
Sudah dua hari kami habiskan untuk pengambilan gambar di kompetisi konyol itu. Dan Pak Yohanes juga sudah mengedit video tersebut hingga dimana hari ini penilaian akan dilaksanakan.
Di pagi hari kami mulai bersiap siap dan berangkat menuju gedung yang dipakai untuk kompetisi. Mobil Pak Yohanes melaju di padatnya jalan raya. Hingga sesampainya di Gedung yang akan dipakai untuk kompetisi sekaligus penilaian. Kami mulai turun dari mobil dan masuk kedalam gedung. Kami mulai mencari tempat duduk yang kosong. Sedangkan pak Yohanes bicara kepada salah satu panitia untuk menyiapkan alat musik untuk peserta urutan terakhir yaitu kami dari 278 peserta kami yang ada diurutan terakhir.
Tak lama kemudian panitia memulai acara penilaian dan juri siap menilai dari video yang akan tampilkan dan dipresentasikan. Dan peserta mulai mempresentasikan dari hasil pengambilan gambar mereka. Berjam jam telah berlalu peserta demi peserta telah berhasil mempresentasikan dari video mereka. hingga tinggal 11 peserta saja yang belum mempresentasikan video mereka termasuk kami.
Bu Lupy,si kating rese,dan Aku mulai bersiap siap di belakang panggung. Sebelum giliran kami mempresentasikan aku izin ke toilet sebentar kepada Bu Lupy.
" Bu Lupy aku izin ke toilet sebentar yaa Bu " Izinku.
"Tapi Lisa giliran kita sebentar lagi " Jawab Bu Lupy.
" Bentar doang kok Bu 5 menit lah " Rengek ku.
" Baiklah tapi cepat " Jawab Bu Lupy.
" Saya juga Bu " Tambah Si kating rese.
" Baiklah kalian berdua cepat " Jawab Bu Lupy.
' Lha...Lha kenapa dia juga ikutan...ahh bodo amat mikirin itu pokoknya cepetan aja ' Batinku sambil berjalan buru buru ke arah Toilet.
Sesampainya di toilet wanita aku mulai masuk kedalam WC dan memcuci tangan di wastafel. Tapi ketika aku mencuci tanganku di wastafel aku merasakan ada sepasang mata yang mengintip dari pintu Toilet.
' Kok aku kayak barusan ada yang ngintip yaa..apa cuma perasaanku doang....ahh palingan cuma perasaanku doang aja' Batinku.Tiba tiba pintu Toilet tertutup dengan keras.
BLAMM
Aku segera mencoba membuka pintu Toilet itu namun percuma. Aku mulai berteriak sambil mengedor pintu.
" Tolong...ada orang di luar"
" Tolong...buka pintunya Tolong... ada orang diluar..." Teriakku.
Lalu aku juga mendengar suara pintu yang tertutup dengan keras.
" Halo ada orang di sana...Tolong buka pintunya saya terkunci didalam..." Teriakku.
Namun tidak ada siapa siapa diluar, Semua orang pasti ada ditempat penilaian. Aku mencoba mendobrak pintu namun nihil.
" Argggg kenapa nggak bisa dibuka sihh...Bentar lagi juga giliran kita...gimana nihh " Ucapku mulai resah.
" Ahh tunggu bukannya dideket toilet wanita juga ada toilet pria...ahh pasti Si kating rese juga ada disitu kan pasti dia mengerjaiku " Gumamku.
" Halo Kating rese...Kating rese kau dengar aku...cepat bukain pintunya...ini nggak lucu..."
Teriakku.
" Kating rese!!! Bukain pintunya...jangan bercanda dong bentar lagi giliran kita..." Teriakku sekali lagi namun nihil.
' Duhh gimana nihh kayak nya si kating rese juga nggak lagi bercanda...ini beneran Pasti si kating rese udah dibalik di belakang panggung kan' Batinku sambil mengacak rambut frustasi.
" Astaga 15 menit lagi giliran kita duhh gimana dong... kalau aku nggak dateng berarti kami akan didiskualifikasi " Gumamku sambil melihat jam tanganku. Aku mulai terdiam sejenak.
" Gak aku nggak boleh nyerah begitu aja...aku harus Kembali...harus!!! Oke Tenang Lisa tenang bagaimana caranya membuka pintu ini dan keluar dari sini " Ucapku sambil berfikir. Lalu ide cemerlang terlintas dipikiran ku.
