
"cit cit cuit.." suara kicauan burung membangunkanku dari alam mimpi. Mengingat hari ini hari pertama masuk setelah hari kenaikan kelas X segera ku ambil handuk dan mandi.setelah beberapa menit berlalu aku meninggalkan kamar dan turun kebawah kudapati ayah dan ibukku yang sudah siap dimeja makan. "pagi yah... pagi Bun... " ku sapa orang tua ku " pagi sayang.." setelah sarapan aku langsung berangkat sekolah tapi tidak lupa pamitan kepada kedua orang tua ku " yah..Bun.. Lisa berangkat dulu ya..". " ya..hati-hati dijalan Sayang..." setelah meninggalkan rumah ku nikmati pagi cerah ini sambil berjalan kaki. Nama ku adalah jenesia Lisa teman-temanku biasa memanggilku Lisa aku berumur 17 tahun.hobiku hanya membaca buku,bermusik,dan olahraga. aku tinggal di perumahan citra indah yang ada di Jakarta dan aku bersekolah di SMA prima jaya.selain itu aku mempunyai kelebihan bisa makhluk tak kasat mata. selangkah demi selangkah berangkat sekolah ku dapati ponselku berbunyi tanda pesan line masuk.
Elena
" pagi sa :) "
Lisa
" pagi lo dimana woy..katanya mau berangkat bareng "
Elena
" idihh galak banget ...nanti nggak dapet jodoh loo :) "
Lisa
" terserah dehhh T_T"
"beneran ini Lo dimana?"
baru saja aku mau menunggu balasan suara yang terasa familiar memanggilku.
" LISA!!! " Elena berlari menghampiriku sambil ngos-ngosan.
"Nggak usah pakai acara teriak Napa bikin kuping orang sakit ajaT_T". omelku kepada Elena.
"Hehehehe ya maap" . tawa pelan Elena.
"Ayo buruan berangkat nanti telat sekolah kena skor bisa gawat dehh" .ajakku kepada elena. Elena hanya mengangguk.
Perkenalkan temanku dia bernama Elena Lusiana biasa dipanggil Elena dia seumuran dengan ku dan satu sekolah denganku selain itu,dia satu-satu nya best friend ku kami berteman sejak SD.
setelah kami sampai disekolah tepat pukul 06:15 masih terlalu pagi untuk sampai ke sekolah.hanya beberapa siswa saja yang sudah berada disekolah. aku dan elena berjalan di koridor sambil mengobrol tiba saat masuk kelas hanya 5 siswa saja yang sudah ada dikelas termasuk ketua kelas bernama Liana alexsandra Yunita kami biasa memanggilnya Ana.
"huuuuhhh tuh kan sa kita terlalu pagi buat sampai disekolah.. ngapain sihh berangkat pagi-pagi" Keluh Elena sambil menggoyangkan tanganku.
" aku ngajak berangkat pagi tuh biar kamu nggak kabur piket lagi kamu selalu pakai alesan bangun kesiangan buat kabur piket". jawabku sambil tersenyum kecut.
"Hehehehe tapi masa pagi-pagi udah keringetan" Protes Elena.
"Aduhhhh Tuan putri Elena yang cantik bawel aja sihh dari tadi nanti tak bilangin sama Reza loo kalau nona Elena itu orangnya pemalas pasti Reza nanti kecewa dehh.. sama nona Elena yang cantik" ancam ku pada elena sambil tersenyum meledek.
"Duh iya iya tapi jangan bilangin ke Reza loo" jawab Elena sambil bersungut-sungut untuk piket.Aku sampai heran Elena suka sama Reza,Apa istimewa nya coba.
Setelah menggoda Elena kelas pun dimulai guru pembina mulai memberi jadwal pelajaran baru setelah itu guru hanya memberikan pembekalan. Bel pun berbunyi tanda istirahat.kumasukkan bukuku kedalam loker sebelum keluar kelas berniat mengajak Elena setelah memasukan buku kedalam loker tanpa ku sadari Elena sudah berada di belakangku.
" BAAAAAAAA..." teriak elena mengagetkanku.
" Astaga Naga..ya...Tuhan.." kaget ku,Elena tertawa sambil memegangi perut.
"Astaga Elena nggak usah pakai acara ngagetin Napa bikin jantung mau keluar dari mulut aja T_T". omelku pada elena.
"Habisnya..kamu..kagetan sih yuk..buruan ke kantin ntar keburu tambah ramai loo" ajak Elena sambil menggandeng tangan ku.
