"Mas Bri"

"Mas Bri"
Mulai nakal



Win menggigit kecil ****** Bright dan mencoba memainkannya. Tangan Win yang aktif mulai mengocok milik Bright yang sudah berdiri tegak


" eeemmmmhhhhh,,,, terus honey aahhhh" desan Bright yang mulai ke enakan


Win ******* nya dan menghisapnya ,dia juga meninggalkan banyak jejak cinta di leher dan dada Bright. Win mulai mengulum milik Bright dan menyesapnya hingga menimbulakan suara erotis Bri


" aahhhh sssss,,,,aaahhhh,,,aaahhh teruusss Wiiinnnn aaahhhhh aahhh" win mulai mengocok pen*s Bright dengan tempo cepat menggunakan mulutnya


Bright benar - benar dibuat gila oleh Win. Win yang selama ini hanya pasrah sekarang dia lebih liar dari bayangan Bright dan Bri suka itu


" sssss aahhhhhh terus sayang seebbenntar lagiii aku keeluaarrr" seru nya


Win semakin cepat mengocoknya hinga ******* panjang Bri keluar


Aaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,


Ccrrooooooo..******..crroottt Bri mengeluarkan cairan hangatnya dimulut Win dan langsung di telan habis oleh nya


Bright benar - benar kagum dengan keliaran Win. Setelah pencapaian pertama Bright langsung mendorong Win dan menguncinya di ciumnya perut Win naik turun di hisapnya ****** win dan perlahan Bright mulai menggesek - gesekkan miliknya ke milik Win. Nikmat,,tentu saja Win begitu menikmatinya dan benda itu masuk perlahan


Jjjllleeeeeeepppppppp


" aaaahhhhhhhhh" hangat itu yang dirasakan Bright


Win yang merasa milik Bright terlalu besar dia merintih


" maasss sakit, pelan - pelan ya" serunya


" tenang sayang ms akan pelan - pelan" jwabnya


Bright mulali mendorongnya maju mundur perlahan. Win yang mulai rileks ,dia mulai merasakan kenikmatan


" aaaahhh ahhh ahhh ahhhh Briiii lebih dalam lagiii" pinta Win


" yes honey" Bright memasukkan seluruh pen*s sesuai permintaan Win


" uuugggghhhhhh " suara lenguhan Bright


Bright terus memaju mundurkan pusakanya


" aahh ahhh Briii lebiihhh ceepat laaagghhiii aku mau pipiss" serunya


Bright mempercepat gerakannya plok plok plookk plloookk


" Brrriiiiiiiii aaaahhhhhhhhhhhh" suara lenguhan Win mencapai klimaksnya


Bright mempercepat lagi untuk menyusul Win


" eeemmmgggghhhhhhhhhhhhhh crroott croot ccrooot" Bright membiarkan cairannya tumpah didalam rahim Win


Kegiatan itu berlangsung hingga pagi dan Bright menghajar Win berkali - kali sampai Win kelelahan.Bright membiarkan pusakanya tertanam di milik Win agar nanti bisa lanjut lagi ( heheheheh) dan Bright menyelimuti Win yang mulai tertidur. Bright meraih kepala Win untuk di tidurkan di dada bidangnya. Dia sangat senang bisa bertemu dengan Win. Di sisi lain Bright hari ini merasa puas melihat sisi lain dari Win yang lebih agresif ( gak tau aja dia kalau selama ini Win belajar dari video hanya untuk menyenangkan Bright)


Pagi harinya Win terbangun duluan, dia merasa ada yang mengganjal dibagian bawahnya


" apa sih kok kayak ada yang ganjal" jeluh Win sambil melihat arah Bright tidur, dia mencoba mencari - cari benda itu


" astaga mas Bri ini mu gak kamu keluarin, bener - bener deh ni orang" win pelan - pelan melepas pusaka Bright dari anu nya agar sang empunya tak berdiri tegak lagi. Bisa brabe kalau berdiri lagi, bisa - bisa Win pingsan di serang habis - habisan


Setelah melepasnya dia segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi win memesan makanan. Dia membangunkan Bright agar segera mandi


" mas cepet bangun, udah siang nih" sambil mengusap surai Bright


" kenapa sih kamu cakepnya kebangetan mas, bisa diabet kalau aku mandangi kamu terus" celetuknya dan di dengar oleh Bri


" ternyata setampan itu ya aku" narsis Bright


" iihhh kamu udah bangun, cepet mandi ayo kita jalan - jalan mas" sambil malu - malu


" morning kiss dulu dong" sambil memanyunkan bibirnya


Cup


Cup cup cup


" sudah cepetan, sebentar lagi makanannya datang"


" ok " Bright langsung bergegas ke kamar mandi dengan keadaan tanpa busana sama sekali


" mass!!! pakai baju kamu!! " seru win


" gak perlu sayang kan cuma ada kamu aja, toh kamu juga sudah melihat semuanya bahkan merasakannya juga" jawab Bright santai , yang dihadiahi lemparan bantal oleh Win. Setelah drama mandi yang panjang akhirnya mereka berdua bersiap untuk pergi jalan - jalan kepantai.


<-> Dew


Di tempat lain Dew yang akan pergi untuk perjalanan bisnis di wilayah Pattaya karena akan membangun perhotelan juga disana berangkat hari ini.


