
Kami mulai membahas tentang beberapa perlombaan yang akan kami ikuti dibeberapa daerah dan kota. kami mulai bercakap cakap bersama dengan Bu Lupy. Setiap perlombaan nanti kami akan dibimbing oleh Guru guru lain. Tidak terasa kami membahas perlombaan tanpa sadari dari tadi bel masuk berbunyi dan sekarang 15 menit lagi bel istirahat berbunyi. Kalau di ingat ingat jam ini adalah jam pelajaran seni Budaya Bu Verdi,kami baru menyadari kalau kami tidak mengikuti kelasnya. Lalu kami mulai pamit undur diri kepada Bu Lupy.
" Baik Bu. Kalau begitu kami pamit undur diri dulu " Ujarku.
" Iya " jawab Bu Lupy.
Kami mulai membuka pintu kantor dan keluar dari ruangan dan tak lupa menutup kembali pintunya.
Ku hidupkan HPku dan ku lihat 15 menit lagi bel istirahat berbunyi. Hingga aku memutuskan untuk ke perpustakaan untuk meminjam beberapa buku untuk persiapan lomba lomba yang akan ku ikuti Minggu depan.
' Dari pada balik ke kelas mending aku ke perpustakaan aja dehh...tohh nanggung waktunya 15 menit lagi kan bel istirahat bunyi...' Batinku.
Aku mulai meninggalkan si kating rese seorang diri dan melangkahkan kaki ku untuk berjalan menuju ke perpustakaan. Baru saja beberapa langkah saja aku hampir terjatuh tapi untung saja aku segera menyeimbangkan tubuhku agar tidak terjatuh. Kating rese yang melihatku berjalan
Yang seperti Zombie itu malah memanggil ku.
" Oii Tiang listrik?!" Panggilnya.
" Apaan?" Jawabku.
" Kamu kenapa jalan sempoyongan gitu, jalan aja kaya Zombie...kamu bisa jalan apa enggak?!!" Ujarnya.
" Nggak usah Kepo!! " Jawabku dengan ketus
" Dan juga jangan memanggilku tiang Listrik, aku punya Nama L-i-s-a. Jenesia Lisa tahu nggak?!" Ujarku.
" Kamu duluan yang yang memanggil ku kating rese!!" Ujarnya.
" Karena kamu memang beneran Rese!!" Jawabku dengan asal.
Aku mulai berjalan dengan pelan seperti nenek nenek. Ku langkahkan kakiku untuk ke perpustakaan.
' Duhh sakit banget kakiku dua duanya lagi...apa lagi yang paling parah kaki kiriku sakit banget...' Batinku.
****
Sesampainya diperpustakaan aku mulai menanyakan letak buku pelajaran kelas XI kepada pustakawan yaitu pak Bayu. Beliau juga akrab denganku karena aku sudah menjadi langganan datang dan sering meminjam buku diperpustakaan.
" Selamat siang pak bayu" sapaku kepada pak Bayu.
" Ohh Lisa selamat Siang. Mampir lagi nihh udah jadi langganan aja " Jawab Pak Bayu dengan ramah.
" Iya pak hehehehe soalnya buat belajar dan buat mempersiapkan untuk di perlombaann. Oh iya pak Buku materi pelajaran kelas XI dimana yaa pak?" Tanyaku.
" Ohh di rak nomer 10 dibagian pojok sebelah kiri. Kamu tinggal jalan ke arah kiri saja nanti kamu akan menemukan rak berisi buku pelajaran disana. " Jawab pak Bayu.
"Ohh oke makasih pak.." ujarku yang langsung ngeblas mencari rak buku nomer 10 yang berisi buku pelajaran kelas XI.
Aku berjalan sambil celingak celinguk mencari rak buku yang ku maksud. Dan setelah aku menemukannya aku mulai memilih milih buku.
" Hmmm banyak juga yaa, cari buku materi aja dehh..." Gumamku.
Ku telusuri jejeran buku pelajaran yang tertata rapi. Ku ambil beberapa buku lalu membukanya melihat lihat.
" Mm sepertinya ini materinya cukup lengkap pinjem ini ahh, tapi masih ada banyak buku mapel lain lagi..." Gumamku.
Aku terus terusan diperpustakaan mencari buku buku materi terpadu yang ku maksud, sesekali aku membacanya. Aku mulai mondar mandir dan bolak balik disekitar rak buku, dan tanpa ku sadari bel Istirahat berbunyi.
" Seperti nya bukunya udah cukup..." Ujarku.
" Tapi pinjem buku novel sekalian ahh...mumpung disini " Tambahku.
Aku mulai berjalan ke rak rak berisi buku novel novel. Ku telusuri rak rak buku dan mencari buku Novel yang menarik, sesekali aku juga membaca sinopsis nya. Lalu aku teringat sesuatu.
" Dulu disini kan waktu aku dan si kating rese
Bertemu sebelumnya terus......Akhhhhh kenapa aku jadi mikirin itu sihh...muka ku rasa nya panas banget apa aku demam yaa.." Gumamku.
" Oke yang ini aja..." Ujarku.
Aku mulai mengangkat tumpukan buku ke mejanya pak Bayu untuk mengisi daftar pinjam buku.
" Fyuhhh pak aku pinjem ini semua sama sekalian 2 Novel ini juga pak.." ujarku.
" Tumben sa pinjem bukunya banyak banget buat apa?" Tanya Pak Bayu.
" Ohh itu pak Lisa jadi perwakilan dibeberapa perlombaan dibulan Maret dan April, katanya dibulan itu akan diadakan bermacam macam perlombaan. Dan Lisa ditunjuk jadi perwakilan nya pak. Lalu Makanya aku pinjem buku buat belajar dan untuk mempersiapkan diri. " Jawabku.
