The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps. 32 Surat peringatan



"Jelasin rencananya dong...."ucap si kating rese dengan gemas.


" Kita bakal adakan wawancara " jawabku dengan mantab.


"HAA?!!" Respon nya dengan kaget.


Sebelum si kating rese mengomel dan protes lagi. Aku langsung angkat bicara.


"Udah kamu diem dulu aja nanti aku jelasin sama Bu Lupy" ucapku.


" Sekarang kita temui Bu Lupy sekarang juga"


Ucapku.


Aku beranjak dari dudukku dan berjalan meninggalkan taman belakang sekolah namun si kating rese malah diam tak bergeming dan masih duduk di kursi yang ia duduki.


"Oii kating rese nggak penasaran sama rencana ku .... cepetan buruan lemot " ucapku sambil berteriak.


Si kating rese mulai beranjak dari duduknya dan berjalan mengikutiku dari belakang. Kami mulai berjalan menuju ke kantor guru. Dan sesampainya di kantor guru aku mengetuk pintu.


Tok...tok...tok...


"Permisi" ucapku.


"Iya cari siapa?" Jawab Bu Endah.


"Kami mau cari Bu Lupy. Bu Lupy nya ada?" Jawabku.


" Ohh Lisa...Leo masuklah " Ucap Bu Lupy yang mulai menyadari kami mencarinya.


"Silahkan duduk " Ucap Bu Lupy mempersilahkan kami duduk.


"Nahh ada perlu apa mencari ibu?" Tanya Bu Lupy.


" Anuu begini Bu apakah Bu Lupy bisa main Biola atau Violin?" Tanyaku.


"Iya ibu bisa memainkan alat musik Biola. Memang kenapa?" Jawab Bu Lupy.


"Ahh sebelum itu nanti saya jelaskan,dan ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan." Ucapku.


"Apakah di Kompetisi itu apakah boleh pembina membantu peserta dalam kompetisi itu?"


"Tentu saja Boleh,tapi untuk tema peserta harus memikirkannya sendiri " jawab Bu Lupy. Aku hanya menghembuskan nafas lega.


" Memang ada apa? Apakah kalian sudah memilih dan memutuskan tema yang kalian ambil untuk kompetisi itu? " Tanya Bu Lupy.


"Iya...Tapi sebelum itu kami membutuhkan Bu Lupy dalam saat waktu kami mempresentasikan dari video kami. Bu Lupy hanya cukup bermain biola sesuai arahan saya saja. Dan Leo bermain Gitar sambil membantuku mempresentasikan video kami. Dan aku Akan bermain piano untuk pelengkap" jawabku dengan mantab.


" Alat Musik sudah disediakan di sana kan Bu?" Tanyaku.


"I..iya disana ada alat musik yang lengkap. Tapi Lisa kenapa kita bermain musik? " Tanya Bu Lupy.


" Jadi begini Bu setelah Acara kompetisi di mulai rencanaku kita menuju ke panti asuhan,pedagang keliling,rumah yang tak layak pakai yang ada penghuninya, pantai,rumah sakit,pasar, bandara,pelabuhan dll. " Jawabku.


"Dan kita akan melakukan wawancara di tempat itu dan pengambilan gambar " tambahku.


"Tadi kata Bu Lupy Tema nya Bebas kan apa pun itu yang penting nanti berdampak positif bagi masyarakat. dan menguntungkan " ucapku.


"Lalu rencana ku, dan tema yang aku pilih..." Aku mulai menjelaskan rencana ku. Dari tempat yang akan kita datangi dan tujuan tema yang aku ambil. Aku menceritakan dari ide ku itu,selama aku bercerita Bu Lupy dan si kating rese mendengarkan dan menyimak dari ideku tersebut.


" Jadi selelah itu aku akan memberi kode dan aba aba untuk memulai pertunjukan kita yang sebenarnya " ucapku.


"Bagaimana dari ide ku?" Tanyaku.


" Walau sederhana tapi banyak membantu untuk masyarakat Tema itu ku ambil dari langkah termudah kita sendiri. Dan tema itu pasti tidak terpikirkan dari peserta lain" Tambahku.


Lalu Bu Lupy dan Si kating rese diam tak bergeming.


"Emm Bu?..Bu Lupy?" panggilku.


"Luar biasa Lisa ide mu itu sangat cemerlang " puji Bu Lupy.


" Tak ku sangka kamu juga bisa kepikiran ide Bagus mu itu" ucap si kating rese.