" semua sudah siap pak" ucap sekretaris Dew


" baiklah, aku serahkan urusan disini padamu. Jika ada sesuatu yang mendesak segera hubungi aku" perintah Dew


" baik pak"


Karena lokasi yang jauh dan harus pergi ke beberapa tempat Dew mengharuskan membawa sopir pribadinya.


" jalan pak" ucap Dew


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam tibalah mereka di sebuah resort milik keluarga Dew.


" sudah kami siapkan kamar bapak, mari " ucap salah satu karyawan resort


Dew memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang lelah, bayang - bayang Win masih teringat jelas di otaknya. Baru kali ini Dew dibuat gila karnanya


" dimana kamu sebenarnya, sudah berhari - hari aku tidak bisa melihat mu" keluhnya hingga tanpa dia sadari Dew mulai terlelap


Ketika sore hari dia mulai terbangun, dan membersihkan diri. Dia ingin berjalan - jalan disekitar pantai sambil menenangkan pikirannya dari bayang - bayang Win.


Bertepatan dengan Dew keluar resort, Win dan Bright baru saja akan kembali ke hotel yang berdekatan dengan resort Dew. Dew yang melihat dari kejauhan langsung bersembunyi dibalik pilar bangunan


" kamu capek? " tanya Bright


" sedikit, tapi seneng kok " jawab Win


" ya sudah ayo kita kembali dan segera makan malam" ucap Bright


" apa mereka tinggal didekat sini?" gumam Dew.Dew diam - diam membuntuti Win, dia ingin memastikan dimana Win menginap


" akhirnya aku menemukan mu anak manis" seru Dew


Dew mengikuti Win hingga kedalam hotel. Win dan Bri naik menggunakan lift Dew yang tertinggal dan gak mungkin juga ikut satu lift akhirnya menyerah disitu saja karena dia juga gak tau naik ke lantai berapa. Dia akan kembali lagi nanti dan mencarinya perlahan.


<->


Hallo ada apa malam - malam menghubungiku? Tanya Brigh dengan orang disebrang sana


" bisakah besok kamu pulang, kita ada masalah dengan cabang di Jepang" ucap Singto


" mana bisa, aku sedang bulan madu dengan istri ku. Kau mengganggu saja!" marah Bri


" kalau aku bisa menyelesaikannya sendiri aku tidak akan menelpon mu" balasnya


" ah ya sudah, aku bilang Win dulu. Aku takut dia kecewa nantinya!" sambil mematikan telpon sepihak


" siapa mas" tanya Win


" Singto, dia minta mas segera pulang karena ada masalah dengan cabang di Jepang" jelas Bright


" ya sudah setelah ini aku paking baju kita, biar besok kita bisa pulang"


" kamu gakpapa kan? Kalau masih mau liburan disini aku akan tunda keberangkatanku kesana" jelas Bri


" gakpapa mas, lagian kita sudah cuti cukup lama"


" tapi mas masih pengen bulan madu sayang" sambil menempelkan dagunya di pundak Win


" kan sudah mas, berkali - kali lo. Masa gak capek? " tanya Win


" kalau soal itu mas gak capek sama sekali" Bri mulai menciumi leher Win


" nah kan mulai lagi" sambil mendorong kepala Bright


" sebentar aja ya, besok aku sudah krja lagi. Boleh ya udah on nihh" lanjut Bright


"gak mau mas, kamu suka bohong katanya 1kali aja nyatanya sampek pagi gak berhenti"


" nanggung sayang, enak soalnya. Boleh ya ya ya" rengek Bright


Bright mulai melancarkan aksinya meremas gunung kembar Win hingga ******* lolos dari bibir sexy Win


" eeeeemmmhhhhhh tangan kamu mulai nakal Brii" win


" nikmati saja sayang, akan aku buat kamu ketagihan" seru Bright


Bright mulai membuka baju Win satu persatu hingga menampilkan seluruh lekuk tubuhnya. Dia menciumi perut Win turun kebawah dan bermain - main disana


" eeeeemmmmhhhh Briii aahh aahhh teeruusss Brii"


Bright sudah tak tahan dengan ekspresi wajah dan ******* Win ,ia mulai menggesek - gesekkan miliknya ke area sensitif Win


" uuuhhhhh Briii teruuusss ahhh,, cepet masukinnn Brriii" desah Win


Bright langsung memasukkan miliknyq perlahan


Bllluuuuuuussssss... Di masukkannya seluruh miliknya hingga terbenam dan taktersisa.


" uùmmmmhhhhhhhhhhhhh,,,terlalu sempit sayang" seru Bright. Dia mulai memaju mundurkan gerakannya perlahan


" aah aahhh aahhhh lebiihh ceepat Brii"


Bright terus memaju mundurkan dengan tempo lebih cepat hingga tubuh Win terhentak - hentak


" aaaakkkhhuuuu maauuuu piipiiss Brrii" ucap Win


" kita sama honey" Bright mendorongnya lebih cepat lagi dan


" aaaaaahhhhhhhhhhhhhhh" lenguh mereka bersamaan


Bright terus menumpahkan cairanya ke rahim Win. Bright langsung ambruk disebelah Win mereka terridur sambil memeluk satu sama lain.