The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps.07 Cobaan



kehidupanku diSMA prima jaya berjalan dengan lancar dan tenang. Tapi masih ada pertarungan sengit antara aku dengan si kating rese. Kami memperebutkan nilai terbaik,hanya saja Kenapa selalu Selisih 1 point aja sihhh. jam istirahat pertama aku dipanggil ke ruang guru,aku juga nggak tahu apa.Ketika aku berada didepan kantor.


"Permisi..Bu guru memanggil saya" kataku kepada Bu Endah guru IPA.


"Oh Lisa... iya silahkan duduk dulu maaf tapi kita harus tunggu tamu berikutnya dulu " kata Bu Endah dengan senyuman.Aku Hanya mengangguk.Lalu aku mendengar suara yang sangat Familiar .


"Permisi Bu...Apakah ibu memanggil saya" ucapnya demikian.


"HAAAA...??". Refleks aku berteriak.Si kating rese juga kaget melihatku begitu.


'Ohhh Tuhan cobaan apa lagi ini'. Batinku sambil menghela nafas.


Leo duduk di sebelahku Bu Endah mulai bicara.


"Jadi saya panggil kalian berdua ke sini karena Kalian berdua ditunjuk sekolah untuk mengikuti Olimpiade Sains Tingkat Nasional.". kata Bu Endah sambil menatap kami.Aku langsung protes.


"Bu.. kenapa enggak salah satu dari saya atau leo saja?? kenapa harus kita berdua yang mewakili...kenapa enggak Liana si ketua kelas aja Bu kan dia kan juga pintar" protesku.


" Aku tahu kamu pasti nggak akan setuju dengan ini tapi sekolah meminta tolong kepada kalian untuk mewakili sekolah kita. Dari dulu sekolah kita tidak ada yang bisa mewakili,jadi ini kesempatan sekolah kita untuk membuktikan sekolah kita lah juga yang terbaik." jawab Bu Endah dengan tenang.Aku tahu sihh dulu di SMA Prima jaya tidak ada perwakilan lomba olimpiade.Tapi kenapa aku harus sama si kating rese sihh..


" Iya saya mengerti saya bersedia menjadi perwakilan diperlombaan tersebut tapi..Kenapa saya harus dengan Leo Bu kan ada Liana juga.kalau masalah kepandaian Liana juga termasuk pintar Bu..." tanyaku kepada Bu Endah tanpa Ragu ragu.


" Itu karena persyaratan mengikuti perlombaan olimpiade Tahun ini karena Tahun kali ini akan berbeda dengan tahun yang lalu.Maka pihak panitia mengubah sedikit dengan persyaratannya/ peraturan perlombaan yaitu setiap perwakilan tiap sekolah akan ada 2 orang untuk mewakili tiap sekolah. jadi 2 Orang perwakilan tiap sekolah itu harus laki laki dan Perempuan.Namun jika Perempuan Dengan perempuan atau sebaliknya maka akan Didiskualifikasi dari perlombaan.Persyaratan itu sudah disetujui oleh panitia panitia yang lain. Jadi kami harap kalian membawa kemenangan untuk sekolah ini. ". jelas Bu Endang


'Ehhh.....Ehhhhhhhhhhhhhhhhhhh...kenapa lagi lagi sama kating rese ini sihh kayak nggak ada lainya aja' Keterkejutan ku yang ku batin didalam diri sendiri.😵😵😵


"Saya memperhatikan Nilai kalian dan Dari seluruh siswa di sekolahan ini Hanya kalian berdua lah yang mendapat nilai yang sangat sempurna jadi saya harap kalian berkerja sama untuk ini.Perlombaanya akan diadakan 3 Minggu lagi jadi belajarlah semaksimal mungkin.Saya kira cukup untuk informasinya, kalian boleh kembali ke kelas sekarang juga." Ucap Bu Endah tegas namun tetap tenang.


ketika Keluar dari ruang guru Emosiku mulai meluap.Leo hanya melirikku lalu langsung pergi meninggalkan ku.


