
Saat ini kami sudah berada kembali dimana kami akan memulai kembali hari-hari seperti biasanya, tadi setelah Samuel menyarankan aku untuk berbicara dengan Abang aku hanya menghiraukannya karena aku belum siap untuk berbicara lagi dengannya. Kini aku sudah duduk di sofa apartemen Sam dan saat ini sudah menunjukan pukul 12 malam, sebelum pulang aku meminta Sam untuk tidak mengantarkanku ke apartemen karena aku ingin melihanya untuk waktu yang lebih lama lagi. "Kamu laper ga?" Setelah kini dia berganti pakaian dan terlihat lebih santai dia duduk disebelahku dan menepuk puncak kepalaku ringan "Engga" Dia hanya mengangguk dan mulai menyandarkan kepalanya di bantalan sofa "Kamu ngantuk?" kini dia hanya mengangguk dengan sangat lucu "Yaudah tidur kalau ngantuk" Aku menarik pelan lengannya dan dia hanya mengikuti dengan langkah gontainya. Kini aku sudah tidur di sampingnya dengan pelukannya yang sangat erat serta elusan dipunggungku yang sangat nyaman membuat mataku untuk segera ikut kedalam mimpinya. Tanpa sempat berbicara apapun malam ini kami hanya sejenak beristirahat dari semua hal yang terjadi hari ini.
Semenjak sering bertandang di tempat tinggal Sam kini barang-barang ku seolah sudah banyak berpindah ke sini hingga dapat membuat semua orang yang melihatnya akan mengira aku sudah menetap disini, begitupun dengan barang-barang Sam yang sudah sangat menumpuk di Apartemenku. "Sam, Mama kami chat aku buat ngajak kita makan malam di rumahnya" saat ini kami sudah berada didalam mobil SUV yang dikendarai oleh Sam menuju ke arah kantorku, "Yaudah nanti aku jemput ya, mau pulang dulu atau langsung kesana" mendengar jawabannya membuatku semakin panik "Bukan itu Sam, duh gimana ya aku gugup nih!" Kini hanya tawa nya yang terdengar menggelegar mengisi seluruh sudut kendaraan ini dan membuatku dengan cepat menepuk lengannya "Kok malah ketawa sih!" Kini dia menatapku sekilas dan menarik kembali tatapannya menuju jalanan, dengan tangannya yang terulur untuk menepuk kepalaku singkat "Kenapa gugup sih, Mama ga makan orang kok. Lagian kamu kan udah pernah ketemu dia" Aku menghembuskan napas pelan dengan mengatur debaran jantungku, lelaki ini benar-benar tidak mengerti apa yang aku maksud. Siapa yang tidak panik jika untuk pertama kalinya dia akan bertemu dengan orang tua dari orang yang menjalin hubungan dengannya apalagi hubungan yang sempat tidak di restui, walau Tante Miranti sudah mengatakan jika dia tidak keberatan dengan hubungan kami tetap saja hal ini membuatku takut.
"Bisa gak Bel lo bilangin Samuel kalo ada apa-apa tuh jangan ngira gue terus yang nyembunyiin lo" Kini aku sudah berada di ruangan kerja yang bertuliskan CEO di papan namanya, tanpa dapat mengatakan apapun aku hanya menundukkan kepala "Maaf pak, nanti saya bilangin. Sekali lagi saya minta atas sikap Samuel ya pak!" Kini dapat aku lihat orang yang ada didepanku kini hanya mengangguk "Emangnya lo kemana sampai ga ngabarin?"Aku mengangkat wajahku untuk dapat melihat ke arah lawan bicaraku kini "Saya pulang ke Jogja, soalnya Ibu mendadak drop" Kini dia mulai menatapku juga "Sekarang keadaannya gimana?" Aku hanya mengangguk dan tersenyum sopan kearahnya "Udah enakan pak". Setelah berbincang singkat kepada atasan ku itu kini aku sudah berada kembali ditempat ku bekerja seperti biasanya dengan mata yang menatap layar monitor dan jemari yang tak henti mengetikan kata per kata di papan keyboard. Setelah pulang nanti aku harus mengingat jika Samuel harus meminta maaf langsung pada atasanku.