"oke..yuk" balasku sambil membalas gandengannya.
tak lama ketika akan keluar dari kelas aku teringat sesuatu.
"ehh kenapa sa..? kok berhenti ayo keburu ramai kantinnya" tanya elena sambil mengomel kepadaku.tapi aku tetap diam
"Apaan sih sa liat setan..? kesambet apaan sih kamu..? omel Elena sambil menarik tanganku.
"Ntar ntar Len kayak nya ada yang ketinggalan deh tapi nggak tau apa..aku ngerasa ada yang kurang sihh kira-kira apa ya?" kataku sambil mengingat-ingat.
"La emang ada yang kurang aku aja ditinggallin sama kalian nggak peka amat sihh kalian" Suara yang cukup keras hingga membuat kami terkejut kami menoleh bersamaan dan kudapati Liya sahabatku tepat ada dibelakang kami.
"Ohhh iya ketinggalan ayo Liy Ampe lupa kalau ada eloo...aduh kasihan adek Lia kesepian yaa" ledek Elena kepada Liya.
" Apaan sihhh...bikin jijikk yang denger " Balas Lia.
"Kok aku tadi nggak lihat kamu ya Liy". tanyaku kepada temanku liya.
"Tadi gue hampir telat woyy mau nggak mau tinggal tempat duduk paling belakang sedangkan kalian ada ditengah...Apes banget gue hari ini". jawab Liya sambil menghembuskan nafas yang dalam.
Kami bertiga ke kantin bersama.sebelum itu perkenalkan temanku yang satunya bernama Veronica Liya Utari kami biasa memanggil nya Liya kami seumuran sekaligus teman lain selain Elena yang paling dekat denganku dia mempunyai hobi menggambar.
Tanpa sadar kami mengobrol lama tanpa disadari kami sudah tiba dikantin.
" kalian pada mau mesen apa?ku pesen nin sekalian udah rame nanti lama keburu masuk" tawar Lia kepada kami.
"Waahhhh emang deh emang peka tumben liy abis kesambet apa kamu..?". ledek Elena.
"udah ditawarin malah ngledek yaa udah pesen sendiri aja.." jawab Liya yang hampir meninggalkankan kami untuk memesan.
" iya iya kalian pesen kayak biasanya kan? " jawab Liya bertanya memastikan
" Iya " jawabku dan elena kompak.
aku dan elena mengobrol sambil menunggu pesanan.
" Sa..Sa Lisa..?!!!" panggil elena
"Ha..? What? apaan? " jawabku sambil membaca novel.
"Serius amat sih bacanya ehh sa kamu tau nggak katanya ada murid pindahan looh? menurut rumornya dia dari keluarga konglomerat" kata elena sambil bersemangat.
" iya iya...hemm " jawabku dengan malas.
" Ihhhhh Lisa mah nggak seru ini tuhh berita yang lagi hot... " gerutu Elena sambil menyilangkan kedua tangannya.
" laa kamu tahunya gosipin orang aja. bisa nggak.. nggak bikin dosa 1 hariiiii saja" jawabku dengan gemas.
" huhhh kan sekali sekali nggak papa kan :) ??" jawab elena dengan tersenyum tanpa dosa.
" bukan sekali mbak tapi beribu-ribu kali kamu ngosipin orangT_T". jawabku mengingat kan.
" hehehehe ya kan-.." belum sempat Elena berbicara suara terdengar keras membuat perhatikan kami semua tertuju pada asal suara. kami dapati seorang murid perempuan yang terjatuh dengan mangkuk bakso yang pecah dihadapannya.
"KYAAAAAA....Prangg" suara perempuan tersebut dengan mangkuk bakso yang pecah dihadapannya.
"Hey kalau jalan liat-liat dong nggak punya mata emang?". tanya dengan amarah seorang murid laki- laki yang memarahi murid perempuan yang terjatuh tadi.
"maaf saya nggak merhatiin jalan" jawab murid perempuan tersebut sambil berkaca-kaca.
"kamu tau nggak jaket ini mahal tauu kamu malah numpahin kuah baksomu ke jaketku" kata dengan nada memarahi murid tersebut.
"Maafkan saya..." ucap murid perempuan itu.
"Emang kata maaf bisa nyelesein semua nya harus ganti rugi dong" kata murid laki-laki itu
"saya... akan tanggung.. jawab maafkan saya...? Isak tangis murid perempuan itu.
"Nah gitu dong ganti rugi Rp.200.0000,00 buat laundry ya" tanya ?murid laki-laki lagi.
