
Pagi - pagi Win sudah mandi, dia harus segera menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya. Meski rasa lelh masih menyeli mutinya tapi dia harus segera memasak.
"Pagi Ma,"
"Pagi sayang, tumben pagi - pagi sudah siap?!"
"Iya Ma, nanti ada pertandingan basket antar sekolah. Aku harus bantu buat persiapan nanti."
"O ya sudah,bangunkan Papa!"
"Aku sudah bangun sayang," ucap Bright yang baru saja turun dari tangga.
"Iisshhh,, kenapa Papa tambah cakep aja sih!" ujar Kim.
"Ya harus dong! Biar Mama kamu tambah cinta sama Papa." balas Bright
"Mas gak usah gitu pun Mama juga sudah cinta dari dulu!" sahut Win.
"Heeemmm,,, mulai lagi deh!" Kim.
"Sudah - sudah ayo kita makan dulu, keburu siang."
Mereka makan denan tenang tanpa ada obrolan.
"Ma nanti siang ke kantor kan?" tanya Bright.
"Iya mas!"
"Nanti kalau Kim pulang cepet, Kim antar deh Ma."
"Bukannya kamu nanti ada pertandingan?" tanya Mama.
"Pertandingannya sore baru ulai Ma. Nanti Kim bisa pulang dulu sekalian ganti baju."
"Ya sudah terserah kamu saja."
"Kim berangat dulu ya Ma, Pa." sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
"Hati - hati ya."
"Papa juga berangkat dulu Ma. Jangan lupa nanti siang ke kantor Papa!"
"Iya mas," jawab Win sambil encium tangan suaminya.
Setelah kepergian kedua orang tersayangnya, Win pergi ke supermarket terdekat.
"Pak antar ke supermarket terdekat ya?!" pinta Win kepada sopir pribadinya.
"Baik bu."
Setiba dia segera mengambil barang - barang yang dibutuhkan. Saat Win sedang serius membaca daftar belanjaannya, tanpa disadari nya ada orang yang diam - diam memperhatikannya dari kejauhan.
Krist juga mengantar Namtan berbelanja di tempat yang sama dengan Win.
"Setelah sekian lama kita tidak bertemu kamu tambah cantik saja Win." batin Krist.
Dia terus mengawasi Win dan tak mengalihkan pandangannya sama sekali. "Bahkan sekian lama aku tidak berjumpa perasaan ini masih saja sama seperti dulu."
Win segera menuju kasir karena harisemakin siang. Dia harus segera menyiapkan makan siang untuk suaminya.
Setelah semua selesai dia memasukkan belanjaannya ke bagasi mobil di bantu oleh pak sopirnya. Krist yang juga sudah selesai diam - diam juga ikut memperhatikan setiap langkah Win tanpa Namtan sadari.
"Kenapa kamu pergi sendiri? Apa Bright tidak mau mengantar mu? Apa dia tidak menjaga mu dengan baik?" Krist terus bergelut dengan perasaannya sendiri.
"Akhirnya semua masakan beres, sekarang waktunya mandi." Win bermonolog sendiri.
Saat Win mandi, Kim ternyata sudah pulang.
"Ma Mama," panggil Kim dari bawah.
"Kemana Mama ini?!"
"Mama Ma,"
"Apa sih, mama tadi masih mandi!"
"Mama sudah siap?"
"Sudah!"
"Yuk Ma! Makan siangnya juga buat aku kan Ma?" tanya Kim.
"Iya sayang, untuk kita bertiga."
Win berangkat menaiki motor sport anaknya.
"Ma, Mama tau gak?"
"Tau apa?" tanya balik Win
"Mama kalau naik motor gini berasa kayak pacar Kim saja!" ujar Kim
"Itu kan Papa Ma. Papa saja yang terlalu posesif sama Mama. Teman - teman Kim saja mengira Mama itu pacar Kim dulu!"
Enggak salah memang teman - teman Kim yang mengira Mama nya adalah pacar Kim, waktu ada rapat di sekolah dulu. Karena Win memang cantik dan masih sangat muda. Makannya Bright sangat posesif kepada Win.
