The Secret Of School Love Story

The Secret Of School Love Story
Eps. 61 Hampir keceplosan.



Sesampainya di depan digerbang sekolah lantas aku turun dari mobil dan pamit kepada ayahku. Lalu mobil ayahku melaju kembali ke jalanan dan mulai lenyap dari pandangan ku. Lantas aku masuk kedalam gerbang dan berjalan menuju ke ruang kelasku. Hari ini aku lebih ceria dari biasanya ya bagaimana tidak kalau kakak sepupuku yang dari Tokyo Jepang pulang ke rumahku apalagi Keiko juga nginep lagi.


" Halo girlssss " sapaku kepada kedua temanku dengan semangat.


" Widihh Semangat bener nihh ada apa?" Tanya Liya.


" Nggak papa kok...hehehehe" Jawabku sambil tersenyum manis.


" gimana yang enggak kamu terus terusan mesam mesem gitu kenapa? Ada apa cerita dongg!" Ujar Elena mulai kepo.


" Kalian tahu nggak..." Ujarku.


" Enggak " jawab kedua sahabatku dengan kompak.


" Lha kamu belum ngomong ke kita " tambah Elena.


" Aisshh jadi gini tadi pagiiiiiiiiiiiiii......kakakku yang dari Jepang pulang ke rumahku kyaaaaaa seneng banget...." Ujarku dengan heboh.


" Haa?! Kakak? Bukannya kamu anak tunggal yaa Sa?" Ujar Elena kebingungan.


" Maksudku kakak sepupuku bodoh...Keiko Mizamoto yang dari Tokyo Jepang itu. Kan dulu aku pernah cerita sama kalian...aku seneng banget karena tadi dia pulang ke indo..." ujarku.


" Ooooooooo~ "


" girls Nanti ke mall yuk " ajak Liya.


" Oke setuju setuju " jawab Elena dengan semangat.


" Oh maaf ya guys aku nggak bisa. " Jawabku.


" Yahhhh Kenapa?" Tanya mereka dengan serempak.


" Belajar buat persiapan lomba Olimpiade kimia diminggu depan. Kalian berdua aja aku nggak ikut. " jawabku.


Tett...tett...tttet


" Udah dulu yaa guys udah bel..bye bye " Ujarku.


"Eits Eits mau kemana?bolos?" Tanya Elena sambil menarik kerah bajuku dari belakang.


" Bolos mbahmu...ke Ruang Lab bahasa lahh buat belajar Persiapan Olimpiade sama Pak Hadi..." Jawabku.


Elena dan Liya kembali ke tempat duduknya masing masing Sedangkan aku keluar kelas dan menuju ke Lab bahasa.


" Ohh iya girls tiati Lohh " Ujarku.


" Ada apa emangnya?" Tanya Liya.


" Jam pertama Bu Lintang kan? Tapi katanya Bu Lintang nya izin sakit ...jadi katanya nanti digantikan sama guru kelas XII Bu Sri. Tiati Lohh katanya gurunya killer dan galak siap siap senam jantung yaa bye bye selamat menikmati masa suram kalian hehehhehe " Ujarku. Sontak Elena dan Liya langsung bergidik ngeri.


' untung aja aku nggak ikut pelajaran hehehhe ' Batinku tersenyum sumringah.


Sesampainya di Lab bahasa seperti Biasa si kating rese sudah duduk manis disana. Aku mulai menaruh tas ku dan duduk dikursi yang berhadapan dengan si kating rese. Sambil menunggu Pak Hadi datang aku mulai membaca buku materi yang ku pinjam dari perpustakaan kemarin. Hening tak ada suara lain selain lembaran buku yang dibolak balik. Lalu Pak Hadi datang memecah keheningan dan pembelajaran kami dimulai.


Lalu setelah Berjam jam berlalu tak berselang lama kemudian bel istirahat berbunyi.


" Oke kita Lanjutkan besok saja. Kalian pelajari dulu ringkasan materi yang bapak berikan. Dah kalian boleh istirahat. " Ujar pak Hadi.


" Baik pak " Ujar kami dengan kompak.


Aku mulai membereskan Bukuku yang ada diatas meja dan bangkit berdiri dan hendak ke kantin bersama kedua temanku sambil mesam mesem sendiri saking senengnya dan nggak sabaran pulang ke rumah bertemu dengan kakak sepupuku. Ketika aku hendak keluar ruangan Si kating rese memanggil ku.


" Oii Tiang Listrik " panggilnya.


" Ya?" Jawabku.


" mau kemana?" Tanyanya.


