
"Bel maaf ya kita-kita baru dateng soalnya kita baru tau soal ini dari Fabian tadi pagi" Pintu yang tadinya perlahan terbuka sudah menampakan Caca, Aya dan Arsen yang baru datang "Iya gapapa" Aku hanya mengangguk dan tersenyum ke arah mereka "Lo sendiri?" Aku mengangguk dan menatap Caca "Papa sama Mama Sam lagi pulang sebentar" Kulihat Caca hanya mengangguk dan berjalan mendekat kearah orang yang menjadi peran utamanya kini "Bisa sakit juga ternyata ni manusia" Sam hanya tersenyum lemah dan tertawa ringan menanggapi perkataan dari lelaki sekaligus temannya tersebut. Kini Sam tidak lagi menggunakan selang-selang yang sangat mengganggu kecuali selang yang hanya ada di punggung tangannya. Setelah tadi Mama mengatakan bahwa Sam tidak memiliki masalah lain pada organ dalamnya kini kami dapat menghembuskan napas dengan lega.
Terhitung sudah 2 hari aku berada di ruangan ini dan kini orang yang berada disini sudah lebih baik meski masih terdapat banyak luka-luka dan lebam di tubuhnya, perlahan ke khawatiranku mulai pudar. Biasanya aku akan bergantian dengan Mama saat menjaganya jika aku pergi bekerja Mama yang akan berada disini. "Bella kamu malam ini tidur di apartemen aja ya, pegel juga tidur disini biar nanti Mama yang jagain disini" Sudah dua hari ini juga aku bermalam di ruangan ini setelah bersikeras dan meminta Sam agar aku saja yang menjaganya "Gapapa Ma, lagian kata dokter kan besok Sam juga udah boleh pulang. Mama sama Papa pulang aja besok baru kesini lagi" Kini Mama sudah menatapku dalam mataku dan sekarang aku hanya dapat tersenyum meyakinkan pada Mama. Aku tidak akan bisa istirahat dengan tenang di apartemen saat tahu dia sedang berada disini lagipula keadaan Sam kini sudah jauh lebih baik "Sam gapapa Mama pulang?" Lelaki yang kini berada di sampingku kini hanya mengangguk dan tersenyum "Yaudah Mama pulang ya. Kalau ada apa-apa telpon Mama ya!" Dengan jemarinya yang sudah meraih tas nya kini Mama sudah beranjak dari duduknya untuk segera pergi dari ruangan ini, setelah menyalami Mama dan Mama berpamitan kini hanya tersisa aku dan Samuel yang berada di ruangan ini "Harusnya kamu juga pulang aja, aku udah gapapa" dengan menarik jemariku orang yang ada disampingku kini tersenyum saat menatapku "Aku juga gapapa tidur disini" Sam kini sudah menarikku untuk duduk di ujung tempat tidurnya dan memasukan ku kedalam pelukannya "Maaf ya bikin kamu khawatir" Aku hanya mengangguk dan menjauhkan tubuhnya untuk dapat melihat wajahnya lebih jelas "Bel muka aku jadi jelek deh" Dia menikmati sapuan jemariku saat aku merapihkan rambutnya yang berjatuhan disisi wajahnya "Iya nih" Aku hanya dapat tersenyum saat melihat wajahnya yang merengut dengan sangat lucu "Jadi aku jelek nih?" Aku hanya mengangguk dan tertawa didepannya, seolah tidak terima dia meletakkan jemarinya yang bebas ke pinggangku dan menggelitik nya disana dan membuat ruangan ini penuh dengan tawa kami "Oke-oke ga jelek" dengan mengatur napas yang tesengal aku hanya dapat menyerah atas serangannya. Dan kini dapat aku lihat senyuman cerahnya sudah terbit di wajahnya, seakan lupa atas tangisan yang kemarin aku rasakan di ruangan ini kini aku dapat tertawa dengan bebas bersama orang yang menyebabkan tangis ku kemarin, ternyata memang orang hanya orang ini yang dapat membuatku bahagia tanpa beban.
"Sam bener kata Mama mending kamu pulang ke rumah aja dulu biar ada yang ngurusin kamu disana, kalau di apartemen kan ga ada siapa-siapa kalau aku kerja" Kini kami hanya tinggal berdua setelah tadi Mama pamit untuk mengurus kepulangan Sam kerumah hari ini. Namun kini Sam sudah sangat yakin jika dia ingin untuk pulang ke apartemennya saja daripada ikut kerumahnya bersama Mama "Aku udah sehat sayang, ga perlu dijagain kayak kemarin kemarin" Aku hanya dapat menghela napas pelan dengan keputusannya, orang ini memang sangat keras kepala untuk urusan dirinya sendiri "Udah siap semuanya Bel?"Kini Mama sudah muncul dari pintu ruangan yang beberapa detik lalu terbuka "Udah Ma" Tanpa menatap Sam aku hanya berjalan mendahuluinya dengan menenteng tas yang sempat dibawa Mama kemarin yang isinya keperluan Sam "Sam beneran ga mau pulang kerumah aja?" Kini kami bertiga sudah berada di dalam mobil yang dibawa oleh supir keluarga Gumawan dengan aku yang duduk di kursi belakang bersama Sam dan Mama yang sudah duduk lebih dulu di kursi penumpang disamping supir "Gausah Ma" kembali aku hanya dapat menghembuskan napasku pelan mendengar lagi-lagi penolakannya, aku hanya khawatir saat meninggalkannya ketika nanti aku bekerja. Aku tahu jika aku sangat berlebihan dengan memaksanya seperti ini hanya saja aku akan sangat tidak tenang jika nanti terjadi sesuatu namun tidak ada yang membantunya. Sekarang dapat aku rasakan Sam sudah menarik pelan jemariku dan menggengamnya erat seolah mengerti akan kegelisahanku saat ini.
"Aku buatin bubur mau?" saat ini kami berdua hanya duduk di sofa dan menikmati tayangan yang ada di layar kaca, dengan beberapa camilan di tangan ku serta beberapa buah-buahan untuk Sam "Mau" Tanpa menunggu lagi kini aku sudah berjalan kedapur untuk membuatkannya makanan "Sayang kamu mau gak tinggal disini aja?" Aku menghentikan gerakan tangan ku dan menatapnya yang saat ini sedang berdiri tepat disamping ku "Heh, gaboleh tinggal bareng kalau belum nikah" Aku hanya mengelengkan kepala mendengar lelucon darinya. Kami memang sudah lama kenal dan memiliki perasaan namun aku belum beranggapan jika dia akan menetapkan pilihan nya padaku sebagai orang yang akan mendampinginya di masa depan mengingat akulah dulu yang meninggalkannya, aku cukup tahu diri untuk tidak berharap lebih padanya meski dia mengatakan jika dia mengerti atas perbuatanku kemarin tapi mungkin dia akan butuh waktu untuk dapat mempercayai ku lagi.