"Mas Bri"

"Mas Bri"
Bersolo ria



Bright yang sadar dengan kata - kata Win langsung berhenti di tengah ketegangan miliknya. Dia langsung berlari menuju kamar mandi. Win yang bingung dengan kelakuan Bright,mengira kalau Bright marah padanya dan langsung pergi.


"Kenapa mas Bri langsung pergi gitu ya? apa dia marah karna tadi?" gumam Win


<-> di dalam kamar mandi


Eemmmhhhhhh,,,


Ooohhhhh ayolahhhhhh,,,,sedikit lagiiii


Aaahhhh,,haaaahh,,,haaaahhh,,sssssstttt...


Coomee onn baabyyyyy,,,


Crooottt...ccrrooottt..crrrroooottt...


"Bikin repot saja kamu ini, lagian kenapa juga kamu bangun sih. Tapi bukan salahku juga sih kalau Bright junior bangun, salah Win juga kenapa harus mendesah gitu, kan jadi tegang semua. Kalau sudah gini aku sendiri yang repot, hancur sudah reputasiku kalau begini" omel Bright di kamar mandi


Setelah selesai dengan kegiatannya,Bright langsung mandi lagi. Dia gak mau Win tau kalau dia bersolo ria di dalam kamar mandi.


Setelah selsai dengan kegiatan mandinya,dia menyusul Win ke meja makan


"mas kamu marah ya?" tanya Win hati - hati


" marah kenapa honeyy,,?" tanya Bright balik


" kenapa kamu tiba - tiba lari, aku pikir kamu marah karena aku menghentikan kegiatan mas tadi" jawabnya sambil malu- malu. Bagi Win itu adalah hal yang fullggaaarrr


" sini duduk sini,, mas gak marah sayang hanya saja tadi ada hal yang tertunda,jadi mas segera balik lagi" elaknya sambil menyuruh Win duduk di pangkuannya


" beneran mas gak marah?" tanyanya lagi


" iya sayang,sudah ayo kita makan dan segera istirahat besok masih banyak hal yang harus dilakukan" perintah Bright


Win beranjak dari pangkuan Bright,dan mengambilkan makanan untuk Bright. Biasa si paling gak bisa apa - apa sendiri kalau ada ayang.


" suapin ya" pinta Bright


" mas gak bisa makan sendiri ya" jawab Win cuek


" ayolah,,aku maunya dimanja sama kamu" rengeknya


Dengan sabar Win akhirnya menyuapi bayi besarnya dengan telaten.


" sepertinya dia sudah cocok jadi seorang ibu dari anak - anakku, masak bisa, beres - beres rumah bisa, bantu urusan kantor bisa, tapi ada satu kayaknya yang belum bisa atau pura - pura gak bisa ya? Bikin anaknya bisa gak ya , sepertinya dia anak yang sangat polos. Tapi gapapa lah aku akan mengajarinya perlahan - lahan hihihi" batin Bright saat disuapi Win


Setelah selesai makan Win segera membereskan dapur dan menyusul Bright kekamar. Bright yang sudah masuk duluan karena harus mengecek email masuk meninggalkan Win sendiri di dapur.


Pelan - pelan Win membuka pintu,dipikirnya Bright sudah tidur ,ternyata masih belum


" belum tidur mas?" tanya Win


" sebentar lagi ,ini masih vek email dari Singto" jawab Bright


" o ya sudah ,aku tidur dulu ya aku ngantuk mas"


" iya" jawab Bright


Win langsung tidur disebelah Bright, tapi dalam hatinya merasa di cuekin oleh Bright. Biasanya kalau mau tidur Bright selalu memberikan night kissnya, tapi ini apa sekedar selamat malam saja gak ada


" email apa sih sampek segitunya" gumam Win yang didengar oleh Bright.


