sebentar saja Pa, penting pokoknya."
Krist mendudukkan kedua orang tuanya.
"Ada apa sih?" tanya Mama nya
"Krist mau menikah Pa, Ma."
"Serius kamu?"
"Iya Pa. Krist mau menikah sama Namtan."
"Namtan?" ucap Mamanya
"Iya Ma. Krist mau menikah sama dia. Gimana menurut Papa sama Mama?"
"Ya kalau Papa setuju saja asal kamu bisa bahagia tidak masalah." ujar Papa
"Kalau Mama?"
"Mama juga setuju nak, selema itu bisa membuat kamu bahagia Mama setuju saja."
"Makasih ya Ma, Pa."
"Iya Krist, Mama akan selu mendukung apapun keputusan kamu."
"O ya Pa, Ma Krist mau nunjukin sesuatu." dia ambil dari sakunya foto USG bayi kecilnya
"Ini foto apa Krist?" tanya Mamanya
"Ini foto cucu Papa sama Mama."
Kedua orang tua Krist masih bingung
"Maksud kamu?" tanya Papa nya bingung
"Iya ini itu cucu Papa sama Mama yang masih di kandungan."
"Siapa yang hamil? Katanya mau nikah sama Namtan."
"Iissshh,,, papa ini lola nya gak ketulungan deh. Ya Namtan Pa yang hamil masak Mama sih." balas Mama Krist
"Lo, beneran Papa mau niman cucu?"
"Iya Pa, maaf udah buat kecewa Papa sama Mama karena sudah hamilin anak orang." ujar Krist melemah
"Tapi kamu nikah bukan karena terpaksa kan Krist?" tanya Mama
"Ya gak lah Ma. Krist mencintai Namtan Ma."
"Ya syukur kalau kamu sudah bisa menerima Namtan, jadi kamu bisa melupakan Win." balas Papa yang langsung di senggol oleh Mama Krist
"Ya sudah besok kita kerumah Namtan. Kita temui kedua orang tuanya. Sekarang Papa mau lanjut beres - beres taman dulu." balas Papa sambil beranjak pergi
Setelah kepergian Papanya, Mama Krist mulai ke mode serius.
"Krist jujur deh sama Mama. Apa kamu mencintai Namtan? Mama mau kamu jujur dengan perasaan mu." tanya Mama
"Mama emang paling ngerti Krist. Lebih tepatnya belum Ma. Krist masih mencintai Win. Tapi Krist akan berusaha yang terbaik Ma. Aku gak mau Papa kecewa."
"Jadi kamu menikahinya hanya karena ada anak ini Krist?"
"Krist yang salah Ma. Krist mau bertanggung jawab atas perbuatan Kris. Tapi Krist juga ingin belajar untuk mencintai Namtan."
"Apa dia tau kalau kamu tidak mencintainya?"
"Aku rasa tidak Ma." bohong Krist
Meski Namtan tau persaan Krist seperti apa, dia masih mau menerimanya dengan sepenuh hati. Siapa tau dengan bersamanya dapat merubah persaan Krist padanya.
"Mama hanya bisa mendo'akan kamu dan merestui setiap keputusan kamu saja nak. Mudah - mudahan ini yang terbaik untukmu." balas Mama nya sambil mengusap pipi Krist
"Trimkasaih Ma. Mama selalu mendukung keputusan ku. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik."
Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain. Setiap orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya.