
Pagi - pagi Bright dan Singto sudah sampai di kantor yang sebagian terbakar itu. Beruntung hanya sebagian kantor saja yang hangus jadi file perusahaan sebagia bisa selamat.
"sepertinya ini disengaja pak" jelas salah satu polisi yang ikut menyelidiki kebakaran itu
"apakah ada buktinya?" tanya Bright
"kami masih mencarinya,dari olah tkp ini disengaja. Nanti akan kami kabari lagi jika ada perkembangan" jawab polisi
" baiklah,lanjutkan saja penyelidikan nanti kabari kami lagi" jelas Bright
Polisi itu pergi untuk melanjutkan infestigasi lagi.
"kira - kira siapa dia?" tanya Singto
"entahlah aku sendiri juga tidak tau" jawab Bright
Singto dan Bright pun membatu karyawan lainnya untuk membereskan sisa - sisa kebakaran dan segera merenovasi bangunannya.
<->
"Win , ibu mau belanja sebentar kamu tunggu dirumah ya soalnya pesediaan bahan makanan sudah mau habis"
"aku antar ya bu" jawb Win
"tidak usah, perut mu sudah besar nanti kalau ada apa -apa bagaimana" balas ibu Win
"ya sudah Win tunggu sini ya bu hati- hati"
Ibu Win keluar ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan.
Di tempat lain ada orang yang melapor kepada bosnya
"keadaan aman bos, ibunya pergi kesupermarket terdekat" jelasnya kepada orang disebrang telpon
"segera bawa dia kemari jangan sampai ada yang tau, biar Bright dibuat pusing karena istri tercintanya pergi meninggalkannya" balas Dew
Dew menyuruh seseorang untuk mengawasi setiap gerak - gerik Win agar dia mudah untuk menculiknya
Orang - orang suruhan Dew pun bergerak menuju apart Bright
ting,,tong,,ting,,tong
"kenapa ibu harus bunyiin bel sih, kan ibu sudah tau sandinya. Apa ibu lupa?" batin Win
Win berjalan untuk membuka pintu
"ibu lup,, hai siapa kalian toolll,,,"
belum sempat ia meminta tolong dia sudah dibekap oleh orang suruhan Dew
"cepetan keburu ibunya datang" ujar salah satu pelaku
Mereka bergegas turun untuk menuju mobil yang sudah mereka siapkan. Tidak ada siapapun saat itu karena saat siang hari orang - orang pergi bekerja jadi sepi.
Setelah Win dimasukkan kedalam mobil mereka bergegas pergi dari sana seebelum ibunya datang
"beres bos" lapor seseorang
"ok, bawa dia kerumahku" jawab Dew
<->
"Win ,,maafkan ibu kelamaan belanjanya. Tadi ibu mampir membeli kue kesukaanmu" ujar ibu, namun tidak ada jawaban dari Win
"kemana dia? Apa dia di kamar mandi?"ibu Win menyusulnya kekamar mandi tapi nihil tidak ada tanda - tanda Win disana
ibu nya pun mulai panik
"Win,,Winn,,Win dimana kamu nak"
ia mencoba menghubungi phonsel Win tapi terdengar bunyi itu di meja makan
"lo phonselnya dirumah" ibu Win pun panik dan segera menghubungi Bright
"halo bu" jawab Bright
"Win hilang nak" balas ibu Win
"apa,,coba ditelfon dulu bu atau mungkin dia di kamar mandi atau keluar membeli sesuatu" Bright mencoba untuk tidak panik
"sudah ibu cari kemana - mana tapi tidak ada nak. Bagaimana ini?" ibu Win mulai panik
"ibu tenang dulu ya, biar Bri yang cek cctv dri sni" balas Bright
"cepetan ya,ibu khawatir "
"baik bu" balas nya sambil mematikna telpon
--
"ada apa?" tanya Singto
"Win hilang" Bright mulai panik
"coba cek cctv apart "perintah Bright pada Singto
"tunggu sebentar" singto menghubungi bgian keamanan disana dan meminta rekaman cctv nya
Setelah di cek akhirnya Bright tau kalau Win diculik
"kamu urus disini dulu aku yang akan cari Win disana"
"sepertinya ini ada hubungannya dengan kebakaran disini" balas Singto
Bright yang akan pergi berbalik lagi "selidiki semuanya akan aku hancurkan mereka" balasnya
Bright langsung pergi dan menuju pesawat pribadinya. Hari ini juga dia kembali ke Bangkok
----
Disisi lain tak sadarkan diri akibat dari bius itu. Dia dipindahkan kerumah utama Dew
"letakkan dia dia dikamarku, ikat tangannya juga" perintah Dew
