
Bahkan kini saat aku sudah duduk bersamanya dan menggenggam tangannya tetap saja hatiku merasa tidak tenang, aku merasa seolah kali ini sangat sulit untuk dapat melupakannya begitu saja dan entahlah untuk kali ini aku sulit untuk percaya padanya. Hingga kini aku masih berharap dia akan menjelaskan masalah ini dengan sendirinya, aku tidak nengerti kenapa dia harus menyembunyikan ini dariku atau memang dari awal dia tidak ingin aku tahu. "Ada masalah di kantor?"terlihat yang sejak tadi dia begitu gusar dan terus saja menghela napasnya pelan, lelaki itu kini hanya menggeleng dan kembali menyandarkan tubuhnya di sofa yang sedang kami duduki saat ini, dan kini aku ikut menyandarkan kepalaku di sofa dan memejamkan mataku sebentar "Kamu udah ngantuk?" tanpa membuka mataku kembali aku hanya mengangguk dann terasa di jemariku dia mengeratkan genggamannya dan mengusapnya pelan. "Yaudah tidur ke kamar aja besok juga udah kerja lagi" Kini aku sudah membuka mataku seutuhnya dan menatap kedalam matanya yang kini menatapku dengan teduh "Sam?" dapat aku lihat dia yang tersenyum dan mendeham pelan padaku "Apa aku ada di masa depan kamu?" Entahlah rasanya hanya pertanyaan itu yang dapat aku katakan alih-alih menanyakan kegundahanku beberapa hari ini "Kamu kok nanya gitu?" Aku tidak menjawab apapun dari pertanyaannya dan hanya menunggunya untuk mengatakan sesuatu "Sayang, bagi aku cuma kamu yang ada dimasa depan. Kamu itu masa depan aku" Meskipun sedikit lega dengan perkataannya dan tatapan nya yang meyakinkan ku tetap saja aku benar-benar merasa takut kehilangannya untuk saat ini, dia adalah kebahagiaan ku, dia adalah poros hidup ku dan dia adalah tujuan hidupku jika dia juga harus menghilang lalu bagaimana dengan aku.
Setelah tadi malam dia yang pamit untuk pulang hingga kini sudah menjelang malam dia hilang seolah ditelan bumi, jika biasanya dia akan menelpon ku tanpa henti dan mengimkan puluhan pesan sekarang semua itu seolah tidak pernah terjadi. Aku mengerti jika dia akan sibuk dengan pekerjaan atau hal lain namun aku hanya tidak siap dengan perubahannya yang tiba-tiba seperti ini. Aku mengenalnya, sangat mengenalnya dulu dia akan selalu melakukan ini saat dia merasa bosan pada ku, tapi aku kira dia sudah berubah atau semua itu memang semata harapanku saja. Memang pada dasarnya tidak ada manusia yang akan berubah dalam waktu semalam tapi semua itu mungkin saja terjadi jika soal perasaan. "Heh Bel lo diem aja dari tadi, abis liburan bukannya fresh malah mumet gitu" terasa tepukan ringan dibahuku yang berasal dari Alisa yang kini tengah menatap ku, tanpa bisa mengatakan apapun aku hanya tersenyum dan menggeleng padanya. Kini dentingan ponselku menghentikan obrolanku dengan Alisa dan segera menggapai benda tersebut yang tergeletak di atas meja. Hatiku bergemuruh dan pandanganku memburam melihat apa yang kini ditampilkan di dalam ponselku dimana disana terdapat banyak sekali foto-foto kebersamaan Samuel dengan perempuan yang akhir-akhir ini aku curigai sedang berada di tempat hiburan malam, seolah apa yang aku takutkan kini mulai terjadi dan nyata didepan ku, segera aku menutup ruang chat dari nomor tak dikenal tersebut yang aku kira itu adalah nomor si perempuan yang aku tidak ingin tahu dari mana dia mendapatkan nomor ku.
Hari ini benar-benar aku lalui dengan sangat berat dan hingga malam tiba tidak ada kabar satupun darinya, setelah banyak pesan yang aku kirim tidak ada satupun yang terbaca olehnya, panggilan dari ku juga tidak ada yang dia jawab semua hal ini benar-benar membuatku takut sekaligus gusar, apa mungkin semuanya akan segera berakhir hingga tak bersisa satupun.
Pagi ini seperti biasanya aku akan pergi bekerja yang berbeda hanya aku yang berangkat dari rumah Caca. Tadi malam tepat jam 1 dia membalas pesanku dengan sangat singkat yang mengatakan jika semuanya baik-baik saja, namun bagiku balasan singkat seperti itu tidak menjawab apapun yang menjadi ke khawatiranku saat ini, dia yang tiba-tiba saja menjauh, lalu banyak pesan dari nomor tak dikenal yang menunjukan bahwa dia sedang bersama orang lain. Namun hingga kini aku hanya dapat menyangkal semuanya seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi didepan ku kini.