You'Re My Special Thing Thank You!

You'Re My Special Thing Thank You!
Sembilan : Apakah semuanya akan membaik?



Ya sejak beberapa hari lalu aku merasa memang sedang bermain main dengan takdir karena terlalu banyak kebetulan yang terjadi "H-hai" aku hanya menanggapi sembari melambaikan tangan ku dihadapan orang tersebut tidak lupa dengan senyum singkat dan sangat tipis. Kemudian dia menarik kursi yang ada disampingku dan bersiap untuk segera duduk "Kesini sama siapa?" Dia bertanya saat sudah benar-benar berhasil untuk duduk "Caca dan Ayana, kamu juga pasti tahu ini ide siapa buat dateng" Dia hanya mengeluarkan kekehan yang menyanggupi perkataanku tersebut "Oh iya, kamu diundang juga?" Dia kembali menatapku dengan wajah yang penasaran "Undang siapa?" Perkataannya sudah menjawab pertanyaanku sebelumnya "Aku dateng kesini itu diundang Nathan, ulang tahun dia" dengan tangan yang menggapai minuman yang ada didepanku dia hanya menganggukan kepala dan tertawa singkat.


Saat berbicara dengan dia seperti ini aku selalu merasa waktu terasa berjalan sangat lambat, atau memang aku yang terlalu menikmati waktu-waktu kebersamaan ini. "Kamu cantik" dengan mendekatkan diri dan berbicara tepat di telingaku dan dapat dengan jelas aku dengar ditengah hingar bingar musik yang masuk ketelinga dengan beriringan, aku menatapnya dan tersenyum tersipu dan dapat dipastikan jika wajahku sudah sangat memerah dan terasa hangat hanya karena mendapat pujian seperti ini, atau memang karena pujian ini berasal darinya. "Loh Sam dateng juga" Belum sempat aku menjawab pujiannya Caca dan Ayana sudah menampakan dirinya dibelakang ku dengan menatap heran pada Samuel "Tamu ga diundang dia Ca" aku memutar badanku menhadap Caca dan menjawab dengan nada bergurau dan Caca hanya tertawa menanggapinya "Tadi gue dateng sama temen-temen gue" Dapat kulihat dari ekor mataku bahwa setelah mengatakan itu dia kemudian meminum minuman yang sedari tadi dia pesan "Juga Arsen" Sambungnya dan membuat Caca membulatkan matanya dan dapat aku tebak jika setelah ini pasti akan ada drama selanjutnya.


"Kalo dateng sama temen kenapa kamu disini?" Setelah tadi Caca dan Ayana pamit untuk menuju kearah 'teman-teman' Samuel tanpa mengucapkan apapun lagi sesaat setelah Samuel menunjukan arah dimana letak mereka. "Gak ah, Bosen liat mereka terus. Mendingan liatin cewe cantik ini aja" Dia mengatakannya dengan menatapku penuh arti tak lupa senyuman yang sangat bercahaya ditengah tengah penerangan yang temaram ini.


"Iya Ca gapapa, gue bisa pulang sendiri kok. Ayana gimana?" Deringan ponselku yang berasal dari Caca menghentikan kegiatan kami sebelumnya, Caca berkata akan pergi bersama Arsen dan meninggalkan aku bersama Samuel "Ayana tadi udah pulang sama Febrian, udahlah besok deh gue ceritain kalo soal Ayana. Lo hati-hati dijalan ya Bel, Engga-engga lo hati-hati sama Sam" Tawa Caca menggema diseberang sana "Apaan dah, yaudah lo juga hati-hati" Selanjutnya aku mengirimkan pesan pada Ayana untuk mengirimkan pesan saat sudah sampai kemudian meletakan benda tersebut ditempat semula. Dapat kulihat dari ekor mataku jika dia sedang meneguk minuman yang sedari tadi dia biarkan begitu saja "Caca kenapa?"Kembali menatapku dan tak lupa tangannya yang sudah kembali menggenggam tanganku "Biasalah, gue di tinggal lagi nih" aku menatapnya dengan senyuman jenaka, Entahlah setiap kali bersama orang ini seolah semuanya mendukung kebersamaan ini aku selalu saja harus terjebak seperti sekarang ini dia hanya tertawa sebagai balasan dari gurauanku.


Aku tidak tahu akan seperti apa kami kedepannya setelah hari ini, apakah akan kembali seperti semula atau akan semakin renggang seperti dulu. Aku hanya tidak berani memikirkannya atau aku yang tidak berani untuk jatuh lagi padanya?. Setiap kali dihadapannya aku selalu gugup dan menyenangkan jika kemarin aku akan menolak setiap kali dia menatapku seperti sekarang ini, namun hari ini aku katakan aku sangat menyukai tatapannya padaku sekarang. Tatapan dimana aku selalu merasa bahwa aku aman bersamanya, bahwa hanya ada aku di dunianya dan tatapan memuja yang hanya akan kudapat darinya serta genggaman tangan yang mampu membuatku merasa nyaman dan aman di tempat yang penuh dengan keramaian ini.