
Pagi ini Krist akan memulai kerja sama dengan Bright. Dengan senang hati Bright mengerjakan setiap pekerjaannya.
"Sayang sepertinya hari ini aku pulang terlambat." ucap Bright.
"Iya, perhatikan makan dan kesehatan juga. Jangan sampai lupa makan, jika lelah istirahatlah." balas Win
"Aduuuhhh,,, sayang ku ini perhatian sekali," sambil mencubit pipi Win.
"Atau, nanti siang aku bawakan makan siang kesana?" balas Win.
"Enggak usah, nanti siang aku tidak di kantor. Aku pergi bersama dengan Krist."
"Baiklah, aku bisa santai sejenak kalau begitu."
"Ya sudah, aku berangkat dulu. Jangan lupa kabari aku kalau pergi kemana - mana!"
"Iya mas," balas Win sambil mencium tangan suaminya.
Cup..cup..cup
"Hati - hati dirumah!"
Bright berangkat mengendarai mobilnya sendiri.
Setelah kepergian Bright, Win mebereskan seluruh pekerjaan rumahnya. Dia juga menyempatkan diri untuk bersantai sejenak sebelum melanjutkan pekerjaannya.
<--->
"Sayang hari ini aku pulang malam, ada hal yang harus aku selesaikan nanti di kantor." ujar Krist.
"Iya Pa, jangan lupa makan. Kabari aku kalau butuh sesuatu."
"Iya."Krist berangkat bersama dengan anaknya. Dia harus mengantar Seli ke sekolah dulu.
----
Bright dan Krist bersama - sama menuju lokasi kantor Krist yang akan di renovasi.
Saat siang tiba mereka makan siang di sebuah reatoran tak jauh dari kantornya.
"Kamu pesan apa?" tanya Bright.
"Sama saja."
"Nasi goreng seafood 2, sama orange jus 2." pinta Bright pada pelayan.
"Baik Pak."
Setelah makan siang selesai mereka lanjut bekerja hingga larut. Seli yang biasanya di jemput Papa nya terpaksa harus naik taxi.
"Kenapa tidak ada taxi yang lewat." gerutu Seli.
Namtan sudah menghungi anaknya beberapa kali. Dia akan menjemput Seli ke sekolah, tapi dia tolak dengan alasan dia tidak ingin merepotkan Mama nya.
Bersamaan dengan itu Kim lewat depan sekolah Seli. Jarak sekolah Kim dekat dengan sekolah Seli dan satu arah. Kim yang merasa pernah melihat Seli akhirnya berhenti.
"Butuh tumpangan?" tanya Kim pada Seli.
Seli menengok "Kakak," ucap Seli.
"Hai, ketemu lagi. Lagi nunggu jemputan ya?"
"Papa gak bisa jemput kak, jadi aku naik taxi saja. Tapi dari tadi gak ada yang lewat." ujarnya sambil cemberut.
"Ya sudah, ayo kakak antar."
"Beneran ka?!"
"Ayo naik."
Seli pun akhirnya naik motor Kim. Dia mengatar Seli hingga ke rumahnya dengan selamat. Dulu Kim pernah menabrak Seli, jadi dia tau dimana rumah Seli.
"Terima kasih kak, sudah mengantar ku."
"Sama - sama, kakak balik dulu ya."
"Gak masuk dulu kak?" Tanya Seli.
"Lain kali saja ya. Kakak lagi buru - buru soalnya."
"Iya deh, makasih ya."
"Eeuumm." Kim melajukan motornya. Dia harus segera sampai rumah. Karena Papa nya pulang larut, jadi dia harus menemani Mama nya.
"Kok malam Kim?" Tanya Mama nya saat Kim tiba di rumah.
"Iya Ma, habis ngantar teman pulang dulu. Kasian gak ada taxi." balasnya sambil berjalan memasuki rumah.
"Papa masih belum pulang?"
"Belum, mungkin sebentar Lagi. Kenapa apa Kamu sudah lapar?" Tanya Win.
"Hehehe,, iya Ma,"
"Ok Mama."
----
Disela - sela makannya Win penasaran teman siapa yang dia antar. Gak biasanya dia mau mengantar kalau sudah di perintah Papa nya untuk pulang.