" Ohh iya disalah satu teknik bela diriku ada satu jurus yang mampu menyerang lawan dengan mendorong lawan,dorongan yang sangat keras. Walau terlihat seperti mendorong lawan biasa namun teknik itu memiliki kekuatan dan daya dorong yang tinggi...jika mengumpulkan kekuatan dan memusatkan kekuatan pada satu teknik itu maka....Ya itu Dia" Gumamku.
" Baik Lisa fokus anggep aja pintu itu lawanmu...Atur nafas...fokus kedepan lawan...dan kuda kuda rendah dan...." Gumamku.
"Hyaaatttt" teriakku sambil mendobrak pintu dengan sekuat tenaga menggunakan kaki kiri ku.
Aku langsung mendobrak pintu dengan salah satu teknik bela diriku menggunakan kaki kiriku. Aku mendobrak pintu itu dengan kekuatan yang tinggi.
BRAKKK...
Lalu pintu Toilet terbuka walau Pintu Toilet yang Setelah ku dobrak agak mau copot dan penyok.
" Walau agak penyok dan mau copot juga sihh kayaknya aku menggunakan kekuatanku berlebihan dehh. Tadi aku mendobrak dengan sekuat tenaga sampai batas maksimal duhh kaki juga lumayan sakit....ahh bodo amat mikirin itu pokoknya aku udah keluar dan aku harus segera kembali ..." Ucapku.
Ketika aku hendak beranjak pergi dan berlari kembali ke belakang panggung tiba tiba saja ada suara dobrakan pintu dan seseorang memanggil namaku sontak refleks aku berhenti.
BRAK...BRAKK...BRAKKK...
" Lisa...Lisa kau dengar aku "
Samar samar aku mendengar suara orang memanggilnya namaku dan suara dobrakan pintu.namun aku tidak tahu dan dimana suara itu berasal.
" Oiii tiang listrik kamu dengar aku tidak! "
Samar samar aku mendengar kembali seseorang memanggilku dengan suara yang sangat familiar bagiku.
" Tunggu suara ini terasa familiar bagiku...dan satu satu nya orang yang memanggilku Tiang Listrik adalah...." Gumamku yang mulai menyadari sesuatu.
" Kating rese kamu dimana??" Teriakku.
" Di Toilet Pria..." Jawab si kating rese walau samar samar.
" Dimana itu...aku nggak tahu " Teriakku.
" Dari posisimu lari lurus kedepan lalu belok kanan " Jawab si kating rese.
Lantas aku berlari ke arah yang sesuai arahan si kating rese. aku berlari begitu melihat tikungan aku langsung berbelok kearah kanan dan benar saja disana terlihat Toilet Pria. Lalu kulihat pintu toilet itu terkunci dan digembok ditambah lagi disangga menggunakan sebatang balok yang ukuran dan panjangnya lumayan besar dan panjang.
" Menurut Lohh cepetan bantuin keluarin aku "
Jawabnya.
" Elo tarik pintu dari situ dan aku dobrak dari dalem... " Usulnya.
" Mustahil..." Ucapku.
" Pintu toilet ini dikunci dan digembok walau gemboknya kecil juga sihh sama disangga pake kayu yang panjangnya sekitar 3 M yang balok kayunya lumayan gede...Kalau pakai idemu itu mustahil " Tambahku.
" Lantas?? Nyerah gitu... bentar lagi giliran kita bodoh..." Timpalnya.
" Aku juga tahu bodoh...Makanya kamu mundur aja dari situ mundur hingga paling mentok " Ucapku
" Lahh kamu mau ngapain? " Tanya dikating rese.
" mau buka in pintu lahh menurut Lohh " jawabku.
" Caranya?" Tanyanya kembali.
" Dobrak lahh " Jawabku.
" Katanya mustahil aku aja belum karuan bisa buka gimana caranya kamu buka in pintu ini bahkan ada gembok dan ditahan sama balok kayu lagi "
" Aku juga tahu Bodoh!!! Makanya kamu diem aja dan menjauh dari pintu!!! Kamu kira aku selemah itu apa?!! Dan jangan banyak nanya Mulu diem!!!" Bentakku.
" Inget menjauh dari pintu sejauh jauhnya " Ucapku mengingatkan
"Udah nihh udah paling mentok " Jawabnya.
Aku mulai mengambil ancang-ancang dan fokus kepada pintu.
