
"Baik " aku pun menggati baju yang sudah di siapkan entah kapan itu, yang jelas didalam lemari sudah penuh baju dengan ukuranku
Setelah aku mengganti baju,ku lihat bos ku berlari ke kamar mandi dengan tergesa-gesa dia menutup pintunya. Entah apa yang dia lakukan di dalam sana. Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang empuk hingga aku terlelap.
<-> bos
Ahhh.. Aku tidak tahan jika dekat-dekat dengannya. Rasnya aku ingin segera menerobosnya saja. Untung masih bisa di kendalikan jika tidak ,bisa malu aku didepannya dengan juniorku yang sudah menegang ini.
sunggu tadi adalah kesempatan yang langka bisa merasakan bibirnya. Andai kau tau aku sudah memendam perasaan ini cukup lama.
setelah aku selesai dengan kegiatanku,aku segera keluar kamar mandi dan menggati baju ku. Saat aku berjalan ke ruang ganti,ku melihat ada anak kelinci yang manis tertidur pulas.
" gimana gak gemess kalau model gini, tidur aja semanis ini" sambil mendekat ke arahnya
ku kecup bibirnya yang candu itu
"Eeengghhh" elungan keluar dari bibir win, sepertinya dia terganggu
" apa apan itu tadi, dia mau menggodaku ya"
aku segera menjauh agar tidak katahuan. Segera aku mengganti baju dan ikut merebahkan tubuhku dengannya.
selalu saja di pasang guling sialan ini di tengah sebagai penghalang. dan aku pun ikut terlelap karena lelah.
Sorenya aku pun terbangun gara-gara ada benda berat di atas dadaku, sayu - sayu aku melihat tangan di atas dadaku. Dan ternyata itu tangan win,dan guling sialan tadi entah pergi kemana. Seneng juga sih di peluk sama dia,tapi kalau seperti ini terus lama kelamaan aku yang gak bisa tahan. Ku miringkan posisiku menghadapnya. Betapa indah ciptaan Tuhan satu ini, manis,menggemaskan,dan bibirnya bikin candu. Aku silangkan rambutnya yang terurai menutupi wajah imutnya.
" andai saja aku bertemu kamu jauh sebelum ini, mungkin aku sudah mempunyai anak dari mu win"
ahh.. Tapi apa dia memiliki perasaan yang sama denganku?! dalam hatiku
<->
"eeeuungghhh,,,,,"aku mulai membuka mataku perlahan, rasanya seperti ada yang memperhatikanku dari tadi
" mas sudah bangun dari tadi..?" tanyaku
" baru aja bangun, apa tidurmu terganggu?"
" tidak mas, sudah waktunya bangun hari sudah sore. Mas sudah mandi?"
" tadi sudah sebelum tidur, mandilah hari sudah sore "
" sebentar lagi mas, aku masih mengumpulkan nyawaku hehehehehhe" jawabku
" atau mau aku mandikan" celetuknya
" aduh, sakit win" Aku yang reflek langsung memukulnya
" lagian ngomongnya itu mbok ya dijaga, gak nyelonong aja gak ada remnya" sarkasku
aku langsung bangun daripada aku berdebat hal hal yang terlalu fulgar. Tapi saat aku mau bangun tangannya menahanku, dan memeluk perutku
" biarkan sebentar saja, rasanya sungguh nyaman win" eluhnya
" mas kenapa sih,aku ini bukan kekasihmu atau istrimu. Main sosor sana sini, peluk sana sini aja ni orang..!"
sambil aku lepaskan tangannya dari perutku
Tangannya yang kekar dan berat membuatku kesulitan untuk melepaskannya
" sebentar saja win" jawabnya
Setelah sekian detik, barulah dilepskannya. Aku langsung berlari kekamar mandi,bisa-bisa aku ditahan lagi kalau kelamaan disana
<->
Setelah slesai ganti baju mas bri mengajakku jalan-jalan di pantai dekat villanya. Sungguh indah suasananya
" win" panggilnya
" hem" jawabku sambil menoleh
" apakah kamu pernah jatuh cinta sebelumnya? Atau kamu punya kekasih saat ini? tanya nya kepadaku
" saya tidak punya kekasih mas, saya juga belum pernah pacaran atau jatuh cinta sebelumnya. Saya takut pokoknya" jawabku
" kalau sekarang apa ada orang yang kamu suka?"