Bright yang mendengar Win langsung menutup laptopnya,dan segera memeluknya dari belakang


" kamu cemburu dengan laptop ini hem" tanya Bright sambil menggesek - gesekkan hidungnya di leher Win


" mas geli ah,, siapa juga yang cemburu, gak ada tuh" elaknya


" mas dengar lo" Bright masih menggesekkan hidunya dan itu membuat Win merasa geli - geli gimana gitu


" masak sih" Bright malah menciumi leher Win


" masss ssuudaaahhh,,,aku gak tauu iinii rasa apa tapiii aaahhhhhh aku rasanya baasssaaahhhhh mmaaassss" jawab Win yang sudah gak tahan dengan kelakuan Bright


" kamu menikmatinya heemm" bahkan tangan Bright semakin aktif didada Win


" maaassss apalagiii iniii,taangan muuuu aaahhhhh...


maassss beerrrheenntiiii"


Bright yang semakin jahil malah menambah ritme nya, naiklqh Bright ke atas Win dan mengunci kedua tangannya di atas. Dia mulai menjamah tubuh Win perlahan. Win yang belum pernah merasakan hal itu mulai menikmatinya, dia terus mendesah di bawah kungkungan Bright.


Perlahan tangan Bright menuntun tangan Win memgang juniornya. Betapa kagetnya saat dia memegang junior Bright yang sudah berdiri tegak


" maasss kamuuuuu.." win tak sanggup melanjutkan kata - katanya karna Bright terus mencumbunya tiada henti


Ditengah - tengah adegan panas itu Bright menghentikan kegiatanya saat Win mengatakan


" kalau kamu sudah tak tahan aku rela kesucianku kamu ambil mas" Win


Bright langsung tersadar dan perlahan meninggalkan Win kekamar mandi. Bright tak ingin menyakiti Win,dia akan melakukannya jika dia sudah resmi dengan Win. Bright laki - laki normal yang ingin merasakan itu juga, hanya saja dia tidak mau menodai kaksih hatinya itu. Bright harus segera meresmikan hubungannya agar dia bisa beleluasa melakukan apa saja.


setelah selesai dengan bersoloria yang kedua kalinya dia menyusul Win dan menyelimuti Win


" Win" panggil Bright


" iya mas" jawabnya


" bagaimana kalau besok kita menikah" tanya Bright


" hah, mas gak salah ngomongkan" jawab Win kaget


" kenapa? Apa kamu tidak mau menikah denganku" tanya Bright


" bukan begitu mas, menikah bukanlah hal yang gampang. Belum juga persiapannya juga banyak. Mas benar - benar mau menikahi ku?" tanya Win serius


" memangnya aku terlihat bercanda hem" jawab Bright


" mas yakin dengan pilihan mas?" tanya nya lagi


" yakin Win, mas gak bisa jauh - jauh dari kamu. Mas juga gak mau kamu diambil laki - laki lain. Mas tau kamu banyak di lirik banyak laki - laki diluaran sana" jawab Bright


" mana ada mas, Win bukan perempuan cantik seperti yang ada diluaran sana. Banyak diluar sana yang cantik, sexy, mapan, sekolah tinggi juga. Lah aku pacaran aja gak pernah"


" berarti mas adalah cinta pertama kamu" tanya Bright


" he'em" jawab Win malu


" berarti mas juga ciuman pertama kamu?"


" iya" jawab Win sambil menutup mukanya dengan bantal


" ok , besok aku bilang mama sma papa kalau aku akan menikahimu"


" hah,kenapa bisa gitu" tanya Win


" jaman sekarang mana ada permpuan baik - baik honey..jangankan yang berstatus pacaran, yang tanpa status saja bisa melakukan hal yang lebih dari ciuman. Kamu adalah perempuan yang sangat langka, bahkan spesial dimataku" jelas Bright


Win yang dipuji seperti itu menahan malu dan menenggelamkan wajahnya kedalam selimut.


" sudah mas aku mau tidur"


" ya sudah ayo kita tidur" jawab Bright


Dalam hati Bright sudah banyak menyusun rencana untuk segera menikahi Win. Mungkin dia akan mengesahkan dulu status nya baru resepsinya menyusul. Dia takut kehilangan Win, fakta bahwa Bright adalah cinta pertama Win membuat Bright begitu bahagia,karena dia lah yang pertama dihidup Win setelah ibunya. Dia harus segara memberi tahu orang tuanya kabar bahagia ini. Mamanya yang sudah tau tentang Win ,akan lebih mudah menjelaskannya dan meminta restunya. Bright tau kalau mamanya suka mengintai kegiatannya disini bersama Win. Mamanya tak akan tinggal diam jika ada wanita yang akan memanfaatkan anak kesayangannya itu.