Kim mulai melajukan motornya menuju kantor ayahnya. Tak lama setelah itu mereka sampai di depan kantor Bright.
Ibu dan anak itu kini menjadi pusat perhatian seluruh karyawan kantor. Belum ada yang tahu wajah anak dari bos mereka. Baru kali ini mereka melihatnya secara langsung.
"Ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya!"
"Gila!! Anak bos ternyata secakep itu!!"
Banyak desas desus para karyawan yang mengagumi kularga Bright.
"Ma, kayaknya kita jadi tontonan deh!" ucap Kim
"Tontonan apa?!"
"Ya sepertinya pegawai Papa ngomongin kita Ma."
"La ngapain?! Masih banyak kerjaan mereka! Sudah lah cepetan, Papa sudah nunggu. Ngomel - ngomel nanti kalau kelamaan." Win bergegas menuju ruangan suaminya.
Sesampainya disana dia disuguhi penampilan suaminya yang super cakep saat bekerja.
"Ma, kenapa berhenti?!" tanya Kim
"Lihat dek sayang, Papa kalau kerja serius gitu ternyata cakep juga ya?!" jawab Win
Kim pun langsung menepuk jidat nya.
"Oh Ya Tuhan ternyata Mama sama Papa sama saja! Sama - sama bucin akut!" balas nya.
"Enak saja kamu!" yang dihadiahi pukulan oleh Mama nya.
"Mas," panggil Win.
Bright yang tadinya serius mengerjakan beberapa berkas, mendongakkan kepalanya begitu mendengar suara orang yang dicintainya.
"Sayang," balas Bright sambil berdiri menghampiri istri dan anak nya.
"Papa sudah lapar?" tanya Kim.
"Sudah dari tadi!"
Win langsung menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya. Mereka makan bersama diruangan Bright. Semua pegawainya masih saja heboh dengan kedatangan anak dan istri dari bos mereka. Meski Win sering ke kantor tapi tidak pernah dengan anak mereka. Jika dilihat sekilas tadi, mereka seperti bukan ibu dan anak melainkan seperti sepasang kekasih. Karena wajah Win yang masih nampak segar dan awet muda.
(Ini wajah Kim ya, perpaduan antara Win sama Bright)
Saat Win merapikan tempat makannya, ada pegawainya yang mengetuk pintu.
"Permisi pak, diluar ada tamu!"
"Tunggu sebentar, setelah 5 menit kamu suruh masuk!" baas Bright.
"Baik pak."
"Aku pulang dulu kalau gitu mas," ucap Win.
"Nanti pulang barengan sama Papa, Ma!"
"Kim bagaimana Pa?!"
"Ya kamu pulang sekarang lah! Katanya ada pertandingan," jawab Bright.
"Kan masih nanti sore Pa,"
"Ya sudah disini saja, nanti kalau sudah waktunya berangkat kamu bisa langsung ke sekolah." ucap Win.
"Gitu dong Ma, masak anak sendiri di usir sih."
"Kamu ini mengganggu saja!" seru Bright.
Beberapa saat kemudian tamu Bright masuk ke ruangan.
"Permisi pak, beliau ingin bertemu dengan bapak."
"Krist?!" ucap Bright dan Win bersamaan.
"Apa kabar semua?" tanya Krist yang berjabat tangan dengan Bright.
"Baik Krist, bagaiaman dengan kamu?"
"Baik juga." saat akan berjabat tangan dengan Win, Bright langsung memarik tangan Win. Digenggamnya tangan Win agar tidak terlepas. Krist yang melihat itu hanya tersenyum.
Dan Kim yang melihat hal itu juga ikut tersenyum. Melihat kelakuan Papa nya yang melarang siapapun berdekatan dengan Mama nya.
"Sejaka kapan kamu kembali kesini?" tanya Bright.
"Baru beberapa minggu ini. Aku kesini juga dengan anak dan istri ku." ucap Krist. Berharap Bright tidak salah paham.