" Ke Got. yaaa mau ke kantin lah " jawab ku.


"Oh sekalian nitip Air mineral botolan yang dingin satu" Ujarnya sambil menyodorkan uang


" Hmmm Oke " Jawabku sambil menerima sodoran uang dan keluar ruangan.


Ketika aku melewati lorong kelas dan sampai didepan kantin aku berpapasan dengan kedua temanku. Lantas aku menyapa mereka.


" Haii girls gimana seru? Diajarin sama Bu Sri enak kan... " Ujarku.


" Enak monyet jungkir balik?...mending aku pilih jungkir balik dari pada masuk ke kelas yang bagai neraka itu..." ujar Liya.


" Sumpah ser rasanya kaya neraka beneran. Kamu tahu nggak tadi suruh ngerjain 50 soal dan cuma diberi waktu 40 Menit doang padahal soalnya susah banget kalau nggak tepat waktu bakalan dihukum...terus tadi diadakan Quiz lagi yang nggak bisa jawab harus berdiri dengan satu kaki ditambah kedua tangan harus diangkat sampai bisa jawab." Ujar Elena.


"Udah tahu tadi aku nggak bisa jawab 5 soal lagi. Tanganku Ampe mau copot rasanya...mukanya Bu Sri serem banget kalau berpapasan atau berpandangan sama dia kaya dia mau menerkam kita aja...Huaaaa " tambah Elena.


" Kamu mah enak Sa...nggak usah ikut pelajaran nya Bu Sri " Ujar Liya.


" Hehehehehehe tapi kan aku harus belajar buat persiapan Lomba dan Olimpiade lainnya. Mungkin akhir akhir ini kita akan jarang main. " Ujarku.


" Udah yaa aku mau balik dulu " Ujarku.


" Lha nggak makan atau beli?" Tanya Liya.


"Nihh udah roti coklat sama Air mineral. " Jawab ku.


" Tapi sa bukannya kamu udah selesai belajar kimia di lab bahasa nya..." ujar Liya.


" Kan aku ikut semua perlombaan nya. Jadi aku harus Belajar semua mata pelajaran nya. Tadi harus belajar kimia buat Olimpiade terus nanti harus belajar Matematika buat Cerdas cermat, terus aku harus belajar PPKN lalu belajar Sains Lalu belajar Teori tentang Olahraga lalu aku harus latihan piano."


"Lha terus kapan kita ke mall bareng ?" Tanya Elena.


" Kan jadwalku padet guys tanggal 2 Maret aku Olimpiade kimia terus tanggal 10 aku lomba cerdas cermat, lalu tanggal 19 aku lomba Olimpiade sains lagi, lalu tanggal 26 aku lomba pengurai cepat, tanggal 29 Lomba cabang olahraga Jalan cepat, lalu tanggal 5 April nya lomba berbalas musik, lalu tanggal 13 lomba karya Seni musik, tanggal 20 aku Lomba ajang beladiri, terus tanggal 26 Lomba pentas seni musik, lalu tanggal 30 nya aku lomba Olahraga Bulutangkis ganda campuran Lohh, dan lain lain lah pokoknya udah yaa aku ke lab bahasa dulu Bye " ujarku sambil meninggalkan kedua sahabatku.


" Liy dia mau kerja apa sekolah sih?" Tanya Elena.


"Nggak tahu tuhh kerja kayaknya, hidup kok penuh dengan berfikir dan ngunain otak terus apa nggak konslet apa meledak tuhh otaknya si Lisa." Jawab Liya.


"Au ah yuk balik ke kelas " Ajak Elena.


****


Sesampainya di lab bahasa.


" Oii kating Rese nihh pesenanmu dan ini kembaliannya" ujarku.


"Hemm Thanks " jawabnya.


Lantas aku mulai memakan roti coklat yang tadi ku beli sambil membaca buku pelajaran.


" Konnichiwa Onesan?( Halo kakak?)" Ujarku.


" Lisa apa kakak menganggu mu?" Tanya kakakku dari seberang telepon.


" Enggak nganggu sama sekali kok Onesan tohh sekarang baru jam istirahat...hehehe ada apa kak?" Jawabku.


" Oh iya nanti kalau pulang sekolah mampir ke kafe yang dekat di rumah yaa beliin kakak Kue tiramisu yaa...sama iced coffee latte Boba. Kakak lagi pengen " ujar Kakakku dari seberang telepon.


" Ohh Oke Onesan. " Jawabku.


" Jangan lama lama yaa...cepetan pulangnya." Ujar kakakku.


" Cieee Onesan kangen yaa " ujarku.


