
Di pagi yang cerah ini Aku berdiri digerbang sekolah. kini Murid murid Apalagi yang cewek juga nongol didepan gerbang,sehingga gerbang sekolah malah semakin rame dan macet. Hari ini adalah hari Olimpiade Aku dan si kating rese disuruh menunggu di gerbang sekolah seperti yang Bu Endah ucapkan kemarin.Entah apa yang dipikirkan Bu Endah sehingga kami harus berdiri di gerbang sekolah paling nggak suruh masuk kelas dulu kek.
Sebelum Bel masuk berbunyi Elena dan Liya meluangkan waktunya hanya untuk menemaniku didepan gerbang.
" Lisa Semangat yaa kami doa in kamu sama Leo menang..Lisa fighting!!" Ucap elena dan Liya.
" Ok makasih ya guys udah nemenin aku disini. dan terlebih lagi digerbang sekolah lagi" Ucapku kepada kedua temanku.
" Nggak papa masa teman sendiri mau berangkat sebelum Olimpiade.nunggu disini sendirian kan masih ada kami walau hujan kek panas kek depan gerbang kek dikuburkan juga kami temenin kok " Ucap Liya sambil tersenyum aku juga membalas senyumannya.
' Ohh yaa Tuhan terimakasih engkau telah mengirim kedua temanku yang baik bak malaikat ya Tuhan ' Batinku terharu dengan kedua teman ku.
" Tapi Sa kalau kamu menang Tlaktir kami ya " Ucap Yang Elena tanpa dosa.
' Aku tarik ucapanku tadi ' Batinku.
" Ehh Btw kok disana pada rame banget yaa.ada apa sihh " Ucap Liya sambil menunjuk disebuah keramaian.
Aku dan Elena mengalihkan pandangan yang ditunjuk Liya tadi dan ku dapati murid murid Cewek mengerubungi Kating rese sambil berteriak teriak menyemangati si kating rese.
" Wiihhh gila rame banget itu pada teriak terima ngapain sihh kok kurang kerjaan amat" Ucap Elena.
" Biasa Leo Antonius Agrian ... Siapa juga yang nggak terlena dengan ketampanannya dan Leo ganteng banget pakai Jas sekolah yang berlogo sekolah kita kyaaa...keren banget " Ucap Elena dengan gemas.
Aku hanya membaca note book ku dan tidak peduli apa yang Liya dan Elena ucapkan.
" Kayak nya ada dehh yang nggak terlena sama ketampanannya Leo " Ucap Liya.
" Ohh ya siapa?? " Tanya Elena kepada Liya.
" Tentu saja orang yang bernama Jenesia Lisa" Jawab Liya sambil melirik ke arah ku. Merasa nama ku dipanggil aku refleks menatap Liya.
" ya?? kenapa??" Tanya ku.
" Kamu nggak suka sama Leo??" Tanya elena kepada ku.
" Gak " Jawab ku dengan singkat.
" Kenapa??" Tanya Liya.
" Karena nyebelin " jawabku jelas,padat,dan singkat.
" Kok bisa masa sihh kan Leo ganteng banget bak Pangeran berkuda hitam dan gagah " Jelas Elena.
" Iya iya terserah kalian mau kuda putih kek Mau kuda hitam kek kuning kek Pink kek terserah kalian " Ucapku dengan asal.
" Kok kamu gitu Sa denger ya sa Leo tuh baik banget tau nggak Coba bayangkan kejadian waktu itu pas Leo ngendong kamu sampai ke UKS udah kaya pangeran dan putri aja dan juga pangeran membangunkan tuan putri tidur Dangan sekecup ciuman untuk sang putri yang adalah Lisa kyaa..romantis banget.." Jelas elena sambil tersenyum.
' Ya elah kan aku juga jadi perwakilan kok cuma Kating rese yang disemagati dasar pilih kasih' Batinku yang agak Emosi. Tapi tidak terlalu buruk karena Liya dan Elena masih menemaniku dan Menyemagatiku.
" Lisa Semangat yaa " Ucap Liya Menyemagatiku.
" Lisa fighting. kami tunggu kepulanganmu sambil membawa piala kemenangan untuk sekolah kita " Lanjut kini Elena yang menyemangati ku. Lalu Bu Endah datang dengan sebuah mobil putih Terios mengkilap yang sudah terpakir di depan gerbang.
