"Mas Bri"

"Mas Bri"
Draft



"Gak mau, mas makan sendiri aja, aku mau tidur!" win benar - banar marah. Sebenarnya dia juga lapar tapi enteh kenapa suasana hatinya sangat buruk saat ini"


Win tertidur lelap tanpa menghiraukan suaminya. Bright harus ekstra sabar menghadapi tingkah Win yang kadang suka marah kadang manja. Bright pun menyusul Win tidur tanpa mandi.


<->


Malamnya Krist sampai dikediaman orang tuanya. Dia dijemput oleh sopir keluarganya. Seriba dirumah dia langsung disambut oleh papa dan mamanya


"pa ma "panggil Krist saat turun dari mobil


"senengnya anak mama akhirnya pulang" ucap mamanya sambil memeluk Krist


"masuk dulu disini dingin" ujar papanya


"sudah ayo kita makan, mama sudah siapkan makanan kesukaan kamu"


"iya ma, Kris mau ganti baju dulu"balasnya sambil naik ke kamarnya di lantai 2


"pa sepertinya anak kita ada sesuatu yang disembunyiin" ujar mamanya


"biarkan ma, itu masalah anak muda biarkan saja. Dia sudah besar pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri" balas papanya


Ktist turun dengan kaos oblongnya


"heeemm,,kayaknya enak ma"


"tentu dong ini yang masak mama sendiri"


Krist menyendokan nasik kepiringnya. Mereka makan dengan tenang tanpa adanya pembicaraan. Setelah selesai mereka berkumpul di ruang keluarga


"Krist" panggil papanya


"ya pa?"


"apa kamu ada masalah?" tanya papanya


"gak ada pa,hanya capek aja" jawab nya bohong


"ya sudah kamu istirahat saja kalau gitu" balas mamanya


"eemh,,pa " panggil Krist


"heem"


"apa aku ada kesempatan buat pegang perusahaan papa?" tanya nya


"tentu saja! Kenapa tidak" jawab papa semangat. Semala ini papanya sudah menyuruhnya untuk mengambil ali perusahaannya tapi dia tolak dengan alasan ingin mandiri. Padahal hanya karena ingin dekat dengan Win,tapi mungkin inilah saatnya dia memulai hidup baru yang semestinya sebagai pewaris tunggal keluarganya


<->


"sial ,,!!sial,,!! Kenapa aku kalah lagi dengannya. Harusnya aku yang berada disamping Win bukan dia!!" Dew masih tak terima


Dia menyusun rencana untuk menculik Win, apapun keadaanya dia harus bisa mendapatkan Win. Dia akan membawa Win jauh dari Bright.


"persetan siapa anak dalam kandungan Win,yang jelas Win harus tetap jadi milikku!!"


Dia marah dan membating barang yang ada di sampingnya


▪︎


▪︎


▪︎


Saat ini usia kandungan Win sudah menginjak 9bulan. Bright melarang Win keluar rumah sendirian. Win jadi mudah lelah karena kandungannya sudah membesar dan sebentar lagi dia akan melahirkan


" sayang makan dulu" panggil Bright


"iya mas"jawab Win sambil berjalan keluar kamar


"pelan - pelan" ujar Bright sambil menuntun Win duduk


Bright menyuapi Win setiap harinya dan untuk pekerjaan dia sudah tidak pergi kekantor. Semua dia kerjakan dirumah,di kantor dia serahkan kepada Singto.


Namun tiba - tiba phonsel Bright berdering


"Bri gawat " ujar penelpon disebrang sana


"ada pa sih, pagi - pagi bikin heboh saja. Aku lagi makan sama Win ada apa " balas Bright


"kita harus berangkat ke London kantor disana mengalami kebakaran" Singto


"haaa bagaiaman bisa?! Bukankah sudah diawasi segala keamanannya?!" tanya Bright yang cukup kaget juga


"itulah yang jadi pikiranku,kalau kita tidak melihat langsung kita tidak akan tau" balas Singto


"shitt,,baiklah tunggu aku sebentar aku harus menitipkan Win dulu ke ibu" balas Bright


