You'Re My Special Thing Thank You!

You'Re My Special Thing Thank You!
Sepuluh : Samuel's POV



Sudah aku katakan padanya jika aku pasti akan menemui nya kembali, entah kapan namun suatu saat itu pasti akan kulakukan. Seperti yang aku lakukan saat ini "June gue mau besok yang datang kesini dari divisi finance aja" Kekehan dari seberang sana terdengar mengalun "Lo mau ketemu dari divisi finance atau Bella?" Seolah mengerti apa yang aku inginkan Arjune menyanggupi keinginanku tanpa bertanya apapun lagi.


Dan disinilah dia sekarang, dihadapanku dengan wajah yang sedari tadi menunduk. Dapat aku lihat dia yang tingginya 158cm serta tubuhnya yang kecil itu mengenakan pakaian formal berwarna biru pastel yang sopan dan sangat cocok dengannya tidak lupa rambut nya yang dia ikat sederhana kebelakang serta riasan wajah yang sangat natural, Entah untuk ke berapa kalinya aku akan mengatakan bahwa wanita ini sangat sempurna dengan apa yang dia miliki. Setelah rapat selesai Arjune dengan cepat menyela ingin segera pergi, seolah mengerti dengan apa yang akan aku lakukan dia langsung menyetujui saat aku mengatakan ingin berbicara dengan karyawannya di kantor ku. Dapat melihatnya duduk didepanku saat ini saja sudah membuatku sangat-sangat bahagia apalagi dengan beberapa kali senyum yang terbit di bibirnya. Setelah dirasa pembicaraan kami sampai pada akhir pembahasan aku menawarkan atau lebih tepatnya memaksanya untuk mengantarkan kembali ke tempat kerjanya. "Apa gaakan ada kesempatan lagi buat aku Bel?" aku menahan lengannya yang akan membuka pintu mobil, namun kemudian dia hanya balas menyentuh jemariku dan tersenyum tanpa memberiku jawaban apapun dan tetap melanjutkan langkahnya untuk keluar dan menjauh dari jangkauan mataku.


Setelah menginjakan kaki ke lantai Club tempatku akan berkumpul bersama teman-temanku malam ini. Dapat kulihat diujung sana terdapat siluetnya yang sedang menunduk menatap minuman yang ada didepannya. "Yan gue kesana ya, bilangin sama yang lainnya gue gajadi ikut" Tanpa menunggu jawaban dari Febrian aku melangkahkan kakiku dengan cepat mendekat kearah perempuan yang sangat mencuri perhatianku sedari tadi. Dia yang mengenakan pakaian berwarna hitam legam, serta rambut sepunggungnya yang dibiarkan terurai dengan sedikit gelombang yang sangat cantik.


Kulihat wajahnya yang sangat khawatir saat menerima telepon dari sahabatnya membuatku dapat menebak bahwa sahabatnya itu sudah pergi bersama kekasihnya. Seolah dunia sedang memihakku kembali aku dapat menikmati kebersamaan ini dan dapat ku genggam kembali. Dia hanya tersenyum saat aku menggenggam tangannya membuatku bersorak girang dan berharap agar hari ini tidak akan pernah berakhir, kukatakan demi apapun aku mencintai orang ini dan akan aku lakukan apapun agar aku dapat menggenggam nya kembali dan akan kupastikan bahwa aku pasti akan menggenggamnya kembali.