You'Re My Special Thing Thank You!

You'Re My Special Thing Thank You!
Empat Belas : Bioskop



Pagi ini aku bahkan tidak bisa menghentikan senyuman dibibirku karena ulah orang yang sedari pagi sudah menerorku dengan pesan-pesan singkat yang isinya hanya gombalan receh, namun tidak dapat aku pungkiri jika aku sangat menyukai semua tentangnya. Diminggu siang ini dia mengatakan ingin menjemputku untuk pergi menonton film yang akhir-akhir ini sangat banyak dibicarakan oleh orang-orang. "Akukan udah bilang Sam pasti bakalan rame banget disini tuh, mending nonton yang lain aja deh, atau gak nonton di apartemen aja gitu" Sedari sampai di mall dia sudah menggerutu karena parkiran mall yang sangat padat dan kini dia melakukannya lagi karena antrian loket tiket film yang ingin kami tonton sangat panjang. "Ga bisa gitu dong Bel, kita harus ngikutin jaman" kulihat wajahnya yang tertekuk namun terus memaksakan untuk ikut mengantri "Yaudah kamu jangan ngedumen terus kalo emang mau nonton ini" Aku kembali mendekatkan diri untuk menenangkannya dan dia hanya mengangguk seraya mengapitkan lengannya kebahuku "Sam kamu bisa main biliard ga?" Entah apa yang aku pikirkan karena tiba tiba menanyakan hal tersebut "Bisa!" Dia menatapku heran dengan alis yang tertaut "kamu mau main biliard?" aku hanya mengangguk dan kulihat dia hanya tersenyum "Tapi Sam, aku gabisa maen biliard. Kamu mau ajarin aku?" kulihat senyumnya kembali terbit dan kembali mengangguk "Mau kapan? hari ini?" Aku menggelengkan kepala "Jangan sekarang juga Sam, kapan-kapan aja" . "Kenapa tiba-tiba mau belajar biliard?" kembali dia bersuara setelah beberapa saat pembicaraan kami terjeda karena antrian tiket kami sudah selesai "Gapapa sih, kemarin aku lihat di sosmed orang-orang pada bisa" Kami berjalan bersisian menuju ketempat kursi tunggu yang ada didekat teater yang akan kami masuki nanti "oh gitu, yaudah kalo udah siap belajar bilang aja ke aku ya".


Saat hendak berdiri dari kursi teater yang aku duduki aku mendengar seseorang yang menyapa "Eh Sam sama Bella lagi nonton juga" seseorang diantara 2 orang didepan kami menatap dengan bergantian "Oh lagi pdkt an ini mah" Perempuan itu menatap lelaki yang ada disampingnya "Iya nih sayang" lelaki tersebut hanya mengangguk dan tersenyum "Apaan sih Ca" aku menyanggah apa yang dikatakan perempuan itu "Iyanih apaan sih kalian, orang kita udah deket ngapain pendekatan lagi" Secepat kilat aku menatap kearah orang yang ada disampingku dengan wajah memerah yang tidak sempat aku sembunyikan darinya. Setelah pertemuan yang tidak disengaja kami berempat termasuk Caca dan Arsen memutuskan untuk makan bersama sebelum pulang dan disinilah kami sekarang atas usulan Caca kami duduk di restoran grill ternama dikota ini. "Loh Bella kok ga dimakan itu dagingnya? ini udah mateng kok Bel" Arsen yang sedang memanggang daging menegurku yang sedari tadi hanya memakan macam-macam frozen food yang sudah dimatang didepan kami. "Dia emang ga terlalu suka daging sapi Sen, dia cuma ngerti makan ayam" Belum sempat mengatakan apapun Samuel yang sedari tadi menyodorkan makanan kedepanku mulai bersuara. "Kenapa ga bilang, kan bisa pesen yang lain juga" Jika bukan karena Arsen adalah tunangan Caca mungkin aku akan salah paham karena perhatiannya "Dih Sen lo jangan perhatian gitu dong, gue ngerasa di tikung nih" Kami hanya tertawa menanggapi celetukan dari orang yang duduk disampingku ini.


Dapat kukatakan jika sekarang aku bahagia, sangat bahagia karena ku kembali menemukannya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi besok atau lusa tapi aku pikir untuk saat ini aku hanya perlu menikmati apa yang sudah disediakan takdir untukku, dan aku akan mensyukurinya dengan sebaik mungkin. Aku berjanji.