Dan kini Kating Rese disebelahku. aku yang melihatnya terkejut si kating rese tiba tiba di sampingku dan juga Elena dan Liya malah dibelakang ku.
" Astaga..kagetku.." Kagetku.
" Kenapa kamu tiba tiba disini sihh?? bikin kaget aja " Lanjutku.
" Di sana Berisik,apalagi yang cewek cewek teriak teriak nggak jelas " Jawabnya dengan datar. Lalu aku melirik ke arah gerombolan murid yang tadi mengerubungi Kating rese tadi tapi aku malah ditatapi tajam oleh mereka.
' Yaa ampun apa salah ku yaa Tuhan kenapa aku malah ditatapin tajam oleh mereka...' Keluhku.Lalu Bu Endah menghampiri kami berdua.
" Kalian sudah siap?? " Tanya Bu Endah. Kami berdua hanya menganggukkan kepala saja.
" Bagus.. berhubung Lokasi perlombaan jauh ada di kota bogor dan juga Pihak sekolah juga nggak mungkin mengantar kalian berdua pakai montor jadi Pak Yohanes meminjamkan mobilnya untuk kita berangkat kesana " Jelas Bu Endah.
' yaa ampun pak Yohanes baik banget sampai merekalakan mobilnya untuk mengantar kita ke Lokasi perlombaan ' Batinku yang kagum akan pak Yohanes.
" Baik kalau begitu kita langsung berangkat saja Pak Yohanes sudah menunggu didalam mobil. Dan juga kalian semua masuk kedalam kelas pelajaran segera dimulai " Ucap Bu Endah. Kami hanya mengangguk dan aku mulai membuka pintu mobil dan mulai duduk dikursi didalam mobil,begitu aku akan menutup pintu mobil seseorang menahannya.
" Eits eits jangan ditutup dasar tiang listrik...oii tiang listrik geser dong.. " Ucap dikating rese sambil menahan pintu mobil.
"WHATTT!! Kenapa kamu harus disini sihh?!!" Ucapku.
" Lah!! Masa aku diatap mobil kan nggak lucu ..cepetan geser " Ucapnya.
" Bu Endah... Bu Endah disini aja duduk sama Lisa yaa Bu?" Rengek ku kepada Bu Endah yang sudah duduk disamping kemudi.
" Lisa...Nggak bisa dong masa guru dibelakang kan nggak etis. Lagian kalian bisa berduaan dibelakang tenang kami nggak akan menganggu kok " Goda Pak Yohanes kepadaku sambil tersenyum. Pak Yohanes duduk dikursi kemudi sedangkan Bu Endah ada disampingnya.
" Yaa ampun Pak Yohanes jangan meledekku dong pak!!" Ucapku kepada pak Yohanes,pak Yohanes hanya tertawa pelan melihat tingkahku.
Aku hanya menghela nafas saja dan dengan malas aku mengeser badanku menjauh dari dikating rese. Kating rese hanya diam duduk disebelahku Aku memalingkan muka ke arah jendela tapi yang kudapati malah pemandangan tatapan tajam dari Murid murid cewek yang ngefans sama si kating rese,sedangkan Liya dan Elena hanya tersenyum melihatku yang duduk bersama satu mobil dengan dikating rese,mereka berdua malah mengangkat jempol mereka ke arahku.
' Aku tarik ucapanku tadi,kurasa aku tidak bisa menikmati selama diperjalanan.lagian kenapa harus dibongkar sihh kan jauh ditambah lagi kenapa harus pakai jas sekolah yang ada logo sekolah sihh bikin gerah aja ' Batinku dengan kesal. Dan Mobil pak Yohanes melaju meninggalkan sekolah,dan memasuki padatnya jalan raya.
Aku hanya menghidupkan AC. lalu mengeluarkan Earphone dan ponselku dan mulai menyetel musik dari ponselku lalu memasang earphone dikedua telingaku. Aku juga mengeluarkan Note book ku dan mulai membaca ringkasan yang aku buat untuk belajar selama diperjalanan. Selama diperjalanan aku hanya diam saja begitu juga dengan dikating rese yang juga memakai earphone ditelinga ya dan memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
Eps.19 Olimpiade selesai...
to be continued.....