
Mungkin benar yang dikatakan orang-orang terdekatkh jika saat ini aku sudah benar-benar menjadi budak cinta. Aku juga menyadari jika aku sudah benar-benar tergila-gila pada wanita itu, bahkan kini saat mengetahui dia akan pergi untuk beberapa hari saja sudah membuatku kalang kabut "Jo apa gue nyusul aja ya ke Semarang?" Jordan didepanku hanya menggelengkan kepala seolah sudah tidak mau lagi menanggapi ku "Menurut saya nih pak, bapak mending nyelesain pekerjaan bapak disini dulu daripada ikut orang kerja keluar kota" Benar kata Fabian yang selalu mengatakan jika manusia yang ada didepan ku kini ada robot karena sejak aku bekerja dengannya dia ini manusia yang sangat tidak berperasaan bahkan jika aku menyuruhnya untuk loncat dari gedung ini mungkin dia akan melakukan dengan alasan pekerjaan "Pantesan lo ga pernah dapet pacar Jo" Kini dia hanya menghiraukanku dan berjalan melewati ku, benar-benar karyawan yang tidak sopan.
Sudah hampir satu minggu Bella jauh dari ku dan kini aku benar-benar mengutuk Arjune yang sudah menambah waktu kerja dengan sangat tidak manusiawi. "Apa aku bilangin aja ke Arjune buat mulangin kamu?" Dapat aku dengar suara tawa yang sangat merdu diseberang sana "Awas aja sampe berani gitu" kini aku yang tertawa melihatnya yang mendadak berucap dengan serius dan membuat wajah yang sangat aku rindukan kini terlihat sangat menggemaskan "Sayang masa nih ya tadi mba fiska pengen pacar kaya kamu?" kulihat diseberang sana perempuan itu kini tengah membaringkan tubuhnya namun tetap mengarahkan kamera ke wajahnya "Bilang sama dia kalo aku cuma punya Bella" wajah yang sedari tadi aku lihat kini sudah menampakan merah yang sangat menggemaskan "Sayang aku kangen, mau peluk" dengan suaranya yang sangat menggemaskan membuatku benar-benar tidak sabar untuk menunggu kepulangannya "Yaudah aku aja yang kesana ya!" namun dengan cepat dia menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan pendapat ku dan hal itu hanya dapat membuatku menghela napas dengan berat. "Udah malem banget nih, kamu tidur gih" Aku kemudian melirik jam yang ada di tanganku kemudian kembali menatapnya "Iya besok juga kamu mau kerja, Yaudah good night ya sayangnya Sam!" kini senyumnya terlihat dengan sangat cerah dan hangat seperti biasanya "Good night too sayangnya Bella, love you!" Aku mengangguk dan tersenyum kearahnya "Love you more and more" melihat senyum salah tingkah nya serta semburat merah di pipinya benar-benar membuatku berulang kali jatuh cinta padanya.
Pagi ini setelah mengirimi Bella pesan selamat pagi, aku hanya ingat jika aku berangkat bekerja namun setelahnya saat aku membuka mata aku hanya dapat melihat orang-orang disekeliling ku sudah menangis, namun kini aku benar-benar tidak sanggup untuk mengatakan apapun pada mereka selain rasa kantuk yang tidak dapat aku kendalikan hingga kini hanya gelap yang kembali aku rasakan setelah sebelumnya aku dapat mendengar suara perempuan yang aku rindukan telah menyapaku dengan suaranya yang lemah. "Aku udah gapapa sayang, kamu jangan nangis lagi ya!" Setelah tadi selesai melakukan pemeriksaan rontgen keseluruhan Mama mengatakan ingin menemui dokter kini aku beralih menatap Bella saat dia hanya duduk disampingku dan menundukan kepalanya dalam "Aku ga nangis kok, cuma ini air matanga gabisa berenti" Kini dia menatapku dengan air matanya yang masih bercucuran namun mampu membuatku terkekeh dengan alasannya, aku menarik tangan nya untuk segera mendekat dan memasukannya kedalam pelukanku rasanya aku ingin memasukan orang ini kedalam kantongku agar dapat aku bawa kemana-mana, bagaimana mungkin disaat menangis seperti ini dia terlihat begitu menggemaskan "Sini katanya waktu itu pengen peluk" dia menyambut pelukanku dengan tidak kalah eratnya dan meletakan wajahnya di ceruk leherku yang terasa basah karena air matanya "Kamu udah makan?" dapat aku rasakan dia hanya menggeleng didalam pelukan ku, kini aku menjauhkan tubuhnya untuk dapat melihat wajahnya lebih jelas "Kamu makan dulu gih, atau kamu pulang dulu terus tidur ini matanya udah item gini" Aku mengusap matanya yang kini sudah terpejam "Bentar lagi nunggu Mama dateng dulu baru aku makan" Dia menatap mataku dan menggapai tanganku yang sedari tadi ada di wajahnya untuk menggenggamnya erat.
Setelah tadi untuk kepulanganku Mama dan Bella memaksaku untuk pulang kerumah namun aku tolak karena aku sudah benar-benar sembuh akan sangat merepotkan jika aku harus kembali kerumah yang jaraknya dengan kantor lumayan jauh dan sangat melelahkan sedangkan besok pun aku sudah harus kembali bekerja. Meskipun kini Bella masih belum menerima keputusan ku sepenuhnya namun aku masih mencoba untuk meyakinkannya bahwa aku sudah benar-benar pulih dan tidak ada lagi yang harus di khawatir kan berlebihan. Setelah berhasil membujuknya kini dia menawarkan untuk memasakkan ku makanan, dan melihatnya yang mengkhawatirkan ku seperti kemarin dan hari ini lalu kini melihatnya yang sedang menyiapkan makanan untukku membuat hatiku benar-benar hangat dan jantungku berdebar dengan sangat kencang. Aku benar-benar menyukai pemandangan ini apapun caranya aku akan mempertahankan pemandangan ini untuk seumur hidupku, aku berjalan mendekat kearahnya dan menatapnya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya "Sayang kamu mau gak tinggal disini aja?" kini dapat aku lihat dia yang membeku ditempat setelah kemudian berbalik untuk menatapku dalam "Heh, gaboleh tinggal bareng kalau belum nikah" Dia hanya menggeleng dan kemudian melanjutkan kegiatannya sebelumnya "Ayo kita nikah!" Kini dia sudah menatapku dengan sangat dalam seolah sangat terkejut dengan perkataan ku, walau bagaimana pun saat bertemu dengannya aku sudah memantapkan pilihanku padanya jadi apa lagi yang kini aku tunggu semua yang kami hadapi kemarin dan menjadi masalah kemarin sudah kami perbaiki sekarang aku hanya perlu meyakinkannya juga untuk menetapkan pilihannya pada ku.