"Mas Bri"

"Mas Bri"
Draft



hari ini aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, setelah beberapa hari aku dirawat dirumah sakit. Kondisiku juga sudah membaik tapi mas Bri yang tidak mengijikan aku masuk kerja,banyak alasan yang dibuatnya


" pokoknya kamu gak boleh kerja dulu honey, uang lebih dari cukup untuk menafkahi mu. Kamu cukup dirumah saja dan melayani ku dengan baik" perintahnya


" tapi mas, aku jenuh kalau dirumah saja. Aku juga pengen kerja" jawabku sambil memanyunkan bibirku


" turuti perintahku Win. Ini ambillah pakai sesukamu ,belanjakan juga untuk kebutuhan rumah dengan ini. Belilah apapun yang kamu inginkan baju perhiasan apa saja, gak usah takut habis isinya. Pinnya tanggal lahir kamu " perintahnya sambil memberikan black cardnya


" iya mas" lebih baik aku turuti saja daripada dia marah


toh aku juga gak akan pakai untuk kebutuhan ku . Akan aku gunakan seperlunya saja untuk kebutuhan rumahnya. Aku takut dibilang cewek matre padahal aku gak pernah sedikitpun punya pikiran buat ambil uangnya dia. Aku bisa memkai uang ku sendiri karena gaji yang dia berikan lebih dari cukup untuk ku dan ibuku. Sungguh beruntung aku memilikimu mas


<->


Saat waktunya makan malam tiba, ku yang memasak. Aku gak mau ngrepotin mas Bri mulu, sejak aku sakit semua pekerjaannya di bawa kerumah P'Singto yang mengurus semua dikantor. Setelah slesai memasak aku keruang kerja nya mengajak makan malam


" mas ayo makan malam dulu" sambil ku ketok pintunya


" masuklah , kamu yang masak? " tanya nya


" ya mas, dari pada beli diluar mending masak sendiri mas,tapi gak tau rasanya kayak apa " jawabku


" jangan - jangan setelah aku makan aku muntah lagi" ledeknya


" masss,,,kok gitu siihhh" jawabku sambil mencubit perutnya


" auuu.. Sakit honey" sambil menepuk pahanya mengisyaratkan aku duduk di pangkuannya


Aku sambil mengalungkan tanganku menghadapnya


" mas jangan marah ya kalau masakan ku gak enak"


" gak akan honey, tapi apa kamu mau menggodaku dengan duduk seperti ini. Kalau aku sudah tidak tahan tidak perlu menunggu sah, langsing aku terjang saja" jawabnya sambil meremas pantatku


Langasung ku geplak kepalanya


" mas sembarangan saja, lagian ini tangan ngapai ini" aku segera berdiri agar tidak ada kelanjutannya kegiatan tangan tadi


" sayang kenapa berdiri, aku senang kamu bisa agresif" tambahnya


langsung saja aku geplok 2kali dan aku tinggalkan dia di ruang kerjanya


Disusulnya ke meja makan


" sepertinya masakkanmu enak" sahutnya


Sambil aku ambilkan nasi dipirinya, layaknya seorang istri melayani suaminya sebaik mungkin.


" dicoba dulu saja mas,takutnya gak sesuai selera mas"


pintaku


" heemmm enak lo masakan kamu sayang. Kalau tau kamu bisa masak gini mending setiap hari aku pulang kerumah buat makan masakkan kamu" pujinya


" honey suapin dong" sambil membuka mulutnya


" mas kok jadi manja sih, biasanya juga makan sendiri" tetep aja aku suapi dia kan bayi gede


<->


Setelah makan malam slesai kami berdua langsung masuk kekamar karena ingin nonton sambil tiduran. Jujur sih aku benar - benar merasa dihargai disini dan dijaga dengan baik sama mas Bri, karena selama kita menjalin hubungan dia gak pernah ngajak aku ke hal- hal yang gak bener. Dia pengannya sah dulu , aku sangat menghargai itu.


