
Sepulang sekolah aku mulai ke luar gerbang sekolah dan mulai memesan ojek online karena ayah ku tidak bisa menjemput ku karena sibuk di kantor.
" Dengan mba Lisa?" Tanya driver itu.
" Iya pak saya sendiri. " Jawabku.
" Mari non dipakai dulu helm nya. " Ujarnya.
Lantas aku mulai memakai helm yang ia sodorkan.
" Udah siap non?" Tanyanya.
" Iya pak, jangan ngebut yaa pak. " ujarku.
" Oh siap non " jawabnya.
****
Sesampainya di kafe square di dekat rumahku.
" Berapa pak?" Tanyaku sambil melepas helm
" 12 ribu non " jawabnya. Lantas aku mulai mengambil dompetku didalam tas dan mengambil uang 15 ribu.
" Ini pak, kembaliannya buat bapak aja " ujarku.
"Wahh Makasih yaa non. " Ujarnya.
" Iya pak sama sama " jawabku.
Lantas aku mulai masuk kedalam kafe dan kudapati meja dan kursi dipenuhi oleh pengunjung ditambah lagi panjangnya antrian membuat ku gerah.
" Mba pesen iced coffee latte Boba 1, Chocoa Latte dengan whipping cream 1, lalu satu loyang tiramisu cake dan satu loyang tiramisu cake. Take away yaa mba" Ujar ku.
Lantas pelayan itu mulai mencatat pesanan ku.
" Atas nama siapa kak?"
"Lisa" jawabku.
" Baik kak mohon silahkan ditunggu pesanannya." Ujarnya.
" Totalnya jadi 84.000 yaa kak " tambahnya.
Lantas aku mengeluarkan dompetku dan mengambil uang 100.000 dompetku.
" Kembaliannya jadi 16.000 ya kak " Ujar pelayan kafe itu.
Aku mulai celingak celinguk mencari tempat duduk yang masih kosong. Tapi hari ini keadaan kafe sangat ramai oleh penggunjung. Kurasa aku tahu pengunjung betah dan berlama lama disini Desain cafe sederhana ini pun tampak hangat dan luas berkat pancaran sinar matahari dan ilusi ruangan yang terbuka.Walaupun ruangan tidak luas, desain cafe sederhana pada inspirasi di atas tampak nyaman. lalu aku memilih tempat duduk didekat jendela besar yang menghadap ke taman kafe.
Ku keluarkan novelku sambil mendengarkan musik menggunakan earphone ku. Lalu penggunjung mulai masuk keluar kafe.
' hmm kurasa kafe ini terkenal ,dari tadi selalu ada saja pelanggan yang berdatangan. ' Batinku.
Bermenit menit ku habiskan didalam kafe,kurasa aku mulai bantah dikafe ini dan rasanya tidak mau pulang ke rumah.
" Atas nama Lisa " Ujar salah satu pelayan. Aku mulai bangkit berdiri dan mengambil pesanan ku, lalu keluar dari kafe dan pulang ke rumah.
****
Sesampainya di rumah aku mulai melepas sepatu dan kaus kaki ku. Dan aku Langsung menaruh pesanan kakakku diatas meja makan. Lalu naik ke atas kamarku, sebelum itu aku mulai ke kamar kakakku.aku mulai mengetuk pintu kamarnya.
Tok..ttokk..tokk
" Onesan? Onesan didalem?" Panggilku sambil mengetuk pintu.
" Iya, masuk aja Sa " jawab kakakku.
Lantas aku mulai membuka pintu kamar kakakku.
" Onesan pesanannya udah aku taruh diatas meja." Ujarku.
" Iya makasih yaa " jawab kakakku.
" Emm Onesan bunda sama ayah kemana?" Tanyaku.
" Ohh Okaasan sama Otoosan katanya ada acara kondangan di tentangga sebelah katanya pulangnya nanti agak malem. " Jawab kakakku.
" tadi Kapan berangkatnya?" Tanyaku lagi.
" Tadi jam 4 sore " jawab kakakku.
"Ooooo"
"Emmm nee Lisa " panggil kakakku.
" Hai ?(iya)" jawabku.
" Gimana kalau kita bikin makan malam aja. Kan kasian Okaasan masa baru pulang nanti harus masak. Masak sama kakak yuk " ajak kakakku.
" Oke tapi aku mandi dan ganti baju dulu " jawabku.
" Ya udah sana cepetan " ujar kakakku.
Tanpa pikir panjang aku mulai Menganti seragamku dan mulai mengambil handuk lalu bergegas mandi.Setelah cukup membersihkan diri aku dan kakakku mulai turun ke bawah dan ke dapur.
" Lisa kamu bantuin bersihin kulit udangnya lalu setelah itu cuci Ampe bersih. " Suruh kakakku.
" Oke " jawabku.
****
Beberapa jam kemudian....
"Fyuhh akhirnya siap dan selesai juga. " Ujar kakakku.
" Emm Onesan. Ini Onesan mau nyiapin makan malam apa mau jualan. banyak banget Nesan. Auto perut bedah hari ini " Ujarku.
" Hehehehehe habisnya kan Kalian nggak pernah makan masakan aku kan?" Ujar kakakku.
" Betul juga Sihh tapi ini mah kebanyakan. " Ujarku.
Lalu ayah dan ibuku pulang ke rumah.
" Keiko...Lisa..ayah dan Ibu udah pulang nihh " ujar Ibuku.
" Okaerinasai" jawab kami dengan kompak.
" Banyak yah...nggak bisa dihitung ama jari. " Jawabku.