" Doitashimashite ( tidak sama sekali )" jawab kakakku.


"Isss Onesan kalau gitu nggak jadi tak beliin loh " ancamku.


"Ahahahah Hai hai Isoide kaeru( iya iya cepet pulang yaa) jawab kakakku.


" Hai, Onesan ( iya kakak)" jawabku.


" Bye bye Lisa "


" Hem bye bye Onesan " jawabku sambil menutup sambungan telepon. Setelah aku menutup sambungan telepon aku langsung tersenyum sumringah.


" Siapa?' tanya si kating rese.


" Kepo" jawabku.


"Oo" ujar si kating rese dengan singkat.


" Ahahahah bercanda. Itu dari Onesan ku " Jawabku.


" Onesan? " Tanya si kating rese kebingungan.


" Onesan itu dalam bahasa Jepang berarti kakak perempuan. " Jawabku.


" Ahahahhahaha kamu nggak tahu yaa " ujarku sedikit cengengesan.


" Gak karena aku orang indo. Lantas kamu bisa?" Jawab nya.


" Bisa " jawabku dengan datar.


" Coba pasti cuma boongan" ujar si kating rese tak percaya.


" Oke" jawabku.


" Kating rese Anata wa orokade, minikuku, fumeiryode, itsumo watashi o kanjo-teki ni sa se, anata no kao wa airondai no yodesu.(kating rese kamu bodoh, jelek, tidak jelas, selalu membuatku emosional, wajahmu seperti papan setrika.)" Ujarku sambil menatap tajam ke kating rese.


" Hontoni naguritai!!.( Aku benar-benar ingin memukulmu)" ujarku dengan dingin.


" Tunggu tunggu tunggu sebentar kok ucapanmu terdengar di telinga


ku kok pedes banget yaa..." Ujar si kating rese.


" Enggak tuh cuma perasaanmu aja kalik " Ujarku.


" Masa. Kamu bilang apa tadi?!" Ujar si kating rese sambil menyipitkan matanya.


" Arimasen,Wasurete. ( Tidak ada,lupakan saja.)" Ujarku sambil menahan tawa.


"Hem, tapi kenapa kamu bisa bahasa Jepang?" Tanya si kating rese.


" Karena aku anak cewek blasteran. " jawabku.


" hangug-eohaseyo( apa kamu bisa berbicara Korea?)" Tanya si kating rese menantang. Lalu aku mulai tersenyum sinis.


" Jogeum (sedikit)" jawabku dengan mantab.


" boleh juga kemampuanmu." Ujar si kating rese.


Tentu saja dongg " jawabku.


"Cih sombong "


Lisa : " Sombong dikit nggak papa" jawabku sambil mencengir kuda.


Leo : " Oke coba terjemahkan kata-kata ku ini" Ujar si kating rese.


Leo : " jeongi gidung, dangsin-eun sesang-eseo gajang chuaghago gajang seong-gasin sonyeoibnida. teughi dangsin-ui mogsolineun sesang-eseo maeu pagoejeog-ibnida.( Tiang listrik, kamu adalah gadis paling jelek dan paling menjengkelkan di dunia. Apalagi dengan suaramu yang sangat merusak dunia.) "


Lisa : " Oh aku tahu...Lisa adalah orang yang cantik,alim,anggun, dan berkarisma. Lalu Lisa adalah cewek cantik yang namanya akan dikenang Oleh langit dan bumi." Jawab dengan asal dan ngawur ditambah lagi dengan pede nya bilang begituan.


Leo : " Ngawur gak ada satu kata pun yang benar. dan pedenya tingginya sampai ke Luar angkasa yaa "


Lisa : " Oh iya kating rese lomba berbalas musik nya gimana?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.


Leo : " Ya tinggal main musik. Kamu main piano aku main gitar udah gitu aja. Gitu aja repot repot "


Lisa : " Biasa aja kalik nggak usah ngegas. "


Leo : " Biarin awas aja kalau kamu main musik nya jelek "


Lisa : "Idihh emangnya kamu nggak tahu aku ini siapa?"


Leo : "Gak" jawab dengan singkat.


Lisa : " Jadi gini yaa perkenalkan dulu namaku tuhh Jenesia Lisa Char- "


Belum sempat aku menyelesaikan kata kataku aku langsung berhenti bicara karena teringat sesuatu.


Leo : " Siapa? siapa?"


Lisa : "Gak lupakan saja. "


' Hampir aja keceplosan, kan dari dulu aku udah membuangnya' Batinku


To be continued....


Author : " jangan lupa selalu Like dan komen yaa...


Happy Reading...