Hubungan kami selama ini baik - baik saja,di tempat kerja, di rumah, dimana pun kita berada gak pernah ada masalah. Bahkan orang kantor sudah pada tau hubunganku dengan mas Bri. Mereka menerima dengan baik, kecuali phi Krish dia sedikit terluka karena sudah mulai menaruh harapan padaku. Hingga suatu hari mas Bri bilang kalau minggu depan mau ke London ke orang tuanya. Dia diminta membantu perusahaan ayahnya disana. Karena papanya yang sedang sakit sementara tidak bisa bekerja, jadi mau tidak mau mas Bri lah anak satu - satu yang harus membantu.


" sayang,,ada yang mau aku omongin" sambil menyandarkan kepalanya di pundakku


" apa mas, kok kayaknya serius " tanyaku sambil mengusap surainya


" minggu depan aku mau ke London, karena papa sakit jadi aku disuruh menggantikannya diperusahaan. Hanya sementara sampai ayah sembuh"


" berapa lama mas disana"


" gak bisa memastikan berapa lamanya, sampai papa sembuh. Disini aku serahkan sama Singto. Sebenarnya aku ingin mengajak kamu sekalian sayang, tapi kondisi disini tidak mungkin dikerjakan oleh Singto sendirian dia butuh seseorang untuk membatunya"


" iya mas, aku gapapa kok mas tinggal. Biar aku bantu P'Singto disini. Tapi kamu harus ngabarin aku terus disana, jangan nakal, jangan selingkuh jangan semuanya pokoknya " sebebarnya hati ku begitu berat melepasnya apalagi waktunya gak pasti sampai kapan,tapi demi kebaikannya juga aku iklas


" tapi aku gak mau LDR sayang,, itu berat tau" manjanya


" kan demi kebaikan mas juga, disana juga tidak ada siapa - siapa yang bisa gantiin kamu mas. Kasian papa kamu nanti. Aku gapapa disini sama P'Singto sama yang lain"


" tapi kamu gak boleh dekat dengan laki - laki manapun kecuali Singto,gak boleh kemana - mana selain dengan sopir, nanti aku suruh sopir kantor antar jemput kamu kalau kerja atau mau pergi kemana saja. Dan gak boleh dekat - dekat sama Krish" titahnya


" ya mas, kalau P'Krish kan urusan kerja mas. Aku juga gak ada perasaan apapun sama dia. Aku juga gak akan selingkuhin kamu. Aku jaga hati ini hanya untuk kamu saja mas" jawabku


" makasih ya sayang, kamu orang yang sangat berarti bagiku. Mudah - mudahan papa segera sembuh dan aku bisa cepat kembali"


" iya mas, mudah - mudahan"


" selama aku disana kamu tetap tinggal disini gak usah kemana - mana. Seluruh kebutuhan kamu pakai kartu yang aku beri kemarin gak usah takut saldonya habis. Karena itu gak akan habis sampai 7 turunan" sombongnya


" iya mas aku gak akan kemana - mana sampai kamu pulang. Tapi kalau aku libur aku bolehkan pulang ke ibu, sepi kalau disini gak ada kamu mas" pinta ku


" iya nanti biar diantar sama sopir"


" gak usah mas, aku pulang sendiri saja. Aku gak mau oramg - orang disana ngomongin aku yang gak gak mas. Lebih enak naik angkutan umum seperti biasa"


" terserah kamu saja yang penting kamu nyaman, dan tetep ngabarin aku gak boleh telat" jawabnya


" iya mas aku janji"


" ya sudah ayo tidur " sambil membenahi selimut


" heemm" jawabku dan dapat 1 ciuman dikening. Sebenarnya hatiku tak tenang ,aku takut dia disana tergoda dengan yang lainnya. Meski dia sebenarnya tipe laki - laki setia. Tapi tetap saja terselip sesikit ketakutan dihati ku, apalagi kami dari latar belakang yang berbeda. Aahhh apa yang aku pikirkan mudah - mudahan dia tetap setia dan segera pulang