"Mama seneng deh kalo kamu mau kesini" Kini aku dan orang yang ada disampingku sudah berada didalam kediaman Gumawan setelah sebelumnya aku dan Sam lebih dahulu pulang dan berganti pakaian. "Ini Tante kita bawain oleh-oleh"Saat selesai menyalami Tante Miranti dan Suaminya aku mengulurkan tanganku untuk memberikan kotak kue yang sebelumnya aku beli saat di perjalanan "Aduh Bella harusnya ga perlu repot-repot" Aku hanya tersenyum kepada orang yang ada didepanku kini tanpa sempat mengatakan apapun. "Ma kita ga bisa duduk dulu nih" Kini orang yang ada disampingku mulai mengeluarkan suaranya yang sedari tadi hanya menyimak dan diam "Yaudah yuk Bel kita langsung ke meja makan aja, Mama udah siapin banyak makanan buat kamu" Tante Miranti sudah menarik tanganku untuk mengikutinya berjalan menuju ruang makan.
"Iya Ma, dia alergi seafood!" Tanpa sempat mengatakan apapun lagi kini aku hanya menutup mulutku dengan rapat karena tidak ingin merusak suasana disini yang mulai hangat "Duh, Maaf ya sayang Mama gatau" Aku hanya menatap Tante Miranti dengan perasaan yang tidak enak "Gapapa Tan, Lagian Bella juga udah ga terlalu parah lagi kok Sam nya aja yang alay" Dapat aku rasakan tatapan tajam dari orang yang kini duduk tepat disebelahku, sejak dia tahu aku sempat alergi pada makanan yang berasal dari laut tersebut Sam seolah mengharamkan makanan tersebut untuk masuk kedalam tubuhku. Kini terdengar tawa ringan dari Tante Miranti dan suaminya seraya menggelengkan kepalanya pelan "Iya Bel, tapi kalau udah tahu punya alergi gitu mending gausah di coba-coba, takutnya pas kena sialnya tiba-tiba kambuh" Aku hanya mengangguk dan tersenyum kearah Tante Miranti "Tuh Bell dengerin!"Seolah tak ingin kalah kini Sam ikut menimpali perkataan Mamanya.
Setelah selesai dengan kegiatan makan malam saat ini Tante Miranti sudah menarikku untuk duduk di ruangan keluarga yang dapat aku katakan jika rumah ini sangat amat luas, dengan terdiri dari beberapa ruangan yang berwarna dominan putih yang memiliki kesan sangat elegan dan cerah. Ruangan yang kini kami tempati disini terdiri dari sofa yang berjejer dan terasa sangat lembut, lalu ada televisi serta berbagai macam hiasan, lukisan dan foto yang mengelilingi ruangan ini dan membuat ruangan ini terasa sangat nyaman.
"Tante maafin Bella jadi ngerepotin Tante gini" Saat Tante Miranti menaruhkan teh beserta camilan dihadapan kami membuatku merasa tidak enak, namun kini dapat kulihat jika lawan bicaraku kini hanya tersenyum lembut ke arah ku. "Bella kerja dimana sekarang?"Aku menolehkan kepala ku untuk segera menghadap kearah Om Herlangga yang sedari tadi hanya menampakan senyuman kini sudah mulai mengeluarkan suaranya "Bella kerja di Sentono Grup Om" dengan sedikit terbata aku menjawabnya dan menatap kearahnya "Bella Om minta maaf karena sudah beranggapan yang tidak-tidak ke Bella" Dengan lembut kini Om Herlangga menatapku yang membuatku terasa teduh dan mengingatkan ku kepada sosok ayah yang selama ini aku rindukan. Setelah ayah pergi tidak dipungkiri jika hubunganku dengan keluarga ku tidak lagi sama, aku yang menjauh dan mereka yang menbiarkan ku begitu. Namun kini ditengah-tengah mereka membuatku terasa hangat dan nyaman untuk terus berada disini.