
" Hoamm...Akhirnya selesai juga..." Gumamku di belakang panggung. Acara Event telah usai kini seluruh murid mulai beres beres, Penonton ada sebagian yang membantu ada juga sebagian yang sudah pulang karena sudah larut malam.
" Yaa ampun udah jam 22:46 udah larut juga " Gumamku.
" Sipp...Ohh iya Sa Dress nya ambil aja " Ucap Liya dengan santai.
"E..Ehh masa? Kan ini Dress nya mahal " Ucapku.
" Enggak kok cuma 7 Juta aja dan kalau di jumlah sama sepatunya jadinya 12 Juta " Jawab Liya dengan santai. Sontak aku dan Elena hanya melongo.
" Udah ambil aja...anggap aja sebagai imbalan udah jadi Perwakilan dan hadiah kamu menang Kompetisi dan Eventnya " Ucap Liya.
" O..oke kalau kamu maksa " Ucapku.
" Tenang Sa Orang kaya mahh Bebas " bisik Elena.
" Ohh iya Leo Setelan Jas dan Tuksedo nya kamu ambil aja juga boleh kok... " Ucap Liya.
" Gak. Besok bakal aku laundry lalu aku bakal balikin " Jawab Si kating rese dingin dan kaku.
' Anehh padahal dia tadi cengengesan sama senyum senyum sekarang malah udah balik sama Sifat Aslinya...Tapi yahh bukan urusanku ' Batinku.
" Ohh iya gimana soal Tina...Aku Khawatir bangett " Ucap Elena.
"Kalau terjadi sesuatu sama Tina gimana dong?" Tambah cemas.
" Mungkin udah pulang kalik..." Tebak Liya.
"Coba kamu hubungi dia " Usul Si kating rese.
" Ohh iya juga " Ucap Liya sambil meraih ponselnya dan menekan nomer lalu menelfon Tina. Namun ponsel Tina tidak aktif.
" Duhh ponselnya gak aktif lagi " Keluh Liya.
" Lisa Elena Liya Pulang Yuk udah beres nihh lagi udah pada pulang " Teriak Liana si ketua kelas.
" O..oke makasih udah bantu in " Teriak Elena.
" Tapi gimana soal Tina...perasaanku nggak enak " Ucap Liya.
" Udahlah Liy paling itu cuma perasaan mu aja. Kamu pasti kecapean kan habis jadi pembawa acara " Ucap Liana.
" B..Bisa jadi sihh tapi..." ujar Liya yang terpotong oleh Liana.
" Udahlah Liy Len Pulang Yuk " Ajak Liana sedikit memaksa. Liya dan Elena hanya pasrah saja dan mulai meninggalkan Aku dan si kating rese.
" Udah ya Sa kami pulang dulu " Pamit Liya.
" Bye Bye Lisa..." Tambah Elena sambil melambaikan tangan.
" Iya sampai besok..." Balasku.
Elena Liya dan Liana mulai menjauh dari pandanganku,mereka menuju ke parkiran dan Pulang ke rumah masing masing. Kini tinggal aku dan si kating rese yang masih ada di sekolah. Aku mulai diam sejenak sambil memikirkan sesuatu.
" Heii Kating rese...menurutmu ada yang aneh nggak?" Tanyaku.
" Gak. Emang kenapa?" Ucap si kating rese dengan datar.
" Nggak ada cuma aku ngerasa ada yang aneh aja. Dan kejadian Tina menghilang seperti ada yang jangal saat Tina menghilang " Jawabku. Si kating rese mulai diam sejenak.
" Tidak mungkinkan Tina kabur...padahal semua pintu di tutup kalau mau kabur satu satunya cara adalah manjat pagar sekolah. Tapi nggak mungkin kan Tina manjat pagar sekolah lagian pagarnya tinggi banget gitu.. "
Ucapku.
" Bisa aja, Mungkin Tina bukan Cewek biasa "
Ucap si kating rese.
" Bisa jadi Tina Bisa manjat pagar. Kan kemampuan tidak memandang cewek atau cowok. Kaya kamu luarnya Kalem tapi dalamnya Brangasan,bisa ngehajar pencuri dengan secepat kilat dan mendobrak pintu yang ada pengamannya dalam sekali jurus "
Jawab Si kating rese tampa Dosa.