" Oke Lisa fokus lagi...Fokus...Oke anggep aja pintu itu lawanmu...Atur nafas...fokus kedepan lawan...dan kuda kuda rendah dan... Dobrak pintunya dan kamu pasti berhasil " Ucapku.
" Oiii tiang listrik barusan kamu ngomong ap-"
Belum sempat si kating rese menyelesaikan ucapannya aku langsung mendobrak pintu dengan keras..
"Hyaaatttt" teriakku sambil mendobrak pintu dengan sekuat tenaga menggunakan kaki kiri ku.
BRAKKK!!
Suara dobrakan pintu yang sangat keras dan
Pintu berhasil di buka dan kali ini pintunya sampai peyok juga.
" Duhh aku memang terlalu berlebihan banget dehh pintunya Ampe peyok dan udah copot sebelah gitu lebih parah dari pintu toilet wanita yang tadi ku dobrak " Ucapku.
" Kating rese kamu nggak papa kan?" Tanyaku.
Lantas si kating rese langsung keluar dari toilet pria dan menghampiriku.
" Hemm nggak papa " Jawabnya dengan datar.Aku menghembuskan nafas sejenak dan kakiku mulai sempoyongan.
" O..Oii Tiang listrik kamu nggak papa kan?" Tanyanya.
" GIMANA YANG NGGAK PAPA?!! MATA KAMU SLIWER APA?? APA KAMU NGGAK LIAT AKU BARU AJA DOBRAK PINTU YANG ADA GEMBONYA PLUSS DISANGGA SAMA BATANG BALOK KAYU YANG PANJANGNYA 3 METER DAN LUMAYAN GEDE ITU?!! KAMU KIRA KAKIKU TERBUAT DARI BAJA APA?!! KAKIKU SAMPAI LEMES NYUT NYUTAN TAU NGGAK?!!"Omelku.
" AKU DOBRAK NYA UDAH DILUAR BATASAN KU TAHU!!! KAMU KIRA DOBRAK PINTUNYA GAMPANG APA?!!! " Tambahku
Lantas Si kating rese melihat ke arah pintu toilet yang tadi ku dobrak dan matanya langsung membalak dan terkejut. Dia terkejut dengan keadaan pintu yang peyok dan sudah copot sebelah itu dan juga gembok dan sebatang balok kayu patah terjatuh di lantai.
" Ayo kita kembali bentar lagi giliran kita cepetan " Ucapnya sambil berlari lalu dia melirik kebelakang yang ada aku berjalan lemas.
" Oii tiang listrik buruan lelet ahh lemot!!" Ucapnya tanpa dosa.
"GIMANA YANG NGGAK LELET DAN LEMOT!!!
KAKIKU AJA BUAT JALAN AJA UDAH LEMES DAN NYUT NYUTAN AKIBAT MENDOBRAK 2 PINTU YANG TERKUCI DAN ADA GEMBOKNYA PLUS SEBATANG BALOK KAYU YANG LUMAYAN TEBEL DAN PANJANG!!! KALAU KAMU SURUH CEPET KAKI KU BISA COPOT SETRESSS!!!" Bantakku.
Aku bersusah payah dan memaksakan diri untuk berjalan cepat namun semakin ku paksakan semakin sakit dan nyut nyutan.
Lalu tiba-tiba si kating rese menghampiriku. kini si kating rese ada di depanku,Lantas dia mengangatku dan mengendongku seperti waktu si kating rese mengendongku saat aku pingsan dan diGendong sampai ke ruang UKS.
" O..Oii kating rese kamu mau ngapain kamu?" Tanyaku.
" Kalau kamu jalannya lemot kaya keong gitu kapan mau sampai..." Jawabnya.
Lalu Dia berlari sambil mengendongku.Si kating rese berlari secepat mungkin seperti singa yang mengejar mangsanya.
" pegangan yang kuat ntar jatoh baru gue syukurin " Timpalnya.
" Dasar kating rese!!!" Ucapku sambil melingkarkan kedua tanganku ke lehernya dan mempererat pegangan ku kepada si kating rese.
' Dia bener bener sadis larinya kenceng amat
kaya singa yang mengejar mangsanya saja dan kenapa aku jadi deg degan gini sihh moga moga aja nggak kedengaran sama si kating rese ' Batinku.
Eps. 42 Terkunci. Selesai....
To be continued....