The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps.20 Perlombaan dimulai!!



Aku hanya duduk sambil membaca note Book ku sambil mendengarkan lagu dan memakai earphone.


' Ini dari tadi kok nggak sampai sampai sihh udah 3 setengah jam perjalanan nihh...kok nggak nyampai nyampai sihh ' Batinku mulai kesal.


" Pak Yohanes masih lama sampainya?" Tanyaku kepada pak Yohanes.


" Bentar lagi sampai " Jawab pak Yohanes yang fokus mengemudi. Aku hanya menghela nafas saja. Lalu mobil yang kami tumpangi masuk kedalam gerbang sebuah gedung yang besar yang akan jadi tempat olimpiade berlangsung.Lalu pak Yohanes memakirkan Mobilnya.


" Kita sudah sampai..ayo turun " Ucap pak Yohanes sambil yang melepas seatbelt dan keluar dari mobil begitu juga dengan Bu Endah dan kami berdua.


" Ayo kita masuk... sebentar lagi Pembukaan acara dimulai " Ucap Bu endah. Lalu kami mulai memasuki gedung besar dihadapan kami. Setelah masuk kudapati dalam gedung yang begitu besar,luas dan megah itu dan juga kursi yang tertata rapi dan didepannya ada sebuah panggung. Ruangan cukup ramai kulihat murid murid lain yang berasal dari sekolah daerah lain. Kami mulai mencari tempat duduk dan duduk di salah satu kursi dan tak lama kemudian acara pembukaan dimulai.


Pembukaan hanya meyambut kedatangan peserta dan membacakan peraturan selama perlombaan dimulai. Pembukaan hanya membutuhkan 20 menit untuk selesai.


" Dengan ini Perlombaan Olimpiade sains tingkat Nasional Dibuka!!" Ucap pembawa acara. Sontak kami hanya bertepuk tangan saja. Setelah itu peserta lomba memasuki gedung lain yang lebih luas dan Pendamping peserta atau guru hanya boleh menunggu diluar.


" Ingat kata Bu Endah kemarin yaa kerja sama.Saling membantu kerjakan soal yang gampang dulu lalu pikirkan jawaban soal yang susah bersama. Lisa..Leo semangat!!" Ucap Bu Endah.


" Kalian pasti bisa dan bawa pulang piala kemenangan untuk sekolah kita" Lanjut pak Yohanes.


Kami hanya mengangguk lalu Kami berdua memasuki ruangan lomba dan duduk diurutan paling belakang. kini Kating rese duduk di sampingku. Ruangan lomba penuh dengan siswa siswi dari sekolah lain. lalu panitia memasuki ruang lomba.


" Baik semua sudah masuk kedalam ruangan. Kita langsung mulai saja perlombaannya. Ingat peserta yang melakukan kecurangan akan langsung diskualifikasi dari perlombaan. Panitia juga akan mengawasi kalian disetiap sudut. Baik kami akan membagikan soal waktu mengerjakan soal 3 Jam. jika waktu sudah habis selesai nggak selesai Jawaban kalian langsung serahkan ke panitia." Ucap panitia panjang lebar.


Panitia mulai membagikan soal disetiap meja ada setumpuk soal. Dan kini dimeja kami ada setumpuk soal yang segaja terbalik.


" Baik siap....MULAI!! " Ucap aba aba panitia.


Aku langsung mengambil soal yang ada didepanku lalu membagi 2 soal tersebut dan memberikan setengahnya kepada si kating rese. Kami berdua mulai mengerjakan soal dengan cepat.


" Kating rese soal yang susah dilompati dulu kerjakan yang gampang dulu. kalau nggak bisa tanya aku " Bisikku kepada dikating rese sambil menulis jawaban dikertas.


" Oke udah tahu. Nggak juga kamu bilangin aku juga udah tau tiang listrik" Jawabnya.Aku tahu sekarang bukan saat nya aku meladeninya aku sibuk mengerjakan soal dan menulis jawaban Sampai tangan ku pegal.beberapa menit terus berlalu kami masih sibuk mengerjakan soal. Lalu tiba tiba cairan merah kental menetes dikertas jawabanku. Ku pegangi hidungku yang ternyata aku mimisan.


' Kenapa harus sekarang sihh...mimisannya nanti aja bisa nggak...padahal hari ini nggak ada acara mimisan..ditambah lagi aku nggak bawa tisu lagi aarrrgggg ' Batinku dengan geram.


Aku mendongak kepalaku keatas untuk menghentikan darah yang keluar dari hidungku. Aku coba menutupinya dengan tangan tapi darahnya masih menetes. Kating rese yang melihatku mimisan langsung melepas dasinya dan menutup hidungku dengan dasinya. Aku diam saja menerimanya karena keadaanya sudah sangat mendesak.


" Dasar tiang listrik ngapain sihh pakai acara mimisan Dasar Bodoh!!" Omelnya dengan pelan.


" Udah aku nggak papa.cuma darah yang terus mancur saja kamu kerjakan saja soalnya. buruan waktunya habis cepetan " Kataku yang mulai melanjutkan mengerjakan soal lagi sambil memegangi hidungku dengan dasinya si kating rese yang dia berikan kepadaku. Panitia yang melihatku mimisan aku hanya menggeleng tanda aku tidak apa apa. 2 Jam sudah berlalu. Tiba tiba saja kating rese mendongakkan kepala nya ke atas aku melirik ke arahnya dia juga mimisan,darahnya juga terus mengalir dan menetes di lembar jawabnya.