"Maka dari itu Ayo Menangkan Kompetisi itu " Ucapku dengan percaya diri.


Setelah urusan kami membahas kompetisi sudah selesai ku putuskan untuk kembali kedalam kelas begitu juga si kating rese. Aku berjalan menuju ke kelas dan sesampainya di sana aku langsung duduk di tempat dudukku. Lalu tiba tiba ada yang menepuk bahuku sambil memanggilku.


"Lisa!!" Panggil seseorang sambil menepuk bahuku dari belakang.


" KYAAAA...!! SETAN!!!" Kagetku aku langsung memutar badanku ke balakang dan ku dapati Elena dan Liya.


"Duhh ngagetin aja...jangan ngagetin dongg " Omelku.


" Lisa dari tadi kamu kemana aja?? dari tadi ngilang Mulu " Tanya Elena.


" Habis dari kantor guru " jawabku.


"Ngapain?" Tanya Liya.


"Bahas kompetisi Sama si kating rese juga" jawabku.


"Ohh iya gimana kalian jadi pembawa acara di perayaan festival olahraga beneran kalian mau jadi pembawa acara?" Tanyaku


"Iya kami juga harus latihan agar nanti acaranya meriah dan nggak garing " Jawab Liya.


"Liat jadwal festival nya dong mau ku catet aku belum tahu " ucapku. Lalu Elena menyerahkan selembar kertas yang berisi jadwal festival olahraga. Ketika aku mengambil note Book ku di laci mejaku ada secuil kertas yang di selipkan di note bookku. Lantas aku mengambil dan membuka kertas itu dan mulai membacanya Elena Dan Liya juga ikut membacanya.



"Apa apaan surat ini?surat peringatan" Ucap Elena.


'Tapi surat peringatan kok kertasnya imut gini kaya surat undangan ulang tahun aja heran aku..' Batinku sambil terheran heran.


" Pelankan suara mu...kamu lupa ini pasti surat dari si pelaku berita Hoax itu...dan kamu juga lupa kalau kalau pelaku itu sekelas sama kita" Bisik Liya.


"Tapi apa maksudnya aku jangan deket Deket sama si kating rese?" Tanyaku.


" Mungkin dia cermburu dan dendam kepadamu karena kamu selalu Deket sama Leo " jawab Liya.


"Lahh...aku Deket Deket kan cuma waktu latihan Olimpiade doang...emang aku pernah bicarain yang nggak penting sama si kating rese?" Tanyaku lagi.


" Lalu aku dan si kating rese ditujuk jadi perwakilan Buat kompetisi Kegiatan yang membantu masyarakat atau apalah itu. Gimana mau jauh jauh dari si kating rese kalau kami juga harus latihan buat Kompetisi itu!!" Ucapku.


"Jadi?" Tanya Elena dan Liya.


"Aku tidak peduli dan takut akan ancamannya. Ini demi latihan dan Buat menangin dikompetisi "Ucapku dengan yakin


Elena dan Liya hanya tersenyum ke arahku.


"Ohh iya Btw aku nggak akan ikut serta Di Festival Olahraga mungkin sekitar sementara lahh...karena aku bakal nginep di Bogor buat nyelesein kompetisi konyol itu." Ucapku.


"Yahhh sayang banget...padahal kita mau menikmati festival olahraga bareng bareng "


Ucap Elena.


"Iya sayang banget..." Tambah Elena.


"Kalian mah enak bisa seneng seneng di sini lahh kalau aku malah harus sibuk nyelesein kompetisi itu..." Ucapku.


" Sa kamu sengaja gitu sombong apa lagi pengin penginin kita " ucap Elena.


" Lahh aku sombong kenapa?dan pengin penginin kalian apa?" Tanyaku, yang tak tahu apa yang mereka berdua maksud.


" Laaa kan kamu bakal nginep berdua sama Leo " jawab Liya.


"HAA?!!" Respon ku terhadap kata kata elena yang barusan.


"Dan di tambah lagi nanti kalian sekamar kan.." tambah Elena.


"YAA ENGAK CUMA BERDUA LAHH KAN ADA BU LUPY SAMA PAK YOHANES!!! DAN LAGIAN KAMAR CEWEK SAMA COWOK DIPISAH LAHH!!! MASAKK CEWEK AMA COWOK TIDUR SE KAMAR GITU?!!! BELUM BAYANGIN AJA UDAH BIKIN MUAL AJA!!!KENAPA PIKIRAN KALIAN CETEK BANGET SIHH..." Ucapku dengan keras dan Mulai Emosi.


