
Beberapa hari terus berlalu aku masih sibuk latihan dengan dikating rese dan Bu Lupy. Aku jarang mengikuti pelajaran dikelas dan sibuk di ruang musik. Lalu bell istirahat berbunyi.
"Kita istirahat dulu nanti jam 10:15 kita lanjutkan latihan " Ucap Bu Lupy. kami hanya mengangguk saja. Lalu Elena dan Liya datang menjemputku di ruang musik.
"Lisa!!" Panggil kedua temanku sambil mengintip dari pintu.
" Elenaa Liyaaa" seruku.
"Ke kantin yuk " ajak Elena.
"Oke " Jawabku.
Aku beranjak keluar dari ruang musik dan menuju ke kantin bersama kedua temanku.
Sesampainya di sana kami langsung memesan makanan dan duduk dikantin.
"Gimana kalian latihan jadi pembawa acaranya?" Tanyaku.
"Udah Oke sihh tapi deg degan " Jawab Elena
"Karena besok hari perayaan festival Olahraga. Semoga aja lancar lancar aja " Harap Liya.
Tak lama kemudian pesanan kami sudah sampai. Kami langsung menyantap makanan yang tadi kami pesan sampai ludes kinclong.
"Balik yuk bentar lagi bel masuk ". Ajak Liya.
Ketika kami hendak beranjak dari tempat duduk kami. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku.
"Ehh Elo...Elo yang namanya Jenesia Lisa kan?" Ucap seseorang kepadaku. Aku langsung membalikkan badan dan kudapati murid cewek dengan 2 murid cewek lagi dibelakangnya.
"Dia kan si Rosa anak yang cukup terkenal di sekolah ini. Ngapain dia cari kamu?" Bisik elena.
"Iya saya sendiri ada apa ya?" Jawabku.
"Oooo jadi elo yang namanya Si Jenesia Lisa yang lagi terkenal itu " Ucapnya dengan sinis.
"Iya ada yang bisa saya bantu?" Tanyaku.
"Ehhh Elo jangan sok polos yaa mentang mentang cantik gituu eww" ucap murid cewek itu merendahkan ku.
Elena dan Liya ingin melawannya namun aku memberi kode agar mereka diam saja.Dan kini perhatian seisi kantin tertuju padaku.
"Ehhh Elo...Elo itu Cewek Pelakor yaa Gue tahu elo sengaja nggak suka sama Leo tapi Nempel nempel terus kaya lintah kan" Ucapnya.
'Astaga Cobaan apa lagi ini cewek yang nggak jelas tiba tiba Dateng cuma mau begituan doang udah tau dikantin apalagi rame banget disini ' Batinku dengan kesal.
" Elo itu sok jual mahal " Hina nya kepadaku
Aku hanya diam saja sambil menunduk, rambut panjangku menutupi wajahku sehingga tidak kelihatan.
" Ehh jangan coba coba deketin Leo yaa Leo itu nggak pantes buat Elo tauu nggak!! " Ucapnya lagi.
"Leo itu yaa cocoknya sama aku. Kamu jago make up an yaa...Cuma Tampang cantik doang aja sombong....Cantik lahh pake Make up jadi biar kelihatan cantik gitu..." Ucapnya.
Aku hanya tetap diam sambil menunduk rambut panjang ku menutupi wajahku. Aku juga kesal apa yang dia katakan tapi aku nggak mau meladeni aja.
"Gimana kalau kita buktiin " Ucapnya. Lalu dia memberi kode kepada kedua temannya.
Ketiga cewek itu mengambil gelas yang berisi Air dan menyiramkan tiga gelas berisi air yang mereka pengang kepadaku.
BYURRR...
Kini wajahku basah kuyup. Bukan hanya wajahku saja tapi rambutku,seragamku,serta Rokku juga jadi basah karena disiram air dari cewek cewek tadi. Ketiga cewek tadi malah tertawa cekikikan melihatku yang basah kuyup. Sontak aku langsung emosi.
'Oooooo mau main kasar yaa ternyata...Oke akan ku balas ' Batinku sambil mengepalkan tangan.
"Kamu keliru dengan ucapanmu" Ucapku.
"Pertama aku tidak melakukan tindakan kekerasan dengan Leo atau murid lain. Kedua Aku nggak nempel nempel sama Leo tapi kami hanya latihan buat Perlombaan dan kompetisi. "Ucapku.
"Dan ketiga Aku ini nggak pakai make Up sama sekali " Tambahku sambil mengangkat kepala dan menyibakkan Rambutku yang sedikit basah dan memperlihatkan wajahku yang basah. Lalu ku ambil gelas yang berisi air diatas meja dan menyiramkan nya Kepada Rosa.
BYURR...
Kini kusiram gelas yang berisi air ke wajahnya dan kini wajahnya menjadi basah.
"Justru kamu yang Makai Make up udah nuduh padahal kamu sendiri yang pake full make up udah gitu make up nya nggak waterproof lagi. Mau ngaca nggak Eyeliner mu udah luntur tuhh. " Ucapku.
"Kamu cuma Dateng dan bilang begituan. Apa kamu nggak malu apa??haa?!!. Buat apa capek capek ngomongin yang nggak jelas gitu. Kalau kamu suka Leo yaa sana kamu deketin kek kamu pacarin kek kamu lamar dia kek terserah kamu...aku nggak peduli dan apa hubungannya sama aku. " Ucapku dengan tegas.
" Kalau kamu masih punya harga diri dan rasa malu. Kalau aku jadi kamu aku nggak akan nglakuin hal yang gak guna lagi " Ucapku
Lalu Bell masuk berbunyi. Lalu aku beranjak meninggalkan kantin diikuti Elena dan Liya yang mengikuti ku dari belakang. Dengan keadaan rambut dan seragamku yang agak basah aku pergi meninggalkan kantin dan menuju ke ruang musik lalu Elena dan Liya menuju ke ruang kelas. Sesampainya di ruang musik ku dapati si kating rese yang sibuk memainkan gitarnya.
"Kamu telat 15 menit " ucap si kating rese.
"Maaf " jawabku.
"Lagian kenapa rambut dan rompi serta rok mu basah ?" Tanya si kating rese.
"Biasa dilabrak sama Fans mu yang nggak jelas...kenapa aku selalu jadi korbannya " jawabku.
sambil mengeringkan rambutku menggunakan handuk kecil yang tadi ku ambil dari UKS. Lalu aku melepas rompi seragamku. Lalu tak lama kemudian Bu Lupy datang. Lalu kami melanjutkan latihan kami sampai pulang sekolah.
"Oke hari ini hari terakhir latihan kita. Dan jangan lupa kalian packing buat besok. Dan besok Pak Yohanes yang membawa kameranya sekalian mobil. Kita menangkan Kompetisi besok. " Ucap Bu Lupy. Kami hanya mengangguk saja.
Aku beranjak meninggalkan ruangan musik lalu berjalan pulang ke rumahku.
****
Sesampainya di rumahku aku langsung mandi dan makan malam bersama keluarga ku. Setelah makan malam aku naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamarku. Aku mulai packing untuk hari esok.
"Emmm seragam sekolah 2 style, baju tidur 3, Daleman 4,Alat mandi, ponsel, earphone, note book, charger,obat pribadi oke semuanya udah. " Gumamku lalu menutup resleting tas ranselku.
Lalu ku rebahkan tubuhku ke atas kasur dan lama kelamaan aku jatuh terlelap tidur.
Eps. 35 kejadian kecil dikantin selesai....
To be continued...