
" Kenapa Raven kok nangis?" Tanyaku sambil
mengusap air mata yang ada di pipi Raven menggunakan tanganku.
" Raven benci di sini!! Aku nggak suka aku juga benci sama orangtuaku .mereka nggak peduli sama Raven!!" Teriak Raven.
" Kenapa Raven bisa mikir yang begitu? kenapa Raven bisa mikir semua orang yang ada disekitar Raven nggak peduli?" Tanyaku.
" Orang tua ku ninggalin aku di sini...Aku benci disini...aku benci orangtuaku...bahkan Raven benci nggak ada yang peduli sama aku " Ucapnya.
" Tapi...orang tua Raven kan pasti punya alasan kan? nggak mungkin orang tua Raven ninggalin Raven putra semata wayangnya kan
mungkin itu demi kebaikan Raven " Ucapku.
" Tapi untuk apa mereka ninggalin Raven sendiri...bahkan tidak ada yang mengerti perasaanku " Ucap Raven.
"A...aku benci mereka kak...nggak ada yang mengerti perasaan Raven kak..." Ucap Raven.
" Kakak mengerti pasti rasanya sakit dan sesak kan? kakak mengerti apa yang Raven rasakan...pasti berat menanggung semua itu sendirian " Ucapku
" Walaupun Orang tua Raven ninggalin Raven disini...Di sini ada banyak yang membantu Raven dan selalu di sisi Raven "
" Raven nggak boleh benci sama apa pun dan siapapun...Raven seharusnya bersyukur masih bisa tinggal dan hidup di tempat panti Asuhan ini Namun membosankan tapi ada banyak anak juga mengalami kejadian yang bahkan bekali kali lipat lebih menyakitkan dari pada Raven yang Alami " Jelasku yang mulai mengerti apa yang Raven Rasakan.
" Lihat sekeliling Raven apakah mereka di sini tanpa alasan? dan mereka ada di sini pasti ada alasannya bukan? Dan apakah kemauan mereka sendiri untuk datang kesini... " Tambahku.
Raven mulai berkaca kaca sambil menatapku.
" kakak tahu di tinggalin orang yang kita sayangi itu pasti sakit dan berat bukan. Dan kita sendiri yang menanggung perasaan sakit itu,Namun Raven nggak usah gegabah Lihat sekeliling Raven sekarang. Anak anak panti dan yang lainnya adalah keluarga Raven, Raven tidak sendiri. Semua yang ada di sini sayang dan peduli sama Raven " Kataku.
" Dan yang terpenting Raven seharusnya Bersyukur bisa ada di dunia ini. Dan terpenting Raven Punya orangtua walau orang tua Raven sendiri yang ninggalin Raven
disini. Tapi seenggaknya Raven mempunyai orang tua dan masih hidup di dunia ini atau bahkan melahirkan Raven sekalipun " Ucapku sambil tersenyum tipis ke arah Raven.
Aku hanya mengusap usap punggungnya saja.
" Tak apa keluarin semuanya kakak tahu pasti berat makanya keluarin semuanya Raven nggak papa...tumpahin semuanya sampai Raven merasa lega " Bisikku.
" Dan bayangin aja kakak bukan Kak Lisa tapi bayangin kalau kakak adalah orang tua Raven yang memeluk Raven dengan hangat " Tambahku.
Raven mulai menangis semakin keras dan semakin erat memelukku. Aku mengusap usap punggungnya dan kepalanya,aku memberikannya ruang dan waktu agar bisa menumpahkan dan mengeluarkan semua rasa sakitnya. Kulirik ke samping kudapati ada gitar nganggur yang cuma di sandarkan di pojokan. lantas aku mengambil gitar itu.
' Wahh ada gitar nganggur tuhh pinjem bentar aja dehh ' batinku yang mengambil gitar yang ada di sampingku.
Lantas aku memainkannya walau Raven masih ada di dekapanku dan masih menangis, Aku mencoba menenangkannya lewat musik dan senandungku. Walau agak kesusahan juga bagiku dengan posisi Raven yang ada di dekapanku namun aku sudah terbiasa dengan posisi posisi aneh sambil bermain Gitar bahkan Split sambil main gitar pun aku juga udah pernah.
Ku petik senar gitar yang yang ada di pangkuanku. Aku mulai menyelaraskan nada dan tempo. Ku mainkan jari ku dan memainkan senar gitar sambil menyenandungkan lagu dari Isabella Lullaby. Di bagian reff kumainkan gitar dengan perasaan mendalam. ku mainkan bagian Reff lagu dengan perasaan. ketika di Reff bagian kedua ku keraskan suara ku namun tetap lembut dan hangat di bagian reff lagu agar yang mendengar dari petikan senar gitar dan senandungku mendapatkan Feeling.
" Setelah ini Raven nggak boleh benci apa pun. Sekarang Raven Punya keluarga yang sayang banget, peduli sama Raven...Mulai hari ini Raven janji ya sama kakak " Bisikku.
" Sekarang sudah tak apa...Raven keluarkan semua rasa sakit hati itu dan gantikan dengan hal hal bahagia di sini " Bisik ku lagi.
Aku menyenandu kan lagu bagian bait terakhir sekali lagi. Ku petik senar gitar dengan sangat lembut dan pelan dan bagian baik terakhir lagu berhasil ku senandungkan.
Lantas aku menaruh gitar itu, kini Raven menatapku aku Hanya memberikan senyuman manis kepadanya dia juga tersenyum manis lalu dia kembali kedalam dekapanku dan aku mencium kepalanya layaknya seperti orang tuanya.
Aku kembali berdiri dan membalikkan badan.
begitu aku membalikkan badan aku terkejut dengan apa yang ada didepanku.
Eps.39 Raven Selesai....
To be continued.....