The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps.03 Awal pertemuan



Ku hadapi masa-masaku diSMA kulalui dengan senang gembira bersama teman-temanku tapi masa senang ku tak akan bertahan lama.


Dipagi yang cerah disaat waktu istirahat tiba aku disuruh Bu Lupy membawa buku penilaian siswa ke ruang guru dengan berat hati aku melakukanya.Begitu saat selesai dengan urusan membawa buku penilaian siswa kutinggalkan kantor guru dan menyusul Elena dan Liya yang sedang ada dikantin tapi sebelum itu aku mampir ke perpustakaan meminjam buku Kuambil beberapa buku yang menarik untuk ku baca.aku membawa 4 buku novel yang menarik ketika hendak aku keluar perpustakaan seseorang menabrak ku sampai aku terjatuh.


"Bruukkk..." Suara tubrukan cukup keras sampai aku terjatuh ke lantai.


"Hey kalau jalan pakai mata dong". Ucap seorang siswa laki-laki.


"Ahh maafkan saya...saya tidak memperhatikan jalan' jawabku sambil membereskan bukuku yang terjatuh.


'Siapa dia?terasa seperti Orang asing apakah ada murid pindahan baru lagi?' batinku.


"Maklum deh...tubuh kayak tiang listrik gini nggak bisa jalan dengan bener". kata orang yang tadi menubruk mu.Sontak refleks aku menatap laki-laki tersebut.


"Maaf apa anda berbicara dengan saya" tanyaku memastika siapa yang ia maksud Tiang listrik tapi.


"ya iyalah sama kamu masa sama setan udah badan kaya tiang listrik udah ditambah budek lagi". katanya yang membuatku darah tinggi 'Laki-laki bener-bener brengsek bikin darah tinggi aja sabar Lisa sabar tarik nafas.....keluarkan' . batinku yang mencoba untuk bersabar.


"Heyyy badanku tinggi tapi yaa nggak kaya tiang listrik kalik saya gini berarti sehat tahu". ucapku dengan sedikit emosi. ku lontarkan saja yang ada dipikiranku.


"Bodo amat deh bicara sama tiang listrik". laki-laki itu meninggalkanku bagitu saja.


' HAH Dia meninggalkanku tanpa dosa padahal dia yang membuat lututku sakit udah nggak mau minta maaf lagi paling nggak bantuin kek minta maaf kek idihhh bikin emosi aja ditambah lagi waktu istirahat tinggal 12 menit lagi gara-gara ngladeni kating rese tadi haaahhhh bikin kesel aja' . batinku dengan penuh emosi.


setelah kembali dari perpustakaan.


" Lisa kenapa kamu tadi nggak nyusul kita? tau nya ditungguin malah nggak nyusul.." omel Liya kepadaku.


"Dari mana saja kamu tadi masa cuma nganterin buku penilaian dari Bu Lupy aja 1 tahun". tambah omel Elena.


"Lisa kamu ngapain sihh ketatap tiang?". ledek Elena.


"Lisa kamu kenapa kamu sakit?atau demam?wajah kamu merah tuhh". tanya Liya kepadaku.


'Mukaku merah gara-gara marah bukan demam gara-gara ketemu kating rese jadi emosi aku'. batinku dengan kesal.


"Lisa kamu kenapa sih..?jawab dong.." ucap Mereka dengan kompak.dengan malas aku menjawab mereka.


"Kalian bisa diam dulu kan.Soalnya aku lagi emosi kalau kalian nggak mau kena gampar luapana emosiku lebih baik kalian diam dulu oke..?" .kata-kataku yang berusaha ku buat dengan nada lembut namun tetap kaku menahan emosi.


"O...O...Oke tenangkan diri mu Lisa buat senyaman mungkin" jawab Elena yang agak ketakutan kalau kena gampar emosiku.mereka mulai menjauh dariku dan tidak menanyakan apapun kepadaku sebelum aku memulai pembicaraan.dan pelajaran kembali berlanjut hingga bel istirahat kedua berbunyi anak-anak lain langsung keluar membabi buta ke kantin kecuali aku. hingga aku mengajak kedua temanku ke kantin mereka mengangguk. ketika tiba kekantin dan setelah memesan cemilan dan minuman Elena memberanikan diri untuk bertanya.


"Sa u....undah ng..ng..nggak papa?" tanya Elena yang agak gagap. Aku hanya mengangguk.


"kenapa dengan kalian? tegang banget". tanyaku kepada mereka sambil menyeruput es jeruk yang sudah datang.


"Tau nggak saya kami tuh takut kalau kamu lagi marah...rasanya seperti datang bencana". jawab Liya sambil memakan tempe mendoan nya.


"Husssh ngaco kamu Liy aku tuh nggak marah cuma emosi aja" kataku dengan berharap mereka tidak tanya apa yang terjadi padaku kurasa mereka mengerti karena aku lagi marah.


"Sebenernya apa yang terjadi sa?kok Ampe emosi gitu" tanya Elena tanpa dosa kepadaku.


'kukira mereka bakal mengerti tapi sepertinya tidak:v ohh iya mereka takut padaku kalau aku marah kan sedangkan aku tadi bilang emosi padahal istilahnya beda dikitT_T' batinku.


dengan pasrah kuceritakan semua kejadian yang aku alami diperpustakaan.


"Ohhh jadi kamu emosi kalau dia bilang kamu tiang listrik...?". tanya Elena dengan percaya diri. 'Ya elahhh ngak peka banget si ElenaT_T'.


pikirku dalam hati.


"Tolong jangan sebut nama itu lagi mendengarkannya saja sudah membuatku darah tinggi" kataku dengan datar mereka langsung mengerti.


" ahhhh....bikin kesel aja sih si kating rese " kataku sambil sedikit mendobrak meja emosiku mulai meluap lagi.


"Te..Tenang Lisa tenangkan dirimu sebutkan ciri-ciri orangnya saja mungkin kami kenal" ucap Elena yang mencoba menenangkan ku.


"Oke jadi gini dia tinggi,kulitnya lumayan putih,mempunyai mata Elang,rambut hitam yang berkilau,lumayan ganteng dannnnnn yang paling gawat lagi buatku adalah ituuu dia sengakatan dengan kita". kataku sambil menjatuhkan kepalaku ke meja kantin.


"eh sa ciri-cirinya kok agak mirip ya dengan orang yang aku pikirkan". ucap Liya sambil mengingat ingat orang yang sama dengan ciri-ciri yang aku sebutkan.


"Ohh ya?siapa dia?" tanyaku dengan Liya.


" Entahlah sa aku juga nggak yakin aku nggak mau asal tuduh aja " jawab Liya yang ragu-ragu. Istirahat pun berlalu bunyi bel tanda masuk sudah berbunyi kami kembali ke ruangan kelas kami dan pelajaran pun berakhir.


Aku pulang dengan lemas sampai aku menyadari bahwa buku novel kesayanganku tidak ada didalam tas.saat kucari didalam kamar tidak ada.


"Tadi ku bawa ke perpustakaan pas aku keluar juga aku bawa kemana sihh novelku?!!" ucapku dengan nada sebal.


" Yah..Bun lihat novel Lisa nggak ?yang ada gambar kucingnya dibagiam dalam sampul" tanyaku kepada orang tua ku.


" ahhh mungkin ketinggalan di loket besok aja dehh" ucapku sambil tidur dikamar ku.


Eps.03 selesai