
Entah harus dengan apa aku menggambarkan perasaanku sekarang aku merasa amat sangat beruntung saat ini, dipertemukan dengan orang-orang baik dan selalu dilindungi serta disayangi oleh mereka. Kini tuhan begitu baik untukku dan semoga akan selalu seperti itu untuk kapan pun. Aku terus mensyukuri dimana setiap paginya aku dapat melihatnya, senyumannya yang cerah dan semua tentangnya yang hangat aku tidak akan melewatkannya sedetik pun. "Morning sunshine!"Kini dia terseyum dan menatapku dengan sangat hangat yang dapat menyengat wajahku yang kini sudah memerah "Moring!"Aku menatapnya dan tersenyum kearahnya "Hm,Sam kayaknya kamu beneran harus minta maaf sama Arjune deh, aku beneran ga enak ketemu dia. Aku tahu dia temen kamu tapi sekarang dia itu atasan aku"Kini dapat aku lihat jika kepalanya hanya mengangguk kepadaku dan jangan lupa senyumnya yang sejak tadi tidak pernah luntur "Iya nanti aku minta maaf"dapat aku rasakan dia yang kini sudah menarikku kedalam pelukannya dengan sangat erat sebelum kemudian menarikku untuk ikut berjalan menuju kearah mobilnya dan mengantarku untuk segera ke kantor.
"Bel gue denger dari pak Arjune katanya lo ya yang ngewakilin finance buat ikut ke proyek yang disemarang?" Kini Beno menatapku saat sudah berada di hadapanku, tadi saat sampai di kantor memang kami melakukan rapat bersama beberapa divisi dan beberapa divisi yang dibutuhkan akan membawa perwakilan untuk memantau langsung proyek yang sedang berjalan dikota semarang, tidak seperti biasanya divisi finance yang akan di wakili oleh Mbak Sasa yang sekarang ini menjabat sebagai ketua divisi seolah ingin membalas dendam Arjune dengan sengaja mengajukan namaku untuk pergi kesana. "Iya nih, Pak Arjune bilang Mbak Sasa lagi cuti untuk tanggal segitu" Dapat kulihat kini Beno hanya mangut-mangut tanda sudah paham "Semangat Bel!"Kini tatapan Beno sudah sangat membuatku berada pada posisi yang memprihatinkan. Arjune diluar dari sifatnya yang ramah dia juga memiliki sifat yang sangat teliti akan segala hal yang berhubungan dengan pekerjaan, dan tidak jarang orang-orang yang bekerja dengannya akan selalu mengeluh karena banyaknya komentar pedas yang akan dia berikan.
Setelah bersitegang dengan atasan ku kini dia sudah menarikku untuk beranjak dari perusahaan dan memilih makan siang di restoran favorit nya dengan alasan memperbaiki mood, memang manusia ini ada-ada saja. Aku hanya menggeleng saat mendengar rutukannya yang tiada hentinya sejak pertama kami meninggalkan kantor hingga kini kami sudah berada di restoran yang dia mau "Arjune itu pasti sengaja buat ngejauhin aku dari kamu, ya ga sih sayang!" Kini dia menatapku dengan gerutuannya yang dari tadi hanya berulang aku hanya tertawa melihat wajahnya yang sudah memerah "Sam aku itu kerja, dan ini bagian dari tanggung jawab kerja. Nanti juga bakalan pulang kok, udah jangan ngomongin Arjune mulu makanan kamu nanti dingin!" dia menundukan wajahnya dan menatap makanan yang ada didepan kami setelah kemudian menatapku dan mengangguk "Aku bakalan sering-sering telpon kamu" kini dapat aku lihat wajah yang kesal sadari tadi tergantikan dengan senyuman yang selalu dia berikan. Siang ini setelah sekian lama bersamanya aku dapat melihat sisi lainnya yang sangat menggemaskan bagaimana bisa aku bosan dengan orang seperti ini. Kini aku merasa bagaimana bisa Tuhan benar-benar tidak adil karena menciptakan manusia sesempurna ini. Makan siang kali ini aku habiskan tidak seperti biasanya dimana aku akan makan lalu kembali bekerja kini aku dapat menikmati makan siang bersamanya dengan senyuman dan tawanya yang selalu menghiasi.