
Saat Grace dan kawannya beranjak pergi, ada seorang pria tampan yang menghampiri mereka bertiga.
"Hai, Sasya." panggil Pria sambil melambaikan tangan, lalu mendudukan bokongnya di kursi kosong di depan mereka.
"Hallo." jawab Sasya yang kebingungan.
"Apa gw bilang, Sasya lebih populer dari kita. ucap Quira yang berbisik kepada Nita.
"Iya, perasaan nggak dimana-mana orang tau Sasya." jawab Nita yang sambil berbisik, tiba-tiba Sasya menyenggol tangannya. Tanda mereka untuk berhenti berbicara.
"Lo siapa?." tanya Sasya kepada pria dihadapannya.
"Gw Alex, lo lupa sama gw?.
"Lo beneran Alex, teman kita pas SMP !!!." sontak Quira yang terkejut.
"Sumpah, kok lo ganteng banget." Nita yang menyadari transformasi tubuh Alex yang dulu gendut, sekarang berotot, tinggi dan tampan.
"Maaf, sebelumnya gw nguping saat kalian berbicara bersama Grace. Gw punya kenalan coach pembalap mobil buat kalian." ucap tawaran Alex.
Sasya dan dua sahabatnya seketika hening saat mendengarkan lontaran ucapan Alex.
"Nita, tampar gw cepat !!!." ucap Quira yang merasa ini hanyalah mimpi.
plak, plak, plak
"Asu, gw suruh sekali malah triple kill." Quira sambil memegangi pipinya yang merah.
"Jadi gimana?." ucap kembali Alex.
"Mau." mereka kompak menjawab bersamaan dan tersenyum sumringah. Mereka yang tadinya kebingungan bagaimana menyelesaikan permasalahan, tapi sekarang mereka sudah menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut.
"Peluk nggak nih?." ucap Alex yang merentangkan tangannya. Mereka pun akhirnya berpelukan, menghampiri Alex yang berdiri dihadapan meja mereka.
"Tapi, kita jadi ngerepotin lo." ucap Sasya sambil melepas pelukannya dan kembali duduk.
"Gw nggak merasa kalian ngerepotin gw."
"Tapi kita jadi nggak enak." ucap Quira yang mewakili perasaan para sahabatnya.
"Kalau balapan bukan asal tancap gas aja, balapan yang benar tuh harus punya skill." Alex yang mencoba meyakinkan perasaan mereka. "Makasih dulu kalian sudah bantu, saat gw di bully."
"Itu udah seharusan kita buat bantu sesama." ucap Sasya sambil tersenyum lebar.
flashback on
Siang ini Sasya dan dua sahabatnya keluar dari kelasnya, karena semua mata pelajaran telah usai dan hendak pulang ke rumah masing-masing. Mereka masih menginjak kelas VIII SMP jauh sebelum Grace dan kawannya datang kesekolah Sasya.
Baru saja mereka keluar kelas, walaupun telat karena diharuskan piket kelas terlebih dahulu.
"Sya, liat deh !!!." Nita yang menunjuk kearah lapangan yang ramai dikerumuni oleh siswa yang ada dibalkon sekolah pun sama, mereka melihat kearah lapangan.
"Intan, itu ada apa?." tanya Sasya kepada teman sekelasnya yang baru saja keluar dari kerumunan itu yang berjalan kearah mereka bertiga.
"Oh, itu anak baru di bully sama Andre." jawab Intan.
"Tolong yuk, Sya !!!." ucap Quira.
"Bentar, panggil Raka dulu." Nita yang menahan pergerakan mereka.
"Raka nggak masuk, sakit tau dia." Sasya yang menjelaskan.
"Cieeee, tau aja." ledek Nita.
"Apaan sih? nggak jelas." bantah Sasya.
"Makannya kalau dateng kesekolah tuh, masuk kelas belajar, jangan bolos." Quira yang menyadari kalau temannya bolos tiga mata pelajaran.
"Itu'kan, gara-gara disuruh guru bagian kesiswaan."
kesal Nita, karena ia tadi membantu guru bagian kesiswaan untuk menemani kerumah Jason yang sudah seminggu bolos sekolah.
Sasya yang tiba-tiba menggenggam pergelangan dua sahabatnya berlari untuk membelah kerumunan.
