
Setelah kemarin aku yang dengan bodohnya tidak mengabarinya, kini aku harus berhadapan dengan tempat yang sial nya tidak memiliki jaringan internet sama sekali. Beberapa kali aku menghubungi sahabat dari wanita itu untuk meminta nomor teleponnya namun tidak ada jawaban darinya dan kini aku sudah mendapatkannya dengan cara memaksa Arjune yang sekaligus adalah atasan dari perempuan itu. Betapa bahagianya aku yang kini dapat makan bersamanya dengan obrolan ringan dan sesekali tawa yang menggema telingaku.
Seakan belum puas dengan semuanya kini aku harus kembali terkena sial karena badanku yang tidak dapat bersahabat, aku jatuh sakit dan saat aku sadar aku langsung menelponnya namun entah kenapa dia tidak mengangkat panggilan dariku. Setelah mengirimkan pesan padanya dan mengatakan jika aku sakit dia hanya meminta lokasi tempat tinggalku, yang aku pikir mungkin dia hanya akan memesankan makanan sebagai rasa peduli namun betapa terkejutnya aku saat mengetahui dia sudah berdiri didepanku dengan menjinjing kantong plastik yang dapat aku tebak adalah makanan. Entah amalan apa yang sudah aku perbuat hingga kini aku dapat dirawat oleh orang yang paling aku cintai, aku harap semua ini bukanlah mimpi yang akan hilang saat aku bangun.
Aku sangat menyukai semua tentangnya, bagaimana dia merawatku, bagaimana dia memperhatikan hal kecil tentang ku dan bagaimana sifatnya yang lemah lembut dapat memporak porandakan hatiku. Setelah siang ini kami memutuskn untuk menonton televisi dan tanpa sadar aku tertidur dapat aku rasakan dia yang dengan hati-hati menidukanku di sofa yang tadinya kami duduki berdua. Setelah terbangun dari tidurku aku dapat melihat dia yang sesekali tertawa dengan menatap ponselnya yang sedang menayangkan video-video yang tidak dapat aku lihat dari sini, tanpa dapat menahan lagi aku mengulurkann tanganku untuk mengusap kepalanya yang berada dekat denganku. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bersyukur karena terkena flu, karena sakit inilah aku dapat menikmati momen yang sangat berharga dalam hidupku.
Sejujurnya sejak dulu hingga sekarang aku masih tidak tahu alasan kenapa Bella memilih untuk meninggalkanku saat aku mengajaknya untuk mengajaknya kembali setelah kami sempat bertengkar, dari dulu kami memang sering bertengkar karena hal kecil namun baru kali itu aku melihat dia sampai bereaksi seperti itu. Saat dia pergi tanpa mengatakan apapun, saat dia benar-benar menghilang dan saat dia benar-benar menghapus aku, disaat itulah aku sadar jika tidak ada yang benar-benar aku butuhkan selain dari kehadirannya. Setahun setelah kepergiannya aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ku ke Australia, dengan harapan saat nanti aku bertemu dengannya lagi aku dapat menjadi lebih baik lagi. Saat kini aku bisa menggenggam nya lagi akan aku pastikan aku tidak akan pernah melepaskannya barang selangkah pun.