"saya... tidak punya... cukup... uang akan saya cucikan...." kini tangis murid perempuan itu pecah.
" HAAAAA...??? dasar miskin pokoknya harus ganti rugi dong....cengeng banget lebay dehhh" Jawab kompak teman temanya murid laki-laki tersebut.
aku yang melihatnya hanya bersabar hingga elena berbisik. " ehh... sa kasihan banget adek kelas cewek itu kok yang laki-laki tega banget yaa..?" bisik elena.aku hanya terdiam sebenarnya aku sudah sabar sabaran inginya mau nolong tapi nanti bisa ribet.
"Haaa....gimana harus ganti rugi loo harus bayar Rp.200.000,00 kalau enggak habis riwayat mu disini" .ancam murid laki-laki tersebut. adik kelas itu hanya diam dan terisak menangis murid-murid lainya hanya melihat kejadian tersebut tak ada yang berani melerainya...
ketika murid laki-laki mengayunkan tangannya untuk menampar adik kelas itu....
'Duhhh nggak tahan deh' batinku segera aku mendobrak meja dan menahan tangan murid laki-laki tersebut dengan percaya diri.
" Ehhh kamu nggak usah pakai acara main tangan Napa sihh? kan bisa diselesai kan dengan bicara kan..?Lagian biaya laundry satu baju aja nggak nyampe Rp.200.000,00 palingan 35 ribu aja kan?" omelku kepada murid laki-laki.
"Siapa kamu ikut campur masalah orang aja minggir kamu dia harus di beri pelajaran supaya bener" .ucap murid laki-laki itu sambil melepaskan tangannya dari cengkraman ku. 'Duhhh repot amat sihhh baru masuk aja udah kayak gini.kalau urusannya gini sih bikin repot orang aja..' batinku.ku kuatkan cengkraman ku, murid itu hanya menahan kesakitan.
"HEYYYY!! kamu bisa diajak ngomong nggak sihh.. cewek ini kan udah minta maaf Lagian dia nggak sangaja kan... sampe ditawarin nyuci in jaket mu loh tapi malah dikatain nggak jelas... cepet minta maaf ke cewek ini kalau enggak tanganmu bakal aku patahin looh.." ancam ku dengan tegas.'Nggak sia-sia olahraga ku selama ini' batinku dengan bangga.
"UGHH... iya iya saya bersalah saya minta maaf". katanya setelah kulepaskan cengkraman tanganku lalu itu dia lari entah kemana.kusodorkan tanganku untuk menolong adik kelas tersebut.
" kamu baik baik saja dek?Bisa berdiri?". tanyaku sambil mengulurkan tangan.
" iya saya baik-baik saja..
kak makasih banyak ya kak..saya tidak akan lupa kebaikan kakak". jawab adik kelas itu dengan tersenyum.kusodorkan sapu tanganku untuk membalut luka bakar akibat kuah bakso dan diterima dengan tersenyum ramah. Setelah itu semua nya berjalan seperti biasanya. aku duduk kembali ke meja dan memakan batagor yang sudah dingin yang tadi sudah dipesankan oleh Liya tapi saat aku makan batagor tersebut kedua temanku menatapku tak bergeming.
"kalian kenapa...? kayak habis lihat setan aja". tanyaku,namun keduanya diam sambil menatapi ku.
"Kalian kenapa sihh abis kesambet apa?jangan natapin aku gitu dong nanti muka ku bolong kalau kalian menatapin aku begitu terus...!!" tapi keduanya masih diam seribu bahasa.
" WOIIIII... SADAR Oiii...Tau ahh terserah kalian deh ". jawabku dengan cuek sambil memakan batagor,lalu Elena kembali bicara.
" KEREN.... sa kaya pahlawan kesiangan :) " kata elena memuji.
" Wahhh..Lisa tau nggak kamu tadi tangguh,berani percaya diri,keren,lucu,ma-..". sebelum Liya menyelesaikan kata kata nya aku langsung menyahut nya.
"iyaaaa.. udah udah nggak usah disebutin satu-satu makan aja keburu masuk kelas...!!". jawabku memotong pujian Liya.
setelah kami selesai makan dikantin dan membayar kami kami segera kembali ke kelas kami,ketika sampai didepan pintu kelas kami bel masuk berbunyi.
Eps. 01 selesai...
catatan : terimakasih Sudah membaca karya saya selalu komen ya..juga klik bertanda 'Suka ' Terimakasih