" Itu kamu muji apa meledek?" Ucapku yang mulai tersinggung dengan ucapannya si kating rese.
" Tapi Leo aku serius...aku ngerasa ada yang jangal " Tambahku dengan tegas.
" Oke. Apa yang buat kamu berfikir kaya gitu " ucap si kating rese.
" Pertama Tina menghilang saat acara akan di mulai ke dua Tina nggak ada di sekolah walau udah di cari ke tiga Ponsel Tina nggak aktif dan Ke empat mustahil Tina manjat pager sekolah soalnya dia nggak pandai olah raga apalagi buat manjat manjat. Manjat pohon mangga yang pendek aja nggak bisa apalagi pager yang tingginya se menara Eiffel gitu,ditambah lagi dia pakai dress panjang dan Heels, dengan gitu apa bisa manjat pager? Aku aja masih kesusahan " Jelasku.Si kating rese mulai berfikir sejenak.
" Ahhh...bisa jadi...' Ucapku.
" Ponsel,Ponsel ku mana sihh " Ucapku sambil mengubrak ambrik Tasku mencari ponselku.
" Buat apa?" Tanya si kating rese namun aku tidak memperdulikan nya aku sibuk mencari ponselku di dalam tas ku.
" Ketemu!!"
Aku mulai mencari nama di kontakku dan sibuk mengutak-atik ponselku si kating rese yang penasaran ikut mendekati ku. Lalu menelfon seseorang.
" Halo Tan " Ucapku.
" Iya Halo ini siapa ya?" Tanya seseorang diseberang telefon.
" Ohh ini aku Tante Lisa temennya Tina yang dulu sering mampir buat nganterin kue nastar buat Tante " jawabku.
" Ohh Lisa yaa ampun Tante sampai Lupa...udah lama banget nggak ketemu..." Ucap Ibunya Tina.
" Hehehehe iya Tante " Ucapku.
" Ohh iya ada apa nelfon tante?" Tanya ibunya Tina.
" Itu Tante A..Anu Tina nya ada di rumah?" Tanyaku ragu ragu.
" Ohh nggak ada itu,belum pulang katanya ada acara di sekolah Buat jadi Perwakilan Event katanya " Jawab Tante Linda. Sontak aku langsung terkejut setelah mendengar jawaban dari Tante Linda ibunya Tina. Si kating rese yang ikut mendengarkan nya pun sangat Shock.
" Ohh gi..gitu yy..yaa Tante " ucapku.
" Iya...itu anu Lisa apa terjadi sesuatu?" Tanya Tante Linda. Aku langsung terkejut dan mulai mencari Alasan.
" Ng..Enggak kok Tan emangnya ada a..apa" jawabku.
" Ohh enggak aja cuma aneh aja kamu tanya gitu soalnya kamu kan sekelas sama Tina masa nggak tahu " Ucap Tante Linda.
" Hehehe soalnya Lisa di Bogor Tante. Lisa jadi perwakilan Kompetisi dari sekolah. Maklum lahh Tante " Jawabku.
" Ohh bener juga Tina juga cerita kalau kamu ikut kompetisi di bogor,anak berbakat, kalau gitu semangat yaa Lisa " Ucap Tante Linda.
" Iya Tante makasih. Kalau gitu Lisa tutup telefonnya yaa Tante " Ucapku.
" Ohh iya iya semangat buat Kompetisi nya...dan kapan kapan mampir lagi di sini yaa ajak temen mu sekalian " Ucap Tante Linda.
" Iya Tante...selamat malam Tante " Pamitku.
" Iya selamat malam " Jawab Tante Linda dari seberang telfon. Lalu aku cepat cepat memutuskan sambungan telepon agar Tante Linda tidak curiga.
Aku dan si kating rese mulai diam sejenak mulai mencerna Obrolan aku dan Tante Linda melalui telepon tadi.
' Sebenernya apa yang sudah terjadi pada mu Tina ' Batinku.
To be continued....