"Mas Bri"

"Mas Bri"
Ternyata karyawan kantor papa



Pagi - pagi dimeja makan


" pagi sayang, semalam pulang jam berapa sepertinya sudah larut" tanya mama


" hemm entahlah mom, aku benar - benar lelah kemarin. Aku habis menabrak orang" jawabku


" apa,,! Lalu dia bagaimana kondisinya. Apa kamu terluka?!!"


" tidak mom, hanya dia yang terluka karena tertabrak olehku. Tapi hanya tangannya saja dan untungnya tidak parah"


" lain kali hati - hati son, mom benar - benar takut kalau kamu kenapa napa" jawab mama dan disusul papa yang tiba - tiba datang


" papa sudah sembuh?" tanyaku dengan semangat


" papa hanya bosan di dalam kamar Bri, papa ingin menemani kamu makan" jawab papa


" aku kura papa sudah bisa ke kantor" ujarku


" sepertinya kamu tidak senang dikantor papa" selidiknya


" bukan begitu pa, kalau papa sudah lebih baik aku ingin segera kembali ke Bangkok" jawabku


" iya pa , dia sudah tidak sabar ingin pulang menemui kekasihnya" tutur mama


" heeemmm rupanya begitu, siapa namanya" tanya papa


" Win pa" jawabku singkat


" sepertinya kamu begitu mencintainya, sampai - sampai kamu tidak betah tinggal disini" jawab papa


" ya aku sangat mencintainya pa, hanya dia yang bisa menggetarkan hatiku" jawabku cuek


" ohohoho...sepertinya kita segera memiliki cucu mom" ledek papa


" papa ini jangan menggodanya pagi - pagi pa" jawab mama


" ya papa akan segera memiliki cucu jika aku sudah menikahinya "


" kenapa gak kamu ajak dia kemari" tanya papa


" disana dia membantu Singto pa, tidak mungkin aku menyuruhnya bekerja sendirian pa. Makanya aku tidak pernah mau kesini karena disana tidak bisa di tinggal terlalu lama"


" heemm...begitu rupanya, baiklah papa akan segera sembuh setelah ini dan segera menemuinya" jawab papa


" jadi papa merestui ku dengannya" jawabku semangat


" apapun yang membuatmu bahagian kenapa tidak son" balas papa


" trimakasih pa, aku sangat senang mendengarnya"


baiklah aku akan berangkat pa hari ini ada pertemuan diluar jadi aku tidak boleh datang terlambat. ujarku


" baiklah, hati - hati son" jawab papa mama barengan


<-> kantor


"siang ini ada pertemuan dengan clien di luar pak"


" baiklah satu jam lagi kita berangkat" baik pak


Setelah beberapa saat aku segera menghadiri pertemuan agar tidak terlamabat aku berangkat lebih awal, dan saat keluar lif aku menabrak seorang cleaning servis


Brraakkk...


" maaf pak saya tidak sengaja"


" hem tidak apa - apa" tanpa melihat wajahnya


" lohh bapak yang kemarin ngantar saya pulang kan" tanyanya


aku lihat wajahnya tak asing


" aahh kamu yang tertabrak kemarin, kamu bekerja disini?" tanyaku


" iya pak, saya cleaning servis disini" jawabnya


" bagaimana keadaanmu, kenapa bekerja kalau masih sakit?"


" baik pak, tangan saya baik - baik saja"


" kalau masih sakit kamu ajukan cuti saja" perintahku


" baik pak, trimaksih atas perhatiannya"


Kulihat namanya yang tertera dibajunya Celin, sambil berlalu pergi meninggalkannya


<-> celin


tanpa dia tau kalau laki - laki itu adalah bosnya. Sambil berjalan dia senyum - senyum sendirian


 


___________ __________ ___________


___________ __________ ____________


 


<-> Win


" Phi apa hari ini kita pulang malam lagi, rasanya aku benar - benar lelah sekali" tanyaku sambil menyangga kepalaku dimeja


" aku usahakan kita pulang sore Win, sepertinya aku juga kurang enak badan" jawabnya


Tak terasa sudah lebih dari 1 bulan mas Bri meninggalkan aku, dan setiap menit dia menanyakan kabarku. Rasa rindu yang melanda sudah tak terbendung lagi hingga aku sakit hari ini. Setiap hari aku memikirnya, merindukannya dan selalu mendoakannya agar mas Bri sehat selalu dan bisa menjaga hatinya untukku. Kemarin - kemari aku masih bisa menahan sakit ku, tapi sekarang aku sudah tak sanggup lagi. Badan ku terasa panas dingin terpaksa aku ijin pulang dulu .