' Astaga kenapa si kating rese juga ikutan mimisan sihh arggghhh!! ' Batinku sambil melirik ke arah Kating rese. aku yang masih memegangi hidungku menggunakan dasinya si kating rese. Aku langsung aku melepas dasiku dan menutup hidungnya dengan dasiku.Namun kating rese sempat menolak namun aku langsung memegangi hidung nya dan menekan hidungnya dengan menggunakan dasiku.


" Udah nurut aja... Dasar kating rese ngapain juga sihh kamu ikutan pakai acara mimisan juga.. Dasar Bodoh!! " Omelku. Aku dan si kating rese kembali mengerjakan soal yang masih tersisa.


' Kejadian apa apaan ini!!! kita berdua mimisan dan juga bersamaan ditambah lagi darah kami terus mancur keluar dari hidung


Kami berdua..Hidung ku juga dari tadi tidak habis mengeluarkan darah Bodo Amat dahh'


Waktu sebentar lagi habis kami berdua mempercepat mengerjakan soal yang tersisa hingga Waktu telah habis.


" Oke waktu tinggal 5 menit lagi " Ucap panitia. Kami sedikit lagi selesai mengerjakan soal aku mempercepat menulis jawabanku di kertas jawaban begitu juga dengan si kating rese.


di detik detik terakhir kami berdua selesai mengerjakan soal secara bersamaan lalu kami hanya menghela nafas saja.


" Oke waktu habis serahkan jawaban kalian ke panitia "


Kami berdua menghela nafas dan menyadarkan tubuh kami di sandaran kursi sambil menghela nafas lega. Dan juga darah yang keluar dari hidung kami mulai sedikit. Aku mengabungkan kertas jawabku dan kertas jawaban si kating rese lalu aku menyerahkannya ke panitia.


" Oke waktunya istirahat sambil menunggu hasil. peserta dimohon keluar dari ruangan perlombaan " Ucap Panitia.


Aku dan si kating rese membereskan barang dan lalu mengendong tas dan kami berdua beranjak meninggalkan ruangan sambil memegangi dasi yang kami tukar menukar dasi tadi. Aku memegangi hidungku menggunakan dasinya si kating rese begitu sebaliknya Si kating rese memegangi hidungnya dengan menggunakan dasiku.


' Kami terlihat seperti orang bodoh ' Batinku.


Begitu kami keluar dari ruangan perlombaan kami malah jadi pusat perhatian.


' Ohh bagus sangat bagus Lisa. kami memang terlihat seperti orang bodoh. Aku sangat malu kenapa semua orang mengarah pandangannya ke arah Kita berdua bodo amat dahh. bagus Lisa kamu bodoh,gemblung memalukan.' Batinku dengan kesal dengan diriku sendiri. Begitu kami Sampai dipintu keluar ruangan Bu Endah dan Pak Yohanes Terkejut melihat kami yang memegangi hidung kami menggunakan dasi secara bersamaan.


" Astaga kalian kenapa?" Tanya Bu Endah.


" Kenapa kalian memegangi Hidung kalian menggunakan Dasi kan jadi kotor!! " Omel pak yohanes.


" Dan juga kenapa kalian malah tuker tukeran dasi!! Hidung kalian kenapa ada yang kentut didalam ruangan pas perlombaan berlangsung " Lanjut omel pak Yohanes.


' Astaga pak Yohanes memang tidak peka...orang sakit malah diomelin padahal kami sudah berjuang mati Matian mengerjakan ratusan soal...Aku tarik ucapan ku tadi pagi tentang pak Yohanes baik banget tapi tidak Peka benar benar tidak peka ' Batinku yang agak kesal.


Pak Yohanes terus mengomeli kami berdua,dan bodoh nya kami malah diam saja.


Aku dan si kating rese mulai tidak tahan omelannya pak Yohanes yang nggak jelas.


Aku dan kating rese langsung membuka dasi yang kami gunakan tadi untuk menghentikan darah yang terus keluar. Begitu kami membuka dasi dari hidung kami, sontak darahnya malah semakin mancur keluar hingga menetes ke rok seragamku begitu juga dengan si kating rese darahnya yang terus keluar menodai seragamnya.


Pak Yohanes dan Bu Endah yang melihat kami mimisan dan darahnya terus keluar sontak langsung terkejut dan panik.


" Kami menutup hidung menggunakan Dasi karena kami mimisan pak!! Kami sudah berjuang mati Matian mengerjakan ratusan soal malah diomelin!! Bapak benar benar nggak peka sama murid sendiri " Ucap kami berdua dengan datar sambil menatap pak Yohanes dengan tatapan dingin


" Astaga kalian kenapa bisa mimisan?!! apa lagi berbarengan lagi!! duhh pak Yohanes jangan di marahin aja kedua murid kita ini bukannya Pak Yohanes berterimakasih malah mengomeli mereka haduhh kalian ke ruang kesehatan dulu ayo Bu Endah temani kalian berdua. dan pak Yohanes tetap disini dan menunggu pengumuman " Ucap Bu Endah.


" Nice Bu Endah!! Timingnya pas!!" Gumamku.


Bu Endah mulai membawa kami ke ruang kesehatan.


Eps.20 Perlombaan dimulai!! selesai...


To be continued....