"Stop !!!." ucap Sasya yang memberhentikan Andre dan teman se-genk yang ikut membully. "Gw nggak suka gaya lo." Sasya yang memberi tatapan tajam kepada Andre dan segera membantu anak baru itu yang bernama Alex.
Quira menarik tangan Andre menjauh dari kerumunan menuju taman yang berada disekolah "Andre lo ada masalah apa sama anak baru itu?." Mereja pun duduk dibangku taman. Andre yang emosinya sudah meluap-luap dan Quira berusaha menenangkannya.
"Bubar semua, yang di balkon bubar juga !!!." perintah Nita dengan teriakan lembutnya dan tangannya menunjuk kearah balkon sambil berjalan mengelilingi lapangan untuk membubarkan kerumunan di balkon sekolah. Lalu kerumunan pun berlalu meninggalkan Nita, Sasya dan Alex di tengah lapangan sekolah.
"Lo nggak apa-apa'kan?."ucap Sasya sambil berjongkok, karena posisi Alex saat itu terduduk di lapangan.
Sasya dan Nita sekuat tenaga membantu Alex dan memapahnya untuk duduk di kursi dekat lapangan.
Mereka bertiga pun duduk. "Hm, makasih ya." ucap Alex.
"Sama-sama." jawab Nita diiringi senyuman.
"By the way, lu kenapa bisa kayak gini?. tanya Sasya.
"Iya, kenapa? cerita aja, jangan sungkan." sambung Nita yang melihat raut wajah Alex cemas.
Alex menceritakan secara detail kepada Sasya dan Nita. Bahwa sebenarnya ia tidak sengaja menabrak andre saat sedang keluar dari kelas dan membuat Andre terjatuh akibat dorongannya.
flashback off
Alex menyodorkan kartu namanya "Gw pamit ya." bangun dari duduknya.
"Buru-buru banget." heran Quira.
"Sorry guys, gw ada kepentingan mendadak."
"Next time if you have free time, let's hangout together." ucap Sasya.
Senyum manis yang terukir diwajah tampan Alex "Excellent, don't forget later to call me."
"Oke, jangan lupa save back we phone number." Nita dengan tatapan tajamnya.
Nita bertepuk tangan kecil "Bravo, sekarang jadi kang gombal nih." ledek Nita.
Alex yang menghiraukan ucapan Nita. "Bye, see you again." Alex yang memeluk satu persatu dari mereka, tanda sebagai perpisahan. Terakhir pelukan ada di Nita. Alex berbisik di telinga Nita. "Nggak kok, Baby." menjawab ucapan Nita yang tadi di hiraukannya dan jarinya mulai memasuki sela-sela rambut panjang Nita yang terurai dan mengusap perlahan tekuk leher Nita.
Nita pun terdiam sambil menelan ludah kasarnya, Alex yang tiba-tiba mengusap tekuk lehernya. Merasakan ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya.
Oh ****, perut gw. batin Nita
Alex melepas pelukannya dengan Nita dan pergi meninggalkan mereka. Nita yang masih terdiam dengan tatapan kosong dan perlahan duduk kembali.
"Guys, pulang yuk." Ucap Sasya.
Quira yang menggaguk dan tiba-tiba ia memandang Nita yang terdiam sejak tadi. "Hey, lo ngapa sih?" dan menepuk punggung Nita.
Nita yang tersadar "Hah, kenapa?."
"Ayo, pulang." ucap Sasya dengan lembut dan mengusap punggungnya.
"Kita pulang kemana nih?." tanya Quira.
"Kerumah masing-masing." jawab Sasya dan Nita kompak. Lalu meraka pun meninggalkan cafe tersebut.
...⚘⚘⚘...
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Setelah seminggu mereka training balap mobil dan drifting.
Mereka sekarang sudah berada di paddock area, siap dengan wearpack, sarung tangan, sepatu dan helm yang belum mereka pakai. Selain Alex disini ada beberapa teman Alex yang sudah berpengalaman tentang balap mobil dan ternyata Alex sendiri adalah pembalap mobil namun ia belum menjadi pembalap internasional. Alex pun membantu menyediakan mobil balap monsternya untuk mereka.
"Gimana udah siap?." tanya Alex kepada mereka yang sedang duduk menunggu dipanggil petugas.
"Insyaallah." ucap Sasya sedangkan Nita dan Quira hening tidak menjawab, ntah apa yang mereka pikirkan.