"Yaa udah kita makan aja " ujar ibukku.
Lantas kami mulai ke meja makan dan ayah dan ibuku terkejut akan banyaknya makanan yang ada diatas meja.
" Yaa ampun ini kalian yang masak. Kenapa banyak banget..." Ujar ayahku.
" Onesan Bun keasikan masak sampe nggak nyadar kalau udah banyak makanannya yang udah disiapin. " Ujarku.
Lantas kami mulai memakan hidangan makan malam kami. Baru kali ini aku memakan masakan Jepang, sebenernya bukan yang pertamakali nya sihh.
****
Tot..tokk..tok..
" Lisa kamu didalem?" Ujar kakakku sambil mengetuk pintu.
" Masuk aja Onesan " jawabku. Lantas kakakku membuka pintu kamarku.
" Ada apa Onesan?" Tanyaku.
" Nihh aku bawa oleh oleh dari Jepang." Ujar kakakku sambil menyodorkan ku kotak kado dibalut dengan pita.
" Wahh Arigato nesan( makasih kak)" ujarku sambil menerima sodoran kotak kado dari kakakku.
"Udah buka aja " ujar kakakku.
Lantas aku mulai menarik pita kotak kado tersebut dan membukanya perlahan lahan. Ketika aku membukanya aku mulai terkejut.
" Yaa ampun Onesan ini cantik banget. " Ujarku.
" Arigato Onesan" ujarku sekali lagi sambil memeluk kakakku.
"Iya iya Doitashimashite(sama-sama)" jawab kakakku.
" Kakak dulu pernah dengar dari Okaasan katanya kamu suka pernak pernik aksesoris, makanya kakak beli. Tohh dijepang bagus bagus makanya kakak beli buat kamu. " Ujar kakakku.
"Wahh bunda bocoran yaa ahahahaha " ujarku.
"Ohh iya kakak juga belikan Mochi dari Tokyo. Kalau mau ada dikulkas. " Ujar kakakku.
" Makan bareng yuk... Onesan" ajakku, kakak hanya mengangguk saja.
Kami mulai turun ke dapur dan kami dapati ayah dan ibu tenggah asik menonton telivisi.
Sedangkan kakakku mulai mengambil kotak kardus dari Kulkas dan lalu membukanya.
" Wahhh Onesan tampilannya kayak nya enak dehh " ujarku.
" Ahahaha yuk kita makan bareng bareng sama Okaasan dan Otoosan. " Ujar Kakakku.
****
Pagi harinya.
" Yah Bun aku berangkat yaa " Ujarku.
"Iya hati hati dijalan Sayang " Jawab kedua orangtuaku.
" Onesan aku berangkat dulu yaa...kue tiramisu sama kue Red Velvet nya kemarin aku taruh dikulkas ". ujarku.
"Iya hati hati dijalan." Jawab kakakku. Aku mulai berangkat ke halte Bus, karena kondisi kakiku belum sembuh total.
Sesampainya disekolah....
" Pagi girls " sapaku kepada kedua temanku.
" Ohh pagi Sa " jawab kedua temanku dengan kompak.
Aku mulai duduk dibangkku. Dan mulai memandangi pemandangan ke arah jendela luar.
' Gilak aku masih ada jadwal buat persiapan buat perlombaan berikutnya. Akhhh kenapa perlombaannya banyak banget sihh kalau gini terus bisa bisa otakku meledak bagai gunung berapi. ' Batinku sambil membaca jadwal di note bookku.
" Emmm Lisa "panggil Elena.
"Ya?" Jawabku.
"Kamu sering sering main ma kita dong. Aku nggak mau sama Liana. " Ujar Elena.
"Haa?! Emangnya Liana kenapa? Dan apa hubungannya?" Tanyaku.
" Semenjak kamu belajar buat Olimpiade dan perlombaan lainnya dia tuhh suka ngintilin kita terus. Apalagi sama geng komplotan nya tiap hari kok nempel nempel sama kita kaya lintah aja " Ujar Elena.
" Dia kan biasanya sama geng komplotannya. Lisa sebaiknya kamu jaga jarak ama Dia. " Uajr Liya.
" Iya iya. Ohh iya Tina masuk nggak eee?" Tanyaku sambil celingak celinguk.
" Dia nggak masuk lagi katanya sakit. Emangnya kenapa kamu tanya itu" ujar Liya.
" Oh iya aku Ampe Lupa mau cerita itu. ", Ujarku sambil menepuk jidat.
Aku mulai menceritakan kejadian setelah mereka pulang dari Event sekolah dimalam hari itu. Dan juga tentang Tina yang disekap dan kami yang mengeluarkan nya. Elena dan Liya yang mendengarkan ceritaku saja sambil melongo tidak percaya.
" Kalau kalian nggak percaya tanya saja sama si kating rese. " Ujarku.
" Oke kami percaya kamu kok, kamu kan nggak mungkin nikung atau bohong sama kita kaya gitu. "Ujar Elena.
"Huaaa yah pokonya aku jadi terharu nihh "ujarku.
" Terharu? Kalau gitu Tlaktir kita makan soto dikantin ya?" Ujar Elena dengan enteng.
" Aku juga dong Tlaktir sekalian " Tambah Liya.
" Tiba tiba rasa terharunya hilang nih " ujarku.
Tett...ttet...tettt...
Bel masuk berbunyi Elena dan Liya mulai duduk ke tempat nya masing masing, sedangkan aku beranjak pergi keluar kelas dan menuju ke ruang Lab bahasa untuk pembelajaran persiapan Olimpiade
To be continued....