"Mas Bri"

"Mas Bri"
Bulan madu



Hari ini saatnya Bright dan Win pergi bulan madu di Pattaya. Win meminta Bright untuk berlibur dekat - dekat saja,karena cutinya cukup pendek jadi tak perlu jauh - jauh. Bright pun menuruti kemauan Win. Setiba di hotel Win langsung tidur karena kelehan semalam digempur habis - habisan oleh Bright. Dia seperti kecanduan tak kenal lelah bahkan pagi ketika akan berangkat berlibur dia masih sempat meminta jatah sama Win. Mau marah pun tidak mungkin itu sudah kewajiban nya sebagai seorang istri.


" Win kamu tidur?" tanya Bright


Yang ditanya tak menjawab ,dia sudah pergi ke alam mimpi


" Win ,,sayang kamu beneran tidur? Tanya Bright sambil menggoyangkan tubuh Win


" sepertinya dia kelehan" gumam Bright


Bright pun beranjak dari tempat tidurnya dan menata seluruh barang bawaanya. Setelah selesai dia ikut menyusul Win ke alam mimpi.


Malam harinya Win terbangun duluan dan melihat Bright disampingnya tertidur pulas. Win segera membersihkan diri karena sejak datang belum juga mandi. Selesai dengan kegiatannya dia memesan makanan dan membangunkan Bright


" mas bangun sudah malam" sambil menggoyangkan tubuh Bright


" mas Bri cepet bangun sudah malam ini, cepetab mandi" seru nya dengan nada lembut


" uuungghhhhhh,,,mas tadi sudah mandi sayang" sambil memeluk tubuh Win


" aku udah pesen makanan mas, sebentar lagi datang. Cepetan bangun gih"


" sebentar lagi, aku masih ingin seperti ini" masih memeluk Win


" tumben sih ,ada apa mas?"


" mas pengen aja meluk kamu, gak mau kamu pergi"


" manja" seru Win


Bersamaan dengan datangnya pesanan Win


" mas ini makanannya sudah datang ayo makan dulu" win


" suapin ya" manjanya


" iya iya" jawab Win sambil menyuapi Bright


Setelah selesai dengan kegiatan makannya mereka berdua pergi ke balkon memandangi langit malam yang cerah.


<->


Disisi lain Dew kebingungan karena tadi kekantor Bright tak bertemu dengan Win.


" kemana sih merek berdua" gumamnya


Dew gak mau kalau Singto curiga jika ia bertanya soal Win. Makanya dia berlasan mencari pimpinannya.


bahkan Krist yang setiap hati selalu bersama Win juga tak tahu menahu perginya Win. Setaunya hanya pergi keluar kota untuk pekerjaan. Krist masih menaruh hati kepada Win meski ia tau kalau Win sudah ada yang memiliki, tapi sebelum janur kuning melengkung dia masih bisa mendapatkannya.


Dia menyimpan banyak foto Win yang diam - diam di ambilnya ketika bekerja atau makan bersama.


<-> mom is calling .....


Bright menyalakan loud speaker


" haii son, bagaimana kabar menantu ku" tanya mom Bright


" baik mom,mom sehat sehat disana " Win


" heii,,menantu kesayangan mom apa kamu sudah isi?" tanya nya to the point


" mom kita baru saja bikin gimana langsung jadi" jawab Bright santai dan langsung dipukul Win


" oohohoho,,,benarkah, berarti mom mengganggu kalian dong"


" gak mom, kita habis makan. Mas Bri memang agak - agak dari kemarin" jawab Win


" hahahaha,,ya begitulah dia. Mom pengen segera punya cucu sayang, jadi jangan di tunda ya biar ada yang menemani mom berbelanja disini" jelasnya


" doa kan saja mom, agar segera dapat momongan" terang Win


" habis ini aku bikin lagi mom, biar cepet jadinya"


Bright langaung dapat pukulan dari Win


" mas Briiiiiiiiii,,,,kamu terlalu mesum" teriak Win


Bright cengengesan tak menghiraukan teriakan Win


<->


malam yang cerah menambah suasana sendu sepasang anak manusia yang dimabuk asmara siapa lagi kalau bukan Bright dan Win.


