"Mas Bri"

"Mas Bri"
Draft



"Trimakasih Win kamu memberikan ku kepuasan malam ini dan ternyata aku yang pertama memiliki mu" jelas Krist


Bagai tersamabar petir Namtan terkejut bukan main


" apa aku salah dengar" gumamnya sambil memegang dadanya yang mulai terasa sesak


" Win,,?! Kamu tadi panggil aku apa?" tanya namtan


" sayang aku sangat merindukanmu" jawab Krist sambil memeluk Namtan


" saiap dia Krist !! Jawab aku !!"


" apa sih Win, jangan marah - marah gitu gak baik tau, ntar cepet tua lo. Tapi meski udah tua aku tetep cinta sama kamu Win " rancau Krist


Namtan terlanjur emosi, nasi sudah menjadi bubur. Namtan pikir Krist juga mencintainya tapi apa yang ada di pikirannya salah. Dia mendengar sendiri nama yang selama ini ia simpan rapat - rapat akhirnya muncul juga.


" sekarang aku harus bagaimana" seru Namtan sambil memeluk lututnya sendiri


<->


Pagi hari yang cerah sepasang anak manusia yang seharusnya dimabuk asmara malah menjadi petaka bagi nya. Kegadisannya sudah direnggut oleh orang yang tak mencintainya. Entah bagainmana jika dia hamil dan Krist tak mau bertanggung jawab? Kata - kata itu terus muncul di benaknya


Perlahan Krist membuka matanya


"aku dimana ini" seru nya sambil mengerjapkan mata


" Namtan" seru Krist yang melihat Namtan sesenggukkan di tepi ranjang


" kamu kenapa disini? Kamu kenapa nangis?" tanya Krist lagi


Tak ada balasan dari Namtan yang ada tangisannya malah lebih keras


" hei kamu kenapa? Trus kamu kok ada di kamar aku ?" Krist masih tak menyadari bahwa ia tidak menggunakan sehelai kain sama sekali


Saat Krist akan memeluk Namtan dia melepas selimutnya. Betapa terkejutnya bahwa dia tidak memakai baju


" bajuku kemana?" tanya Krist masih bingung ,di tariknya selimut tadi dan ia mencoba berpikir jernih


" gak, gak mungkin kan" Krist masih mencoba mencerna semua yang terjadi. Namtan masih terus menangisi semua yang terjadi. Bukan karena dia menyesali berhubungan dengan Krist melainkan Krist tidak mencintainya. Bukti bahwa Krist tidak ada rasa padanya karena Krist menyebut nama orang lain setelah mereka selesai berhubungan. Fakta itulah yang membuat Namtan hancur telah memberikan kegadisannya kepada orang yang tak mencintainya


" gak bener kan, pasti salahkan?!" tanya Krist sambil mengguncang bahu Namtan


Ia hanya bisa terus terisak tak menjawab Krist


" Namtan jawab aku! Aku salah kan kita gak nglakuin apa - apa kan?!" dia terus mengguncang bahu Namtan


" gak kamu gak salah Krist. Gak salah kalau kita udah nglakuin hal itu!" teriak Namtan tak kalah emosi


Krist merosot di sandaran tempat tisur sambi menangisi perbuatannya. Ia segera memakai bajunya dan pergi. Kapal yang sidah menepi sejak pagi membuat ia dengan mudah keluar dari sana


" ayo ikut aku pulang" ucap Krist dingin


" aku gak mau" balas Namtan


" jangan membantah ku!" bentak Krist


Namtan pun akhirnya menuruti perintah Krist. Ia segera membersihkan diri dan ikut pergi dari sana.