" Phi bolehkah aku ijin pulang dulu, sepertinya aku sudah tak sanggub lagi ,ingin tidur saja phi" ijin ku


" kamu sakit Win " tanya P'Singto sambil memegang dahiku


" sepertinya aku demam phi"


" baiklah aku antar kamu pulang kalau begitu, tunggu aku bereskan ini sebentar" sambil membereskan berkas dimeja


aku pun tak menolaknya,karena memang aku gak sanggup lagi buat jalan.


" ayo Win " sambil berjalan di depanku. Aku yang pusing sudah tak sadar dan jatuh kelantai


Brruuukkk....


" Wiiiinnnn....!!" P'Singto panik dan segera membawaku ke rumah sakit. Kebetulan P'Krish baru saja datang mau menyerahkan laporan, dia langsung lari dan menggendongku ke mobil dan menjadi tontonan karyawan lain.


Di dalam mobil P'Krish menaruh kepalaku di pangkuannya, P'Singto yang mengemudikan mobil. Beberapa menit kemudian sampailah di rumah sakit.


" Dokter tolong selamatkan Win" seru P'Krish


" baik pak silahkan tunggu diluar" kata dokter


P'Singto terlihat kesal karena yang dihubungi tidak ada jawaban sama sekali. Ya dia sedang telfon mas Bri yang beberapa hari ini tidak bisa aku hubungi,entah perasaanku saja atau memengan benar terjadi aku juga tidak tau. Akhir - akhir ini mas Bri susah aku hubungi, terkadang dia membalas chatku hanya seperlunya saja. Itulah yang menjadi penyebab aku jatuh sakit. Tiba - tiba pintu ruangan terbuka


" siapa wali pasien disini" tanya dokter


" saya" P'Singto dan P'Krish menjawab bersamaaan


Dokter pun bingung,


" yang mana ini" tanya dokter lagi


"saya dokter, saya walinya" kata P'Singto


" mari ikut saya keruangan" ucap dokter


" baik lah, kamu tunggu sini Krish takutnya nanti Win sadar" kata P'Singto


" baik phi" balas P'Krish


Didalam ruangan dokter menjelaskan kalau win depresi dan kelelahan


" saya harap anda dapat menjaganya dengan baik, karena kondisinya yang sangat stres dan makan tidak teratur ditambah kelelahan dia langsung drop" ujar dokter


" stres ,, stres kenapa dok " tanya P'Singto


" itu yang saya tidak tau, sepertinya pasien sedang banyak masalah. Dan tolong perhatikan makannya sepertinya pasien sering telat makan. Sementara dia harus dirawat inap dulu hingga kondisinya membaik"


" baik dok, nanti coba saya biacarakan dengannya. Trimakasih dok" sambil berlalu dari ruangan dokter.


di luar ruangan P'Singto terus mencoba menghubungi Bright yang belum ada kabar hingga saat ini. P'Krish yang melihat P'Singto keluar segera menghampirinya


" bagaimana kondisinya?" tanya P'Krish


" dia depresi berat dan sering telat makan yang menyebabkan tubuhnya drop" ujar P'Singto


" sudah mencoba menghubungi Bright? " tanya P'Krish


" sudah aku coba dari tadi tapi belum ada jawaban sama sekali" balasnya


" mungkin dia sedang ada miting atau masih sibuk dengan hal lain" ujar PKrish


" entahlah, aku sendiri juga kurang tahu. Kita tunggu saja,tadi sudah aku chat dia agar dia mengetahui kondisi Win. Kamu jaga disini dulu, aku kemasi barang - barangnya untuk beberapa hari disini" perintah P'Singto


" baik phi, aku akan menjaganya sebaik mungkin"


" trimakasih Krish" sambil pergi meninggalkan P'Krish