" mas kamu pengen punya anak berapa?" tanya Win


" berapapun aku mau. Kalau seandainya belum diberi kesempatan memiliki anak aku juga gak keberatan asalkan aku terap bersama dengan mu Win" jawab Bright yang tiduran di pangkuan Win


" mudah - mudahan kita segera diberi momongan ya mas" tukas Win


" makannya kita harus seriap hari bikinnya, biar cepet juga jadinya"


" itu maunya mas , bukan mau ku!" jawab Win sengit


" memang kamu gak suka ya?" sambil duduk mensejajarkan nya dengan Win


" biasa aja"


" serius? Padahal suara kamu merdu lo" goda Bright


Win yang malu langsung memukul Bright dengan bantal. Setelah peperangan selesai Win membuatkan Bright teh untuk menemani nya bekerja, karena ada kiriman surel dari Singto.


Sambil mengantarkan teh muncul ide jahil Win untuk menggoda Bright. Win mengganti bajunya dengan baju dinas malam


" salah sendiri saiapa suruh kerja terus, waktunya honey moon malah ngurusin kerjaan" gumam Win


" mas ini tehnya" win berjalan anggun dengan baju sexy nya


Bright yang fokus dengan laptopnya tidak melihat Win. Dia masih belum tau kalau Win menggunakan baju dinasnya. Win berjalan ke samping ranjang untuk menaruh teh nya


" diminum mas teh nya" sambil berbisik ketelinga Bright


Bright sedikit merinding karena Win bicara dengan nada sensualnya. Kemuan di menoleh dan betapa kagetnya Bright melihan Win yang begitu sexy. Pasalnya Win jarang mau menggoda duluan


" ini beneran kamu sayang" tanya Bright tak percaya


" emm,,,mungkin" jawab Win sambil menggigit bibirnya


Muka Bright langsung berubah seperti singa kelaparan,di tutupnya laptop tadi dan langsung menarik Win di atas pangkuannya


" kamu menggodaku ya" seru Bright sambil menciumi tengkuk Win


" eeemmmm,,,eengggakk masss sudaahh tugass kuu melaayanii kamuuu" jawab Win mendesah


" kamu sangat sexy malam ini" Bright terus menghujani Win ciuman dilehernya dan pastinya tangan Bright mulai aktif kesana kemari membuat Win kepanasan


" maaassss tangannmuuu mulai naakkaalll" seru Win


" tapi bisa memuaskan mu " jawab Bright


Mereka berdua saling menautkan bibir hingga menimbulakan suara nyaring di seriap sudut ruangan. Tangan Bright turun kebawah mencari titik kelemahan Win. Sambil dibaringkannya perlahan Bright melepas bajunya dan melempar kesembarang arah. Win yang dibuat nikmat oleh Bright tak henti - hentinya mendesahkan namanya , hal itu membuat Bright tambah bergairah.


Win terus bergerak kesana kemari seperti cacing kepanasan. Ia yang berada dikungkungan Bright hanya bisa menikmati sentuhan Bright.


Bright menyesap punting Win seperti bayi yang kehausan, dia meremasnya dan menyesapnya tiada ampun. ******* ******* Win yang tiada henti membuat Bright tak tahan berlama -lama, dia mulai menurunkan kepalanya dan menyesap bagian sensitif Win. Lidahnya yang lihai bermain disana membuat Win tak tahan


" aahh ahhh aaaahhh lebiih dalamm laggii Brriii" Win mendorong kepala Bright agar bermain lebih dalam lagi


" ahhhhhh,,,aaaaahhh,,,aaaahhhhh aaahhhh Brriiii aku udah gaakk tahann laggiii" seru Win


Bright semakin gencar memainkan lidahnya dan mengobrak abrik mis v Win


aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh....hhhhhh ..hhhh..hhhhhh


Win mencapai ******* dan mengeluarkan carian putih yang langsung dilahab habis oleh Bright


" kamu hebat honey" puji bright


Win tak tinggal diam begitu saja,sejak awal dia ingin bergantian menguasai permainan langsung menarik Bright untuk berada dibawahnya. Win yang tadinya anak cupu sekarang berubah menjadi suhu gara - ulah Bright. Dia juga ingin menyenangkan suaminya. Win diam - diam juga belajar cara menyenangkan pasangannya seperti apa dan itu disaat Bright tidak ada.