"Kim,"
"Iya Ma,"
"Teman yang kamu antar tadi laki - laki apa perempuan?" Selidik Mama nya.
"Perempuan Ma, kenapa?"
"Pacar kamu ya?"
"Bukan Ma, Kim gak punya pacar dan gak pacaran. Kim malas kalau di atur ini itu."
"Masak sih,"
"Iya Ma, Kim gak punya pacar." Jawab Kim
"Kim,memangnya di sekolah kamu gak ada cewek yang suka gitu sama kamu?"
"Mama ini kenapa sih, dari tadi yang ditanyain cewek melulu!"
"Ya Mama pengen tau aja Kim."
"Banyak yang suka sama Kim, tapi gak ada yang Kim suka. Mereka merepotkan!"
"Kamu normal kan sayang?!" Tiba - tiba Win bertanya hal yang, yang, yang ya begitulah.
"Ya normal lah Ma!"
Kim dan Mama nya sama - sama tertawa terbahak - bahak.
<---->
Pukul 10.00 Bright baru saja tiba. Win sudah menyambutnya dengan segelas kopi panas dan tak lupa senyum yang membuat siapa saja terpesona.
"Kamu belum tidur?" Tanya Bright saat turun dari mobilnya. Win menyambutnya tepat di depan pintu mobilnya. Dia tidak mau Bright kecewa saat dia pulang tapi Win tertidur. Meski sebenarnya dia sudang mengantuk, tapi demi suami manjanya dia rela menunggu hingga larut.
"Belum mas, aku menunggu kamu pulang dulu."
"Kalau sudah ngantuk, tidur saja dulu."
"gak papa kok," balas nya sambil meraih tas kerja suaminya.
Bright meraih pinggul Win dan menuju ke ruang tamu.
"Minum dulu mas, aku siapkan air hangatnya." Ucap Win sambil berjalan menuju kamar mandi.
Dari kejauhan Bright memperhatikan seriap langkah Win. Dia begitu bwruntung bisa memiliki istri seperti Win. Beruntung dulu dia tidak membuat kesalahan dengan menduakannya. Kalau sampai itu terjadi, mungkin dia sudah tidak bersama Win lagi saat ini. Dan pasti Win akan sangat membencinya.
"Mandi dulu mas, air nya sudah siap!"
Setelah mandi, dia menyusul Win ke atas ranjang besarnya dan ikut terlelap.
<---->
Pagi - pagi Kim harus segera berangkat ke sekolah. Dia harus membantu teman - temannya untuk acara kenaikan kelas. Dia tidak sempat sarapan di rumah, jadi dia mampir ke cafe terdekat dari sekolahnya.
"Pesan roti coklat nya 1, sama Capucino 1." Ucap Kim.
"Baik kak, di tunggu sebentar."
Kim kaget mendengar suaranya. Suara itu mengingatkan Mamanya. Dia perhatikan cewek di depannya yang cekatan menyiapkan pesanannya.
"Eemmm.... Cantik, manis, dan suaranya seperti Mama." Gumamnya sambil tersenyum dalam hati.
"Ini pesanannya Kak."
Setelah Kim membayar pesanannya dia segera pergi ke sekolah.
Sesampainya di sekolah dia membantu teman - temannya.
"Tumben kamu makan di sekolah?" tanya Dev.
"Aku gak sempat makan tadi."
"Mama kamu gak ngomel - ngomel kamu gak sarapan?"
"Sudah pasti! Tapi barusan aku kirim foto ku lagi makan. Jadi berhenti deh chat aku harus makan." Mereka berdua sama - sama tertawa.
"Dasar anak Mama!"
Banyak cewek - cewek di sekolahnya yang menyukai Kim. Bahakan tak sedikit dari mereka yang setiap hari membawakan makanan untuk Kim. Ada yang di taruh di mejanya, ada yang langsung terang - terangan di berikan pada nya, ada juga yang melalui Dev. Tapi tak ada satu pun yang dia makan. Semua dia berikan ke teman - temannya. Dia tidak ingin memberi harapan kepada semua cewek di sekolahnya. Bahkan kakak kelasnya juga banyak yang suka padanya.
Sifat Kim sama persis seperti Papa nya. Dia akan manja pada waktunya seperti Bright. Tapi jika di luar mereka berdua seperti beruang kutub.