"Sebelumnya kalian udah QTT (Qualifying Time Trial)?." tanya Alex.
"Belum." jawab mereka kompak.
Dan Alex pun memberitahu mereka agar segera melakukan QTT, karena masih ada waktu 30 menit sebelum mereka start dan tak lupa Alex menanyakan beberapa hal kepada mereka.
"Apa yang kalian tanyain atau belum tau tentang peraturan balapan?."
"Hmm, kayaknya nggak ada pertanyaan." ucap Nita.
"Mari guys kita QTT !!". ajak Quira.
Sasya yang melihat Grace dan kawannya sudah melakukan QTT dan kembali ke paddock area. Tiba-tiba Quira sudah melajukan mobilnya bersiap untuk mengitari sirkuit. Tiba-tiba saat Quira sudah sampai pit out lantas ia memundurkan mobilnya sampai ke paddock area.
Nita hendak memasuki mobilnya, melihat Quira yang kembali ke paddock area. "Kenapa Ra?."
"Sasya mana?." jawab Quira dengan raut wajah panik.
"Lagi kekamar mandi dia." Nita yang masih terheran dengan Quira yang bertingkah laku seperti itu. "Ada apa sih Ra?."
Quira yang melihat Sasya sudah kembali dan sedang kembali memakai wearpack, sepatu dan sarung tangannya. "Sasyaaaa." panggil Quira dan berlari kearah Sasya, lalu disusul dengan Nita.
"Why?." jawab Sasya sambil memakai sarung tangannya.
"Sya, kayaknya ada yang aneh sama mobil gw."
"Apa yang aneh?."
"Kecepatan mobil gw jadi melambat gitu."
"Masa sih." sambung Nita.
"Gw masalah ini sama Alex ya, semoga cukup waktunya sebelum kita dipanggil petugas buat ke start." ucap Sasya.
Setelah Sasya berbincang bersama Alex dan mengeluhkan masalahnya, ternyata benar mobil balap yang digunain Sasya, Nita, dan Quira sudah di sabotase dengan menurunkan daya pacu kecepatan agar mobil melambat.
"Don't worry girl's." Alex yang mencoba menenangkan mereka. "Montir kita udah pro, jadi masalah kayak gini cuman hal sepele."
"Tapi feeling gw Grace suruh orang buat sabotase ini semua." ucap Sasya.
"Seperti biasa mereka mainnya secara halus." Quira pun menyilangkan tangganya.
"Tinggal menghitung beberapa jam untuk surprise-nya." smrik Nita sambil membisikkan di telinga Sasya.
Sebelum beberapa menit terakhir dipanggil petugas untuk ke garis start, mereka menyusun strategi dan merundingkannya. "Saat di straight tempat itu paling favorit untuk melakukan overtaking, gw yakin kalian bisa." ucap Alex.
Saatnya mereka meninggalkan paddock area dan melajukan mobil balapnya ke garis start. Melihat ke tribun yang penuh akan penonton yang antusias membawa spanduk yang mendukung dipihak Grace dan Sasya.
"Gw rasa nggak bakal ada wartawan yang datang, lagi pula ini balapan private." gumam Quira didalam mobil yang pandangannya mengarah ke tribun.
Saat Sasya sedang menoleh kesamping tidak sengaja ia berkontak mata dengan Grace. Walaupun mereka sedang memakai helm tapi tetap saja pandangan Grace seakan-akan meremehkan Sasya, tidak lupa ia pun memberi jempol terbaliknya.
Sasya langsung menghiraukan Grace. "Sabar, semua ada waktunya untuk balas dendam." gumamnya.
Aba-aba dimulai, marshall pengibar bendera pun berdiri pit line bersiap untuk mengibaskan benderanya setelah lampu start merah padam. Para pembalap pun bersiap menggeberkan knalpot mobil balapnya, setelah lampu start merah padam dan marshall pun mengibaskan benderanya, waktu mereka berusaha mendapatkan kemenangan. Penonton pun berteriak memberi semangat untuk mereka.
Penonton yang melihat di lap board dengan posisi teratas oleh Sasya dan tiba-tiba Grace menyusul dari posisi tiga menjadi posisi teratas, balapan yang menegangkan persaingan sengit antara mereka yang berusaha memenangkan perlombaan ini.
¤
¤
¤
¤
¤
¤
🖍Jangan lupa Like and Vote 🖍
📖 Selamat Membaca 📖