" emmhh..gak ada mas" bohongku
" kenapa? Apakah di kantor tidak ada laki-laki yang menarik? Tanyanya
" gak ada" jawabku singkat, aku gak mau ketahuan kalau aku menaruh hati padanya
Hening tidak ada jawaban
Tiba-tiba dia mengajakku pulang malam itu juga
" kenapa lagi ni orang, tadi baik-baik saja kenapa sekarang agak kasar ngomongnya" batinku
" sekarang mas, harikan sudah malam. Apa gak besok pagi saja mas" kataku
" gak ,ada hal yang harus aku kerjakan sekarang"
" ya sudah ayo kita balik, aku akan beres - beres dulu dan pamitan sama mbok nah"
Malah tidak ada jawaban
<->
Yang disebrang sana diam seribu bahasa
"gila bisa copot ni janting dari tempatnya kalau gini critanya. Yang bener aja aku belum nikah wooyyy,,belum ngrasai *** *** tauk" batinku
" tunggu , tiba-tiba mobil berhenti didepan kosku..! Dari mana bos tau tampatku,aku bahkan tidak memberi tahu siapapun selain p'krish" batinku
" trimakasih mas sudah mengantarku" jawabku
Yang disana tidak ada jawaban apapun,dan setelah aku turun dia langsung tancap gas.
kuhembuskan nafasku dengan kasar,
"Huuffhhh,, kenapa dia,apa aku ada salah bicara"
aku langsung masuk kamar kosku dan ku rebahkan tubuhku hingga terlelap
<->
dddrrrtttt ddrrttt...phonsel ku berdering, aku cek ada chat dari bosku
" langsung ke kantor saja " singkat padat dan jelas
Aku langsung bangun dan mandi, setelahnya aku naik taxi ke kantor agar tidak kesiangan. Sesampainya di depan gedung aku bertemu dengan p'khris
" hai phi, sudah dari tadi kah?" tanyaku
" gak,baru saja sampek. Masuk bareng yuk" jawabnya
Dan tanpa aku sadari ada sepasang mata yang menaha amarah.
Aku langsung duduk di meja kerjaku, karena tugas asisten berbeda dangan yag lain jadi waktu ku banyak yang kosong , aku hanya mengikuti kemanapun bos pergi, mengecek jadwalnya, menyiapkan kebutuhannya hingga mengatur jam makannya. Datanglah p'khris meminta tolong padaku
" Met bisa bantu bawa ini ke ruangan bos" tanyanya
" bisa mas" jawabku
aku langsung berdiri membantu membawakan berkas yang sangat banyak ke ruangan bos
tok tok tok..permisi pak saya mau antar berkas yang bapak minta
" masuk"
Akupun masuk mengekori p'khris. Yang kudapati malah tatapan tajam seakan-akan menusuk mataku.
" sepertinya ada yang salah dengannya mulai kemarin"
baginku
" taruh dimeja, dan kamu bisa pergi..!" titahnya
"baik pak" jawab p'krish
" tunggu Meta kamu tinggal disini"
"baik pak" jawabku sambil memberi isyarat p'krish bahwa aku baik-baik saja
" saya permisi pak" jawab p'krish
Setelah pintu tertutup
" ada hubungan apa kamu sama dia" tanyanya dengan nada yang kurang enak
" saya gak ada hubungan apa-apa pak" jawabku
" kamu yakin..!??"
" iya pak " hubungan apanya,sedangkan orang yang aku suka itu kamu oon,,gimana sih.
" kenapa pak ?" tanyaku
" gak ada apa-apa, bantu saya membereskan berkas dimeja" perintahnya
" baik pak" terciptalah keheningan hingga malam
"ahh rasanya aku sudah mulai lapar, tapi masih harus menyelesaikan ini dulu. Bisa - bisa aku kena damprat bos. Nanti aja deh sekalian pulang makannya, mana orangnya sinis gak jelas dari kemarin lagi" batinku
Hingga pukul 10malam barulah selesai semua. Tapi bos masih serius dengan laptopnya dengan rambut yang acak-acakan, kancing baju yang sudah lepas entah kemana, lengan di gulung hingga siku menampakkan aura sexyyy nya. Di tambah dengan kacamat yang bertengger dihidung mancungnya.
Aaahhh sunggu sexyy nya, rasa-rasanya aku ingin duduk dipangkuannya. Sambil memainkan bibir saxynya dannnn...ahhh mikir apalagi ini
hingga suara bariton itu membuyarkan lamunanku
" apa kau sudah slesai" tanyanya
" sudah pak"
" ok kamu bisa pulang"
" hah,, sendiri pak" tanyaku
" mau sama siapa memangnya" sarkasnya
"kan sudah malam begooo,,, mana ada bus jam segini"
" baik pak, saya permisi dulu kalau gitu"