"Apa apaan sih dia gak jelas banget ditambah lagi kenapa aku harus ikut olimpiade sama si kating rese sihh. masa Aku harus berkerja sama dengan sainganku benar benar IMPOSSIBLE" Gumamku sambil menggerutu.Aku berjalan di belakang Leo aku hanya menundukan kepalaku kebawah memikirkan perlombaan...tapi semakin aku memikirkannya justru semaki membuat ku Pusing tujuh keliling. Lagian kenapa ada hal banyak masalah yang menimpa diriku iniiii" gerutu ku lagi dengan Pelan.


Aku hanya menghela nafas saja tapi ketika salah satu seorang murid Berlari dengan cepat diarah yang berlawanan denganku, aku tidak terlalu memperhatikan orang yang berlari tersebut hingga dia menubruk ku dengan sangat keras.


"ehhh.." kata ku.aku kehilangan keseimbangan dan aku sudah memprediksi aku akan terjatuh jika aku terjatuh bagian belakang kepalaku akan membentur lantai dengan keras hingga bisa membuat gegar otak apakah hidupku cukup sampai disini. Kejadian itu berjalan dengan sangat lambat seperti waktu terhenti.aku hanya menutup mata dan pasrah.


GREEBB....


kenapa aku tidak merasakan sakit.ku buka mata ku dan kudapati Leo menopang Tubuhku dengan tangannya.Bukankah Leo tadi sudah meninggalkan ku duluan dan terlebih lagi jaraknya terlalu dekat Tinggal beberapa cm saja aku pasti bisa memeluk Leo. 'ehhhhh aku ini mikir apaan sihhhh' batinku. Aku melepaskan diri darinya dengan kaku.


"Ma...Ma..Makasih" ucapku dengan kaku.aku mulai salah tingkah yang nggak jelas segera ku tinggalkan Leo.


'Duhh Adegan apa lagi tadi membuatku deg degan aja....ehhh..aku mikir Apaan sih!!!!!' Batinku.Ketika aku masuk kedalam kelas teman-temanku mulai mengintrogasiku.


"sa..Lisa tadi kamu dipanggil buat ngapain ee?" tanya Liya.


"Terus kenapa?? kamu.. sama Leo dipanggil bareng sama Bu Endah??" Tanya Elena.


"Terus tadi kamu diapain sama Bu Endah?" kini tanya Liya


"Terus sa kalian ngapain bisa masuk kelas bareng??" kini tanya Elena lagi.


"Duuhhhh...kalian kalau mau nanya yaa...nanya satu satu gimana aku mau jawab kalau kalian terus menghujaniku dengan pertanyaan kalian..." Omelku kepada mereka berdua mereka berdua langsung Diam.


"Fyuhh..jadi gini Tadi aku sama Kat- ehh maksudku Leo Dipanggil Bu Endah buat ngikutin Lomba Olimpiade Sains Tingkat Nasional. persyaratan nya itu yang mewakili lomba tiap antar sekolah itu harus Cewek Cowok kalau perwakilan tiap sekolah itu cewek cewek atau sebaliknya maka akan didiskualifikasi dari perlombaan dan murid yang mendapat Nilai tertinggi dari se-sekolahannya.jadi intinya Pihak sekolah menunjuk kami untuk mewakili sekolah kita dan jadwal perlombaan nya mulai 3 Minggu lagi dari sekarang.jadi kalian udah paham kan?". Jelasku panjang lebar kepada kedua temanku. kedua temanku hanya mengangguk tapi Elena dan Liya mulai bertanya lagi.


"Terus Sa Kalau itu kenapa muka kamu merah merona gitu..??" Tanya mereka kompak.Astaga kapan muka ku jadi gini..ah pasti pas..


"HUAAAAA.....AKU MIKIRIN APAAN SIHH NGGAK JELAS BANGET" Teriakku tidak ingin melupakan kejadian yang barusan terjadi.aku hanya membenamkan wajahku.


" Eh Len si Lisa kenapa tuh?" Bisik Liya kepada Elena.


"Nggak tahu tuhh palingan Liat setan apa kesambet setan kalikkk.." jawab Elena dengan tampang menyebalkan.