" Wahhh selamat berjuang yaa Sa..." Ujar Pak Bayu.
" Hahahaha kaya mau perang aja pak. Tapi doain yaa pak semoga menang " Ujarku.
" Iya bapak doain. Ohh iya ini sudah didaftar Semua. " Jawab pak Bayu.
Aku mulai keluar dari perpustakaan dan kembali kedalam kelas sambil membawa beberapa tumbukan buku yang baru saja ku pinjam.
" Ukhh berat juga yaa...lalu kaki ku rasanya mau patah rasanya cenat cenut buat jalan aja susah..." Gumamku.
*****
Sesampainya didalam kelas aku mulai meletakkan beberapa tumpuk buku yang tadi ku pinjam diatas mejaku. Lalu tiba-tiba Elena dan Liya menghampiriku.
" Ehh buset dahh...banyak banget bukunya. Itu semua kamu pinjam dari perpustakaan?" Ujar Elena.
" Gak dari toko roti yaa jelas dari perpustakaan lahh...ini semua aku yang pinjem dari perpus" jawabku.
" Ke kantin yuk...masih ada waktu banyak sebelum bel masuk" ajak Liya.
" Ok yuk" ujarku.
Kami bertiga mulai meninggalkan ruang kelas dan melangkahkan kaki menuju kantin seperti anak kecil.
" Ohh iya kenapa kalian nggak duluan aja ke kantin?" Tanyaku.
" Masalahnya Liana tiba tiba muncul diantara aku dan Elena. Lalu dia mulai bertanya tanya tentang mu entah apa motif nya...mungkin dia pengen Deket sama kamu. aku jadi risi Deket Deket sama Liana." Jawab Liya.
" Iya bener tuhh kamu tahu nggak Sa, dari jam bel istirahat bunyi dia tuhh ngintilin kita terus. Ampe bosen aku sama dia tanya tanya tentang kamu. " Tambah Elena.
" Dia tanya tentang apa dari aku?" Tanyaku lagi.
"Yaa Semuanya pokoknya semua tentang kamu " jawab Elena.
Tanpa kami sadari kami telah sampai di kantin. Lantas kami mulai mencari tempat duduk.
" Kalian nitip apa?" Tanya Liya.
" Aku pesen soto aja Liy sama es teh satu. " Jawab Elena.
" Hmm aku es jeruk satu sama batagor aja. " Tambahku.
" Oke" jawab Liya,lalu meninggalkan kami berdua.
Liya mulai memesankan makanan untuk kami, sambil menunggu aku hanya memainkan ponselku saja. Hingga tak lama kemudian pesanan kami telah sampai.
" Ohh iya Sa tadi kamu kemana aja sama Leo, sampe sampe nggak ikut pelajaran nya Bu Verdi." Ujar Elena.
" Ohh tadi ke kantor guru, ngebahas tentang perlombaan. Dan biasalah kami menjadi Perwakilan lagi. " Jawabku sambil meminum es jeruk yang tadi ku pesan.
" Perlombaan apa?" Kini tanya Liya.
" Yah ada banyak. Katanya Bu Lupy bulan Maret sampai bulan April akan diadakan berbagai perlombaan. Dan kami juga boleh milih ikut yang mana aja tapi kami ikut semuannya. " Jawabku.
" Lalu seperti nya kita akan jarang bertemu dan jarang bermain bersama lagi. Karena mulai sekarang aku sibuk belajar dan buat mempersiapkan diri untuk di perlombaan." Tambahku sambil mengunyah batagor ku.
" Yahh bakal sepi dehh nggak ada kamu..." Ujar Elena.
" Tapi tenang aja kan ada waktu istirahat...
jadi kita bisa bareng lagi kan..." Ujarku.
" Tapi sa btw kenapa kamu milih semua perlombaannya apa nggak keteleran?" Tanya Liya.
" Sebenernya aku mau milih sihh...tapi si kating rese malah langsung nyosor jawab aja tanpa mendengarkan jawabku dulu. Dan ending nya mau nggak mau aku juga terlibat dan harus ikutin semua perlombaannya. Ini gara gara si kating rese itu!!" Ujarku dengan sebal.
" Sabar sa sabar ini cobaan " ujar Liya.
Lalu kami mulai melanjutkan menghabiskan makanan kami dengan lahap, hingga bel masuk berbunyi. Kami memutuskan untuk kembali keruang kelas kami, tapi sebelum itu kami juga membayar makanan kami kepada ibu kantin.
****
Tett... tett...tettt
Bel pulang sekolah berbunyi, Bu guru menyudahi pembelajaran hari ini, dan kami mulai keluar kelas diikuti hamburan siswa lainnya juga.
" Liy aku nebeng kamu dong, kamu kan bawa mobil. " Ujarku.
" Sekalian aku juga ikutan nebeng yaa Liy...Liya kan anak papa dan mama yang baik hati " ujar Elena.
" Hmmm oke. Tunggu aja didepan gerbang sekolah aku mau ambil mobil dulu diparkiran. " jawab Liya.
Liya mulai meninggalkan kami berdua, dan berjalan ke arah parkiran sekolah. Lantas aku dan Elena mulai berjalan ke arah depan gerbang sekolah sesuai perkataan Liya tadi. Lalu tak lama kemudian mobil putih yang khas dan mewah milik Liya berhenti tepat didepan kami. Lantas kami mulai masuk kedalam mobil.
' alasanku ikutan nebeng cuma kaki ku lagi sakit aja kalau ku paksakan buat jalan, fix besoknya aku nggak bisa jalan beneran. ' Batinku.
To be continued...