Setiba di dalam mobil mereka saling membisu. Sampai suara Krist yang memulai duluan


" maafkan aku, aku sungguh tak ada niatan menyakitimu. Mungkin karena pengaruh alkohol membuatku menjadi seperti ini" ucap Krist


" luapakanlah, aku juga salah kenapa aku gak menghindar" balas Namtan


" jika sesuatu terjadi aku akan bertanggung jawab"


" gak perlu, aku bisa mengurus diriku sendiri" jawab Namtan tak kalah cuek


Dan akhirnya mereka berdua saling diam berkelut dengan pikiran mereka masing - masing. Krist masih tak menyadari kesalahannya soal nama yang ia sebutkan dan mungkin dia juga tak akan ingat kerena posisi dia dibawah pengaruh alkohol


" aku pergi dulu, kalau ada apa - apa bialang padaku. Aku janji akan bertanggung jawab"


Namtan tak meresponnya dan pergi dari sana. Dia sudah terlalu jengkel dengan Krist. Bagaimana tidak hanya kalau ada apa - apa dia akan bertanggung jawab. Sedangkan dia sudah mengambil kegadisannya dan tak ingin bertanggung jawab. Bagaimana jika dia tidak berjodoh dengan Krist melainkan dengan orang lain, apa yang akan dia sampaikan pada suaminya kelak kalau dia sudah tak perawan lagi


" aaakkkhhhhh" teriak Namtan frustas


Dia lain tempat Krist yang masih dengan wajah kusutnya memasuki kamar. Ia ingin segera membersihkan diri dan berendam agar otaknya bisa berpikir dengan jernih


" hhhaaaahhhh apa yang sudah aku lakukan" desah Krist


" bukan begini maksudku Tuhan, aku hanya ingin membuka hatiku untuk orang lain tapi tidak dengan cara seperti ini" dia begitu menyesali perbuatannya


" bagaimana jika dia hamil, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mencintainya,meski aku berusaha untuk membuka hatiku tapi aku tidak pernah terpikirkan untuk mencintainya atau tidur dengannya" gumamnya


Krist memejamkan matanya sambil berendam air hangat. Dia masih terus mencari jalan keluar akan masalahnya. Dia tak ingin menikahi siapapun selain Win. Tapi nasi sudah menjadi bubur, mau tak mau jika Namtan hamil dia tetap harus bertanggung jawab.


Setelah selesai dia turun ke bawah untuk menemui kedua orang tuanya


" Hai pa ma" sapa Krist


" Dari mana kamu semalam gak pulang?!" tanya mamanya


" Dari kumpul sama teman - teman ma" jelas Krist


" Mama gak yakin, kamu bukan anak yang suka menghabiskan waktu diluar sana dengan sia - sia" balas papa nya


" Ya kan sekali - kali boleh pa, Krist juga jenuh sama pekerjaan" jawabnya sambil duduk disamping mamanya


" Apa kamu punya pacar ?" celetuk mama


" Gak ada ma" jawab Krist singkat


" Papa sama mama kamu ini pengen cepet nimang cucu Krist, kami ini sudah terlalu tua" balas papa Krist


" Ya nanti Krist carikan anak kecil deh pa" jawab Krist bercanda


" Kamu ini" marah mama sambil memukul Krist dengan bantal


" Krist juga gak tau harus gimana ma, apa lagi setelah kejadian tadi malam. Kalau sampai Namtan hamil apa yang harus aku lakukan ma? Aku akan menikahinya tapi cintaku tak akan berpaling ma pa. Hanya ada satu nama dihati Krist. Maafkan Krist ma pa, sampai saat ini masih belim bisa membahagian mama sama papa" batin Krist


<->


Satu bulan sudah hubungan Krist dan Namtan tak kunjung ada kejelasan. Setelah kejadian itu mereka tak saling bertemu kembali lebih tepatnya saling menghindar satu sama lain. Krist yang disibukkan dengan pekerjaannya dan Namtan sibuk dengan acara kampus nya


" Harusnya aku sudah datang bulan tapi kenapa sampai hari ini belum ada tanda - tandanya ya" monolog Namtan


" Heii,,kenapa kamu ngelamun sih. Ayo ikut aku ke kantin" ujar teman Namtan


" Kamu duluan aja ya, aku gak lapar"


" ya udah deh, aku dulan ya"


Namtan hanya menganggukkan kepalanya


Ddrrtt...ddrrtt..ddrrtt...


Ada satu pesan masuk di phonselnya


" Krist?"


" **H**aii,,lama kita gak ketemu. Nanti malam ada acara gak? Kalau gak ada bisa luangkan waktu mu untukku? Ada hal yang ingin aku bicarakan"


" Ok, di tempat biasa aja" balas Namtan