' Mereka berdua ini pikiranya cetek sekali...masa aku sama si kating rese tidur bareng gitu...tidur satu ranjang gitu....ihhh bikin belum bayangin aja udah mau mual ' Batinku.


' Ehhh....ehhhh...Barusan aku mikir apaan sihh!!!bikin geli Sama merinding aja....kenapa aku malah bayangin itu sihhh....bodo amat ' Batinku dengan kesal.


' masa iya aku tidur sekamar bareng si kating rese' batinku lagi.


' ehhhh...barusan aku mikir apaan lagi sihh...nggak jelas banget....bayangan jelek keluar dari kepalaku...soalnya halu ku tinggi jangan bayangin yang enggak enggak Lisa...duhh Otak jangan maju duluan aku mohon Otakku ' Batinku sambil membenturkan kepalaku ke atas mejaku.


"Ehhh Liy si Lisa kenapa tuhh?" Tanya elena kepada Liya. Yang heran melihatku terus terusan membenturkan Kepalaku ke atas meja.


"Nggak tahu kepalanya lagi konslet kali " jawab Liya dengan asal.


"Liya cepet panggilin PLN ke sini ada kepala orang yang konslet soalnya " ucap Elena kepada Liya.


****


Bell pulang sekolah pun berbunyi para murid berhamburan keluar dari kelas dan pulang menuju rumahnya masing masing. Aku berjalan pulang ke rumahku sendirian karena Elena mampir kerumahnya Liya buat latihan jadi pembawa acara di perayaan Festival Olahraga nanti. Dan berhubung aku besok latihan musik diruang musik sekolah,hari ini aku tidak latihan.


Sesampainya dirumahku dan aku membuka pintu dan masuk kedalam rumahku.


"Aku pulang" ucapku sambil melepas sepatuku.


"Ehh Lisa anak bunda udah pulang. Ganti baju terus mandi. Bunda mau ke supermarket dulu sebentar" Ucap Ibukku.


"Perlu ditemenin nggak bun?" Tanyaku.


" Nggak usah aja bunda cuma beli sedikit barang aja kok. Bunda berangkat dulu yaa " pamit ibukku.


"Iya Bun hati hati dijalan " ucapku.


Lalu Ibukku pergi meninggalkan rumah dan menuju ke supermarket. Aku langsung baik keatas dan masuk kedalam kamarku. Aku mengganti pakaian ku dan mengambil handuk lalu mandi. Setelah aku mandi aku memakai bajuku.


Aku melirik ke arah Piano kecil yang ada di pojok kamarku. Aku berjalan ke arah piano dan duduk didepan pianoku. Kini aku ada dihadapan pianoku,aku menghembuskan nafas sejenak lalu memainkan sedikit dari pianoku itu. Ku tekan tuts tuts piano dengan lembut. Aku memainkan nya dengan perasaanku, aku terlalu asik bermain pianoku hingga tanpa ku sadari ibukku sudah pulang dari supermarket dan berdiri dibalik pintu kamarku.


"Hemm Musik yang menyenangkan dan membuat hati bunda jadi tenang " puji ibukku. Sontak aku langsung terkejut dan berhenti memainkan pianoku.


"KYAAA!!!SETAN!!!" Kagetku. Aku mengalihkan pandanganku ke pintu kamarku. Kudapati ibukku berdiri disana.


"Astaga Bunda...bikin kaget aja...sejak kapan bunda berdiri di situ?" Tanyaku.


"Sudah dari 20 menit yang lalu" jawab ibukku.


"Kok Lisa nggak denger suara pintu dibuka " ucapku.


" Tadi bunda udah manggil kamu pas saat bunda udah pulang dari supermarket. Bunda tadi memanggilmu dari bawah tapi kamu nggak denger. Terus Bunda denger suara Piano yang merdu dari atas. Makanya bunda naik keatas dan masuk kedalam kamarku tapi kamu sibuk bermain piano dan lagian Suara piano yang kamu mainkan membuat hati Bunda jadi tenang" jelas panjang lebar ibukku. Aku sesaat menatap ibukku.


"Sudah lama yaa...kira kira bagaimana kabar orang itu " Ucap bunda sambil memandangiku dengan hangat. Aku langsung sesaat menatap piano yang ada didepanku.


"Iya sudah lama...sudah 5 tahun berlalu sejak hari itu.. " ucapku sambil memandangi piano dan menyentuhnya dengan lembut.


Eps.32 Surat peringatan selesai....


To be continued.....