"heem"jawab Singto sambil mematikan sambungan


"ada apa mas" tanya Win


"perusahaan di London mengalami kebakaran tapi sudah diatasi sama beberapa orang disana termasuk papa juga" jawabnya


"kalau kamh gak ngebolehin ya mas gak berangkat sayang. Mas juga gak tega ninggalin kamu dengan kondisi kayak gini" balasnya


"gak papa mas, mas brangkat aja. Disana membutuhkan mas juga. Nanti aku tinggal sama ibu saja" jawab Win sambil memegang tangan suaminya


"tapi sebentar lagi kamu akan lahiran sayang, aku gak mau saat kamu melahirkan aku gak ada disamping kamu. Apalagi ini hal yang janggal, bagaimana bisa bangunan dengan standart keamanan yang tinggi bisa kebakaran. Pasti ada yang gak beres, dan itu membutuhkan waktu lama untuk mengetahuinya" jelas Bright


" mas tenang aja, aku akan tunggu mas sampai datang kok"


"ya mana ada sayang lahiran bisa ditunda "


" hehehehe,,,udah ah jangan khawatir gitu nanti aku tinggal sama ibu saja mas fokus sama disana. Kalau ada apa - apa mas aku hubungi" rayu Win


Jujur Win gak mau ditinggal Bright apalagi kandungannya sudah 9 bulan sebentar lagi dia melahirkan. Dia paling gak bisa pisah sama suaminya, tapi mau bagaimana lagi disana juga membutuhkan Bright. Mau gak mau Win merelakanya agar cepat selesai dan segera kembali.


"tap,,," belum sempat Bright ngomong sudah dibungkam mulutnya dengan telunjuk Win


"Ssssttt,,,gak ada tapi - tapian mas, sekarang mas berkemas aku bantu. Biar cepet selesai dan balik kesini lagi. Mas kan juga belum tau bagaimana kondisi pegawai mas disana gimana" dorong Win menuju kamarnya


"tapi Win hati ku gak tenang" balas Bright


"sudah mas ayo aku bantu"


"aku hubungi ibu dulu, biar ibu tinggal di sisi. Kalau ada apa - apa ada ibu"


"he'em " jawab Win


--


Setelah perdebatan dengan Win,akhirnya Bright meninggalkan Win meski hatinya tak tenang. Tak lupa dia berpamitan dan mencium pipi,kening dan bibir Win yang selalu bikin candu.


"aku langsung berangkat ya, klau ibu sudah datang hubungi aku"


"iya mas tenang aja"


Setelah selesai pamitan Bright langsung menaiki jet pribadinya dengan Singto.


--


Suara bel apartnya bunyi,win berjalan membukakannya


"ibu,,win kangen" sambil memeluk ibunya


"ibu juga Win, suami kamu sudah berangkat?" tanya ibu


" sudah bu,dai hanya titip salam sama ibu, gak bisa nunggu lama - lama karena harus segera berangkat " jawab win malas


"ah sudah ayo kita masuk kasian kamu capek nanti" jawab ibu Win


Win berjalan dan duduk di sofa depan


"win kamu sudah makan?" tanya ibunya


"sudah bu" balasnya


Ibu Win menyusul untum duduk juga dan bercengkerama dengan anaknya


"ibu gak menyangka Win , ibu sudah mau jadi nenek" ijarnya


" ibu bu,Win juga seperti gak percaya kalau akan punya anak" siang itu mereka menghabiskan waktu bersama


<->


Setiba Bright dikediaman orang tua nya dia langsung mencari papanya


" pa bagaimana bisa " tanya nya


"sepertinya ada orang yang sengaja" balas papanya


" benarkah om" tanya Singto


"masih belum pasti ,tapi ini masih diselidiki" jawba papanya


"sudah kamu istirah dulu besok mkamu lanjutkan lagi. Kasian pa jauh jauh langsung suruh kerja aja" perintah mom Bright


" baiklah mom" Singto dan Bright tidur 1 kamar


"sayang ibu sudah datang" suara Bright


disebrang sana


"sudah mas, mas sudah sampai?"


"iya baru, ini mau istirahat dulu"


" ya sudah mas istirahat dulu, win juga"


"eeumm..i love you " tutup Bright


"you too"