" baik bos" setelah meletakkan Win di kamar Dew mereka pergi dan berjaga di depan rumah Dew
"apakah aman semua?" tanya Dew
" aan bos, tidak ada orang yan tau"
"bagus, kian bisa pergi dan kam terus awasi pergerakan musuh jangan samapai lengah" perintah Dew
" baik bos" mereka langsung pergi meninggalkan Dew dan Win di kamar
"kalau aku tidak bisa memiliki kamu maka orang lain juga tidak boleh memiliki kamu sayang" ucap Dew sambil merapikan surai Win
"entah anak siapaun itu aku akan bertanggung jawab sepenuhnya asalkan kamu bisa hidup bersamaku win" dew naik ke atas tempat tidurnya sambil memeluk Win
beberapa saat setelah itu Win sadar
"aku dimanaini" sambil mengerjapkan matanya
"kamu di rumahku sayang" balas Dew
"pak Dew!!!' teriak Win
"iya Win, mulai saat ini kamu akan hidup dengan ku. Tenang saja untuk anak dalam kandunganmu akan menjadi tanggung jawab ku juga. Aku akan menganggapnya anak kandungku sendiri asalkan kamu mau mningglakan suamimu itu"
"tidak !!! Aku tidak akan pernah meningglakannya apapun yang tterjadi!! Bentak Win
"apa kamu tidak kasian dengan anak yang kamu kandung hah,,!! dia tidak akan bisa melihat orang tuanya jika kamu tidak meu meninggalkannya!!' ancam Dew
"apa salah saya pak,tolong lepaskan saya" tangin Win mulai pecah
"sudahlah sayang, sekarang kamu hanya perlu menikmati hidup bersama denganku saja" balas Dew sambil menciumi pipi Win
Win merasa jijik dengan perlakuan Dew. Dia merasa seperti menghianati suaminya.
"stop pak cukup,,!! Win tidak mau bibirnya dinikmati oleh Dew
Dew terus menciumi leher,pipi, dan ******* bibir Win. Win terus berontak dengan menggelengkan kepalanya agar Dew tak sampai mencium bibir Win. Hal itu membuat Dew semakin marah
Dia mencengkram pipi Win dan ********** dengan rakus. Dia turun kebawah mulai meremas gundukan yang semakin menggoda apalagi kondisi Win yang hamil semakin membuat gundukan itu tamabah besar
"aku paling suka bagian ini sayang" jelas Dew sambil terus merangsang Win.
Dew yang sudah menyiapakn banyak rencana dia turun dari ranjang dan mengambil minuman yang sudah dia siapkan lalu dia berikan kepada Win
" habiskan ini " perintah Dew sambil memegang mulut win
"gak aku gak mau!!" Win tak mau meminum apapun itu yang diberikan Dew dia takut kalau itu nanti akan membahayakan kandungannya
"minum ini atau aku yang meinumkannya"
"tidak!!" bentak Win
Dew yang habiskesabarannya langsung meminum air itu dan memasukkannya ke mulut Win
" aaahhhhaahhh,,,,," win gelagapan
" habiskan itu manis" sambil menyeringai. Dia mentransfer minuman itu dengan mulutya sampai habis
Beberapa detik kemudian obat itu beraksi. Win mulai merancau tak jelas dan menggeliat kesana kemari
"minuman apa ini?! aahhh,, tolongg aahhh panasss" rancau Win
" oooouuhhhh,,,betapa seksinya kamu sayang " Dew bersiap untuk naik keranjang dan akan mencumbu Win
"brengsek kamu!!" teriak Win
"teruslah teriak sayang, aku akan memanjakanmu dengan senang hati" seringai Dew. Dia sudah tidak tahan melihat Win yang bergerak kesana kemari seperti cacing kepanasan dan merancau tak jelas
Dew mulai membuka kaosnya dan mulai menciumi leher Win
"sttooppp...ahhh..stpoop..pakkk" rancau win
"teruslah mendesah sayang itu membuatku semakin bersemangat" Dew terus meraba seluruh tubuh Win. Disentuhnya area sensitif Win yang sudah basah membuatnya samakin bergairah
---
Bright sudah tiba di apartnya dan langsung menuju ruang cctv. Dia memperhatikan satu persatu orang yang menculik Win
"tunggu ulang yang itu tadi" perintah Dew
" bukankah dia anak buah Dew" gumam Bright. Dia mengenali salah satu anak buah Dew saat mereka berkunjung kekantornya waktu itu
"shhattt,,,!!" Bright langsung mengerahkan anak buahnya untuk menyerbu rumah Dew. Tak butuh lama untuk Bright mengtahui dimana rumah Dew