You'Re My Special Thing Thank You!

You'Re My Special Thing Thank You!
Sebelas : Good Night Bella!



Entah apa yang aku pikirkan hingga aku berharap jika kejadian malam itu dapat membuat semuanya kembali seperti semula, aku tahu bahwa tidak sepantasnya aku mengharapkan hal itu saat dimana aku lah yang membuat semunya jadi seperti sekarang ini. Setelah dia mengantarku pulang malam itu hingga sekarang aku bahkan tidak menemukan dia dimanapun seperti biasanya, apakah kebetulan yang biasanya terjadi pada sudah tidak berlaku lagi? dan untuk kali ini aku mengharapkan kebetulan seperti itu terjadi kembali dalam hidupku. Terhitung sudah dua hari aku tidak mendapatkan kabar apapun darinya apakah itu artinya dia menganggap semua yang terjadi malam itu hanya angin lewat? atau apakah dia sudah melupakannya?.


Pukul 12.30 seperti biasanya ini adalah jam dimana para karyawan di berbagai divisi akan berlalu lalang untuk melepas penat sejenak dan pergi menikmati makan siangnya, disaat aku akan menyuapkan makanan kedalam mulut ku ponsel yang ada di dekatku berbunyi menandakan ada panggilan yang masuk, saat kulihat tidak ada nama disana hal itu semakin membuatku penasaran akan siapa sipemanggil di siang bolong seperti ini. "Halo, Bel" suara lelaki diseberang sana menggema mengisi pendengaranku saat benda pipih tersebut sudah mendekat ke telingaku dan aku sangat tahu siapa pemilik suara ini "Bel maaf aku baru bisa hubungin kamu sekarang, Kemarin aku pergi ketempat proyek yang susah sinyal. Dan kemarin aku minta nomor kamu sama Caca ga dikasih kasih jadi ini aku baru dapet nomor kamu sama Arjune"Ternyata semua dugaan dan tuduhan yang aku berikan untuknya kemarin hanyalah kesalahan yang juga muncul karena ku, aku bahkan tidak ingat untuk menelponnya lebih dahulu saat itu, karena dia hanya menuliskan kontaknya di ponsel ku dan menunggu aku yang lebih dahulu menghubunginya "Duh Sam maaf aku lupa buat missed call ke kamu" terdengar kekehan dari seberang sana "Iya gapapa, aku yang harusnya minta maaf karena ga berusaha lagi buat kabarin kamu" dengan suaranya yang ringan dia kembali memelankan suaranya "Apaan sih Sam, ngapain juga ngabarin aku. Akukan bukan siapa-siapa kamu" sambil meneguk minuman aku mengatakan hal tersebut untuk mengingatkan kembali pada diriku sendiri untuk tidak berharap lebih pada seseorang "Kok ngomongnya gitu sih" dia bergumam pelan namun masih dapat aku dengar dengan jelas serta helaan napas dalam yang membuatku merasa bersalah telah mengatakan hal tersebut "Bel nanti aku jemput boleh?" setelah diam untuk beberapa saat dia mengeluarkan suara kembali dengan pelan "Hah, ngapain ga usah apartemen aku dideket sini Sam kalau kamu lupa" kembali aku dengar helaan napasnya yang terdengar berat namun kemudian dia melanjutkan kata katanya "hemm, gimana kalau kamu temenin aku makan malam?" aku hanya bergumam sebagai jawaban atas tawarannya "Oke see you ya!" Setelah mengucapkan itu aku segera menutup panggilan tersebut.


Pintu lift berdenting menandakan aku sudah sampai dimana tujuanku, dan dapat ku lihat diujung sana didekat pintu keluar seseorang sudah berdiri dengan sesekali menghembuskan asap rokok dari bibirnya. "Aku baru tahu kalo kamu masih merokok" Aku menegurnya saat sudah dapat melihatnya dalam jangkauan yang sangat dekat dan dapat kulihat dia membalikan badannya dan menatapku dengan senyumannya yang khas. "Belum berenti tapi lagi usaha buat berenti" dengan tangan yang melemparkan sisa puntung rokoknya ke arah tempat sampah yang ada disebelah kami. "Makan apa kita malam ini?" dengan gerakan yang menuntunku kearah dimana mobilnya terparkir kami berjalan beriringan, suasana seperti inilah yang selalu aku impikan dapat terjadi di hari-hari ku. "Kalau kamu tanya aku, aku ga akan jauh-jauh dari ayam" dapat aku lihat kekehan dan senyuman tipis yang terbit di bibirnya "aku udah kira kamu bakalan jawab itu, gimana kalau mi ayam? atau mau makan pecel ayam? aku lihat dideket sini ada yang jual pecel ayam" tanpa menunggu waktu kamipun sampai di tempat yang sudah di ucapkannya sebelumnya.


"Makasih loh udah di traktir makan sama dianter pulang" saat ini kami berdua sudah sampai di parkiran apartemenku, sebelum beranjak dari tempat dudukku dia lebih dahulu mengatakan hal yang mungkin tidak dapat aku kabulkan "Aku yang makasih banyak udah mau diajak makan, good night Bella, dan semoga mimpi indah!" aku hanya mengangguk dan melanjutkan kaki ku untuk melangkah menjauh dari nya. Sama sepertinya hari ini adalah harinya terbaik selama 6 tahun ini, Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku pulang kerja dengan perasaan yang begitu indah dan aku harap ini bukan hari terakhir aku dapat merasakan perasaan seperti ini.